javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
INFO : REUNI AKBAR SMP N 2 SIMO BOYOLALI 2017 BULAN DESEMBER 2017....AYOO BERGABUNG (Info&Pendaftaran : 085727059929)

cari di blog ini

Senin, 29 Oktober 2012

Tuntut Kompensasi, Warga Lemah Ireng Blokir Akses Proyek Tol


BLOKIR JALAN: Warga Desa Lemah Ireng, Kecamatan Bawen, 
Kabupaten Semarang menurunkan tong dan ban untuk memblokir akses
utama menuju lokasi proyek tol Semarang-Solo sesi II Ungaran-Bawen, 
Senin (29/10). (suaramerdeka.com/ Ranin Agun
BAWEN, suaramerdeka.com - Ratusan massa gabungan dari puluhan warga terkena proyek (WTP) dan warga terkena dampak proyek pembangunan jalan tol Semarang-Solo seksi II Ungaran-Bawen melakukan aksi blokir jalan akses utama Desa Lemah Ireng yang dijadikan jalur kendaraan proyek, Senin (29/10) pagi.

Aksi tersebut merupakan buntut kekecewaan warga karena tuntutan mereka hingga kini belum dipenuhi pihak kontraktor.

Ketua RT 3 RW 5, Desa Lemah Ireng, Daryanto (37) mengatakan, dirinya bersama warga menuntut dana kompensasi terkait dampak aktivitas proyek jalan tol terhadap bangunan rumah yang retak, polusi udara, dan polusi suara. Menurutnya, pihak kontraktor sudah memberikan uang pembangunan desa kepada masing-masing RT.

Besarannya sesuai zona yang ditentukan pengembang, yakni zona 1 plus atau terdekat dengan lokasi proyek sebesar Rp 6 juta, zona 1 atau wilayah pinggir jalan utama sebesar Rp 4,5 juta/RT. Sedangkan zona 2 atau kawasan yang jaraknya 50 meter dari jalan dan lokasi proyek diberi uang pembangunan sebesar Rp 2,5 juta/RT.

"Kompensasi gangguan atas dampak proyek untuk masing-masing warga hingga saat ini belum ada. Padahal sejumlah bangunan rumah yang berada di RT 3, 4, 5, dan RT 6 mengalami kerusakan. Kerusakannya berupa retak-retak pada tembok, diduga karena getaran kendaraan berat yang melintas setiap hari," katanya.

Sementara itu, sekitar 51 WTP Lemah Ireng saat ditemui di lokasi menegaskan akan mempertahankan lahan mereka. Pasalnya harga ganti rugi dari pemerintah hanya Rp 65.000 per meter persegi. "Kami melalui kuasa hukum masih mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung," ujar salah satu WTP Lemah Ireng, Agung Sutiono (52).

Akibat aksi warga, beberapa kendaraan berat pembawa air dan material tidak bisa lewat jalur utama desa menuju base camp PT Adhi Karya dan lokasi proyek. Karena oleh massa sejumlah titik jalan diberi penghalang blokade dari kayu, tong, dan ban bekas.

Pantauan di lokasi, jajaran Kepolisian Resor Semarang terlihat berjaga-jaga dengan menurunkan pasukan kendali massa (Dalmas), Polisi wanita (Polwan), dan anggota Polsek Bawen dan Polsek Bergas. ( Ranin Agung / CN33 / JBSM )


Baca Juga
Abaikan Alam, Pemprov Keluarkan Dana Besar
Pemerataan Lahan Dideadline 27 Hari
Desember, Warga Lemah Ireng Akan Digusur
TPT Tol Ungaran -Bawen Titipkan Uang Rp 6,6 Miliar
Satu Lahan Perusahaan Belum Bebas
WTP Lemahireng Ajukan Gugatan atas SK Gubernur
Pemkab Semarang Siap Hadapi Gugatan WTP
Konstruksi Tol Semarang Bawen Baru 38 Persen
WTP Lemah Ireng Dirikan Lima Tenda
Komisi A dan D Saling Menuding
sumber :

Warga Tutup Akses Proyek Tol Ungaran-Bawen

Ganti Rugi


KOMPAS/AMANDA PUTRI NUGRAHANTI Sekitar 150 warga 
Desa Lemah Ireng, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, 
Senin (29/10/2012) pagi, menutup akses jalan menuju lokasi proyek
pembangunan tol Ungaran-Bawen. Mereka menuntut pemerintah memberi 
harga tanah Rp 250.000 per meter, buRp 65.000. Mereka juga menuntut
kompensasi gangguan lingkungan seperti kebisingan dan debu. Mereka 
akan terus memblokir jalan menggunakan ban dan drum sampai tuntutan 
itu dipenuhi.

SEMARANG, KOMPAS.com- Warga Desa Lemah Ireng, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, menutup akses jalan menuju lokasi proyek pembangunan tol Ungaran-Bawen. Mereka menuntut pemerintah memberi harga tanah yang terkena proyek jalan tol sesuai dengan permintaan pemilik lahan.

Sekitar 150 warga berkumpul di Dusun Krajan, Desa Lemah Ireng, sejak Senin (29/10/2012) pagi. Mereka mulai menutup jalan untuk kendaraan proyek pada pukul 09.00 WIB, dengan memasang tong-tong besar di jalan utama kampung. Jalan itu selama ini dilalui kendaraan proyek pembangunan tol.

Ketua RW 03 Kusman Setiyono, menyebutkan, jalan akan terus dijaga warga, dengan tidak memperbolehkan kendaraan proyek pembangunan tol lewat. "Kami akan tutup jalan ini sampai tuntutan warga dipenuhi," kata Kusman.

