javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
INFO : REUNI AKBAR SMP N 2 SIMO BOYOLALI 2017 BULAN DESEMBER 2017....AYOO BERGABUNG (Info&Pendaftaran : 085727059929)

cari di blog ini

Kamis, 30 Mei 2013

Seluruh WTP Lemah Ireng Ambil Uang Konsinyasi

iustrasi
UNGARAN, suaramerdeka.com - 37 warga terkena proyek (WTP) jalan tol Semarang Solo dari Desa Lemah Ireng, Bawen, Kabupaten Semarang mencabut gugatannya terkait penetapan harga yang dilakukan oleh appraisal. Pencabutan gugatan tersebut dilakukan oleh kuasa hukum WTP, Heri Sulistyono pada persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Semarang 21 Mei 2013 lalu.

Dijelaskan Ketua Majelis Hakim, Kadarwoko, pada saat persidangan kemarin, dirinya sempat bertanya kepada pihak tergugat dalam hal ini Tim Pengadaan Tanah (TPT) Jawa Tengah, Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Kabupaten Semarang, Gubernur Jawa Tengah, dan pihak PT Adhi Karya apakah menyetujui atau keberatan tentang pencabutan gugatan yang dilakukan WTP.

"Perkara Lemah Ireng sudah masuk agenda sidang pembuktian. Artinya, kalau di tengah-tengah ternyata ada pencabutan gugatan kami tetap akan meminta tanggapan dari tergugat. Jika pihak tergugat tidak setuju maka sidang tetap dilanjutkan," jelasnya kepada wartawan, Rabu (29/5).

Pada sidang kemarin, lanjutnya, semua tergugat menyatakan setuju dengan upaya WTP. Atas dasar itulah, majelis hakim selanjutnya melakukan penetapan keputusan atas perkara tersebut. "Dengan begitu, secara otomatis WTP sudah menerima besaran konsinyasi yang ditetapkan pemerintah. WTP bisa mengambil uang konsinyasi setelah ada penetapan yang rencananya akan dibacakan pada sidang Selasa (5/6) depan," tuturnya.

Ditambahkan Panitera PN Kabupaten Semarang, Mat Djuskan, sampai saat ini baru 10 WTP pemilik 11 bidang yang sudah mengambil konsinyasi. Dirinya menghimbau kepada WTP, setelah ada pencabutan gugatan hendaknya segera mempersiapkan sejumlah berkas untuk keperluan pencairan uang konsinyasi.

"Untuk mengambil uang konsinyasi, WTP harus menyerahkan berkas-berkas yang sudah ditentukan ke Panitia Pengadaan Tanah (TPT) Kabupaten Semarang. Setelah melalui penelitian berkas, kami akan memberikan cek pembayaran konsinyasi untuk dicairkan di bank yang ditunjuk yakni BTN," tambahnya.

Di sisi lain, koordinator WTP Lemah Ireng, Karlan maupun kuasa hukum WTP sampai berita ini diturunkan belum bersedia memberikan keterangan kepada wartawan. Seperti diberitakan sebelumnya, karena keberatan dengan besaran ganti rugi lahan WTP Lemah Ireng memilih mempertahanan tanahnya hingga akhirnya dieksekusi oleh TPT pada 29 November 2012 silam.

Dalam perjalanannya, jumlah WTP yang bertahan semakin berkurang. Belum lama ini (SM, 6 Mei 2013) ada sepuluh WTP pemilik 11 bidang tanah yang mengambil konsinyasi dengan nilai total mencapai Rp 1.046.433.000. Berdasarkan data Humas PN Kabupaten Semarang, kesepuluh WTP tersebut diantaranya Karsimin dengan nilai konsinyasi Rp 347.074.500, Saipan/Ngatiyem (Rp 101.444.000), Ngadinem (Rp 190.159.500), Rasmi/Karmin (Rp 38.187.500), Dipan Slamet (Rp 4.061.500), Tumirah (Rp 2.430.000), Satimin (Rp 103.592.000), Sarji (Rp 181.224.000), Sri Mariyatun (Rp 27.220.000), dan Jono WTP pemilik dua bidang tanah dengan nilai konsinyasi masing-masing Rp 48.115.000 dan Rp 2.925.000.

sumber :
suaramerdeka 

Hore!! Tol Semarang- Bawen Digratiskan saat Mudik Lebaran


Pembangunan Tol Ungaran-Bawen
Semarang, - Jalan tol Semarang- Bawen, Jawa Tengah, sedang dikebut penyelesaiannya. Jalan sepanjang 23 kilometer ini sudah bisa dilewati pemudik lebaran tahun ini. Bahkan digratiskan lho.

"Rencananya selesai akhir Juni, sehingga nanti saat mudik lebaran bisa dilalui kendaraan kecil," ujar Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, saat meninjau lokasi pembangunan Tol Semarang- Bawen, Jawa Tengah, Rabu (29/5/2013).

Jalan tol baru ini diharapkan mampu mengurangi kemacetan lalu lintas arus mudik dari arah Semarang menuju Surakarta dan Yogyakarta. Titik kemacetan yang dihindari dengan adanya tol Semarang-Bawen ini adalah ruas di Ungaran yang terdapat pasar tumpah, persimpangan jalan dan pabrik.

"Untuk sementara bisa dilalui gratis sambil menunggu penyempurnaan," ujarnya.

Sementara itu Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak mengatakan proses pengerjaan tol ini akan dikebut jelang mudik nanti. "Masih ada beberapa jembatan yang sedang dikerjakan dan masih ada yang perlu diratakan," tuturnya di kesempatan yang sama.
 
sumber :

Sebelum Lebaran, Tol Ungaran-Bawen Difungsikan


Tol Ungaranm (Dok/JIBI/SOLOPOS)

SEMARANG–Pemerintah menggenjot pembangunan Jalan Tol Ungaran-Bawen, Jawa Tengah, sepanjang 11,9 km yang ditargetkan dapat beroperasi menjelang angkutan Lebaran pada awal Agustus mendatang guna menunjang lalu lintas pemudik yang diperkirakan meningkat pada tahun ini.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak mengatakan pembangunan jalan tol itu tengah dikebut setelah sebelumnya telah diselesaikan pembangunan Jalan Tol Semarang-Ungaran. Jika dioperasikan jelang Lebaran, jalan tol tersebut kemungkinan belum akan ditarik biaya oleh operator.

“Kami upayakan jadi (sebelum Lebaran). Tol Semarang-Ungaran 11 km kan sudah jadi. Cuma, saat keluar Ungaran itu belum ideal, jadi membuat truk-truk besar menggunakan jalan lama. Dengan upaya ini ditambah 12 km, Ungaran-Bawen, jalur ini kan sangat macet, ini diupayakan selesai,” kata Hermantor didampingi oleh Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono di Semarang, Rabu (29/5).

Hal itu dikemukakan Hermanto saat turut serta dalam kunjungan peninjauan persiapan Angkutan Lebaran 2013 bersama dengan Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono dan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Suroyo Alimoeso sejak Selasa, 28 Mei, dari Cikampek, Jawa Barat, dengan jalan darat menyurusi Pantura hingga ke Semarang.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan salah satu langkah pemerintah dalam mengatasi problem yang selalu berulang saat mudik Lebaran yang diperkirakan terjadi pada akhir Juli dan awal Agustus mendatang itu ialah dengan meningkatkan kapasitas jalan dan infrastruktur baru. Di samping itu, perlu koordinasi yang kuat guna mengelola manajemen transportasi saat mudik.

