javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
INFO : REUNI AKBAR SMP N 2 SIMO BOYOLALI 2017 BULAN DESEMBER 2017....AYOO BERGABUNG (Info&Pendaftaran : 085727059929)

cari di blog ini

Jumat, 05 Agustus 2011

Jelang Uji Coba, Beton Jalan Tol Retak


Tol Semarang Ungaran

k7-11 Catatan tim pemantau pembangunan jalan tol yang pecah. 
Foto diambil pada Kamis (4/8/2011)

k7-11 Bagian bawah jembatan yang memiliki kedudukan pondasi 
tidak sempurna, ditunjukkan dengan catatan warna kuning 
oleh tim monitoring pembangunan jalan tol


k7-11 Bagian jembatan jalan tol yang mengalami pecah gelagar, hanya dilapis ulang aspalnya.

SEMARANG, KOMPAS.com.- Menjelang diuji coba pada H-7 hingga H+7 Lebaran, ruas jalan tol Semarang-Ungaran mengalami kerusakan. Kerusakan parah terjadi di dua titik, yakni di Km 5+700 dan di jembatan pada Km 20+800 hingga Km 21+800.

Hasil pengamatan di lapangan Jumat (5/8/2011), kerusakan yang terjadi adalah pecahnya fondasi jalan. Misalnya di KM 5+700 yang sebelumnya sempat ambles, keretakan terjadi di sepanjang bagian dalam gorong-gorong saluran air, dengan panjang sekitar 70 m dan lebar retakan antara 1 cm-10cm. Jumlah titik retakan yang mencapai lebih dari 100 retakan saat ini ditambal menggunakan semen.

Kondisi ini menyebabkan warga sekitar yang biasa melintas melalui gorong-gorong tak berani melaluinya. Mereka memilih melewati bagian badan jalan tol. Salah satunya, Ngatman, yang biasa membuat arang di sekitar lokasi. Ia memilih menyeberang jalan tol daripada harus lewat gorong-gorong karena beton setebal 30 cm yang menjadi kerangka gorong-gorong sudah banyak yang pecah.

"Sepanjang gorong-gorong itu sudah penuh dengan tambalan, takutnya kalau pas melintas nanti ambrol," kata Ngatman.

Selain ditambal dengan semen, setiap retakan itu diberi tanda dengan cat warna merah. Saat ini di titik tersebut tengah dilakukan penguatan dengan menanam 174 tiang pancang. Titik kedua yang mengalami kerusakan adalah jembatan kedua.

Akibat pondasi bergeser, saat ini kedudukan landasan tidak sempurna dan menyebabkan gelagar (beton penyangga) jembatan pecah. Hasil pemeriksaan rutin tim pemantau pembangunan jalan tol menunjukkan bahwa jembatan sepanjang sekitar 1 mm setiap hari. Hasil pemeriksaan itu kemudian ditulis di badan jembatan, lengkap dengan gambar penampangnya.

"Lihat saja itu, akibat gelagar yang pecah, sekarang kedudukan landasan menjadi miring," kata seorang petugas lapangan, yang minta dirahasiakan identitasnya, menunjukkan hasil pemeriksaan tim.

Dihubungi secara terpisah, Komisaris PT Transmarga Jateng, Danang Atmaja tetap menyebutkan tak ada masalah dengan jalan tol tersebut. "Kami tetap hendak membuka ruas Semarang-Ungaran tersebut pada H-7 hingga H+7 sebagai ujicoba. Selama uji coba, masyarakat tak perlu membeli tiket tol," kata Danang.

Danang menyebutkan bahwa masyarakat bisa memanfaatkan ruas tersebut untuk memperlancar lalu lintas Semarang-Ungaran.

Keputusan untuk tetap menguji cobakan jalan tol yang mengalami pecah gelagar jembatan ini, mendapat sorotan dari Komisi D DPRD Jateng. Sri Praptono, anggota komisi D DPRD Jateng meminta jaminan keselamatan dari PT Transmarga.

"Masalah utama bukan pada rusak atau tidaknya badan jalan. Namun PT TMJ harus jujur dan obyektif terkait kondisi jalan. Bukan hanya badan jalan, namun juga pada konstruksi dan fondasinya juga,"kata Sri Praptono, Jumat (5/8/2011).

Secara khusus Sri Praptono juga mengkhawatirkan kondisi jembatan yang pecah gelagar tersebut. Saat ini aspal di jembatan yang pecah tersebut sudah ditambal. "Kalau fondasi yang menumpang pada tanah yang ambles, mungkin hanya menyebabkan badan jalan ambles. Namun jika yang pecah itu jembatan dan gorong-gorong drainase, itu sangat berbahaya," kata Sri Praptono.

Jika diamati dengan mata telanjang, tidak terlihat ada masalah pada aspal jalan. Namun jika dilihat di bagian fondasi dan penyangga jembatan, akan terlihat bahwa jembatan tersebut mengalami retak di banyak tempat. Termasuk adanya satu tiang jembatan yang menggantung dan saat ini telah diurug dengan tanah.
sumber :