Kusman menyebutkan, selain menuntut harga tanah yang sesuai, warga juga meminta kompensasi terkait dampak yang ditimbulkan oleh proyek pembangunan tersebut, seperti gangguan debu dan suara bising.

Salah seorang pemilik lahan seluas 2.000 meter persegi, Narto (27), mengatakan, dia meminta pemerintah, dalam hal ini tim pembebasan tanah (TPT) memberi harga tanah Rp 250.000 per meter persegi, bukan Rp 65.000 seperti yang sudah ditetapkan di pengadilan negeri Ungaran untuk konsinyasi.

"Kalau tuntutan kami tidak dipenuhi, kami akan lakukan langkah selanjutnya. Yang pasti kami tidak akan diam," ujarnya.Lahan terkena proyek tol Ungaran-Bawen di desa Lemah Ireng yang belum dibebaskan mencapai 7,7 hektar yang tersebar di 63 bidang dan dimiliki oleh 47 warga. Di sekitar lahan yang belum dibebaskan, pembangunan fisik sudah berlangsung. 

sumber :

Rabu, 24 Oktober 2012

Pergantian Pejabat, Relokasi SD Negeri Klepu 01 Mundur dari Jadwal


BERSIHKAN RUANG KELAS: Sejumlah guru dan murid sedang membersihkan 
ruang kelas SD Negeri Klepu 01 yang terkena debu proyek pekerjaan tol Ungaran-Bawen,
 beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)
UNGARAN, suaramerdeka.com - Relokasi SD Negeri Klepu 01 yang rencananya dimulai pertengahan Oktober 2012 mundur dari jadwal yang ditetapkan sebelumnya, karena pengukuran lahan yang dilakukan Kantor Pertanahan Kabupaten Semarang belum selesai. Mundurnya relokasi dibenarkan oleh Ketua Tim Pengadaan Tanah (TPT), Waligi.

Menurutnya, keterlambatan pengukuran tersebut dikarenakan adanya pergantian pejabat di lingkungan Kantor Pertanahan Kabupaten Semarang. "Bila hasil pengukuran tanah pengganti lapangan sudah dikeluarkan oleh instansi yang berwenang, kami tentunya akan segera membayarkan alokasi anggaran kepada pemilik lahan. Namun, karena adanya pergantian pejabat di Kantor Pertanahan Kabupaten Semarang kami pun harus menunggu," kata Waligi, Selasa (23/10).

Dijelaskan, ada enam bidang lahan yang saat ini sedang diukur oleh Kantor Pertanahan. Lahan tersebut milik lima warga, antara lain Budi, Wahid Salim, Mahmudi, Nurrohman, dan dua lahan milik Maemunah. Pemilik lahan telah sepakat menerima ganti rugi sebesar Rp 610 ribu/ meter persegi.

"Untuk relokasi SD Negeri Klepu 01 rencananya akan menggunakan lahan yang selama ini dijadikan lapangan bola seluas 5.000 meter persegi. Luasan tersebut lebih luas dibandingkan lokasi sekarang, yakni sekitar 2.000 meter persegi," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan siswa dari SD Negeri Klepu 01 bersama dewan guru sempat menggelar aksi damai dengan melakukan pembersihan ruangan kelas menyikapi polusi debu yang ditimbulkan dari proyek tol Ungaran-Bawen. Aksi tersebut sempat mendapat sorotan dari Bupati Semarang, Mundjirin. Agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM), Bupati mendesak agar semua pihak bisa bertindak cepat.
Sumber :
SUMBER

Selasa, 23 Oktober 2012

Banten Bakal Punya Jalan Tol 40 Kilometer


Ruas jalan tol ini sepenuhnya baru dan murni terpisah.

Ilustrasi proyek jalan tol (Antara/ R Rekotomo)
VIVAnews - Belum genap dua bulan mengubah fokus bisnis intinya ke sektor jalan tol, PT Hutama Karya (Persero) langsung tancap gas. Perusahaan pelat merah ini telah mengajukan proposal pembangunan sebuah ruas jalan tol di daerah Banten.

Tak tanggung-tanggung, ruas jalan bebas hambatan ini mencapai 40 kilometer.

"Kami telah memberikan proposal kepada Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT), tinggal menunggu bagaimana nantinya," ujar Direktur Utama PT Hutama Karya, Tri Widjajanto, ketika ditemui VIVAnews di Jakarta, Senin 22 Oktober 2012.

Tri menjelaskan, jalan tol yang diinisiasi oleh perusahaan ini bukan merupakan bagian dari rangkaian tol Trans Jawa. Jalan bebas hambatan ini murni terpisah dari jaringan yang sudah ada.

Mengingat hampir seluruh wilayah di Jawa Barat, Jakarta, dan Banten sudah mempunyai jalan tol, Tri meyakinkan bahwa tol yang dibangunnya bukan untuk menyaingi ruas tol yang sudah ada.

"Bukan untuk menyaingi ruas Jasa Marga dan ruas-ruas lain yang sudah ada, pokoknya benar-benar baru," yakinnya.

Untuk pembangunan proyek tersebut, perseroan memperkirakan dana yang dibutuhkan mencapai Rp2 triliun. Rencananya, proyek ini akan mulai digarap tahun depan. Sementara itu, proses pembangunan akan dibagi menjadi tiga ruas.

Sebagai pemrakarsa, perusahaan nantinya akan mendapatkan hak right to match pada saat tender. Tender sendiri akan diadakan oleh BPJT dan diumumkan secara terbuka.