“Kami lakukan persiapan sejak awal, tentu saling mendukung antara instansi termasuk Kemenhub dan PU. Kali ini kami pastikan jalur utara (Pantura) dulu karena 60% lewat sini. Sangat menolong dengan adanya jalan baru, menjamin berkurang (macet) pasti. Sekarang ada jalan baru, tapi untuk faktor kemacetan kan bisa faktor lain misalnya pasar tumpah,” kata Bambang.

Hermanto melanjutkan selain pembangunan infrastruktur baru seperti Jalan Tol Ungaran-Bawen, pemerintah juga terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas jalan raya sebagaimana yang sudah dikerjakan di sejumlah wilayah di Jawa Tengah.

“Di samping di sini (Jalan Tol Bawen), jalan di Semarang-Bawen juga ada pelebaran, sedang berjalan pelebarannya, paling engga yang sudah efektif itu 2 km nambah kapasitas. Kapasitas, eksisting meningkat, ditambah jalan tol. Jalan tol dalam artian engga ada hambatan dari samping yang keluar masuk,” katanya.

Jalan Tol Ungaran-Bawen ini merupakan bagian atau seksi II dari pembangunan proyek fisik Jalan Tol Semarang-Solo. Pembangunan jalan tol ini memang direncanakan untuk mengurai kemacetan mudik Lebaran pada tahun ini.

Operator jalan tol ini ialah perusahaan patungan Pemprov Jateng melalui PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (BUMD) dan PT Jasa Marga Tbk masing-masing dengan kepemilikan saham 40% dan 60% untuk Jasa Marga.

Pada Agustus 2011, uji coba operasi Jalan Tol Semarang-Solo seksi II yakni Semarang-Ungaran sepanjang 10,85 km mulai dilakukan dan dioperasikan secara komersial resmi pada 17 November 2011.

Hermanto mengatakan salah satu pengerjaan yang tengah digenjot adalah jembatan sepanjang 900 meter dengan memotong bukit sepanjang 50 meter.

“Ini sudah hampir selesai. Kami motong batu. Diperkirakan Lebaran sudah fungsional, mungkin belum pakai tarif. Masyarakat bisa gunakan sehingga fungsional bisa kurangi macet,” katanya.

Hambatan yang terjadi, katanya, ialah adanya titik krusial karena tanah di wilayah tersebut sangat sensitif terhadap air sehinngga jika ditimbun terlalu tinggi tidak akan maksimal.

Kementerian Perhubungan sebelumnya memperkirakan jumlah pemudik pada angkutan Lebaran 2013/1434 H berpotensi menembus di atas 20 juta, atau naik sekitar 20% dari jumlah pemudik pada tahun lalu 16,64 juta seiring dengan masih tingginya animo masyarakat untuk pulang kampung.
sumber :

Pemandangan di Tol Semarang-Bawen Tak Kalah Cantik dengan Cipularang

Pemandangan di jalan Tol Semarang-Bawen yang serba hijau
(Rivki/detikTravel)
Semarang - Siapa yang tak kenal Tol Cipularang? Tol yang menghubungkan Jakarta-Bandung itu terkenal dengan pemandangan cantik yang serba hijau. Akan tetapi, pemandangan tersebut rupanya juga ada di Tol Semarang-Bawen.

Tol Semarang-Bawen rencananya akan difungsikan saat mudik Lebaran 2013 nanti. Tol ini sedang dalam tahap penyelesaian dan diharapkan mampu mengurangi kemacetan lalu lintas arus mudik dari arah Semarang menuju Surakarta dan Yogyakarta. Di balik itu, Tol Semarang-Bawen punya pemandangan yang sayang untuk dilewatkan.

detikTravel berkesempatan mengunjungi pembangunan jalan Tol Semarang-Bawen, bersama rombongan Wamenhub Bambang Susantono, Rabu (28/5/2013). Saat melewati jalan tol ini, dijamin pengemudi mobil tidak akan bosan.

Sepanjang perjalanan, pegunungan hijau di daerah Ungaran, Semarang, Jateng, terlihat jelas. Sama seperti Cipularang, tol ini juga memiliki jembatan-jembatan yang menyuguhi panorama menarik. Tapi ingat, kita tidak boleh berhenti di bahu jalan untuk mengabadikan pemandangan tersebut.

Bila membuka kaca mobil, semilir angin sejuk dapat Anda nikmati. Suasana asri itu dapat Anda rasakan di KM 18 Tol Semarang-Bawen. Sayangnya tol yang memudahkan akses Semarang-Solo ini belum memiliki rest area. Alhasil, pemandangan cantik ini hanya bisa dinikmati dalam waktu beberapa menit saja. Maklum, tol ini pun masih sepi.

Sesampainya di ujung tol, tepatnya di daerah Banaran, Jawa Tengah, pengendara bisa menikmati warung kopi berjarak sekitar 500 meter dari exit tol arah Solo. Ada warung kopi yang terkenal di daerah ini, yaitu Kampoeng Kopi Banaran.

Kehadiran warung kopi ini dapat menghilangkan penat para traveler usai menempuh perjalanan sepanjang 23 KM di Tol Semarang-Bawen. Habis lihat pemandangan cantik, jangan lupa minum kopinya dulu biar tidak ngantuk saat berkendara.
 
sumber :

Untuk apa kepala daerah rebutan untung eksplorasi minyak Cepu?

ilustrasi
Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan alam yang melimpah. Minyak bumi salah satunya. Puluhan sumur minyak terhampar dari Sabang hingga Marauke.

Tidak dipungkiri bahwa hasil pundi-pundi keuntungan dari eksplorasi minyak bumi cukup besar. Salah satu sumur minyak yang masih berproduksi dan tentunya membawa keuntungan ialah blok Cepu.

Blok ini menjadi salah satu sumur tertua di dunia yang pertama kali dieksplorasi pada 1870 pada saat penjajahan Belanda. Blok yang berada di dua wilayah yakni Jawa Timur dan Jawa Tengah tersebut hingga saat ini masih menyemburkan minyaknya.

Eksplorasi pada ladang minyak ini terus dilakukan. Pada April 2001 ditemukanlah sumur baru di daerah Banyu Urip. Kontrak Kerja Sama (KKS) Cepu ditandatangani pada 17 September 2005.

Mobil Cepu Ltd. (MCL), Ampolex (Cepu) Pte. Ltd. dan Pertamina EP Cepu bersama-sama merumuskan komposisi Kontraktor di bawah KKS Cepu. KKS Cepu akan berlaku selama 30 tahun.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik berpesan kepada para kepala daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur agar akur soal bagi hasil eksplorasi minyak bumi di Blok Cepu.

"Pesan saya kepada para Camat, Bupati, dan Gubernur banyak-banyak musyawarah. Karena ini semua buat kepentingan rakyat," kata Jero.

Eksplorasi ladang minyak Banyu Urip di Blok Cepu ternyata memang menyimpan permasalahan. Ladang minyak yang berada di perbatasan, membuat pemerintah harus memutar otak untuk memberikan pembagian keuntungan agar adil buat Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Saat ditanyakan soal skema pembagian keuntungan, Jero nampak enggan berbicara lebih lanjut. Dia cuma mengatakan hal itu masih dibicarakan dan tidak bisa dipaparkan saat ini.

