javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
INFO : REUNI AKBAR SMP N 2 SIMO BOYOLALI 2017 BULAN DESEMBER 2017....AYOO BERGABUNG (Info&Pendaftaran : 085727059929)

cari di blog ini

Jumat, 27 September 2013

Tol Ungaran-Bawen Diresmikan November

ilustrasi
JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto akan meresmikan tol Ungaran-Bawen pada November mendatang.

Dia menjelaskan pengerjaan fisik jalan bebas hambatan sepanjang 11,95 km tersebut sudah rampung.

"Yang punya tolnya [PT Jasa Marga Tbk.] sudah mengirimkan surat ke saya minta diresmikan November," katanya hari ini, Jumat (27/9/2013).

Ruas Semarang-Bawen merupakan bagian dari tol Semarang-Solo yang mulai diusahakan pada 2007. Pembangunan tol dengan nilai investasi Rp6,011 triliun tersebut dibangun dalam dua tahap.

Tahap pertama terdiri dari dua seksi. Seksi I Semarang-Ungaran sepanjang 11,3 yang sudah mulai beroperasi pada akhir 2011.

Kemudian, seksi II Ungaran-Bawen dengan panjang 11,95 yang memasuki tahap penyelesaian akhir.

Sementara itu tahap kedua terbagi dalam tiga seksi, yakni seksi III (Bawen-Salatiga) sepanjang 17,04 km, seksi IV (Salatiga-Boyolali) 22,85 km dan seksi V (Boyolali-Solo) 13,57 km direncanakan tuntas pada akhir 2014.
 
sumber :

Menteri PU Tagih Janji Percepatan Bangun Tol Pejagan-Pemalang

Dia menaruh harapan pada pemilik baru tol itu.

Jalan tol Pejagan yang selalu menjadi langganan mudik Lebaran. (ANTARA/Oky Lukmansyah)
VIVAnews - Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, mengungkapkan bahwa pihaknya hingga saat ini masih menunggu Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) pemilik konsesi tol Pejagan-Pemalang untuk mempercepat pembangunan.

Ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat, 27 September 2013, Djoko mengungkapkan bahwa kementerian masih menunggu bantuan seperti apa yang diinginkan BUJT.

Dia menaruh harapan pada pemilik baru tol yang telah berganti kepemilikan ini. "Mereka waktu mengakuisisi jalan tol ini mengatakan akan melakukan percepatan pembangunan," ujarnya.

Djoko mengungkapkan, dia akan mendukung apa pun yang diperlukan oleh BUJT agar proses konstruksi jalan tol ini segera dilakukan. Sebab, jalan tol ini amat berdampak pada perkembangan lalu lintas harian (LHR) ruas tol mereka lainnya, yakni Kanci-Pejagan.

Ia mencontohkan, seperti pada pembangunan tol Cikampek-Palimanan, kementerian juga ikut memberikan jaminan kepada bank. Jaminan ini diwujudkan dalam bentuk perjanjian tripartrit antara BUJT, Badan Pengatur Jalan Tol, dan sindikasi perbankan.

Yang penting, menurut Djoko, adalah kemauan dari BUJT untuk segera menyelesaikan jalan tol yang konsesinya mereka pegang. Ia menambahkan, jika menunggu pemegang ruas lain untuk menyelesaikan tol mereka, PT MNC Infrastruktur akan dianggap sama saja dengan BUJT lain.

"Intinya, kami bukan cuma mengejar mereka, tapi juga seluruh pemegang konsesi jalan tol di Trans Jawa lain. Sewaktu menghadap, saat melakukan akuisisi, mereka ungkapkan bahwa soal keuangan tidak masalah. Saya yakin karena tahu uangnya banyak," katanya. (art)
 
sumber :
viva 

PEMBANGUNAN TOL TRANS JAWA : Di 2015, Tol Trans Jawa tersambung Cikampek-Brebes

ilustrasi
JAKARTA. Ruas tol Trans Jawa sebagai salah proyek strategis Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) terus digeber oleh Pemerintah. Setelah sekian lama banyak mangkrak, kini satu per satu proyek itu mulai dikerjakan.

Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto mengatakan, ruas tol Trans Jawa pada tahun 2014 banyak yang akan di konstruksi.

"Kemarin (26/9), tol Solo-Ngawi sudah groundbreaking untuk ruas yang dibangun oleh investor. Sementara Cikampek-Palimanan sedang berjalan. Kami harapkan pembebasan lahan untuk ruas yang lain bisa cepat terselesaikan," ujar Djoko, Jumat (27/9).

Djoko mengatakan, ruas tol Solo-Ngawi memiliki panjang 90 kilometer (km), di mana pemerintah memiliki peran yang cukup besar dalam pembangunan proyeknya.

Ia menuturkan, pemerintah melakukan proses pembebasan lahan seluruhnya, serta membangun fisik proyek tersebut sepanjang 21 km dan progresnya sudah terbangun 9 km atau 40% dari total yang menjadi kewenangan pemerintah.

Dari total Rp 8,9 triliun untuk pembangunan jalan tol tersebut, pemerintah mengeluarkan biaya Rp 3,2 triliun dan sisanya ditanggung investor.

Djoko berharap, tahap groundbreaking yang sudah dilakukan ini akan terus dilanjutkan oleh investor dan tidak mangkrak lagi. Diharapkan, pada akhir 2014, proyek itu sudah bisa selesai sampai Sragen.

Adapun, untuk ruas tol Solo-Ngawi, pembebasan lahannya sudah mencapai 80% dan tahun depan ruas Ngawi-Kertosono akan masuk tahap groundbreaking.

Selain ruas Solo-Kertosono, ruas Semarang-Solo juga akan kembali dilanjutkan, setelah ruas Semarang-Ungaran beroperasi. Lalu, pada November mendatang ruas Ungaran-Bawen akan diresmikan. Sedangkan ruas Bawen-Solo akan mulai groundbreaking di tahun depan.

"Memang tidak sesuai harapan kita, tetapi kita berharap tahun 2015 jalan tol Trans Jawa dari Cikampek-Brebes sudah bisa tersambung," tegas Djoko.

Djoko mengimbau kepada investor untuk terus menggenjot pembangunan ruas tol Trans Jawa yang lain. Untuk pelaksanaan itu, kata dia, Pemerintah bersedia merekomendasikan kepada sindikasi bank agar semua proyek tersebut bisa berjalan lancar.

Berikut jaringan ruas tol Trans Jawa :


1. Jakarta-Cikampek, panjang 73 km, status: sudah beroperasi.
2. Cikampek-Palimanan, panjang 116,754 km, status: tahap konstruksi
3. Palimanan-Kanci, panjang 28,8 km, status: sudah beroperasi
4. Kanci-Pejagan, panjang 36 km, status: sudah beroperasi
5. Pejagan-Pemalang, panjang 57,50 km, status: pembebasan lahan
6. Pemalang-Batang, panjang 39,20 km, status: pembebasan lahan
7. Batang-Semarang, panjang 75 km, status: pembebasan lahan
8. Semarang-Solo, panjang 72,64 km, status: tahap konstruksi.
9. Solo-Ngawi, panjang 90,10 km, status: tahap konstruksi
10. Ngawi-Kertosono, panjang 87,02 km, status: pembebasan lahan
11. Kertosono-Mojokerto, panjang 40,50 km, status: tahap konstruksi
12. Mojokerto-Surabaya, panjang 36,27 km, status: tahap konstruksi 
 
sumber :

Pemerintah Subsidi Tol Solo-Kertosono Rp3,2 Triliun

Bantuan ini diberikan untuk tol-tol agar secara finansial sehat.

Jalan tol Semarang-Solo, yang juga masuk dalam Trans Jawa. (Antara/ R Rekotomo)
VIVAnews – Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan telah selesai membangun 40 persen dari total konstruksi yang menjadi subsidi pemerintah pada proyek tol Solo-Kertosono. Dari jalan tol sepanjang 90 kilometer itu, 21 kilometer disubsidi pemerintah.

Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, Jumat 27 September 2013, mengungkapkan bahwa subsidi ini disebut viability gap funding (VGF). Bantuan ini diberikan untuk beberapa jalan tol agar secara finansial sehat.

"Jadi, sepanjang 21 kilometer, konstruksi dan lahannya dibantu oleh pemerintah," katanya, saat ditemui di kantornya.

Ia mengungkapkan, secara keseluruhan, jika dihitung, VGF yang diberikan pemerintah untuk salah satu ruas tol Trans Jawa ini sebesar Rp3,2 triliun. Sementara itu, sisa investasinya sebesar Rp5,2 triliun ditanggung Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Djoko juga menuturkan, kementeriannya telah melakukan peletakan batu pertama untuk jalan tol Solo-Mantingan-Ngawi. Jalan tol itu merupakan bagian dari BUJT, yakni PT Solo Ngawi Jaya yang sahamnya dimiliki oleh PT Thiess Contractors Indonesia.

Ia mengaku bahwa sudah mengingatkan BUJT agar pembangunan bisa dilaksanakan secepat mungkin. Djoko berharap, kejadian seperti JORR W2 yang hingga kini bermasalah dengan tanah tidak terulang.

Djoko menambahkan, jalan tol ini seharusnya bisa selesai pada waktunya. Sebab, BUJT telah mendapatkan pinjaman sindikasi perbankan yang dipimpin PT Bank Mandiri Tbk. Selain itu, pembebasan tanah telah mencapai 87 persen. (art)
 
sumber :
viva 

Tol Solo-Mantingan-Ngawi Masuk Tahap Pemasangan Tiang Pancang

Bagian Jalan Tol Trans Jawa yang akan menjadi jalur utama distribusi.

Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto. (VIVAnews/Alfin Tofler) (VIVAnews/Alfin Tofler)

VIVAnews - Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, melakukan groundbreaking (pemasangan tiang pancang) jalan tol Solo-Mantingan-Ngawi di Kabupaten Karanganyar dan meresmikan Jembatan Sidodadi di Kabupaten Sragen.

Djoko, Kamis 26 September 2013, mengungkapkan bahwa jalan tol ini merupakan bagian dari jalan tol Trans Jawa yang akan menghubungkan Jakarta dengan Surabaya.