Saat ini, kajian kelayakan ruas jalan tol ini telah diselesaikan oleh perseroan. (art) 
sumber :

Jumat, 19 Oktober 2012

Monorel Hutama Karya Bakal Masuk Mal

Untuk jangka panjang, MRT karya Hutama Karya ini akan punya 4 koridor.

Konsep large monorail yang diusung Hutama Karya (Hutama Karya)
VIVAnews - Pembangunan transportasi massal yang diusung PT Hutama Karya, large monorail, tampaknya akan memanjakan para pecinta belanja. Bagaimana tidak, konsep kereta layang ini nantinya akan membangun sejumlah stasiun yang terhubung langsung dengan beberapa mal di Jakarta.

"Kami sedang mengkaji, mungkin bisa keluar di beberapa pusat perbelanjaan di Jakarta," kata Direktur Operasi II Infrastruktur dan Wilayah Timur Hutama Karya, Indradjaja Manopol, ketika ditemui di Jakarta, Jumat 19 Oktober 2012.

Selain pusat perbelanjaan, Indra mengungkapkan, pihaknya juga berusaha mengintegrasikan terminal kereta layang ini dengan berbagai proyek transportasi lain, baik yang akan dibangun ataupun yang telah selesai.

Salah satu moda transportasi yang akan dikoordinasikan untuk pembuatan stasiun ini adalah Transjakarta atau monorail yang dibangun PT Adhi Karya Tbk.

Kerja sama ini, dinilai Indra, akan lebih memudahkan pembangunan, karena meminimalisasi pembebasan lahan. "Biasanya itu yang menghambat proyek," ujarnya.

Empat Koridor
Meski pada tahap awal baru akan membangun large monorail rute Bekasi-Semanggi, Hutama Karya telah menyusun konsep pembangunan moda transportasi dari Bogor, Tangerang, dan Depok.

"Kami harapkan secara keseluruhan konstruksinya akan selesai dalam 6 tahun," jelasnya.

Selain 4 koridor tersebut, perusahaan juga tengah mengkaji kemungkinan menggunakan sebagian konstruksi large monorail untuk jalan raya. Namun, rencana ini belum akan dipikirkan dalam waktu dekat.

Indra membantah jika proyek large monorail tahap awal yang akan menghabiskan dana Rp4 triliun untuk koridor Bekasi-Semanggi ini tidak disetujui oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan. "Pak Dahlan pada prinsipnya setuju, selama tidak memakai dana APBN," imbuhnya.

Untuk itu, perusahaan akan mengusahakan kerja sama dengan pihak swasta dan BUMN. "Kalaupun pakai pinjaman, kami akan utamakan perbankan dari Indonesia," kata Indra. (art) 

sumber :

Walau Merugi, Wijaya Karya Anggap Penting Akuisisi Sarana Karya

Eben Ezer Siadari
Kebutuhan aspal di Indonesia sebesar 1,5 juta MT/tahun, sedangkan 
sebanyak 1,2 juta MT/tahun masih dipasok melalui impor.

JAKARTA, Jaringnews.com - Walau PT Sarana Karya terus merugi, PT Wijaya Karya (Persero) yang ditugaskan oleh Pemerintah mengakuisisi perusahaan tersebut beralasan bahkan penting. Soalnya, Pemerintah akan menggenjot kebutuhan aspal nasional sampai 1,5 juta metrik ton per tahun. Di sisi lain, produksi aspal yang dilakukan PT Pertamina hanya sebesar 300 ribu MT/tahun sehingga impor per tahun mencapai 1,2 juta MT. Kebutuhan itulah yang diharapkan kelak dapat ditutupi oleh PT Sarana Karya yang produksinya adalah aspal alam atau biasa disebut aspal Buton.

"Kebutuhan aspal di Indonesia sebesar 1,5 juta MT/tahun, sedangkan sebanyak 1,2 juta MT/tahun masih dipasok melalui impor," kata Direktur Utama WIKA, Bintang Perbowo dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR di Jakarta hari ini(18/10).

Masih tingginya impor aspal oleh Indonesia, dalam hemat Bintang Perbowo, cukup ironis mengingat Indonesia merupakan satu dari tiga negara produsen aspal alam di dunia."Aspal alam dunia hanya terdapat di tiga lokasi, yaitu di Trinidad Amerika, Gilsonite (Canada) dan Buton (Indonesia)," ujarnya.

PT Sarana Karya hingga saat ini terus merugi. Menurut analisis Kementerian BUMN, permasalahan utama BUMN ini adalah keterbatasan modal kerja serta peralatan yang sudah sangat tua. Selain itu berkurangnya lahan tambang karena kebijakan otonomi daerah turut menyebabkan Sarana Karya kian terpinggirkan. Apalagi melalui Perda Kabupaten No 11 tahun 2007, melarang perdagangan antarpulau dan ekspor aspal curah.

Di lain pihak, sasaran pasarnya dinilai masih terbatas sedangkan permintaan pasar nasional masih rendah.

Dalam rangka melakukan peningkatan kinerja, pada 10 April 2008 BUMN ini melakukan Kerjasama Operasi (KSO) dengan PT Timah Tbk dimana PT Timah Tbk memberikan pendanaan sebesar Rp31,7 miliar untuk pembangunan pabrik dengan jangka waktu KSO lima tahun dengan sistem bagi hasil 50:50. Sayangnya, KSO itu tidak juga membuat kinerja Sarana Karya membaik sehingga dihentikan pada 2010.