Jero mengakui, cadangan minyak di Blok Cepu itu berada di bawah tanah dua provinsi. Yakni di Kabupaten Blora, Jawa Tengah dan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Makanya, dia menyarankan adanya pembicaraan yang berkelanjutan antara kedua pemerintah daerah itu.

Jika menilik dari perjanjian awal Blok Cepu, KKS Cepu yang didalamnya meliputi pemerintah daerah memiliki kewenangan 10 persen atas modal serta keuntungan. Participating interest sebesar 10 persen untuk daerah atas pengelolaan Blok Cepu, Pemerintah Propinsi Jawa Tengah menginginkan pembagian 46 persen untuk Jawa Tengah dan 54 persen untuk Jawa Timur.

Nilai keuntungan 10 persen untuk daerah ini, diambil dari komposisi penjualan masing-masing 5 persen dari Pertamina dan Exxon.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Satya W Yudha berpendapat pembagian keuntungan idealnya ialah berapa volume minyak yang disemburkan di wilayah masing-masing. Cara ini dirasa lebih berkeadilan dan menguntungkan meski berisiko.

"Tindakan pengambilan minyak di daerah lain melalui pipa bawah tanah harus diawasi dengan ketat," ujarnya saat dihubungi merdeka.com di Jakarta, Rabu (29/5).

Jika diterapkan melalui skema ini maka pemerintah diminta tegas dengan membuat aturan mengenai usaha eksplorasi untuk kedua daerah tersebut. Aspek pengawasan menjadi kunci penting implementasi yang berkeadilan.

Seperti diketahui, proyek Banyu Urip, Cepu di 2013 ditargetkan mampu menghasilkan produksi pada bulan Juni 2014 mencapai 90.000 barel per hari (bph) dan berproduksi penuh di bulan Desember 2014 yang mencapai 165.000 bph.

Jika menggunakan asumsi ICP saat ini yang rata-rata USD 100 per barel maka nilai penjualan pada 2014 nanti mencapai USD 16,5 juta atau setara Rp 156,8 miliar. Diperkirakan lapangan minyak Banyu Urip ini memiliki kandungan minyak lebih dari 250 juta barel.

Mulai digarapnya Blok Cepu diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat disekitarnya. Dengan hasil penambangan minyak di Blok Cepu, pemerintah Kabupaten Blora dan Bojonegoro juga dapat menciptakan dan menambah lapangan pekerjaan baru bagi masyarakatnya dengan memanfaatkan hasil keuntungan pembagian hasil penambangan.
 
sumber :

Selasa, 28 Mei 2013

Draft Dokumen Adendum AMDAL TMJ Ditolak

ilustrasi
SEMARANG, suaramerdeka.com - Komisi Penilai Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) Pembangunan Jalan Tol Semarang- Solo memutuskan menolak draft dokumen adendum AMDAL aspek geologi tol Semarang-Solo untuk ruas Semarang-Bawen.

Ketua Komisi Penilai AMDAL, Agus Sriyanto menyatakan, penolakan draft dokumen AMDAL pembangunan tol Semarang-Solo ini karena tidak memenuhi aspek normatif sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 27/2012 tentang Izin Lingkungan.

"Untuk mendapatkan perubahan izin lingkungan tidak harus melakukan adendum tetapi cukup dengan pengajuan RKL-RPL (Rencana Pengelolaan Lingkungan-Rencana Pemantauan Lingkungan)," tandas Agus yang juga Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jateng didampingi Kabid Pengkajian Dampak dan Pengembangan Teknologi Lingkungan, BLH Jateng Otniel Moeda.

Pakar AMDAL Undip, Dwi P Sasongko menegaskan, PT Trans Marga Jateng (TMJ) dalam mengadendum dokumen AMDAL harus mengacu pada pasal 50 ayat 2 huruf c PP 27.

Deskripsi aspek geologi dalam draft dokumen adendum yang diajukan TMJ kepada Komisi Penilai Amdal tidak memenuhi kriteria perubahan kegiatan pembangunan jalan tol terhadap lingkungan hidup.

"Apabila dokumen adendum AMDAL ini diterima dan diproses oleh Komisi Penilai AMDAL Jateng, maka keputusan gubernur yang menetapkan kelayakan lingkungan dokumen adendum dapat dinyatakan cacat hukum," jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Teknik dan Operasi PT TMJ Ari Nugroho menyatakan adendum AMDAL tol Semarang-Solo, khususnya ruas Semarang-Bawen diajukan karena kini mengalami kondisi berbeda. Meski secara teknis dapat diselesaikan secara keilmuan, tetapi terdapat timbunan tanah yang digunakan dalam proyek tol seperti di Gedawang dan Susukan, Kabupaten Semarang.

Pelaksana proyek juga memasang bore pile (pondasi paku bumi, red) dengan kedalaman 22- 23 meter di lokasi yang terdapat lapisan plisil atau lempung menyerpih.

Adapun, keputusan penolakan ini dilakukan dalam sidang komisi penilai analisa AMDAL di kantor BLH Jateng, Senin (27/5).

Menurut Otniel, TMJ tetap komitmen untuk meningkatkan pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup pada tahap konstruksi maupun operasional jalan tol. Hal ini yang patut untuk dihormati bersama.
 
sumber :

Kontraktor Diminta Lanjutkan JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang

PROYEK INFRASTRUKTUR


ilustrasi
JAKARTA (Suara Karya): Pemprov DKI Jakarta mendesak kontraktor PT Istaka Karya untuk melanjutkan pekerjaan pembangunan Jalan Layang Non-tol (JLNT) Dr Satrio (Kampung Melayu-Tanah Abang). 
 
Hingga saat ini belum ada perintah dari Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP), sehingga Pemprov DKI belum boleh membayar utang kepada Istaka Karya sebesar Rp 24 miliar atas pengerjaan fisik dari bulan Januari hingga April 2013. 
 
Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan permasalahan utang pembangunan JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang belum selesai. Sebab, BPKP meminta Pemprov DKI untuk tidak membayarkan utang tersebut sebelum ada rekomendasi dari BPKP. 
 
"Benar, BPKP bilang jangan dibayarkan dulu. Nah kalau sudah ada instruksi untuk dibayar, maka kami bisa masuk," kata Jokowi di Balai Kota, Senin (27/5). 
 
Pembayaran utang masih ditunda, namun mantan Wali Kota Solo itu meminta kontraktor Istaka Karya melanjutkan penyelesaian pembangunan JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang. Karena, Pemprov DKI menjamin pembayaran utang pasti akan segera dilaksanakan. 
 
"Saya minta jalan terus. Kita tidak tahu apakah pembangunannya tepat waktu atau tidak. Tetapi kalau BPKP bilang bayar, ya kita bayar. Pokoknya selesai audit, langsung bayar. Pasti itu," ujarnya.
 
Pasalnya, pembangunan JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang sudah dianggarkan dalam APBD DKI 2013. Anggaran tersebut telah dianggarkan dalam pos anggaran Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI dengan total nilai Rp 101,5 miliar. Dengan rincian, pembangunan jalan layang paket KH Mas Mansyur sebesar Rp 64 miliar, Paket Casablanca Rp 2 miliar, Paket Jalan Prof Dr Satrio Rp 21,5 miliar, anggaran pembangunan ramp on off barat Rp 1,5 miliar, dan ramp on off timur Rp 12,5 miliar. 
 