"Jalan Tol Solo – Mantingan – Ngawi yang akan dibangun sepanjang 90 kilometer ini adalah bagian dari Jalan Tol Trans Jawa yang akan menjadi jalur utama distribusi penumpang, barang, dan jasa dari dan menuju Jakarta dan kota kota lain di bagian tengah serta timur Pulau Jawa," katanya dalam siaran pers yang diterima VIVAnews.

Ia menambahkan, jalan tol Solo – Mantingan – Ngawi ini merupakan pengusahaan jalan tol dengan skema dukungan pemerintah untuk meningkatkan kelayakan finansial. Dukungan pemerintah tersebut diwujudkan dalam bentuk pengadaan tanah dan konstruksi sepanjang 20,90 km.

Untuk itu Pemerintah telah mengalokasikan dana APBN dari TA 2009 sampai dengan TA 2014 sebesar + Rp. 1,7 triliun untuk pengadaan tanah, dan + Rp. 1,5 triliun untuk konstruksi sepanjang 20,90 kilometer.

Saat ini, Djoko menambahkan, lahan yang dibebaskan sekitar 82,69 persen atau 624 hektare. Total kebutuhan tanah untuk kebutuhan konstruksi adalah lebih 755 hektare. Sisa tanah, menurutnya, saat ini dalam proses penyelesaian, baik melalui musyawarah maupun konsinyasi dan diharapkan dapat segera diselesaikan.

Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) Solo – Mantingan – Ngawi telah ditandatangani pada 28 Juni 2011 lalu, dengan Badan Usaha Jalan Tol PT Solo Ngawi Jaya, di mana pemegang saham mayoritas adalah PT Thiess Contractors Indonesia.

"Untuk nilai investasi pembangunan Jalan Tol Solo – Mantingan – Ngawi porsi Badan Usaha Jalan Tol sebesar Rp5,2 triliun akan dipenuhi melalui modal sendiri dan pinjaman dari sindikasi perbankan yang dipimpin oleh Bank Mandiri," tambahnya.

Djoko mengungkapkan, jalan tol ini dibangun dalam rangka mendukung Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang bertujuan meningkatkan kapasitas jaringan jalan di Pulau Jawa sebagai bagian dari Koridor Ekonomi Jawa, serta mendorong pengembangan kawasan pendukung di Wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Resmikan jembatan

Selain melakukan groundbreaking, Menteri PU juga meresmikan jembatan Sidodadi di Kabupaten Sragen. Jembatan ini merupakan akses jalan nasional dan jalur alternatif yang pendek dari wilayah utara Bengawan Solo ini dan mempunyai efisiensi jarak sepanjang 25 km menuju kota Solo.


Jembatan ini dibangun melalui dana APBD provinsi Jawa Tengah (Jateng) dan APBD Kabupaten Sragen, sedangkan Kementerian PU memberikan bantuan rangka jembatan sepanjang 40 meter. Secara keseluruhan jembatan ini memiliki panjang 140 meter dengan lebar tujuh meter dengan konfigurasi panjang bentang 40-60-40. 
 
sumber :
viva 

Proyek Tol Solo–Ngawi Terganjal Pembebasan Lahan

Sejumlah pekerja berjalan di lokasi proyek jalan 
tol Solo – Mantingan – Ngawi di Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat, 
Karanganyar kemarin.
KARANGANYAR– Proyek jalan tol Solo–Mantingan–Ngawi yang menjadi bagian jalan tol Trans Jawa belum seluruh lahannya dibebaskan. Hingga saat ini total lahan yang sudah dibebaskan baru mencapai 82% atau 624 hektare (ha) dari total kebutuhan lahan seluas sekitar 755 ha.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan proses pembebasan lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan jalan tol masih menjadi kendala tersendiri karena prosesnya yang membutuhkan waktu tak sedikit. “Di mana-mana yang menjadi masalah selalu soal pembebasan lahan. Karena itu, kami harapkan kesediaan dari warga untuk pembebasan lahan tanah miliknya,” kataDjokosaat menghadiri pencanangan pembangunan tol Solo–Mantingan–- Ngawi di lokasi proyek Desa Kemiri, Kecamatan Kebakramat, Karanganyar kemarin.

Djoko mengatakan sisa 18% lahan untuk tol Solo–Mantingan– Ngawi yang belum dibebaskan akan terus diupayakan untuk bisa dibebaskan dalam waktu dekat. Itu karena proses pembebasan lahan yang belum selesai dipastikan akan berpengaruh terhadap pengerjaan konstruksi jalan tol. “Kalau nanti ada kenaikan harga tanah yang berlebihan jelas akan memengaruhi kualitas dari pengerjaan proyek,” tandasnya.

Proses pembebasan lahan yang alot sudah beberapa kali menjadikan proses pencanangan harus kembali dilakukan hingga beberapa kali. Hal ini diharapkan Joko tidak kembali terulang dalam pencanangan Tol Solo–Mantingan–Ngawi. “Saya beberapa kali menemui pelaksanaan groundbreaking harus dilakukan dua atau tiga kali. Semoga groundbreaking pada tol Solo–Mantingan–Ngawi hanya sekali ini saja,” ujarnya.

Jalan tol Solo–Mantingan– Ngawi yang merupakan bagian dari pembangunan tol Trans Jawa diharapkan dapat meningkatkan kapasitas jaringan jalan di Pulau Jawa dan mendukung Masterplan Percepatan Dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). “Ini akan menjadi jalur utama distribusi penumpang, barang dan jasa dari dan menuju Jakarta dan kota lainnya hingga di timur Pulau Jawa,” paparnya.

Pembangunan ruas Solo–- Mantingan–Ngawi sepanjang 90,1 km terbagi dalam tiga seksi dan ditargetkan selesai pada 2014. Mengenai pembangunan ruas ini, pemerintah pusat mengalokasikan dana Rp1,7 triliun untuk pengadaan tanah dan Rp1,5 triliun untuk konstruksi sepanjang 20,90 km. Dana tersebut berasal dari APBN tahun anggaran 2009 sampai dengan 2014. Sisa pembiayaan berasal dari investasi pihak swasta melalui PT Solo Ngawi Jaya yang merupakan anak perusahaan dari PT Thiess Contractors Indonesia.

Presiden Direktur Solo Ngawi Jaya Roy Olsen mengatakan proyek jalan tol Solo–Mantingan– Ngawi merupakan proyek kerja sama antara pemerintah dan swasta pertama kali. Untuk itu, pihaknya bangga mendapat kepercayaan untuk ikut menanamkan investasi. “Semoga proses pembebasan lahan dapat berjalan cepat agar jalan tol ini segera terwujud dan mendukung perekonomian masyarakat,” tandasnya.

B upati Karanganyar Rina Iriani mengatakan proses pembebasan lahan di wilayah Karanganyar sudah mencapai 73,8%. “Kami optimistis sebelum tutup tahun nanti sudah terbebaskan hingga 100%,” ujarnya. Sementara itu, Pemprov Jateng bertekad mempercepat pembebasan lahan untuk menyelesaikan tol Semarang–Solo lebih awal dari target yang ditetapkan. Dari semula bisa selesai 2015, akan dipercepat tuntas pada 2014. “Untuk Semarang–Solo, mereka (kontraktor) siap dipercepat asal pembebasan lahan selesai lebih cepat,” ujar Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Jika lahan sudah clear dengan teknologi yang ada proyek tol bisa cepat selesai. Untuk itu, dia meminta bupati/wali kota ikut membantu dalam hal pembebasan lahan. Di Karanganyar, jalan tol Solo– Mantingan–Ngawi melewati lahan di tiga kecamatan, yakni Colomadu, Gondangrejo, dan Kebakkramat. Dari data Badan Pertanahan Nasional (BPN) Karanganyar, jumlah bidang tanah yang sudah dibebaskan dan dibayarkan ganti ruginya sebanyak 1.024 bidang tanah dengan luasan 767,825 meter persegi (m2).

Sementara yang belum bisa dibebaskan dan dibayar ganti ruginya sebanyak 442 bidang dengan luas 418.950 m2. Rincian bidang tanah yang belum bisa dibebaskan di Kecamatan Gondangrejo berada di Desa Wonorejo (36 bidang), Jeruksawit (70), Jatikuwung (50), dan Karangturi (50). Lalu, di Kecamatan Kebakkramat berada di Desa Waru (30), Kebak (58), dan Kemiri (112).

Sementara di Kecamatan Colomadu tersebar di Desa Klodran (5) dan Ngasem (31). Bidang tanah yang belum bisa dibebaskan paling luas berada di Jeruksawit seluas 113.605 m2, dan paling sedikit di Klodran dengan luasan 2.095 m2. farid firdaus/ arif purniawan

sumber :

Tol Solo-Ngawi Mulai Dibangun, Diprediksi Rampung 2015

ilustrasi
Jakarta – Pembangunan Tol Solo-Ngawi yang merupakan bagian dari Tol Solo-Kertosono telah dimulai. Tol ini terbagi menjadi dua bagian yang dikerjakan pemerintah dan bagian yang dikerjakan swaata yakni Solo Ngawi Jaya.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto melakukan proses pemancangan tiang pertama untuk bagian yang dikerjakan swasta sepanjang 69 km. sementara yang dikerjakan pemerintah sepanjang 21 km telah rampung 9 km.

“Kemarin kita men-groundbreaking bagian dari Solo Kertosono yaitu Solo-Ngawi. Panjangnya 90 km, dikerjakan investor didukung oleh pemerintah. Dukungan pemerintah membebaskan tanah seluruhnya. Pembangunan fisiknya sepanjang 21 km. Mereka sisanya,” papar Djoko saat berbincang dengan wartawan di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Jumat (27/9/2013).

Dia menjelaskan untuk membebaskan tanah dan mengerjakan proyek sepanjang 21 km, pemerintah menganggarkan Rp 3,2 triliun. Sedangkan sisanya yang merupakan bagian investor memakan biaya sekitar Rp 5,2 triliun.

“Kemarin bosnya dari Australia datang. Loan-nya dari sindikasi yang dipimpin oleh Bank Mandiri,” lanjutnya.