Karena Pemerintah tidak memungkinkan memberikan dana untuk menyelamatkan PT Sarana Karya, maka pada 2010 Pemerintah memasukkan PT Sarana Karya ke dalam Program Tahunan Privatisasi (PTP) dengan melakukan penjualan saham seluruh negara RI pada BUMN tersebut kepada BUMN lain yang bidang usahanya aberkaitan. PT Wijaya Karya dinilai memiliki teknologi pengolahan aspal Buton. Selain itu, dengan masuknya PT Wijaya Karya, diharapkan akses pasar bagi PT Saran karya menjadi lebih luas.
sumber :

Kamis, 18 Oktober 2012

Terkait Ganti Rugi Proyek Tol, Aset Desa Donohudan Diverifikasi Ulang

Ilustrasi (JIBI/SOLOPOS/Septhia Ryanthie)
BOYOLALI — Upaya mencari pengakuan aset Desa Donohudan, Kecamatan Ngemplak, yang terkena proyek tol Solo-Kertosono, mulai menemui hasil. Panitia pengadaan tanah (P2T) dan pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek tol lewat perwakilannya sepakat mengagendakan verifikasi ulang aset Desa Donohudan, pekan depan.

“Tadi sudah dirapatkan bersama perwakilan P2T dan PPK, verifikasi ulang digelar Rabu depan,” terang Kades Donohudan, Sutrapsilo Wibowo, kepada Solopos.com. Sutrapsilo mengatakan verifikasi ulang itu merupakan permintaannya kepada P2T dan PPK. Sementara hal itu akan dilakukan terhadap aset desa berupa jalan berikut konstruksinya, nilai tanah jalan, tumbuh-tumbuhan di atas tanah desa. “Intinya kami berupaya mencarikan alas hak [aset desa] berupa fasilitas umum dan sosial,” imbuhnya.

Hasil verifikasi, lanjut dia, akan dijadikan acuan pemerintah desa untuk membuat peraturan desa mengenai aset. Hal itu dijelaskannya sesuai petunjuk Permendagri No 4/2007 soal pengolaan kekayaan desa, Perda No 13/2006 tentang pendapatan desa dan Perbup No 39/2006.

Pemerintah Desa Donohudan khawatir aset desa berupa fasum dan fasos, diperkirakan nilanya mencapai Rp8 miliar, tak mendapat ganti rugi setelah terkena proyek tol tersebut. Pasalnya, sejauh ini PPK dan P2T belum memiliki dasar petunjuk mengenai hal tersebut.

Dasar ganti rugi masih dikenakan terhadap objek lahan yang berstatus jelas secara yuridis, dalam hal ini dibekali sertifikat. Sementara Wakil P2T untuk proyek tol Boyolali yang sekaligus menjabat sebagai Asisten I Setda Boyolali, M Syawaludin, belum memberi keterangan terkait perkembangan kabar petunjuk teknis ganti rugi fasilitas umum dan sosial yang terkena tol dari Kementerian Pekerjaan Umum.
sumber :

Rabu, 17 Oktober 2012

Warga Minta Ganti Rugi Rp4 Juta/M2

ilustrasi
SALATIGA – Sejumlah warga Pasar Anyar, Kelurahan Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga yang terkena pembangunan jalan tol Semarang–Solo seksi III Bawen–Boyolali meminta ganti rugi Rp4 juta per meter persegi (m2).


Angka itu didasarkan pada nilai jual tanah saat ini dan bangunan rumah. Salah seorang warga, Siti Tatkiroh, 68, menuturkan, warga berharap pemerintah bisa memberikan ganti rugi minimal sesuai dengan harga tanah saat ini dan nilai bangunan rumah. Adapun nilai jual tanah di daerah Pasar Anyar saat ini berkisar Rp1–1,5 juta per m2. “Nilai jual tanah saya sekarang Rp1,5 juta per meter persegi.Karena itu, saya minta ganti rugi senilai Rp4 juta per meter persegi.Itu sudah termasuk nilai bangunan rumah dan kerugian lainnya,” katanya kepada SINDOkemarin.

Bangunan rumah dan tanahnya seluas 388 m2 bakal terkena mega proyek jalan tol Semarang– Solo. Jika sudah ada kesepakatan harga ganti rugi, Siti segera mencari rumah baru untuk tempat tinggal. “Saya berharap proses ganti rugi bisa cepat dan sesuai dengan harapan. Karena mencari rumah baru yang cocok tidak mudah,” ujarnya. Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga mulai mengukur tanah yang bakal terkena proyek jalan tol. Pengukuran dimulai dari Kelurahan Kauman Kidul,Kecamatan Sidorejo.Di daerah tersebut terdapat 67 bidang tanah yang bakal terkena megaproyek ini.

Saat pelaksanaan pengukuran, petugas sempat mengalami kesulitan karena sejumlah patok sementara yang dipasang beberapa waktu lalu hilang dan sebagian tertutup semak belukar. Petugas harus mencari kembali patok tersebut untuk memastikan titik tanah yang akan diukur. Ketua P2T Pemkot Salatiga Agus Rudianto menilai pembangunan jalan tol di Salatiga akan menerjang 164 bidang tanah yang tersebar di empat kelurahan. Rinciannya,di Kelurahan Bugel 41 bidang,Kauman Kidul (67),Kutowinangun (31), dan Tingkir Tengah (25).“Tapi sejauh ini kami belum tahu jumlah riil warga terkena proyek.

Jumlah riilnya baru diketahui setelah tahapan ricikan selesai,”ungkapnya. P2T akan mengupayakan ganti untung kepada warga yang tanahnya terkena pembangunan jalan tol Semarang–Solo seksi III Bawen–Boyolali dengan nilai di atas harga jual tanah saat ini. Sementara itu,Wakil Presiden (Wapres) Boediono berjanji akan mengupayakan pencairan dana talangan dari pusat Rp1,9 triliun untuk pembiayaan jalan tol Semarang–Solo.