Sementara itu, BPKP menyatakan telah menyelesaikan audit terhadap pembangunan JLNT Dr Satrio. Namun, BPKP belum bisa memberikan rekomendasi kepada Pemprov DKI untuk melakukan pembayaran utang atas pengerjaan konstruksi fisik kepada PT Istaka Karya sebesar Rp 24 miliar. Sebab, pihaknya belum mendapatkan rekomendasi teknis dari Kementerian Pekerjaan Umum (KemPU). 
 
Kepala BPKP Mardiasmo mengatakan pelaksanaan audit terhadap pembangunan JLNT Dr Satrio yang sempat terhenti beberapa bulan ini, telah rampung pada tanggal 21 Mei 2013. 
 
"Penyelesaian audit tidak molor. Kalau audit dari BPKP sudah selesai pada 21 Mei lalu. Tetapi kami harus konfirmasi dengan KemPU. Nah, rekomendasi dari KemPU yang belum selesai. Kalau dari BPKP sudah selesai," kata Mardiasmo di Balai Kota, kemarin. 
 
Karena rekomendasi audit dari KemPU belum selesai, katanya, maka BPKP tidak berani memberikan rekomendasi kepada Pemprov DKI untuk membayarkan hutang ke Istaka Karya. Sebagai auditor, BPKP harus memberikan rekomendasi membayar hutang jika ada bukti secara tertulis. Sedangkan bukti tertulis tersebut masih menunggu dikeluarkan dari KemPU. (Yon Parjiyono) 
 
sumber :

Bibit: Kawal Program Pembangunan Infrastruktur

Ganjar Pranowo (kiri) dan Bibit Waluyo. TEMPO/Budi Purwanto
SEMARANG, suaramerdeka.com - Gubernur Bibit Waluyo meminta pemerintah ke depannya harus mampu mengawal program-program pembangunan infrastruktur yang telah dijalankan pemerintahan saat ini. Tanpa pengawalan, pembangunan akan mandek dan bisa menjadi biang keladi lemahnya progres pembangunan di Jawa Tengah.

Beberapa pembangunan yang ia maksud di antaranya proyek jalan tol Semarang-Solo, pembangunan dan perluasan bandara, double track, serta pelabuhan. Serta pembangunan sumber-sumber energi listrik di beberapa wilayah di Jateng. Proyek tersebut ada yang ditarget rampung akhir 2013 maupun 2014.

“Pemerintah nantinya tidak boleh lengah. Harus mengawal dengan sungguh-sungguh. Jika tidak? Waduh bisa mandek,” kata Bibit pada Ganjar Pranowo saat bersilaturahmi di Rumah Dinas Gubernur di Puri Gedeh Semarang, Selasa (28/5).

Pembangunan infrastruktur berfungsi sebagai pondasi perekonomian Jateng. Ia meyakini, ketersediaan infrastruktur akan menjadi daya tarik investor di Jateng. Sehingga bisa menjadi solusi ketersediaan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan.

Hal lain yang ia pesankan adalah upaya dan komitmen untuk pemberantasan korupsi. Apalagi luasnya wilayah di Jateng terbagi menjadi 35 kabupaten/kota. Harus ada pengawasan ekstra.

”Yang penting tataran pimpinannya dulu. Kalau itu sudah, harus diikuti oleh para penegak hukum dan efektifitas pengendalian sistem program kerjanya. Tapi yang penting adalah komitmen pimpinanya,” ungkapnya.
 
sumber :

BPKP: Soal JLNT Tanah Abang, Tinggal Tunggu Audit Kemen PU

Foto : Ilustrasi
Jakarta, Seruu.Com - Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Mardiasmo, mengatakan bahwa hasil audit jalan layang non-tol (JLNT) Tanah Abang-Kampung Melayu sudah bisa diserahkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada bulan Juni.

"Dari kami (BPKP-red) sudah selesai. Tinggal menunggu audit dari Kementerian PU," kata Mardiasmo, di Balaikota DKI Jakarta, Senin (26/5/2013).

Menurutnya, audit dari Kemen PU merupakan audit mengenai teknis pengerjaan JLNT yang membentang di jalan KH. Mas Mansyur, Prof. Dr. Satrio, Casablanca hingga Kampung Melayu.

"Kami minta teknisnya dari Kemen PU. Nanti akan ada audit komprehensif," katanya.

Penilaian dari Kemen PU akan berkisar tentang pembangunan fisik, detail engineering design (DED), material penggunaan serta jalan yang sudah selesai dibangun.

Ia melanjutkan bahwa keputusan soal pembayaran hutang Pemprov DKI Jakarta kepada pihak kontraktor, PT. Istaka Karya sebesar Rp20 miliar tergantung dari hasil audit tersebut.

"Makanya jangan dibayar dulu (hutangnya-red). Tunggu audit dari BPKP dulu," katanya.

Sebelumnya, JLNT yang dibangun sejak tahun 2010 tersebut sempat berhenti setelah pengerjaan selesai hampir 70 persen. Hal tersebut terjadi karena, pihak Pemprov DKI Jakarta tidak membayarkan hutang pembangunan yang sudah dilakukan pihak kontraktor, PT. Istaka Karya. [Ant/rn]
 
sumber :

Senin, 27 Mei 2013

Jalan Layang Casablanca, Ahok: BPKP Bilang Jangan Bayar Dulu

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama
(Liputan6.com/Abdul Aziz Prastowo)
 Liputan6.com, Jakarta : Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) meminta Pemerintah Provisi DKI tidak membayar utang kepada PT Istaka Karya sebagai pengembang pembangunan Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang, sebelum audit proyek itu keluar. Penegasan itu disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"BPKP bilang jangan dibayarkan dulu. Nah, kalau sudah ada instruksi untuk bayar, maka kami bisa masuk," ujar Ahok di Balaikota, Jakarta, Senin (27/5/2013).

Pemerintah Provinsi DKI sendiri memiliki utang sebesar Rp 24 miliar dalam pembangunan jalan layang yang kerap disebut jalan layang Casablanca itu. Walaupun begitu, mantan bupati Belitung Timur itu tetap meminta agar proyek Kampung Melayu-Tanah Abang tetap dilakukan. Sebab, Ahok yakin permasalahan hutang segera bisa terselesaikan.

"Saya minta jalan terus. Kami tidak tahu apakah pembangunannya tepat waktu atau tidak. Tetapi kalau BPKP bilang bayar, ya kita bayar. Pokoknya selesai audit, langsung bayar. Pasti itu," kata Ahok.

Proyek pembangunan JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang telah masuk dalam APBD DKI 2013. Tepatnya pada pos anggaran Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI dengan total biaya sebesar Rp 101,5 miliar.

Rincian dananya yaitu pembangunan jalan layang paket KH Mas Mansyur sebesar Rp 64 miliar, Paket Casablanca Rp 2 miliar, Paket Jl Prof Dr Satrio Rp 21,5 miliar, anggaran pembangunan ramp on off barat Rp 1,5 miliar, dan ramp on off timur Rp 12,5 miliar. (Ism/*) 
 
sumber :

Bayar Istaka Karya, Pemprov DKI Tunggu Instruksi BPKP


Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta meminta PT Istaka Karya (Persero) sebagai pengembang pembangunan Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang untuk meneruskan pengerjaan jalan layang tersebut.

Meskipun ada perintah dari Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP), Pemprov DKI belum boleh membayar utang kepada Istaka Karya sebesar Rp24 miliar atas pengerjaan fisik dari bulan Januari hingga April 2013.

Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menuturkan, permasalahan utang pembangunan JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang belum selesai. Sebab, BPKP meminta Pemprov DKI untuk tidak membayarkan utang tersebut sebelum ada rekomendasi dari BPKP.

“Benar, BPKP bilang jangan dibayarkan dulu. Nah kalau sudah ada instruksi untuk bayar, maka kami bisa masuk,” ujar Ahok, di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (27/5/2013).

Mantan Bupati Bangka Belitung Timur ini menambahkan, meski pembayaran utang masih ditunda, dia meminta pembangunan JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang tetap dilaksanakan. Pasalnya, Pemprov menjamin pembayaran utang akan segera dibayarkan.

“Saya minta jalan terus. Kami tidak tahu apakah pembangunannya tepat waktu atau tidak. Tetapi kalau BPKP bilang bayar, ya kita bayar. Pokoknya selesai audit, langsung bayar. Pasti itu,” tuturnya. (wdi) 
 
sumber :

Kamis, 23 Mei 2013

TMJ Optimis H-15 Jalan Tol Ungaran-Bawen Dibuka

Proyek Jalan Tol Semarang-Solo

TRIBUN JATENG/RAKA F PUJANGGA
BELUM DIBONGKAR - Bangunan milik CV Jati Kencana Beton di Jalan
Ngobo, Karangjati, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (21/5/2013)
masih berdiri. Bangunan tersebut menghambat penyelesaian
proyek jalan tol Ungaran-Bawen.

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Trans Marga Jateng (TMJ) optimis jalan tol Ungaran-Bawen bisa mulai digunakan pada H-15 Lebaran 2013 atau sekitar paruh kedua bulan Juli mendatang.

Saat ini, penyelesaian pembangunan jalan tol tersebut terkendala pembebasan lahan milik CV Jati Kencana Beton (JKB) di Jalan Ngobo, Kelurahan Karangjati, Bergas, Kabupaten Semarang. Pemilik perusahaan itu menolak memindahkan tempat usahanya karena beralasan uang ganti ruginya kurang Rp 883 juta.

"Saya optimis pada H-15 Lebaran tahun ini, jalan tol Ungaran-Bawen sudah bisa beroperasi. Seandainya belum bisa beroperasi penuh, setidaknya sudah bisa dilewati kendaraan," kata Komisaris Trans Marga Jateng, Danang Atmodjo, kepada Tribun Jateng di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu (22/5/2013).

Berbeda dari jalan tol Semarang-Ungaran yang telah dioperasikan namun hanya untuk kendaraan kecil, jalan tol Ungaran-Bawen-jika sudah dioperasikan-boleh dilewati kendaraan-kendaraan barang yang umumnya berukuran besar.

Dia menjelaskan, pihaknya telah mengerjakan sebaik-baiknya biarpun terkendala cuaca yang saat ini curah hujan tinggi.

"Saat ini jalan tol Ungaran-Bawen sudah selesai sekitar 85 persen. Tinggal menyelesaikan proyek jembatan di Lemahireng I yang panjangnya sekitar 900 meter," ujar dia. (*)

Penulis : raf
Editor : ignatius_prayogo
 
sumber :

Selasa, 21 Mei 2013

Karyawan JKB Siap Hadang Penggusuran Tol

kompas.com / syahrul munir Aktivitas pembangunan jalan
tol Semarang solo di Karangjati dengan latar belakang
pabrik pemecah batu dan pengolah adonan beton,
CV Jati Kencana Beton (JKB).
UNGARAN, KOMPAS.com - Karyawan CV Jati Kencana Beton (JKB) mengaku siap menggagalkan upaya pembongkaran paksa yang akan dilakukan oleh Tim Pengadaan Tanah (TPT) terhadap pabrik pengolahan batu dan pembuat adonan beton di Jalan Ngobo, Kelurahan Karangjati, Kabupaten Semarang.

Mereka akan tetap mempertahankan keberadaan pabrik selama proses ganti rugi pembebasan lahan pembangunan jalan tol Semarang-Solo yang melintasi lokasi pabrik belum selasai.

Wakil Direktur JKB, Dahwan menjelaskan, surat teguran batas waktu diberikan TPT pada Senin (20/5/2013) kemarin berisi agar JKB segera membongkar pabrik dalam jangka waktu sepuluh hari sejak surat tersebut dikirimkan. Namun pihaknya tak akan menggubris permintaan tersebut, selama proses ganti rugi belum bisa terpenuhi.

"Mustahil kami bisa membongkar peralatan sebanyak itu dalam waktu sepuluh hari. Seharusnya TPT menyelesaikan dulu kekurangan pembayaran serta kesepakatan untuk menjembatani lahan relokasi pabrik. Silahkan kalau mau dibongkar paksa, karyawan siap adu fisik menghadapinya," kata Dahwan, Selasa (21/5/2013) siang.

Pembayaran ganti rugi tol yang baru diterima JKB, kata Dahwan, sebesar Rp 23,34 miliar. Ganti rugi yang belum dibayarkan adalah lahan akses tol seluas 516 meter persegi dengan nilai Rp 550 ribu per meter.

Selain itu, ada beberapa poin lain yang belum diganti rugi, seperti sumur artetis, listrik, CCTV dan beberapa poin lainnya yang nilainya mencapai Rp 600 juta. "Kami sudah menyiapkan lahan relokasi pabrik. Tetapi karena izinnya belum turun, kami tidak bisa memindahkannya. Bukan berarti kami tidak mendukung program pemerintah, sebenarnya dengan nilai ganti rugi tanah segiti kami sudah rugi banyak. Tetapi tolong, kami dijembatani mendapatkan izin untuk relokasi pabrik, namun nyatanya tidak," keluh Dahwan.

Terkait permasalahan tersebut, pihak JKB akan mempertanyakan hal itu ke Panitia Pengadaan Tanah Kabupaten Semarang dan TPT Jateng. Dari pantauan di lokasi aktivitas JKB pada Selasa (21/5/2013) siang tetap berjalan normal. Tampak hilir mudik kendaraan dari dalam pabrik berada di antara alat-alat berat pihak kontraktor jalan tol yang tengah membangun fly over.

Editor :
Glori K. Wadrianto 
 
sumber :

Menteri PU: Jalan Tol Semarang-Ungaran Siap untuk Mudik Semua jalan yang rusak akan diperbaiki, kata Menteri PU

Pembangunan Jalan Tol Semarang - Solo di Banyumanik,
Semarang (Antara/ Prasetyo Utomo)

VIVAnews - Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, menjamin fasilitas jalur mudik khususnya di wilayah Jawa siap sebelum Lebaran. Saat ini proses perbaikan jalan terus dikebut.

"Semua jalan yang rusak masih diperbaiki, termasuk jalur pantai utara (Jawa)," kata Djoko usai menjadi pembicara di Universitas Muhammadiyah Surakarta, Selasa 21 Mei 2013.

Khusus di jalur Semarang-Solo, dia mengatakan, sudah ada fasilitas jalan tol yang sebentar lagi siap dipakai. "Jalan Tol Semarang-Ungaran sudah siap. Untuk Ungaran-Bawen sebentar lagi," ucapnya.