Pemerintah menargetkan, jalan tol yang juga merupakan rangkaian dari tol Trans Jawa tersebut akan selesai pada tahun 2015 nanti, jika pembebasan lahan tidak menemui kendala berarti.

“Harapan kita pada akhir 2014, sampai Sragen sudah selesai, tapi dari Sragen-Ngawi itu belum selesai. Selesainya 2015,” katanya.

Selain proyek tol tersebut, pada hari yang sama pun Djoko meresmikan jembatan Sidodadi sepanjang 140 meter yang menyebrangi sungai Bengawan Solo. Jembatan tersebut merupakan kerjasama antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.
 
sumber :
usum 

TOL SOLO-MANTINGAN : Proyek Terganjal Pembebasan Lahan

MENTERI PU MEMBUKA PENCANANGAN GROUNDBREAKING
Solopos.com, KARANGANYAR – Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan pembangunan Jalan Tol Solo-Mantingan-Ngawi dapat terselesaikan pada 2014 mendatang. Namun, proyek senilai Rp5,2 triliun itu masih terganjal pada proses pembebasan lahan.

Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, menyatakan Jalan Tol Solo-Mantingan-Ngawi bakal dibangun sepanjang 90 kilometer (km) dan menjadi bagian dari Jalan Tol Trans Jawa. Konstruksi jalan tol dikerjakan atas kerjasama antara pemerintah dan investor.

Pemerintah mengalokasikan dana APBN Tahun 2009 hingga 2014 senilai Rp1,7 triliun untuk pengadaan tanah dan Rp1,5 triliun untuk konstruksi jalan sepanjang 20,90 km. Sementara, konstruksi jalan sepanjang 69,10 km menjadi tanggungan investor. Setelah pembangunan selesai, jalan tol yang melintas sejumlah kebupaten dan kota itu bakal dioperasionalkan oleh investor.

“Jalan tol ini akan menjadi jalur utama distribusi penumpang, barang dan jasa, serta menjadi jalur penghubung antara Jakarta dan kota lain di bagian tengah dan timur Pulau Jawa,” terang Joko dalam sambutannya di acara Pencanangan Pembangunan Jalan Tol Solo-Mantingan-Ngawi di Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar, Kamis (26/9/2013).

Hingga saat ini, lanjut Joko, proses pembebasan lahan yang telah mencapai 82,69% atau sekitar 624 hektar dari total kebutuhan tanah konstruksi seluas lebih kurang 755 hektar.

Negosiasi yang alot menjadi salah satu kendala utama dalam proses pembebasan lahan yang sebagian besar berupa ladang, sawah, rumah, serta tanah kas desa tersebut.

Oleh sebab itu, pemerintah menargetkan proses tukar guling lahan dapat selesai tahun ini supaya nilai jual tanah tidak semakin meroket. Joko juga berharap tak ada oknum-oknum “nakal” yang sengaja memanas-manasi masyarakat supaya tidak mau melepaskan tanah mereka.

“Proses negosiasi memang memakan waktu karena kami tidak mau merugikan masyarakat. Namun, harga yang ditawarkan juga harus wajar karena anggarannya kan terbatas,” imbuh Joko.

Bupati Karanganyar, Rina Iriani, mengatakan pemkab akan membantu proses pendekatan kepada masyarakat yang masih enggan melepaskan tanah mereka. Sedikitnya, terdapat tiga kecamatan di wilayah Karanganyar yang dilintasi Jalan Tol Solo-Mantingan-Ngawi, yakni Colomadu, Gondangrejo, dan Kebakkramat. Hingga saat ini, proses pembebasan lahan di Bumi Intan Pari telah mencapai 73,8%.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Solo-Ngawi Jaya, Roy Olsen, juga berharap proses pembebasan dapat terselesaikan tahun ini. Dengan demikian, pihaknya dapat segera melanjutkan proses pembangunan Jalan Tol Solo-Mantingan-Ngawi. 
 
sumber :

Rabu, 25 September 2013

Jalur Semarang-Solo Bisa Dilalui Setelah 9 Jam Macet Akibat Tabrakan

Foto: Angling Adhitya P/detikcom

Jakarta - Jalur Semarang-Solo yang macet total sejak pukul 05.00 pagi tadi akhirnya bisa dilalui setelah proses perobohan jembatan penyeberangan hampir selesai. Jalan dibuka satu jalur untuk digunakan dua arah pada pukul 14.15 WIB.

"Ini sudah mulai dibuka, tapi masih satu jalur," kata Kasatlantas Polres Semarang AKP Gusman Fitra di lokasi tabrakan, Babadan, Kabupaten Semarang, Rabu (25/9/2013).

Saat ini puing-puing jembatan diletakkan di jalur arah menuju Semarang yang masih ditutup. Rencananya kurang dari satu jam, jalan akan dibuka total jika puing-puing tersebut sudah dipindahkan ke tempat lain.

"Ya mungkin setengah jam lagi baru bisa di buka total," pungkasnya.

Kemacetan yang mencapai lima kilometer dari dua arah yaitu Semarang atau Solo kini mulai terurai. Sopir-sopir truk yang tadinya menunggu di warung berlarian menuju kendaraannya ketika polisi memberi tanda jalan sudah dilewati.

Kemacetan tersebut merupakan dampak dari kecelakaan maut truk Fuso bernomor polisi N 8175 UP yang dikemudikan Nasim sekitar pukul 17.00 sore kemarin. Truk pengangkut pasir besi yang melaju dari arah Solo itu menabrak mobil Kijang, travel, pick up, dan sepeda motor Mio. Akibatnya dua orang tewas dan belasan lainnya terluka.

Tidak hanya itu, akibat hantaman keras dengan kendaraan yang terlibat kecelakaan, jembatan penyebrrangan di depan pasar Babadan menjadi miring dan terpaksa harus dirobohkan.
 
sumber :

Tabrak Mobil Hingga Jembatan, Sopir Truk Maut di Semarang Jadi Tersangka

ilustrasi : kondisi terkini evakuasi jembatan penyeberangan
Semarang - Nasim (50), warga Mayangan Probolinggo, pengemudi truk maut yang terlibat kecelakaan beruntun di Kabupaten Semarang ditetapkan sebagai tersangka. Meski demikian, kondisi Nasim saat ini masih dirawat intensif di RSUD Ungaran, Kabupaten Semarang.

Kasatlantas polres Semarang, AKP Gusman Fitra, mengatakan diduga truk mengalami rem blong sehingga menyebabkan kecelakaan. Status Nasim saat ini sudah dijadikan tersangka meski masih dirawat karena terluka parah.

"Sekarang (sopir) masih di rumah sakit. Iya, tersangka," kata Gusman kepada detikcom saat memandu proses perobohan jembatan penyebrangan di pasar Babadan, Kabupaten Semarang, Rabu (25/9/2013).

Diketahui, truk Fuso bernomor polisi N 8175 UP yang dikemudikan Nasim melaju dari arah Solo (Selatan) sekitar pukul 17.00 WIB sore kemarin. Diduga mengalami rem blong, truk yang mengangkut pasir besi tersebut menabrak mobil Kijang, travel, pick up, dan sepeda motor Mio. Dua orang tewas dan belasan lainnya terluka akibat peristiwa itu.

Kecelakaan juga mengakibatkan jembatan penyebrangan di depan pasar Babadan nyaris roboh. Saat ini polisi, petugas PU, dan pihak PLN sedang melakukan evakuasi untuk memotong jembatan. Akibatnya, sejak dini hari tadi kemacetan terjadi lebih dari 5 km dari arah Solo maupun Semarang.
 
sumber :

Pekerja Terjatuh Saat Evakuasi Jembatan Babadan


Update Terkini : Kecelakaan Beruntun di Babadan


ilustrasi : evakuasi Jembatan penyeberangan sedang berlangsung
TRIBUNJOGJA.COM, UNGARAN - Evakuasi bangkai jembatan penyeberangan depan Pasar Babadan belum selesai hingga Rabu (25/9/2013) pukul 10.45.

Evakuasi jembatan menelan korban luka ringan, pekerja jatuh dari ketinggian sekitar empat meter.

"Saat ini sudah ditangani RSUD Ungaran. Tadi sedang di rontgen," kata Kepala Satpol PP Kabupaten Semarang, Much Risun.

Adapun kemarin sekitar pukul 16.00 terjadi kecelakaan karambol di Jalan Jendral Sudirman, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, tepatnya di depan Pasar Babadan. Sebuah truk bermuatan pasir bernopol N 8175 UP yang dikendarai Hasim menabrak Fortuner putih nopol H 7647 QG, mobil pikap, Mitsubishi L300, Kijang SSX nopol H 8456 TH, dua sepeda motor, dan angkutan umum jenis Prona H 1446 DC.

Kecelakaan karambol juga mengakibatkan jembatan penyeberangan orang (JPO) di depan Pasar Babadan nyaris ambruk akibat tiang penyangga jembatan terdorong truk. Truk diduga mengalami rem blong. Akibat kejadian tersebut dua orang tewas dan sekitar 17 korban luka ringan.

Korban tewas yakni sopir Kijang Suharianto (47), warga Sendangagung Baru RT 7 RW 7 No 8, Pedurungan, Kota Semarang dan Budi Sarbowo, Warga Legoksari, RT 3 RW 3, Kranggan, Ambarawa, yang diduga kernet Prona. Sedangkan belasan korban luka ringan dirawat di RSUD Ungaran dan RS Ken Saras.

Sugianto menceritakan peristiwa bermula di tanjakan Lemahabang. Tiga truk membawa pasir putih tujuan Karangjati dari Lumajang. “Dua truk termasuk truk saya tidak bisa melewati tanjakan. Truk yang dikemudikan Hasim kemudian menarik truk pertama dan berhasil membawa truk melewati tanjakan,” ujarnya.

Tribun Jateng/Galih Permadi
Evakuasi Jembatan Penyeberangan Babadan masih terus berlangsung.
Namun ketika akan kembali menarik truk yang dikemudikan Sugiato, truk yang dikemudikan Hasim malah terus melaju menuju arah Pasar Babadan. “Saya kaget kok truk yang dikemudikan malah melaju kencang ke bawah. Lalu saya ikuti truk Hasim dan akhirnya berhenti sudah menabrak,” ujarnya.