“Ada masalah yang harus dibahas dengan Menteri Keuangan karena ini terkait dengan APBN.Saya akan monitor bahwa ini jalur yang benar-benar bottle neck,”kata Wapres saat di Semarang kemarin. Boediono mengaku sudah mendengarkan paparan langsung terkait jalan tol Semarang– Solo dari Gubernur Jateng Bibit Waluyo.Jalan tol tersebut memang mendesak untuk segera direalisasikan.“Kalau ini kita longgarkan,kegiatan ekonomi Jateng akan meningkat,” tandasnya.

Gubernur Jateng Bibit Waluyo menyatakan, sejauh ini komunikasi antara pihaknya dan pemerintah pusat masih berjalan dan tidak selesai-selesai.Kepastian dari mana dana tersebut akan cair,juga belum jelas. “Antara Kementerian PU dan Kementerian Keuangan masih saling lempar. Mudah mudahan segera ada atensi agar segera cair,” ucapnya.

Dengan adanya kucuran dana tersebut, pemborong bisa bekerja lebih nyaman karena kepastian pembayarannya akan lebih jelas. angga rosa/arif purniawan

sumber :

Uang Proyek Ngendap Rp3,8 M, PU Didesak Tindak PT Istaka Karya

TANJUNGPINANG (HK) - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tanjungpinang didesak segera memanggil dan menindak manajemen PT Istaka Karya. Hal itu terkait sisa uang proyek sebesar Rp3,8 miliar yang belum dikembalikan.


PT Istaka Karya diketahui sebagai perusahaan kontruksi yang mengerjakan proyek Jembatan Terusan di kawasan Senggarang, yang masuk dalam proyek tahun jamak (multiyears) tahun 2012. Perusahaan itu telah diputus kontraknya.

"PT Istaka Karya menilai pekerjaan mereka itu terealisasi sekitar 17 persen, sementara PU dengan Manajemen Kontruksi (MK) menilai baru sekitar 2,5 persen terealisasi pekerjaanya. Jadi, ada dana sekitar Rp3,8 miliar perbedaan selisih perhitungan itu yang harus dikembalikan. Dinas PU tentunya dapat mentuntaskan masalah ini serta memanggil kontraktor bermasalah itu," kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tanjungpinang H Azhar, kemarin.

Dikatakan, sebelum proyek itu dilelang kembali dengan kontrak baru, tentunya harus ada perhitungan terlebih dahulu. Artinya, dihitungkan selisih anggaran proyek oleh tim audit independen. Namun demikian, Dinas PU seharusnya juga menyelesaikan permasalahan ini menjadi piutang.

Karena, lanjut Azhar, bagaimanapun masalah ini akan terus dipertanyakan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan sisa dana Rp3,8 miliar itu harus segera dikembalikan ke kas daerah agar dapat masuk ke dana cadangan.

"Tapi memang agak susah dan itu harus segera dibuat oleh Dinas PU ke PT Istaka Karya. Tapi, berdasarkan informasi, Dinas PU sudah tiga kali meminta ke PT Istaka Karya, dan sampai saat ini belum tuntas masalah itu. Perbedaan ini mengakibatkan terjadinya masalah. Ketika ada perbedaan, itu harus ada tim penengah yaitu tim audit independen, agar jembatan itu jangan diganggu dulu. Biarkan tim audit independen yang menilai berapa sebenarnya, karena ini sengketa hukum," kata dia.

Hal senada disampaikan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Tanjungpinang Maskur Tilawahyu. Menurutnya, dengan tidak disetujuinya tambahan anggaran multiyears yang salah satunya proyek pembangunan Jembatan Terusan, itu adalah bentuk ketegasan dewan agar Pemko Tanjungpinang melalui Dinas PU segera menyelesaikan permasalahan uang tersebut.

"Masalah ini sudah kita sampaikan pada rapat paripurna ke Dinas PU. Apakah sudah dipanggil PT Istaka Karya oleh Dinas PU, saya sendiri belum tau. Yang pasti, penuntasan masalah ini ada di tangan Dinas PU sendiri," katanya.

Terpisah, Sekretaris Dinas PU Catri Jintar saat dihubungi melalui telepon, secara tegas menyampaikan, pihaknya akan mengkroscek permasalahan ini. Apabila seluruh data terkait telah diperoleh, kemungkinan PT Istaka Karya akan segera dipanggil untuk dimintai keterangannya.

"Sementara kita akan mencari datanya dulu. Kemudian aka kita verifikasi data itu dan barulah kita mengambil langkah kongkrit untuk menuntaskan masalah itu," ujarnya.(rudi)
Sumber :

Selasa, 16 Oktober 2012

Garap Tol Sumatera, Dahlan Iskan Bentuk Konsorsium

Kompas/M Suprihadi Ilustrasi jalan tol
JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri BUMN Dahlan Iskan akan membentuk perusahaan konsorsium untuk menggarap proyek jalan tol trans-Sumatera. Rencananya, konsorsium tersebut akan beranggotakan PT Hutama Karya dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN).

Rencana partisipasi PTPN dalam proyek jalan tol trans-Sumatera ini dilakukan karena perseroan memiliki sebagian besar lahan di Sumatera sehingga lahan tersebut bisa digunakan untuk pembangunan jalan tol.

"Dengan adanya konsorsium, maka dana proyek jalan tol itu akan hemat 60 persen," kata Dahlan selepas rapat pimpinan di kantor Perum Perumnas di Cawang, Jakarta, Selasa (16/10/2012).