Meskipun nanti pada saat arus mudik Lebaran berlangsung dan pekerjaan perbaikan jalan masih terjadi, ia memastikan tidak akan mengganggu warga yang mudik Lebaran. "Kemungkinan nanti dihentikan dulu tapi yang pasti tidak akan mengganggu arus mudik," kata dia. (sj)

sumber :

PU Kebut Proyek Tol Trans Jawa

Menteri PU Joko Kirmanto
SUKOHARJO - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto memastikan pemerintah terus mengebut pengerjaan pembangunan megaproyek jalan tol trans Jawa seperti jalan tol yang menghubungkaan Solo-Semarang dan Solo-Kertosono.

Bahkan Djoko memastikan, sebelum arus mudik Lebaran 2013 ini, sebagian ruas jalan tol Solo-Semarang sudah bisa dilalui kendaraan.

Menurut Djoko, pada lebaran 2013 ini, ada beberapa ruas jalan tol saja yang bisa dilalui. Ruas jalan tol penghubung Solo-Semarang yang bisa dilalui saat arus mudik Lebaran yaitu Semarang-Ungaran dan Semarang-Bawen.

"Jalan tol jalan terus, sebelum lebaran Semarang-Ungaran, Semarang-Bawan sudah bisa dilalui. Sisanya masih terus dikerjakan," jelas Djoko di Universitas Muhammadiyah Surakarta, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (21/5/2013).

Menyangkut ruas jalan tol lainnya, tambah dia, sedang dalam tahap pengerjaan. Dirinya membantah bila pengerjaan jalan tol tersendat karena beberapa masalah. Salah satunya pembebasan lahan.

"Proyek jalan tol tidak ada yg terhenti. Semuanya masih terus berjalan pengerjaannya," paparnya.

Termasuk pengerjaan proyek jalan tol penghubung Jawa Tengah-Jawa Timur, Solo-Kertosono, sepanjang 181 km terus dikebut pengerjaannya.

"Harapannya 2014 akhir seluruh proyek jalan tol sudah jadi. Tapi kalau belum, 2015 dipastikan selesai seluruhnya," ungkapnya.

Selain pengerjaan proyek jalan tol yang terus dikebut pengerjaannya, Djoko juga memastikan seluruh ruas jalan di Jawa, termasuk di kawasan pesisir dan pantura sudah selesai dikerjakan.

Sehingga saat arus mudik lebaran nanti arus balik lebaran tidak akan terganggu dengan adanya perbaikan jalan.

"Seluruh jalan sudah kita perbaiki. Mulai dari kawasan pesisir,pantura juga, semuannya sudah kita perbaiki. Jadi saat Lebaran nanti, arus mudik Lebaran tidak akan terganggu," pungkasnya. (wan) (wdi) 
 
sumber :

Senin, 20 Mei 2013

ISTAKA KARYA: Jalan Layang Kampung Melayu-Tanah Abang Tunggu SK Jokowi


ilustrasi

BISNIS.COM, JAKARTA--PT Istaka Karya (Persero) menargetkan pengerjaan jalan layang non tol Kampung Melayu-Tanah Abang yang sebelumnya sempat mandek dapat selesai pada akhir bulan ini.

Direktur Utama PT Istaka Karya Kasman Muhammad mengungkapkan Gubernur DKI Jakarta dijadwalkan akan mengeluarkan SK Multiyears untuk pengerjaan proyek tersebut. SK Multiyears itu bertujuan menjamin pembayaran terhadap proyek yang digarap perseroan.

Ia mengungkapkan sambil menunggu SK Multiyears, Badan Pemeriksa Keuangan melakukan audit. SK Multiyears dari Gubernur DKI Jakarta Jokowi itu dijadwalkan keluar dalam waktu.

"Biasanya awal Januari SK Multiyears itu keluar tetapi karena ada pergantian Gubernur, SK itu sempat tertahan. Gubernur DKI Jokowi ingin mengkaji proyek tersebut dengan baik," paparnya dihubungi, Jakarta, Senin (20/5/2014).

Ia menjelaskan untuk menggarap paket jalan layang Kampung Melayu-Tanah Abang perseroan meraih kontrak senilai Rp209 miliar dan dijadwalkan selesai pada akhir Juni 2013. Ia mengakui pengerjaan paket yang tersisa cukup rumit mengingat jalan itu dibangun melayang dan terletak di tempat yang lalu lintasnya ramai.

"Tinggal dua bagian lagi yang harus tersambung, kami berharap pembayaran dapat segera dilakukan setelah proyek itu selesai untuk menghindari bunga bank yang harus kami tanggung," jelasnya.

Sekedar catatan, proyek jalan layang Kampung Melayu-Tanah Abang sepanjang 2,7 kilometer dibagi dalam tiga paket yakni paket Casablanca, paket Prof. Dr. Satrio, dan paket Mas Mansyur.

Ketiga paket itu dikerjakan perusahaan karya BUMN masing masing oleh PT Nindya Karya (Persero), PT Wijaya Karya Tbk dan PT Istaka Karya (Persero). Adapun total investasi untuk proyek tersebut sebesar biaya RP 737 miliar.

Pembangunan jalan layang itu tinggal menyisahkan paket paket Prof. Dr. Satrio yang digarap oleh PT Istaka Karya. Tahun ini Dinas Pekerjaan Umum DKI pun sudah menganggarkan Rp 64 miliar untuk proyek itu. Sedangkan tagihan Istaka yang belum dibayar oleh Pemerintah Jakarta sebesar Rp24 miliar. (mfm)

Editor : Fatkhul Maskur 
 
sumber :

Sabtu, 18 Mei 2013

Air Mancur Alun-Alun Kalirejo Ungaran Bakal Serupai Air Mancur Monas

UNGARAN, KOMPAS.com — Air mancur ala Monas bakal dihadirkan di Kota Ungaran,Jawa Tengah. Kehadirannya untuk melengkapi kawasan alun-alun Kalirejo, sebuah landmark terbaru di ibu kota Kabupaten Semarang ini.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang, Totit Oktoriyanto, mengatakan, pembuatan air mancur di alun-alun Kalirejo rencananya menyerupai air mancur menari di Monas, Jakarta. Terdapat sebuah bungker untuk maintenance atau ruang kontrol untuk menggerakkannya. "Jadi air mancurnya bisa menari. Tapi kemungkinan tidak sama persis di Jakarta, karena untuk membuat air mancur tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp 7 miliar," kata Totit, Jumat (17/5/2013).

Pembangunan air mancur bergoyang, kata Totit, merupakan bagian sisa pekerjaan kawasan alun-alun Kalirejo yang meliputi juga pembangunan panggung, stan pedagang kaki lima, dan pujasera kuliner. Total anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 13 miliar dalam penetapan APBD 2013. "Rincian anggarannya saya tidak hafal satu per satu. Namun, untuk pemasangan air mancur dan lapangan sebesar Rp 2,6 miliar. Akhir tahun ini diharapkan sudah selesai dan tahun 2014 bisa operasional," Jelas Totit.

Seiring mulai beroperasioanalnya alun-alun Kalirejo, Totit menambahkan, Dinas PU bakal memindahkan para PKL yang ada di alun-alun mini Sidomulyo. Namun, PKL yang berjualan di sana harus memiliki standar pelayanan dan perlengkapan yang berkualitas. "Saya menginginkan, alun-alun Kalirejo ini bisa hidup tidak hanya Sabtu dan Minggu, melainkan bisa hidup setiap hari. Untuk itu para PKL harus mempunyai standardisasi mulai dari pelayanan, penjualan, pengolahan, dan penyajiannya kepada konsumen," tambah Totit.