Saksi mata, Suparno (55) mengatakan truk yang dikendarainya hampir saja ditabrak truk yang dikendarai Hasim. “Truk kecepatan tinggi sektar 60 kilometer per jam. Truk saya disalip di pertigaan Langensari, kemudian hampir nabrak bus. Bus berhasil disalip tapi nabrak mobil putih (Fortuner) dan pikap kemudian banting kiri akhirnya berhenti di sini (depan Pasar Babadan),” ujarnya.

Saksi mata lainnya, Budi (30) mengatakan truk banting ke kiri setelah menabrak mobil pikap bermuatan sayur, kemudian menabrak L300, dua sepeda motor, kijang dan angkutan umum. ‘Kijang terdorong sampai menabrak anak tangga jembatan dan warung, sedangkan angkutan terdorong hingga menabrak tiang jembatan penyebrangan,’’ ujarnya. (*) 
 
sumber :

Atasi Macet, Jalan Alternatif Tol Bawen-Ungaran Dibuka

ilustrasi
UNGARAN, suaramerdeka.com - Sebagian ruas jalan alternatif menuju Tol Bawen - Ungaran dibuka guna mengurangi kemacetan, sebagai imbas dari kecelakaan robohnya tiang jembatan penyebarangan orang di Babadan yang dihantam truk, Selasa (24/9) malam. pihak Trans Marga Jateng (TMJ) mengijinkan sementara tol untuk dilintas kendaraan golongan satu dan truk berukuran kecil.

Kebijakan ini diambil dengan pertimbangan kondisi darurat lantaran kemacatan parah yang terjadi di lokasi sekitar. "Tapi pihak TMJ tidak mengizinkan melalui masuk tol dari Bawen karena masih ada beberapa pekerjaan jalan sehingga ruas itu tidak boleh dilintasi untuk sedikit memecah kemacetan," kata Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Gusman Fitra, Rabu (25/9).

Kendaaraan bisa masuk ke ruas tol Bawen - Ungaran melalul pertigaan Bergas belok ke kanan. Lalu tiba di Desa Pringapus melalui jalan kampung turun dan masuk ke tol. Pengguna juga bisa masuk melalui Desa Ngobom dna terus masuk ke tol Ungaran - Banyumanik.

Meski begitu, dari pantauan suaramerdeka.com Rabu (25/9) pukul 00.30 dini hari, tidak banyak kendaraan yang memanfaat "kebaikan" TMJ ini, karena tak banyak orang memanfaatkan ruas tol ini.

Sampai Rabu pagi ini upaya memperbaiki tiang jembatan masih berlangusung dan kemacetan sejak kecelakaan terjadi Selasa (24/9) pukul 17.30 kemarin sampai kini masih berlangsung.
sumber :

Evakuasi JPO, Jalur Semarang-Bawen Macet Total

ilustrasi
SEMARANG - Jalur Semarang - Bawen macet hingga kini total akibat proses pemotongan jembatan penyeberangan orang (JPO) yang hampir ambruk. Kondisi jembatan lantaran tabrakan beruntun yang melibatkan enam kendaraan di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya depan Pasar Babadan, Ungaran, Semarang, Jawa Tengah pada Selasa 24 September.

Kasatlantas Polres Semarang AKP Gusman Fitra mengatakan, untuk kendaraan dari arah Semarang dialihkan ke Tol Semarang - Ungaran - Bawen. Sementara dari arah selatan (Salatiga) diarahkan melintasi pertigaan Bergas lalu ke Tol Semarang - Ungaran. "Untuk Tol Semarang - Bawen hanya dibuka satu lajur saja dari Semarang, karena masih banyak infrastruktur yang belum siap. Kalau dari arah Solo kami arahkan masuk ke tol Semarang - Ungaran," ungkapnya

Gusman Fitra juga menjelaskan bahwa jalan tol saat ini hanya diperbolehkan untuk kendaraan-kendaraan kecil, sedangkan truk-truk besar pengangkut barang tetap melalui jalur utama. "Truk tetap harus melewati jalur utama, karena tol hanya boleh kendaraan kecil. Kami mohon bersabar," ujarnya.

Ilustrasi kemacetan (foto: Oris Riswan/Okezone)
Gusman menambahkan, proses evakuasi jembatan yang miring tersebut diperkirakan memerlukan waktu dua jam. Pihaknya meminta agar petugas Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Semarang, mempercepat proses evakuasi agar kemacetan segera terurai. "Kami sudah minta untuk dipercepat, minimal agar bisa dilalui kendaraan saja, supaya tidak macet total," pungkasnya.

Seperti diketahui, sebuah Truk Fuso dengan nopol N 8175 UP yang mengangkut pasir besi dari arah Solo menuju Semarang mengalami rem blong di depan Pasar Babadan, Ungaran. Truk lantas menabrak empat mobil dan satu motor di depannya, serta sebuah jembatan penyeberangan hingga miring. Dua orang tewas dan 11 lainnya mengalami luka-luka dalam peristiwa itu.

sumber :

BPN Bentuk Tim Percepatan Pembebasan Lahan

BERIKAN BEASISWA: Gubernur Ganjar Pranowo memberikan beasiswa 
kepada anak pegawai di lingkungan BPN dalam peringatan HUT ke-53 
UUPA dan Hari Agraria Nasional di kantor Kanwil BPN Jateng, Selasa (24/9). 
(suaramerdeka.com/Royce Wijaya)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kanwil BPN) Jateng mendukung percepatan proyek jalan tol Semarang-Solo ruas Bawen-Solo. BPN kini telah membentuk tim percepatan pembebasan lahan ruas tol Bawen- Solo sepanjang 49,81 kilometer.

Dukungan itu disampaikan Plt Kepala Kanwil BPN Jateng Perdananto Aribowo terhadap Gubernur Ganjar Pranowo usai upacara peringatan HUT ke-53 Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) sekaligus Hari Agraria Nasional di kantor BPN Jateng, Jl Ki Mangun Sarkoro, Semarang, Selasa (24/9).

"Kami membuat tim untuk membantu kantor-kantor pertanahan yang pekerjaannya padat, ada model kalau di tentara ini namanya BKO. Proyek tol ini tadi juga dibahas oleh gubernur, tim yang kami bentuk ini melakukan kegiatan pengukuran, pengolahan data, serta penggambaran," tandasnya.

Pembebasan lahan yang dilewati ruas tol Bawen- Solo ini akan melibatkan lima kantor pertanahan di Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Boyolali, Solo, dan Karanganyar.

Sebagaimana diketahui, pengerjaan ruas tol Bawen- Solo ini akan membebaskan lahan seluas 450,56 hektare yang melewati 47 desa dan 34 kecamatan. Dana pembebasan lahan yang sudah dialokasikan Badan Layanan Umum (BLU) pemerintah mencapai Rp 550 miliar. Dalam pembangunan konstruksinya, proyek akan dibagi tiga seksi tol, yakni ruas Bawen-Salatiga 17,57 kilometer, Salatiga-Boyolali 24,5 kilometer, dan Boyolali-Kartasura 7,74 kilometer.

Menurut dia, tim BPN sudah bekerja di Pungkuran, Kota Salatiga yang kini tahapan pembebasannya memasuki pengumuman. "Mereka turun ke lapangan antara lain untuk mencari data luasan lahan, sebelum proses ganti rugi oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Ada sekitar delapan orang tim dari Kanwil BPN yang membantu percepatan itu," tandasnya. Dalam peringatan UUPA, jajaran BPN juga telah melakukan penyelesaian persertifikatan tanah melalui program strategis pertanahan sebanyak 106.805 bidang sertifikat.

Dari jumlah itu, 69.377 sertifikat untuk mendukung Proyek Agraria Nasional (Prona), pelaku usaha kecil menengah 1.410, 1.104 nelayan, pertanian 1.509, pascaerupsi 9.557, tanah instansi pemerintah 3.167, termasuk ruas tol Bawen- Solo 613. Dalam upacara yang dihadiri Kepala Kantor Pertanahan Kota Semarang Priyono ini juga dilakukan penyematan Bintang Jasa kepada pegawai BPN, penyerahan sertifikat kepada 10 penerima, serta pemberian bantuan siswa berprestasi keluarga pegawai.

Sementara itu, Ganjar mendukung percepatan proyek tol yang dilakukan BPN. Mantan Wakil Ketua Komisi II DPR ini juga menyambut baik penyerahan sertifikat tanah seluas 2,8 hektare aset pemprov di kawasan pengembangan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang. "Mudah-mudahan surat-surat (sertifikat- ) tadi bisa ditindaklanjuti. Kami harap secepatnya pengembangan bandara bisa terselesaikan," jelasnya.

sumber :
suaramerdeka 

Kronologi kecelakaan maut di Semarang

ilustrasi
Sindonews.com - Dua orang tewas dalam kecelakaan beruntun yang melibatkan satu buah truk fuso pengangkut pasir besi dan lima kendaraan lainnya di Jalan Jenderal Sudirman, Babadan, Kabupaten Semarang, sekira pukul 17.00 WIB.

Kabid Humas Polda Jateng, AKBP Allosius Lilik Sarmanto mengatakan, korban meninggal dunia tercatat atas nama Suharyanto warga Jalan Sendangmulyo RT07/07, Semarang, supir mobil kijang kapsul bernopol H 8456 TH.

ilustrasi
Sementara, satu korban lainnya Budi Sargono, warga Kranggan RT03/03 Ambarawa. "Kedua korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara. Keduanya saat ini berada di kamar jenazah RS Ken Saras Ungaran," kata Lilik, Selasa (24/09/2013).

Dia mengungkapkan, kejadian bermula saat truk fuso bernopol N8175UP yang membawa pasir besi meluncur dari arah Solo ke Semarang. Sesampai di Jalan Sudirman, truk mengalami rem blong dan menabrak mobil Suzuki Carry, Toyota Kijang kapsul, Mitsubishi L300, dan sepeda motor Yamaha Mio.