Kendati demikian, Dahlan enggan memerinci nilai proyek jalan tol tersebut secara keseluruhan. Begitu juga dengan mekanisme kerja di antara kedua BUMN tersebut, apakah sewa lahan atau bagi hasil.

Namun, Dahlan menyebut bahwa tanah milik PTPN di Sumatera (PTPN II, PTPN III, dan PTPN IV) nantinya akan menjadi ekuitas di PT Hutama Karya. Sebaliknya, PTPN akan memiliki saham di Hutama Karya, khususnya dalam perusahaan konsorsium tersebut.

"Kalau tidak begitu, prosesnya akan lebih lama. Bayangkan, Hutama Karya sudah mengeluarkan biaya hingga triliunan, kemudian harus mengurusi surat-surat pembebasan tanah juga," ungkap Dahlan.

Ia hanya menginginkan di antara perusahaan BUMN terjadi sinergi saling menguntungkan. Ia berharap, akhir tahun ini, konsorsium proyek jalan tol di Sumatera itu sudah bisa terbentuk. "Jadi, pembangunan tol itu menjadi lebih fleksibel karena biayanya jadi lebih kecil, dan pinjaman ke bank juga kecil; karena mendapat dukungan dari modal BUMN itu sendiri, berupa tanah milik PTPN," ujarnya.Seperti diketahui, PT Hutama Karya akan dijagokan pemerintah untuk menggarap proyek jalan tol ruas Sumatera. Jika proyek jalan tol ini disetujui, maka panjang proyek jalan tol Sumatera itu bisa mencapai 2.700 km. Tahap pertama proyek jalan tol di Sumatera itu rencananya akan dibangun pada awal 2013 dengan panjang 300 km dengan nilai proyek mencapai Rp 28 triliun. 

sumber :

Dahlan Segera Kubur BUMN ‘Mayat’

Berita BUMN
ist
Dahlan Iskan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
JAKARTA – Tak sekadar melontarkan komentar pedas, jelang setahun mengemban tugas sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan akan mengubur BUMN-BUMN ‘mayat’ (merugi dan tak mungkin tertolong lagi,Red).

"BUMN yang bisa dihidupkan ya dihidupkan, kalau memang tidak bisa ya harus dikuburkan," tegas Dahlan Iskan, Senin (15/9). Menurut catatannya, dari 141 BUMN, 110 di antaranya sehat, sisanya berubah menjadi mayat dan tinggal nama.

Sebelumnya, Dahlan Iskan menyebutkan terdapat 31 BUMN yang menyandang predikat ‘Mayat yang Belum Dikubur’, dari total 141 perusahaan negara yang kini beroperasi. Namun sayangnya Dahlan tidak menerangkan lebih rinci siapa sajakah mereka.

Namun, kala menghadiri peresmian pabrik Semen Gresik IV yang berlokasi di Kabupaten Tuban, Jawa Timur akhir pekan kemarin dia memberi bocoran salah satu BUMN yang mati suri adalah PT Penataran Angkatan Laut (PT PAL) Indonesia. “Tidak ada keuntungan yang didapatkan oleh negara. Negara malah menjadi merugi,” ujar pria yang dilantik menjadi Menteri BUMN 19 Oktober tahun lalu ini..

Sesuai catatan Kementerian BUMN pada 2011, PT PAL Indonesia merugi sebesar Rp 1,32 triliun. Kerugian mencapai triliunan rupiah tersebut yang membuat perusahaan produsen kapal besar tersebut menjadi BUMN paling banyak merugi.

Selain PT PAL Indonesia, dia juga menyebutkan PT Merpati Nusantara Airlines sebagai BUMN yang mati, namun perusahaan yang bergerak di bidang maskapai penerbangan itu masih memiliki tanda-tanda kehidupan.

BUMN yang tengah mati suri ini terungkap nkarena tidak diundang dalam rakernas BUMN di Jogjakarta pekan lalu. Menurut Dahlan, tidak diundangnya 31 BUMN itu karena memang ada yang sudah menjadi mayat, tetapi ada juga yang tidak layak hadir dalam acara besar seperti itu.

"Yang tidak diundang itu yang memang sudah jadi mayat dan beberapa lagi belum layak diundang ke acara sebesar itu karena diperkirakan biaya menghadiri acara itu akan membebani perusahaannya," pungkasnya.

Jika merujuk pada data Kementerian BUMN, hingga akhir 2011, ada beberapa perusahaan persero yang masih merugi. PT PAL Indonesia mencatat rugi bersih terbesar sepanjang 2011. Perusahaan galangan kapal ini mencatat rugi Rp 1,32 triliun. Sedangkan BUMN yang mengalami kerugian terkecil adalah PT Inhutani III, senilai Rp 58 juta.

Pada kesempatan yang sama Dahlan Iskan juga menegaskan tidak ada tambahan modal untuk PT Pegadaian (Persero) karena perusahaan itu telah dianggap memiliki modal yang kuat."Tidak akan ada PMN untuk Pegadaian karena Pegadaian itu sudah kuat, tidak boleh minta PMN," tegas Dahlan.

PT Pegadaian (Persero) memang sedang mengalami pertumbuhan yang pesat. Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, perseroan membutuhkan tambahan modal senilai Rp 2 triliun.

Dirut Pegadaian Suwhono berharap, Pegadaian bisa memperoleh kucuran dana segar dari pemerintah dalam bentuk penyertaan modal negara (PMN) pada 2013.