Dapat diinformasikan, Ungaran sebagai ibu kota Kabupeten Semarang saat ini mempunyai tiga alun-alun. Pertama, alun-alun lama Kauman yang berada diantara Jl HOS Cokroaminoto dahulu merupakan kawasan kawedanan, saat ini dikenal sebagai sentra kuliner nasi goreng pada malam hari. Kedua, alun-alun Sidomulyo, atau dikenal sebagai alun-alun mini berada tepat di rumah dinas Bupati, Jl Ahmad Yani.Di alun-alun Sidomulyo, selain ada PKL pada malam hari, juga ada pasar kaget setiap minggu pagi. Posisinya yang berhadapan langsung dengan teras Masjid Agung sering kali menimbulkan polemik seputar fungsi sosial dan sentimen agama. Adapun alun-alun ketiga adalah alun-alun Kalirejo yang baru saja diresmikan pada 25 Februari 2013, termasuk di dalamnya adalah gedung serbaguna. Alun-alun ini tepat berada disisi kiri exit tol Kalirejo, yang disukai keberadaannya dan sangat diminati para pehobi inline skate karena lintasannya yang halus. 
 
sumber :

Atasi Macet Semarang-Bawen : Kendaraan Keluar Tol Ungaran Dipecah 125 Unit/ Hari

ilustrasi
SEMARANG, suaramerdeka.com - Komisi D DPRD Jateng meyakini kemacetan di jalan utama Semarang- Bawen akan terpecahkan seiring dengan pembukaan tol Semarang- Solo ruas Semarang-Bawen saat arus mudik Lebaran tahun ini. Sebab, akan ada pemecahan arus lalu lintas di pintu keluar tol Ungaran.

Hasil perhitungan pengelola tol Semarang-Solo, kendaraan khususnya mobil pribadi yang keluar di tol diharapkan 125 unit/ hari. Untuk kendaraan ke arah Bawen dengan tujuan Solo atau Yogyakarta diasumsikan 700 unit/ hari.

Anggota Komisi D DPRD Jateng Hadi Santoso menyatakan, rencana uji coba ruas tol Semarang- Bawen ini akan memberikan manfaat bagi pengguna jalan yang hendak bepergian ke Solo atau Yogyakarta. "Kalau jalan tol itu sudah digunakan, tentu akan mengurangi kemacetan lalu lintas di jalan utama Semarang ke Bawen. Akan ada juga pemecahan arus, terutama di Kota Ungaran," tandas anggota Fraksi PKS DPRD Jateng, Jumat (17/5).

Sebagaimana diketahui, ruas tol seksi I Semarang-Ungaran dengan panjang mencapai 14 kilometer kini sudah difungsikan. Adapun, tol seksi II Ungaran-Bawen sepanjang 11,9 kilometer kini masih dalam proses penyelesaian dengan progres pembangunan mencapai sekitar 84 persen.

Hadi menegaskan, pelaksana proyek berjanji akan mampu menyelesaikan pembangunan ruas tol seksi II sebelum hari raya Lebaran. Hal ini memang perlu dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan.

"Kalau sudah dibuka, semestinya kendaraan berat nantinya juga ikut diujicobakan melewati ruas tol Semarang-Bawen," tandasnya.

Sekretaris Komisi D DPRD Jateng Sasmito menyatakan, progres pengerjaan tol kini masih harus menyelesaikan titik di Ngobo, Karangjati dan jembatan yang terletak di Lemah Ireng, Bawen. Selain itu juga akses pintu keluar tol Bawen.

sumber:
suaramerdeka 

DPRD Jateng: Proyek Tol Bawen-Ungaran Harus Dikebut

ilustrasi
SEMARANG, suaramerdeka.com - Komisi D DPRD Jateng mendesak agar PT Trans Marga Jawa Tengah (TMJ) segera menyelesaikan pembangunan tol Semarang-Solo tahap II Ungaran-Bawen sepanjang 11,9 Km sebelum lebaran 2013.

Pasalnya, jalur tol Bawen-Ungaran sangat vital untuk mengurai kemacetan lalu lintas, apalagi saat ini sedang ada pembangunan betonisasi Jalan utama Bawen - Ungaran serta mendekati mudik-balik lebaran.

Anggota Komisi D DPRD Jateng, Sri Rahayu Amin Sudibyo mengatakan, sejauh ini pembangunan sudah 84 persen. Dirinya mendesak agar PT TMJ selaku kontraktor segera menyelesaikan pembangunan jalur tol sebelum arus mudik-balik lebaran 2013. ”Pembangunan tol itu (Ungaran-Bawen, red) harus dikebut, agar bisa segera dimanfaatkan masyarakat,” katanya, seperti dilansir dari smart.fm.

Namun, ia mengingatkan pembangunan harus sesuai perjanjian awal. Mulai dari konstruksi dan pengecoran jalan harus tetap diperhatikan kualitasnya. Sebab nantinya tol itu merupakan jalur utama yang akan digunakan dari Semarang-Solo. ”Pembangunannya harus digebut, tapi tetap memperhatikan kualitas pembangunan,” imbuhnya.

Jika tidak segera diselesaikan, pihaknya khawatir kemacetan padat akan terjadi di kawasan Ungaran. Terutama musim arus mudik dan balik lebaran yang hanya tinggal tiga bulan. ”Jalan utama Jogjakarta-Semarang sedang dibeton, jadi ini akan menambah kemacetan,” imbuhnya.

sumber :
suaramerdeka 

Puasa, Tol Ungaran-Bawen Difungsikan

ilustrasi
SEMARANG (KRjogja.com) - Jalan bebas hambatan atau jalan Tol Semarang-Solo sesi II Ungaran-Bawen, diharapkan pada puasa mendatang dapat difungsikan. Sehingga pada menyambut arus mudik/balik Lebaran 2013 arus lalulintas dapat lancar, seiring dengan selesainya pintu keluar tol di wilayah Bawe. Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah Sasmito sembari berharap pihak PT Trans Marga Jateng (TMJ) selaku pengelola tol Semarang-Solo bisa memenuhi target penyelesaian jalan tol Semarang-Solo sesi II Ungaran-Bawen sebelum lebaran 2013.

"Sesi II Ungaran-Bawen harus bisa difungsikan sebelum lebaran. Dalam hal ini kami berharap tidak harus jadi 100 persen, tetapi jalur itu sudah bisa berfungsi untuk kendaraan kecil atau pribadi terlebih dahulu," tegas Sasmito.

Menurutnya, saat ini pihak kontraktor tengah menyelesaikan pembangunan di lingkungan Ngobo, Bergas, Kabupaten Semarang yang notabene dahulu sebagian lahannya digunakan oleh perusahaan pemecah batu. Para pekerja juga masih berkonsentrasi untuk membangun jembatan di Lemah Ireng, Bawen, Kabupaten Semarang disamping menuntaskan pekerjaan di pintu keluar tol Bawen."Jika pintu keluar tol Bawen jadi, nanti kendaraan berat seperti truk bisa mengakses jalan tol Semarang-Solo. Saat ini belum diperkenankan karena beban dari pintu keluar Sidomulyo, Ungaran tidak mampu atau layak untuk dilalui truk dan bus," tegasnya.