"Setelah menabrak lima kendaraan, truk berhenti setelah menabrak jambatan penyebrangan yang ada di depan pasar Babadan, Ungaran," ungkapnya.

ilustrasi
Lilik mengatakan, pengemudi truk fuso, Nasim, warga Probolinggo, Jatim, diduga mengalami rem blong. Sang supir sendiri hingga kini masih mengalami perawatan di RS Ken Saras, Ungaran. "Saat ini masih dirawat. Dia luka dalam dan patah kaki,"ujarnya.

penampakan truck maut No. Pol : N8175UP
Selain menyebabkan dua tewas, peristiwa itu juga menyebabkan 11 orang lainnya mengalami luka-luka. "Semuanya mengalami luka ringan, dan sebagian sudah diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan," ujarnya.

Akibat kejadian tersebut terjadi kemacetan panjang di sepanjang jalur Semarang hingga Karangjati, Ungaran.

Berikut nama korban luka:

- Wahyu Hidayat (Ungaran),
- Sukini (ungaran),
- Nurkholis (Bergas),
- Sri Sudaryani (Semarang),
- Cicilia (Bergas),
- Ahmad sodikin (Probolinggo),
- Imam Darmawan (Ungaran),
- Sugiyanto (Semarang),
- Sarman (Bergas),
- Siama (Grobogan).

editor: Pojok Soklin

sumber :
sindonews 

Selasa, 24 September 2013

Mengintip proses pembangunan jalan layang Bogor Outer Ring Road

Pembangunan jalan layang tersebut guna mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di dekat pintu masuk tol arah Parung.



©2013 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Sejumlah kendaraan tampak melintas di lokasi pembangunan jalan layang Bogor Outer Ring Road (BORR) tahap II di Jambu Dua, Bogor, Jawa barat, Senin (23/9). Pembangunan BORR tersebut menghindari kemacetan kendaraan yang terjadi di dekat pintu masuk tol arah Parung. 



Sejumlah pekerja sedang menyelesaikan pembangunan jalan layang BORR tahap II di Jambu Dua, Bogor, Jawa barat, Senin (23/9). Pembangunan jalan layang ini menelan biaya hingga Rp 1,3 triliun. 



Sejumlah pekerja beraktivitas di lokasi pembangunan jalan layang BORR tahap II di Jambu Dua, Bogor, Jawa barat, Senin (23/9). Pembangunan infrastruktur yang begitu besar ini diperkirakan melibatkan 50.000 tenaga kerja.  
 


Jalan Tol Bogor Out Ring Road sepanjang 11 km ini dibagi menjadi 3 Seksi yaitu Seksi I (Sentul Selatan-Kedunghalang), Seksi II (Kedung Halang-Yasmin) dan Seksi III (Yasmin-Darmaga).
 
Suasana saat sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan jalan layang BORR tahap II di Jambu Dua, Bogor, Jawa barat, Senin (23/9). 
 
Tampak seorang pekerja sedang berada di atas tiang beton jalan menyelesaikan pembangunan tol layang BORR tahap II di Jambu Dua, Bogor, Jawa barat, Senin (23/9).
 
Sejumlah kendaraan melintas di dekat lokasi pembangunan jalan layang BORR tahap II di Jambu Dua, Bogor, Jawa barat, Senin (23/9).  

Sejumlah pekerja tengah menyelesaikan pembangunan jalan layang BORR tahap II di Jambu Dua, Bogor, Jawa barat, Senin (23/9).
Suasana saat sejumlah pekerja tengah menyelesaikan pembangunan jalan layang BORR tahap II di Jambu Dua, Bogor, Jawa barat, Senin (23/9).
sumber :
merdeka

Senin, 23 September 2013

Bina Marga: Proyek Jalan Tol Sudah Ada Audit

LIHAT GALIAN: Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Semarang 
Mas'ud Ridwan melihat pekerjaan galian slab jalan tol 
Semarang-Ungaran KM 21+300, Kamis (19/9). 
(suaramerdeka.com/Ranin Agung)
SEMARANG, suaramerdeka.com - Kepala Dinas Bina Marga Jateng Bambang Nugroho Kristiadji menyatakan, proyek pembangunan jalan tol Semarang- Solo, ruas tol Semarang-Ungaran sudah dilakukan audit.

Hal itu dilakukan oleh internal PT Trans Marga Jateng (TMJ) selaku pengelola proyek jalan tol Semarang- Solo sepanjang 72,64 km.

"Dipersilakan saja kalau memang ada desakan audit, yang jelas di pihak internal TMJ juga sudah ada audit," kata Bambang saat ditemui suaramerdeka.com di halaman gubernuran, Minggu (22/9).

Menurut dia, perbaikan yang dilakukan di ruas tol Semarang- Ungaran itu sebenarnya dalam rangka pemantapan konstruksi.

"Namanya konstruksi, terkadang juga ada beberapa hal yang perlu mengalami perbaikan," jelasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Semarang Mas'ud Ridwan menyatakan, pemerintah dan pemprov seharusnya mengawasi dan memantau perkembangan perbaikan jalan tol Semarang- Ungaran di KM21+300.

Permasalahan retak rambut, konstruksi yang turun, hingga ruas jalan ambles pada tol Semarang-Ungaran harus disikapi serius. Jika perlu, perbaikan ruas tol yang rusak ini juga bisa diaudit.

Meski demikian, pihaknya belum berani menyimpulkan terkait adanya dugaan perencanaan kurang matang saat menentukan lokasi pembuatan jalan tol.

Terkait desakan pengauditan perbaikan tol, Direktur Teknik dan Operasi TMJ, Ari Nugroho belum dapat dimintai konfirmasi.

Beberapa kali dihubungi, telepon selulernya menunjukan nada aktif, tetapi yang bersangkutan belum merespons. Ari juga belum menjawab saat dikonfirmasi lewat pesan SMS terkait desakan audit perbaikan tol tersebut.
sumber :

Sabtu, 21 September 2013

Pemerintah Segera Lelang Konstruksi Tol Cisumdawu Seksi II

Pembebasan lahan ruas Cileungi-Sumedang-Dawuan ini sudah 55 persen.
Konstruksi pembangunan tol (Antara/ Widodo S Jusuf)

VIVAnews - Pemerintah segera menggelar lelang konstruksi pengerjaan Jalan Tol Cileungi-Sumedang-Dawuan. Lelang jalan tol yang biasa disebut Cisumdawu ini adalah untuk pembangunan seksi II yakni ruas Tanjung Sari-Sumedang.

Itu diungkapkan oleh Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Djoko Murjanto kepada VIVAnews, Sabtu 21 September 2013.
"Cisumdawu akan kami lelang, kami menginginkan lelangnya selesai pada 2014," ujarnya.

Saat ini, Djoko mengungkapkan loan untuk seksi kedua jalan tol sepanjang 58,35 kilometer itu sudah memasuki tahap finalisasi. Ia memperkirakan dana pembangunan akan masuk pada 2014. Meski Kementerian PU mengadakan lelang paket pekerjaan di akhir 2013, namun Djoko menyatakan tandatangan kontrak haruslah dilakukan pada Januari 2014.

Pendanaan seksi II ini sendiri sebelumnya dikatakan Djoko akan berasal dari pinjaman China. Nilai pinjamannya berkisar di angka Rp1 triliun.

Sementara itu, pembebasan lahan di ruas Jalan Tol Cisumdawu, Djoko menyebut sudah mencapai lebih dari 55 persen. Pembangunan Tol Cisumdawu ini akan dibagi menjadi enam seksi, yakni Cileunyi–Tanjungsari (9,80 km), Tanjungsari–Sumedang (17,51 km), Sumedang-Cimalaka (3,73 km), Cimalaka-Legok (6,96 km), Legok-Ujungjaya (16,35 km), dan Ujungjaya-Kertajati (4,00 km)
 
sumber :
viva 

Jumat, 20 September 2013

Pekerjaan Tol Semarang-Ungaran Perlu Diaudit

LIHAT GALIAN: Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Semarang 
Mas'ud Ridwan melihat pekerjaan galian slab jalan tol 
Semarang-Ungaran KM 21+300, Kamis (19/9). 
(suaramerdeka.com/Ranin Agung)

UNGARAN, suaramerdeka.com - Permasalahan seperti retak rambut, konstruksi yang turun, hingga ruas yang ambles pada jalan tol Semarang-Solo ruas Semarang-Semarang harus disikapi serius. Jika diperlukan, menurut Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Mas'ud Ridwan, pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat sudah sepatutnya mengawasi dan memantau perkembangan perbaikan jalan tol.

"Bahkan kalau perlu mengevaluasi atau melakukan audit di seluruh ruas tol Semarang-Ungaran yang sampai hari ini digunakan oleh masyarakat," katanya, didamping anggota Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Ngesti Nugroho di sela-sela melihat pekerjaan galian tol di KM 21+300, Kamis (19/9) siang.

Langkah tersebut, lanjutnya, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Terlepas dari itu, Mas'ud belum berani menyimpulkan ketika disinggung dugaan perencanaan yang kurang matang saat menentukan lokasi hingga membuat jalan tol.

Seperti diketahui, sejak, Senin (16/9) kemarin pekerja dari PT Trans Marga Jateng (TMJ) tidak menggunakan alat khusus seperti linggis hidrolis untuk membongkar pekerasan beton rigid pavement sepanjang lebih kurang 20 meter (4 slab beton, red) di jalur arah Semarang dan lebih kurang 15 meter (3 slab beton, red) di jalur arah Ungaran. Langkah tersebut menurut salah satu staf Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) PT Adhi Karya selaku kontraktor pekerjaan, Riyono ditempuh untuk menghindari merambatnya titik kerusakan.

Hingga hari keempat pelaksanaan, pekerja yang berjumlah delapan orang tersebut sudah berhasil membongkar empat slab rigid pavement yang berlokasi di Lingkungan Susukan, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Tepatnya 200 meter sebelum Jembatan Penggaron dari arah Ungaran menuju Semarang. Pada bahu jalan yang berupa aspal, terlihat satu retakan memanjang yang sudah diperbaiki dengan cara menuntik cairan perekat dari atas.