"PMN sekitar Rp 2 triliun yang kami butuhkan. Sesuai dengan perkembangan usaha Pegadaian. Bukan karena Pegadaian kekurangan modal, ini karena pegadaian lagi going," kata Suwhono di Yogyakarta, beberapa waktu lalu.fan,ins
sumber :

Senin, 15 Oktober 2012

Ke Semarang, Wapres Akan Ditagih Rp 1,9 Triliun

wapres budiono
SEMARANG, suaramerdeka.com - Wakil Presiden (Wapres) Boediono Selasa (16/10) besok akan mengunjungi Kota Semarang. Kesempatan itu akan digunakan Gubernur Jateng Bibit Waluyo untuk menagih anggaran pembangunan Jalan Tol Semarang-Solo sebesar Rp 1,9 triliun yang terkatung-katung.

Menurut Gubernur, anggaran Rp 1,9 triliun adalah dana untuk membangun konstruksi jalan ruas tol Bawen-Solo. Meski sudah dijanjikan oleh Kementrian Pekerjaan Umum, tapi pencairannya tidak jelas. Ketika ditanyakan, Pemprov bahkan merasa dipingpong.

"Sampai sekarang belum putus-putus. Entah Kementrian PU atau Kementrian Keuangan yang keluarin duit, saya tidak tahu, selama ini sana nyorong sini, sini nyorong sana," ujarnya, di Kantor Gubernuran Semarang, Senin (15/10).

Maka persoalan itu akan disampaikan langsung kepada Budiono. Dana itu sangat penting segera diketahui kejelasannya sebab saat ini proyek tol hampir menyelesaikan tahap pembebasan lahan. Jika dana itu sudah dipastikan cair, maka pembangunan konstruksi jalan dapat segera dilakukan. Para kontraktor pun dapat menggarap proyek dengan tenang. "Kalau sudah ada dana, kontraktor akan lebih jelas dan enak jalannya Kalau tidak turun-turun, nanti kontraktornya kuatir tidak dibayar," kata Bibit.Wapres Budiono besok pagi dijadwalkan menghadiri peringatan Dies Natalis ke-55 Universitas Diponegoro (Undip) di Gedung Prof Soedarto, Kampus Undip Tembalang. Setelah itu, wapres mengunjungi proyek rel ganda di Stasiun Alas Tua Semarang dilanjutkan tinjauan lokasi pengembangan Bandara Internasional Ahmad Yani.
sumber :

Jadwal Kereta Api dari Stasiun Semarang Tawang


SEMARANG, suaramerdeka.com - Bagi Anda yang hendak bepergian dengan moda transportasi kereta api, berikut Jadwal Perjalanan Kereta Api dari Stasiun Semarang Tawang, Senin (15/10).


No
Stasiun Tujuan
Nama Kereta
Brkt
Dtg
Kursi
1
Bandung
HARINA
20:30
04:58
Eksekutif, Bisnis
2
Gambir
ARGO BROMO ANGGREK PAGI
11:52
17:41
Eksekutif
3
Gambir
ARGO MURIA
16:00
22:06
Eksekutif
4
Gambir
ARGO BROMO ANGGREK MALAM
23:52
05:41
Eksekutif
5
Gambir
SEMBRANI
23:12
06:03
Eksekutif
6
Pasar Senen Jkt
FAJAR UTAMA SEMARANG
08:00
14:43
Bisnis
7
Pasar Senen Jkt
MENOREH
20:00
03:54
Ekonomi
8
Pasar Senen Jkt
GUMARANG
21:27
05:31
Eksekutif, Bisnis
9
Pasar Senen Jkt
BANGUNKARTA
21:40
05:22
Eksekutif
10
Pasar Senen Jkt
MAJAPAHIT
22:30
06:27
Ekonomi
11
Tegal
FAJAR UTAMA SEMARANG
08:00
10:20
Bisnis
12
Tegal
ARGO MURIA
16:00
18:09
Eksekutif
13
Tegal
MENOREH
20:00
22:47
Eksekutif
14
Tegal
HARINA
20:30
23:11
Eksekutif, Bisnis
15
Tegal
GUMARANG
21:27
00:35
Eksekutif, Bisnis, Ekonomi
16
Tegal
BANGUNKARTA
21:40
01:00
Eksekutif
17
Tegal
MAJAPAHIT
22:30
02:06
Ekonomi
18
Sby Pasar Turi
ARGO BROMO ANGGREK PAGI
15:27
19:11
Eksekutif
 
* Reservasi untuk pembayaran ATM dan E-Commerce dilakukan 2 x 24 jam sebelum kereta berangkat.

* Harga dan ketersediaan tempat duduk sewaktu-waktu dapat berubah
Jadwal Kereta Api dari Stasiun Semarang Tawang

Minggu, 14 Oktober 2012

Masuk Musim Hujan, Warga Jrukung Khawatir Timbunan Tanah Tol Longsor

ilustrasi
BAWEN, suaramerdeka.com - Memasuki musim hujan, warga dari Dusun Jrukung, Kandangan, Bawen, Kabupaten Semarang, mengkhawatirkan timbunan material tanah dari proyek jalan tol Ungaran-Bawen di wilayah Bungkel akan longsor mengenai permukiman penduduk dan areal persawahan.

Untuk mengantisipasi kejadian tersebut, warga meminta pelaksana proyek dalam hal ini PT Waskita Karya agar menghentikan langkah membuang material tanah. Kepala Dusun Jrukung, Siswanto (42) saat ditemui wartawan menjelaskan, belum lama ini pihaknya bersama warga telah menyampaikan perasaan khawatir tersebut kepada PT Waskita Karya.

"Kami sudah menyampaikan permintaan pemindahan areal pembuangan tanah urug ke tempat lain agar tidak membahayakan areal pemukiman dan persawahan milik warga. Bila musim hujan datang, posisi tanah urug yang tanpa penghalang kuat dikhawatirkan dapat longsor sewaktu-waktu," katanya, Minggu (14/10).