"Tugas kami hanya membongkar beton sesuai instruksi dan ketentuan. Setelah dibongkar, titik yang terbuka akan diteliti oleh tim khusus," jelasnya.

PT TMJ akan melakukan perbaikan jalan tol Semarang-Ungaran tepatnya di KM 21+300 karena kondisi lintasan yang tidak rata. Perbaikan tersebut akan berlangsung selama 30 hari. "Selama proses perbaikan, kami memastikan tidak ada penutupan jalan tol melainkan akan menutup sebagian ruas atau satu lajur yang diperbaiki saja. Pengguna jalan kami sarankan untuk memacu kendaraan antara 40 hingga 60 km/jam," kata Direktur Teknik dan Operasi PT TMJ, Ari Nugroho.

Pakar transportasi publik, Ir Djoko Setijowarno MT ketika dihubungi mengatakan, proyek jalan tol Semarang-Ungaran sejak awalnya memang beresiko. Pasalnya, jika dirunut kajian amdal dan teknisnya telah dinyatakan tidak memenuhi syarat.
 
sumber :

Rabu, 18 September 2013

Perbaikan KM 21+300 : Pekerja Andalkan Cara Manual

BONGKAR COR: Sejumlah pekerja tengah membongkar rigid pavement 
dengan cara manual tanpa mengandalkan linggis hidrolis di jalan tol 
Semarang-Solo ruas Semarang-Ungaran KM 21+300, Selasa (17/9)

UNGARAN, suaramerdeka.com - Pekerja dari PT Trans Marga Jateng (TMJ) tidak menggunakan alat khusus seperti linggis hidrolis untuk membongkar pekerasan beton rigid pavement sepanjang lebih kurang 20 meter (4 slab beton-red) di jalur arah Semarang dan lebih kurang 15 meter (3 slab beton-red) di jalur arah Ungaran. Langkah tersebut menurut salah satu staf Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) PT Adhi Karya selaku kontraktor pekerjaan, Riyono ditempuh untuk menghindari merambatnya titik kerusakan.

"Pembongkaran beton yang rusak karena tidak rata kami lakukan menggunakan palu besar dan betel, pasalnya kita tidak bisa mengetahui persis penyebabnya mengapa konstruksi ini retak," katanya, Selasa (17/9) siang.

Hingga hari kedua pelaksanaan, pekerja yang berjumlah delapan orang tersebut sudah berhasil membongkar dua slab rigid pavement yang berlokasi di Lingkungan Susukan, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Tepatnya 200 meter sebelum Jembatan Penggaron dari arah Ungaran menuju Semarang. Pada slab yang belum dibongkar, terlihat satu retakan memanjang yang sudah diperbaiki dengan cara menuntik cairan perekat dari atas.

"Tugas kami hanya membongkar beton sesuai instruksi dan ketentuan. Setelah dibongkar, titik yang terbuka akan diteliti oleh tim khusus," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, PT TMJ akan melakukan perbaikan jalan tol Semarang-Ungaran tepatnya di KM 21+300 karena kondisi lintasan yang tidak rata. Direktur Teknik dan Operasi PT TMJ, Ari Nugroho menyebutkan, pekerjaan tersebut akan dilakukan mulai, Senin (16/9) hingga tiga puluh hari kedepan.

"Selama proses perbaikan, kami memastikan tidak ada penutupan jalan tol melainkan akan menutup sebagian ruas atau satu lajur yang diperbaiki saja.Pengguna jalan kami sarankan untuk memacu kendaraan antara 40 hingga 60 km/jam," kata Ari.
 
Editor : Pojok Soklin
 
sumber :

Selasa, 17 September 2013

Pembangunan JLU Tunggu Penghitungan Tim Apresial

CALON JLU: Warga lingkungan Lemah Abang menyusuri area calon
Jalan Lingkar Ungaran (JLU) sepanjang 2,3 kilometer dari
Lingkungan Beji hingga samping Karoseri Laksana, Bergas,
Minggu (21/4). (suaramerdeka.com/Ranin Agung)

UNGARAN, suaramerdeka.com - Pembangunan jalan lingkar ungaran (JLU) sepanjang lebih kurang 2,3 kilometer yang membutuhkan alokasi dana lebih kurang Rp 12 miliar akan dilanjutkan sembari menunggu penghitungan dari tim apresial. Seperti diketahui, tim penaksir tanah saat ini masih berkutat menyelesaikan penghitungan ganti rugi lahan milik 12 warga terkena proyek di Lingkungan Beji, Ungaran Timur.

Kepala DPU Kabupaten Semarang Totit Oktorianto melalui Kabid Pembangunan, Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, Supratmono memaparkan, proses inventarisir dan pengukuran tanah seluas satu hektar oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Semarang masih berlangsung.

"Warga sudah setuju jika lahannya dipakai, namun mereka masih menunggu hasil tafsiran dari tim apresial," katanya kepada wartawan, Senin (16/9).

Disinggung soal Detail Engineering Design (DED) JLU, dirinya memaparkan bila desain tersebut sudah jadi. Begitu pula dengan anggaran pembebasan lahan juga sudah dianggarkan. Sejauh ini, lahan yang dibutuhkan dengan panjang 600-700 meter menuju jalan nasional Semarang-Bawen di samping Karoseri Laksana sudah siap.

Keberadaan JLU nantinya diharapkan bisa menjadi pilihan atau alternatif pengurai kemacetan di Kota Ungaran sekaligus untuk mendukung pemerataan pembangunan dan perekonomian bagi Lingkungan Ungaran Timur.

"Jika pembebasan lahan lancar, pengerjaan fisik yang notabene nantinya akan menjadi ruang milik jalan bisa dikerjakan," paparnya.

Ditemui terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bambang Kusriyanto menyatakan, pihaknya akan mendorong penataan kota menjelang pengoperasian jalan tol Semarang-Solo ruas Ungaran-Bawen.

"Salah satu tujuan pengembangan kota Ungaran yakni upaya mengurangi kemacetan lalu lintas disamping meningkatkan ekonomi masyarakat," katanya.
 
sumber :

Minggu, 15 September 2013

Terhenti 12 Tahun, Proyek Jalan Lingkar Ungaran Segera Dilanjutkan

Pembangunan Jalan Tol Semarang-Solo Seksi Ungaran-Bawen, di Kab.
Semarang, Jawa Tengah.
Antara/Rekotomo
REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN—Setelah sempat terhenti hampir 12 tahun, pembangunan jalan lingkar Ungaran (JLU) bakal dimulai kembali. Pembangunan infrastruktur pemecah kepadatan arus lalulintas sepanjang 2,3 kilometer di ibu kota Kabupaten Semarang ini segera dilanjutkan.

Saat ini proses pengerjaan tinggal menunggu hasil pengukuran dan penghitungan tim appraisal untuk ganti rugi lahan milik 12 warga terkena proyek (WTP). Semua lahan WTP ini berada di wilayah lingkungan Kelurahan Beji, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. “Tinggal proses pembebasan lahan saja, sebelum dilanjutkan kembali,” tegas Kepala Bidang Pembangunan Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang, Supratmono, Ahad (15/9).

Saat ini, jelasnya, masih dilakukan inventarisir dan proses pengukuran tanah seluas sekitar 1 hektare oleh petugas Badan Pertanahan Nasional (BPN). “Yang punya tanah ada 12 orang dan mereka sudah mempersilahkan bila tanahnya akan digunakan untuk jalan, hanya saja masih menunggu harga tanahnya,” lanjut Supratmono.

Bila proses itu sudah selesai, selanjutnya dapat diteruskan penghitungan harga oleh tim appraisal. “Yang penting ada kesepakatan harga maka bisa segera bekerja,” tambahnya.

Detail Engineering Design (DED) JLU, lanjutnya, sudah jadi. Sehingga proses pengerjaan praktis hanya tinggal menunggu pembebasan lahan saja. Selain DED, anggaran pembebasan lahan dan pembuatan fisik sudah tersedia dan lahan yang dibutuhkan sepanjang 600-700 meter. Sehingga infrastruktur ini nantinya bisa tembus di jalan nasional Semarang-Bawen, tepatnya di samping karoseri Laksana.

Supratmono juga menambahkan, jika pembebasan lahan lancar maka segera dimulai pekerjaan fisik ruang milik jalan (RMJ). Ia pun berharap, tahun ini pekerjaan proyek JLU ini –setidaknya-- sudah dapat menyelesaikan pekerjaan RMJ terlebih dahulu. Dengan begitu, jalur JLU sudah dapat terlihat bentuknya. “Sementara pengerasan badan jalannya bisa dilanjutkan setelah pekerjaan RMJ ini,” tegasnya.

Seperti diketahui, pembangunan JLU diharapkan dapat mengurai kemacetan di tengah kota seperti di Pasar Babadan, Lemahabang, dan pintu keluar tol Semarang-Ungaran di depan kantor DPRD.Selain mengurai kemacetan pembangunan JLU sebagai upaya pemerataan pembangunan di wilayah Ungaran Timur. 
 
sumber :

Sabtu, 14 September 2013

Jalan Tol Semarang-Ungaran Retak Lagi

Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan
Selesaikan Jalan Tol: Jembatan jalan tol Semarang-Solo sesi II Ungaran-Bawen kilometer 19-100, 
di Kelurahan Lemahireng, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jateng, sudah selesai 
diperbaiki setelah retak beberapa pekan terakhir, Selasa (2/7/2013). Jalan tol Semarang-Solo 
sesi II Ungaran-Bawen masih tersisa 1.000 meter pengerjaan yakni 700 meter di Kelurahan 
Lemahireng dan 300 meter Kelurahan Kandangan. Jalan tol tersebut ditargetkan selesai sebelum 
lebaran 2013.

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - PT Transmarga Jateng (TMJ) akan melakukan perbaikan jalan tol Semarang-Ungaran pada kilometer (KM) 21+300, Susukan, Ungaran, mulai Senin (16/9/2013) pekan depan. Perbaikan dilakukan karena badan jalan tol tersebut mengalami keretakan.

Direktur Teknik dan Operasi PT Trans Marga Jateng, Ari Nugroho mengatakan, pihaknya belum mengetahui penyebab dari jalan tol yang tidak merata. Pihaknya akan mengetahui penyebab keretakan setelah beton dibongkar.

"Saya belum tahu penyebabnya, nanti setelah dibongkar akan ketahuan. Kami melakukan perbaikan itu karena jalan tidak rata," kata Ari, Jumat (13/9/2013).

Dia menyampaikan, belum bisa memprediksikan apa penyebabnya, karena hal itu berkaitan dengan kajian teknis di lapangan. "Apa penyebabnya ketahuan setelah dibongkar. Apakah karena rembesan air, atau karena pelaksanaan saat pembetonan yang keliru," kata dia.

Pembongkaran dan pengecoran kembali, rencananya akan dilakukan untuk kedua sisi, yakni jalur arah Semarang-Ungaran dan Ungaran-Semarang. Diperkirakan panjang jalan yang akan diperbaiki sekitar 20 meter (4 plat beton) di jalur arah Semarang dan sekitar 15 meter (3 plat beton) di jalur arah Ungaran.

"Setelah selesai pembongkaran beton yang tebalnya sekitar 30 sentimeter itu, lalu akan dilakukan pengerasan dengan cor beton. Biar jalan nanti bisa rata lagi," katanya.

Ari mengatakan, selama proses perbaikan, tidak ada penutupan jalan tol Semarang-Ungaran. Penutupan hanya dilakukan pada lajur lokasi yang diperbaiki yakni km 21+300. "Pengerjaan perbaikannya diperkirakan membutuhkan waktu paling tidak 30 hari," kata Ari.

Ari berpesan, agar pengguna jalan tol Semarang-Ungaran berhati-hati saat memasuki lokasi pekerjaan di km 21+300. Pihaknya menyarankan, pengendara tidak mengebut di jalan tol. "Saya menyarankan kecepatan kendaraan 40-60 km per jam. Soalnya pada lokasi tersebut hanya dioperasikan 1 (satu) lajur (lane)," pesan Ari.

Pantauan Tribun Jateng, jalan yang tidak merata di km 21+300 bisa dirasakan bagi pengendara mobil yang melintas di sana. Mobil yang dikendarai bisa bergetar saat melintasi jalan yang bergelombang itu.

Warga resah

Sebelumnya, warga Susukan, Ungaran Timur, resah adanya informasi rencana pemindahan ruas tol Semarang-Ungaran. Pemindahan untuk menghindari jembatan Penggaron dan Susukan yang kondisi tanah labil.

Ketua RT 04 RW 02, Susukan, Ungaran Timur, Muntalib (55) mengatakan, pernah dilakukan pengukuran dan pemfotoan lokasi. "Sudah dilakukan di RT 02 dan 06, termasuk rumah anak saya di RT 02 RW 06 Susukan pernah diukur. Kalau rencana itu benar, dan diganti rugi Rp 3 miliar tidak apa-apa. Tapi kalau di bawah itu tidak akan dilepas," ujarnya.

Namun, lanjut Mutalib, pengerjaan pemindahan tol urung dilakukan sampai sekarang. Saat ini, kata dia, malah dilakukan pelebaran jalan di wilayah Susukan yang akan digunakan untuk jalur alternatif bus menuju Bawen.

“Mungkin bus dilewatkan pinggir seperti lewat Taman Unyil, jalur tengah untuk truk, sedangkan tol khusus kendaraan kecil. Tapi kapan rencana pemindahan ruas tol menghindari Jembatan Penggaron dan Susukan yang sempat retak, belum disosialisasikan," paparnya.

Warga RT 02 RW 02, Susukan, Ungaran Timur Seni (70) mengaku pasrah jika pemindahan jadi dilakukan karena menurut kabar rumahnya akan terkena rencana pengalihan. "Kalau benar saya bisa pasrah dan belum tahu mau pindah ke mana. Tapi kalau digusur saya meminta ganti rugi," ujarnya.

Ruas tol Tembalang-Ungaran sepanjang 16,3 kilometer telah beroperasi untuk kendaraan golongan I. Beberapa waktu lalu, terjadi retakan pada Pilar Jembatan Penggaron dan Susukan akibat tanah yang labil. (raf/gpe) 
 
sumber :

Perbaikan Tol Semarang-Ungaran Butuh Waktu 30 Hari

ilustrasi
SEMARANG, suaramerdeka.com - PT Trans Marga Jateng akan memperbaiki jalan tol Semarang - Ungaran mulai Senin (16/9). Perbaikan akan memakan waktu sekitar 30 hari dan jalan tol tetap dapat berfungsi seperti biasa.

Direktur Teknik & Operasi PT Trans Marga Jateng, Ir Ari Nugroho mengatakan, perbaikan jalan akan dilakukan pada kilometer 21+300, baik jalur Semarang - Ungaran maupun sebaliknya. Pekerjaan yang dilakukan yakni pembongkaran dan pengecoran kembali untuk memastikan standar kekerasan beton.

"Pengerasan dilakukan sepanjang lebih kurang 20 meter (4 slab beton) di jalur Ungaran menuju Semarang dan 15 meter (3 slab beton) di jalur Semarang arah Ungaran," kata Ari, seperti tertulis di keterangan persnya.

Menurut Ari, perbaikan dilakukan untuk menjaga dan mempertahankan agar pelayanan jalan tol Semarang-Ungaran tetap prima. Perbaikan akan dimulai pada hari Senin 16 September 2013 dan diperkiran berlangsung 30 hari.

Selama pekerjaan berlangsung, Ari memastikan tidak ada penutupan jalan tol. "Penutupan hanya dilakukan di lajur (lane) pada lokasi yang diperbaiki (km. 21+300)," tegasnya.

Meski demikian, pengguna jalan tol diminta berhati-hati saat memasuki lokasi pekerjaan (km. 21+300) mengingat pada lokasi tersebut hanya dioperasikan 1 (satu) lajur (lane). Kecepatan yang disarankan antara 40 km/jam dan 60 km/jam.
 
sumber :

Jalan Tol Semarang-Ungaran KM 21+300 Akan Diperbaiki

ilustrasi (km 21+300) Jumat (19/4)
UNGARAN, suaramerdeka.com - PT Trans Marga Jateng (TMJ) akan melakukan perbaikan jalan tol Semarang-Ungaran tepatnya di KM 21+300 karena kondisi lintasan yang tidak rata.

Pekerjaan tersebut menurut Direktur Teknik dan Operasi PT TMJ, Ari Nugroho akan dilakukan mulai, Senin (16/9) hingga tiga puluh hari kedepan.

"Perbaikan berupa pembongkaran dan pengecoran kembali pekerasan beton sepanjang lebih kurang 20 meter (4 slab beton-red) di jalur arah Semarang dan lebih kurang 15 meter (3 slab beton-red) di jalur arah Ungaran akan dimulai Senin depan," kata Ari, melalui rilis yang dikirim ke wartawan, Jumat (13/9).

Selama proses perbaikan, pihaknya memastikan tidak ada penutupan jalan tol melainkan akan menutup sebagian ruas atau satu lajur yang diperbaiki saja.

"Masyarakat pengguna jalan tol kami minta untuk berhati-hati saat melintas lokasi, pasalnya pekerjaan ini akan memakan satu lajur. Kecepatan maksimal juga kami batasi, yakni disarankan memacu kendaraan antara 40 hingga 60 km/jam," paparnya.

Saat ditanya wartawan terkait prosentase capaian pekerjaan tol ruas Ungaran-Bawen. Ari menyebutkan, pihaknya saat ini sudah menyelesaikan 96 persen pekerjaan.

"Pekerja masih konsentrasi melakukan pengeperasan bukit berbatu di Lemah Ireng, Bawen. Mudah-mudahan bisa selesai sesuai target yakni awal Oktober 2013 mendatang sebelum dilakukan uji kelayakan dari Kementerian PU," tukas Ari.
 
sumber :

Jumat, 13 September 2013

Sidang Dugaan Pemalsuan Dokumen Tanah Tol Diwarnai Aksi Warga

UNGARAN, suaramerdeka.com - Puluhan warga Kalirejo, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Kamis (12/9) siang menggelar aksi dukungan kepada Sumiyatun (59). Mereka yang datang terlihat membawa spanduk dan kertas bertuliskan dugaan konspirasi dan korupsi terkait dana ganti rugi tol Semarang-Solo ruas Ungaran-Bawen senilai Rp 846 juta.

"Kami meminta majelis hakim yang menangani perkara Sumiyatun bersikap tegas dengan menahan Moedrik dan Risdianto. Kejaksaan Negeri Ambarawa semestinya menahan Notaris Risdianto karena dinyatakan vonis percobaan 1 tahun 6 bulan dalam perkara lain," ujar Koordinator LSM Gempar Jateng, Widjajanto di tengah kerumunan warga.

Setelah dikaji menurut dia, proses kemunculan sertifikat Sumiyatun menjadi milik Moedrik karena ada dugaan pemalsuan. "Hal itu juga dikuatkan oleh bukti dan serta pemeriksaan Propam Polda Jateng," lanjutnya.

Perkara ini muncul ke permukaan ketika pihak Sumiyatun merasa dirugikan atas tanah seluas 2.814 m2 di Lingkungan Krajan, Kelurahan Beji, Ungaran Timur yang belakangan diklaim Letkol (Purn) Moedrik. Hingga pada akhirnya, nilai ganti rugi dari pemerintah tidak diterima Sumiyatun tetapi ke pihak Moedrik.

Adapun sertifikat tanah Sumiyatun diketahui telah beralih kepemilikannya pascadigadaikan senilai Rp 20 juta oleh Kasirun, anak Sumiyatun kepada Moedrik pada 2002 silam. Adapun dugaan peralihan kepemilikan yang dilakukan Moedrik dengan cara memalsukan data serta keterangan terjadi pada Juli 2006 lalu.

Kasus dugaan pemalsuan dokumen ini pernah dilaporkan ke Polres Semarang, hanya saja pihak kepolisian kemudian mengeluarkan surat perkembangan hasil penyelidikan yang berisi tidak ada unsur tindak pidana. Dalam perjalanannya kasus tersebut kemudian diambil alih Polda Jawa Tengah dan berakhir dengan penetapan dua tersangka, Moedrik dan Notaris Risdianto.