Menurutnya, warga sudah beberapa kali menemui pelaksana proyek untuk meminta pembuangan tanah di kawasan Bungkel dihentikan. Namun permintaan warga hingga kini belum dikabulkan, sebagai gantinya pihak Waskita Karya kemudian membangun tanggul penghalang setinggi tiga meter.

"Saat ditemui dua pekan lalu, pelaksana proyek mengaku belum mendapatkan lahan pengganti untuk menimbun material. Yang jelas, kami tetap akan meminta pertanggungjawaban dari PT Waskita Karya bila nantinya terjadi longsor," tegasnya.

Berdasarkan prakiraannya, pembuangan material hasil pengerukan lahan tol dari Desa Kandangan yang dibuang ke wilayah Bungkel mencapai 2,5 juta meter kubik. Sementara itu, hingga berita ini diturunkan Kepala Bagian Humas PT Waskita Karya, Mahmud belum bisa dihubungi terkait konfirmasi permintaan warga.

Seperti diketahui, akhir Juni 2012 lalu warga Jrukung juga pernah melayangkan protes kepada PT Waskita Karya karena lahan milik warga dan sumber air yang tertimbun tanah. Saat itu pihak pelaksana proyek menyanggupi mengembalikan sumber mata air dengan cara membuatkan sumur serta mengganti lahan milik warga.
sumber :

Dua Kelurahan Di Salatiga Batal Terkena Proyek Tol


ilustrasi
MANTEB.com - Enam kelurahan di Salatiga yang direncanakan akan terkena proyek jalan tol Semarang – Solo. Bawen – Boyolali dua diantaranya batal terkena proyek jalan tol hal tersebut dikarenakan dari hasil pengukuran right of way (ROW) dan penghitungan teknis rute jalan tol di Salatiga hanya melewati empat kelurahan di kecamatan Sidorejo dan Tingkir. Rute jalan tol Semarang – Solo, Bawen – Boyolali di wilayah Salatiga telah ditetapkan dari enam kelurahan yang direncanakan dua diantaranya batal, yakni wilayah kelurahan Sidorejo kidul kecamatan Sidorejo dan kelurahan Tingkir lor kecamatan Tingkir. Menurut ketua panitia pengadaan tanah P2t Pemkot Salatiga Agus Rudianto, mengatakan pembatalan ini dikarenakan dari hasil pengukuran right of way (ROW). Serta penghitungan teknis rute jalan tol di Salatiga hanya melewati empat wilayah kelurahan, yakni kelurahan bugel dan kauman kidul kecamatan Sidorejo kelurahan Kutowinangun dan kelurahan Tingkir tengah kecamatan Tingkir. Proses pembebasan tanah untuk jalan tol Semarang – Solo, Pemkot Salatiga mentargetkan selesai akhir tahun ini. Dengan menerapkan sistem zona atau klasifikasi sehingga nilai ganti untung masing-masing bidang tanah milik warga akan berbeda karena disesuaikan dengan letak tanah.
sumber :

Sabtu, 13 Oktober 2012

Meneg BUMN: Semen Gresik Harus Jadi Terbesar di Asean

Resmikan Pabrik Tuban IV


DIRESMIKAN: Pabrik Tuban IV milik PT Semen Gresik yang baru saja 
diresmikan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Kini BUMN memiliki 4 Unit 
Pabrik Semen di Tuban dengan tingkat produksi lebih 10 juta ton per tahun 
(suaramerdeka.com/Ainur Rohim

TUBAN, suaramerdeka.com - Posisi PT Semen Gresik (Persero) Tbk ke depan harus menjadi korporasi persemenan terbesar di kawasan Asia Tenggara (Asean). Hal itu dikatakan Menteri BUMN Dahlan Iskan saat meresmikan operasi pabrik Tuban IV milik Semen Gresik di Kabupaten Tuban, Jatim, Sabtu (13/10).

Dahlan Iskan mengutarakan, tahun depan Semen Gresik Group akan mampu menjadi perusahaan semen paling besar di Asean. Korporasi yang berkantor pusat di Kabupaten Gresik, Jatim ini gencar membangun pabrik di kelompok usahanya. Setelah pabrik Tuban IV rampung dibangun dengan kapasitas 3 juta ton per tahun, korporasi ini segera merampungkan pembangunan pabrik Tonasa V di bawah bendera Semen Tonasa di Pangkep Sulawesi Selatan.

Selain itu, Semen Gresik pada 2013 merencanakan pembangunan pabrik semen baru di Kabupaten Rembang, Jateng dan di Padang Sumbar. "Saat ini total produksi Semen Gresik Group sudah mencapai angka 21 juta ton per tahun. Jika rencana penambahan dua pabrik baru di Padang dan Rembang berjalan maka nanti produksi semen bisa menyaingi Thailand dan Indonesia melalui Semen Gresik Group bisa menjadi yang terbesar di Asean," ujar Dahlan Islan usai meresmikan operasional pabrik Tuban IV Semen Gresik di Tuban, Sabtu.

Kini saatnya, kata Dahlan, Semen Gresik Group sebagai BUMN bisa diandalkan sebagai korporasi penghasil pertumbuhan perekonomian negara dan perusahaan jagoan di Asean. "Dan langkah selanjutnya adalah menetapkan holding baru Semen Gresik Group agar bisa segera go international, yakni Semen Indonesia. Dengan begitu, korporasi ini lebih maju seperti halnya PT Pupuk Indonesia yang menaungi PT Petrokimia Gresik, Pusri dan Pupuk Kaltim," tegas Dahlan Iskan.
sumber :