Sumiyatun sendiri datang dalam sidang perdana berharap, uang ganti rugi jalan berbayar itu dikembalikan penuh. "Sudah jadi jalan tol apa ya akan saya minta lagi," ujarnya.

Di sisi lain, Moedrik yang dalam hal ini menjadi terdakwa juga terihat hadir dalam persidangan yang diketahui Hartanto dan anggota Koni Hartanto dan Wahyu Iswari. Oleh majelis hakim, terdakwa telah melanggar Pasal 263 ayat (1) KUHP Jo 266 ayat (1) KUHP yakni tentang dugaan melakukan tindak pidana pemalsuan surat, keterangan palsu ke dalam akta otentik yang seolah isinya sesuai fakta dengan kebenaran. Sidang yang berlangsung hingga sore hari ini kemudian ditunda hingga, Kamis (19/9) mendatang dengan agenda mendengarkan eksepsi dari terdakwa.
 
sumber :

Kamis, 12 September 2013

DPR Tolak Pemberian PMN Rp5,75 Triliun Terhadap 5 BUMN

Jakarta - Seluruh Fraksi Komisi VI DPR menolak pemberian Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada 5 BUMN dengan total nilai Rp5,75 triliun pada APBN-P 2013. PMN itu dinilai tidak sesuai dengan prosedur dan melanggar Peraturan Perundang-undangan.

"Komisi VI DPR tetap menolak, jika pemerintah melanjutkannya (PMN) maka kami tidak bertanggungjawab jika dikemudian hari terjadi masalah soal pencairan dana APBN," kata Wakil Ketua Komisi VI, Benny K Harman, dalam Rapat Kerja Komisi VI dengan Menteri BUMN Dahlan Iskan, di Jakarta, Selasa (10/9).

Dalam Nota Keuangan APBN-P 2013, pemerintah telah menetapkan 5 BUMN penerima PMN yaitu PT Hutama Karya, PT Bahana PUI, PT Krakatau Steel Tbk, PT Geo Dipa Energi, PT Perusahaan Pengelola Aset. PT Hutama Karya ditetapkan memperoleh PMN Rp2 triliun, PT Bahana PUI Rp250 miliar, PT Krakatau Steel Rp956,49 miliar, PT Geo Dipa Energi Rp500 miliar.

Penetapan PMN tersebut dinilai ada yang tidak beres dan melanggar ketentuan, karena diusulkan di RAPBN tanpa persetujuan dari Komisi VI DPR. "Dari 8 Fraksi yang ada, seluruhnya menolak dengan alasan yang hampir sama yaitu melanggar ketentuan," ungkap Benny.

Sementara anggota Komisi VI DPR lainnya yaitu Lily Asjudireja mengatakan fraksinya menolak pemberian PMN selain menyalahi aturan juga dikhawatirkan menimbulkan preseden buruk. "Nilai PMN untuk 5 BUMN itu sangat besar, melebihi anggaran pada kasus Hambalang sekitar Rp2 triliun. Fraksi kami tidak ingin terlibat dalam soal PMN yang sudah tidak prosedural," jelas Lili.

Sedangkan Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Hanura, Erik Satrya Wardhana, mengatakan Kementerian BUMN tidak pernah mengajukan permintaan PMN ke Komisi VI untuk proses pembahasan tersebut. "Jadinya kami dengan tegas menolak. Jadi ketentuannya harus sesuai dengan UU yang berlaku. Kita harus ada pembahasan yang mendalam," ungkap dia.

Menteri BUMN, Dahlan Iskan, mengatakan penetapan PMN yang dicantumkan dalam APBN-P 2013 sudah melalui pembahasan dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR. Kementerian BUMN siap kembali menjalani kembali prosedur pembahasan yang dimaksud dengan memperbaiki berbagai konsideran untuk penetapan PMN pada 5 BUMN tersebut.

"Bisa juga karena kondisi seperti ini tidak disetujui Komisi VI, namun dalam PMN tersebut kan ada yang berbentuk tunai dan nontunai. Jadi dimungkinkan juga untuk memperbaiki prosedur pertimbangan yang diajukan. Namun, kami juga siap mencari solusi alternatif pembiayaan bagi 5 BUMN tersebut jika pada akhirnya tidak mendapat persetujuan DPR,” jelas dia.

Hutama Karya

Kemudian Dahlan juga menuturkan akan segera memperbaiki surat pengajuan PMN untuk BUMN kepada Komisi VI DPR. Sehingga PMN kembali dibahas dan dimungkinkan untuk masuk dalam APBN 2014.

"Kedua ini bukan urusan hidup atau mati, sehingga tidak perlu ada ketegangan. Kalau kami masih memungkinkan perbaikan surat kami, berdasarkan UU itu. Dengan konsideran yang lebih baik. Seandainya jika tidak disetujui ada sebagian itu tidak apa-apa," imbuh dia.

Dia mencontohkan salah satu BUMN yaitu Hutama karya, di mana besaran dana yang akan disuntikkan ke Hutama Karya mencapai Rp2 triliun. Dana digunakan untuk pembangunan jalan tol trans-Sumatera. Proyek ini merupakan penugasan dari pemerintah sebagai bagian dari pelaksanaan MP3EI.

Dahlan kembali mengatakan jika pihaknya bisa menerima apabila tambahan alokasi anggaran nontunai ditunda. Akan tetapi, dirinya kembali memohon agar DPR memberikan persetujuan untuk PMN PT Hutama Karya yang sebesar Rp2 triliun.

“Kalau nontunai tidak disetujui, mungkin kita bisa menerima. Tapi kalau boleh yang Hutama Karya bisa disetujui agar pembangunan jalan tol bisa terwujud nyata. Bahwa nanti menunggu proses selanjutnya tidak apa-apa. Hutama Karya bisa green light, bisa pakai dana sendiri dulu, karena pasti akan ada persetujuan,” jelas Dahlan.

Dalam rapat itu, Dahlan juga mengajukan Rencana APBN 2014. Di dalamnya, dia juga meminta agar ada alokasi anggaran untuk pembangungan jalan tol tersebut. Sebagai informasi, Kementerian BUMN mengajukan Rp7,1 triliun sebagai PNM dalam Rencana APBN 2014.

“Kalau memang, misalnya, RAPBN 2014 sangat ketat karena lagi krisis maka yang Rp2 triliun PPA bisa ditunda. Tapi yang untuk pembangunan jalan tol Sumatera kalau bisa disetujui karena ini nyata konkret (manfaatnya),” tandas Dahlan.
 
sumber :

Rabu, 11 September 2013

Jasa Marga Yakin Pendapatan Tembus Rp6 Triliun

Jakarta- Manajemen PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mengaku optimis dapat meraup pendapatan Rp6 triliun pada tahun ini. Terlebih dengan dibukanya ruas tol baru dalam waktu dekat ini yaitu Nusa Dua - Ngurah Rai-Benoa Bali, Ungaran-Bawen yang merupakan kelanjutan tol Semarang-Ungaran. “Target pendapatan semester kedua sebesar Rp1,24 triliun. Kita usahakan target pendapatan sepanjang tahun Rp6 triliun bisa tercapai,” kata Direktur Keuangan PT Jasa Marga Tbk, Reynaldi Hermansjahdi Jakarta, Selasa (10/9/2013).

Pada semester pertama 2013 pihaknya mencatat perseroan telah membukukan pendapatan sebesar Rp4,75 triliun. Dengan beroperasinya tiga ruas tol baru, kata Reynaldi, target traffic juga akan bisa tercapai. Apalagi sepanjang tahun ini menargetkan 1,2 miliar kendaraan dari 11 ruas tol yang sudah beroperasi.

Selain disumbang dari pengoperasian jalan tol, sambung dia, pihaknya juga akan menggenjot proyek konstruksi. Tidak terkecuali pada pendapatan yang akan diperoleh pada semester kedua tahun ini. Dari pengoperasian jalan tol, diperkirakan berkontribusi sebesar 68% atau mencapai Rp2,78 triliun. Sementara dari bisnis konstruksi dan jasa lainnya menyumbang sekitar Rp1,96 triliun.

Rencananya, untuk pengembangan usaha tahun depan, manajemen perseroan menyiapkan investasi Rp 15 triliun-Rp 20 triliun. Dana tersebut antara lain untuk mendukung beberapa proyek yang tengah dibidik perseroan. Informasinya, perseroan membidik proyek-proyek jalan tol di Pulau Sumatera, Kalimantan, dan beberapa lokasi di Pulau Jawa yang termasuk dalam rencana bisnis perseroan pada 2014.

Meski demikian, perseroan belum dapat dijelaskan secara rinci karena dikhawatirkan dapat menyebabkan kenaikan harga tanah. Saat ini perseroan masih fokus menyelesaikan sembilan proyek pembangunan jalan tol yang seluruhnya ditargetkan selesai pada 2015. sementara itu, sepanjang semester pertama 2013, perseroan mencatatkan pendapatan rata-rata per hari Rp 13 miliar.

Pendapatan tersebut didapat dari optimalisasi penggunaan ruas tol sepanjang 545 kilometer atau sebesar 72% dari total jalan tol yang beroperasi di seluruh Indonesia. Hingga kini perseroan menyebutkan telah mengoperasikan 22 ruas tol di seluruh Indonesia yang terdiri dari 13 ruas tol dengan masa konsensi 40 tahun terhitung sejak 2005.

Tiga ruas tol dengan masa konsensi 45 tahun sejak 2006, yakni, Bogor Outer Ring Road, Semarang-Solo dan Gempol Pasuruan. Kemudian, ruas Cengkareng-Kunciran, Kunciran-Serpong, Surabaya-Mojokerto, Gempol-Pandaan, dengan masa konsensi 35 tahun. Lalu, ruas tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa dengan masa konsesi 45 tahun terhitung sejak 2011. "Jumlahnya ada22 konsensi jalan tol, dengan kumulatif panjang jalan tol konsesi Jasa Marga saat ini 738 kilometer,\" kata Direktur Utama Jasa Marga, Adityawarman. (lia)
 
sumber :