Diakui, pihaknya terus mengawasi dan melakukan rapat koordinasi dengan pengelola tol Semarang-Solo setiap dua pekan sekali. Sampai saat ini, menurut Sasmito kendala yang cukup menghambat adalah masih tingginya curah hujan di lokasi proyek.(Bdi) 
 
sumber :

Jalan Tol Ungaran-Bawen Harus Rampung sebelum Lebaran

Sejumlah mobil melintas di jalan tol Semarang-Solo
seksi I Semarang-Ungaran, di Semarang, Jateng.
FOTO ANTARA/R. Rekotomo
Semarang, Antara Jateng - Proyek pengerjaan Jalan Tol Semarang-Solo seksi II jalur Ungaran-Bawen sepanjang 11,9 kilometer diharapkan selesai tepat waktu yakni Agustus 2013, sehingga bisa digunakan masyarakat pada arus mudik Lebaran tahun ini.

"Jalan Tol Ungaran-Bawen jika sudah dibuka dapat mengurai kemacetan lalu lintas di jalur vital yakni Semarang-Solo yang memang padat, terutama menjelang Lebaran," kata anggota Komisi D DPRD Provinsi Jateng Sri Rahayu Amin Sudibyo di Semarang, Jumat.

Oleh karena itu, katanya, Komisi D mendesak PT Trans Marga Jateng selaku pelaksana pembangunan untuk segera menyelesaikan proyek pengerjaan Jalan Tol Ungaran-Bawen sebelum mudik Lebaran tiba.

Kendati mendesak agar proyek Jalan Tol Ungaran-Bawen yang tahap pengerjaannya sudah mencapai sekitar 80 persen segera diselesaikan, politisi Partai Golkar itu meminta pelaksana pembangunan tetap memperhatikan spesifikasi yang ada pada kontrak perjanjian.

"Proses pembangunan jalan tol memang harus dikebut, namun tetap harus memperhatikan kualitas bangunan agar tidak membahayakan keselamatan masyarakat selaku pengguna," ujarnya.

PT TMJ juga diminta melakukan serangkaian uji coba dulu terhadap hasil proyek pengerjaan Jalan Tol Ungaran-Bawen sebelum dibuka untuk umum.

"Hasil uji coba tersebut bisa dijadikan sebagai pertimbangan apakah tol Ungaran-Bawen bisa digunakan sebelum Lebaran atau tidak," ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengungkapkan bahwa kendala yang dihadapi dalam proses pembangunan fisik Jalan Tol Ungaran-Bawen yang ditargetkan selesai Agustus 2013 itu adalah hujan.

Menurut dia, pekerja di lapangan kesulitan melakukan pembangunan fisik saat turun hujan maupun setelah hujan reda karena sebagian besar karakter tanah di lokasi proyek merupakan tanah liat.

"Kendala yang paling berat adalah hujan, tapi tetap diusahakan menjelang Lebaran sudah bisa digunakan," ujar Gubernur saat melakukan tinjauan langsung di lokasi proyek pengerjaan Jalan Tol Ungaran-Bawen pada Selasa (16/4).

sumber :

Kamis, 16 Mei 2013

TOL SOLO-MANTINGAN : Pemkab Boyolali Akan Ambil Alih Proses Pembebasan Tanah

BOYOLALI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali kembali mempersiapkan langkah guna menuntaskan sejumlah persoalan terkait pembebasan tanah untuk proyek jalan tol Solo-Mantingan yang dimulai pekan depan.


Sebagaimana diketahui, proses pembebasan tanah untuk proyek jalan tol yang melintasi beberapa wilayah di Kota Susu itu sempat terganjal masalah belum disepakatinya harga tanah antara warga di beberapa desa, dengan Panitia Pengadaan Tanah (P2T). Di samping itu, jalan tol tersebut juga menerjang beberapa tanah kas desa hingga prosesnya dibutuhkan persetujuan dari pemerintah di tingkat yang lebih tinggi.

“Saat ini pembebasan tanah untuk proyek jalan tol di Boyolali sudah mencapai sekitar 77 persen. Yang ada sudah kami rekap semua,” ujar Asisten I (Bidang Pemerintahan) Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali, Syawaludin ketika ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Kamis (16/5/2013).

Terkait proses pembebasan tanah itu pula, Syawaludin berencana meminta jadwal khusus kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng agar segera dilakukan pengecekan ke lokasi. Diakuinya, Pemkab telah mengajukan data dan rencana pembebasan tanah tersebut kepada Gubernur Jateng.

“Sebenarnya tidak untuk proyek jalan tol saja, melainkan kami berharap pengecekan lokasi itu bisa juga untuk persoalan lainnya yang ada di Boyolali. Untuk persoalan jalan tol sendiri, Rabu (15/5/2013), saya sudah ada pertemuan dengan PPK [Pejabat Pembuat Komitmen] terkait kelanjutan proses pelepasan lahan untuk proyek tersebut. Pekan depan rencananya kami mulai memproses kembali sejumlah langkah,” ungkapnya.

Syawaludin mengatakan Pemprov Jateng segera mengagendakan pengecekan lokasi tersebut dalam waktu dekat agar proses izin pelepasan dari Gubernur Jateng dapat segera dilakukan.

Menurut data yang diperoleh, kebutuhan jumlah bidang untuk proyek jalan tol Solo-Mantingan di Kabupaten Boyolali sebanyak 1.776 bidang dan saat ini sudah terealisasi sebanyak 1.321 bidang. Sementara sisanya sekitar 455 bidang masih dalam proses negoisasi harga tanah antara pemilik tanah dengan P2T dan PPK proyek jalan tol Solo-Mantingan.

Syawaludin mengaku optimistis pembebasan tanah proyek tol Solo-Mantingan tersebut akan selesai 2013 ini. 
 
sumber :

Sebelum Lebaran, Jalan Tol Bawen Diharapkan Bisa Difungsikan

ilustrasi
UNGARAN, suaramerdeka.com - Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah, Sasmito berharap pihak PT Trans Marga Jateng (TMJ) selaku pengelola tol Semarang-Solo bisa memenuhi target penyelesaian jalan tol Semarang-Solo sesi II Ungaran-Bawen sebelum lebaran 2013. Artinya, jalan bebas hambatan tersebut setidaknya bisa dilalui kendaraan pribadi setelah pintu keluar tol di wilayah Bawen, Kabupaten Semarang sudah selesai pengerjaannya.

"Sesi II Ungaran-Bawen harus bisa difungsikan sebelum lebaran. Dalam hal ini kami berharap tidak harus jadi 100 persen, tetapi jalur itu sudah bisa berfungsi untuk kendaraan kecil atau pribadi terlebih dahulu," kata Sasmito saat ditemui di sela-sela menghadiri kampanye dialogis Calon Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo di Gedung Pemuda Ambarawa, Rabu (15/5).

Berdasarkan pantauannya, saat ini pihak kontraktor tengah menyelesaikan pembangunan di lingkungan Ngobo, Bergas, Kabupaten Semarang yang notabene dahulu sebagian lahannya digunakan oleh perusahaan pemecah batu. Para pekerja juga masih berkonsentrasi untuk membangun jembatan di Lemah Ireng, Bawen, Kabupaten Semarang disamping menuntaskan pekerjaan di pintu keluar tol Bawen.

"Jika pintu keluar tol Bawen jadi, nanti kendaraan berat seperti truk bisa mengakses jalan tol Semarang-Solo. Saat ini belum diperkenankan karena beban dari pintu keluar Sidomulyo, Ungaran tidak mampu atau layak untuk dilalui truk dan bus," paparnya.

Pihaknya mengaku terus mengawasi dan melakukan rapat koordinasi dengan pengelola tol Semarang-Solo setiap dua pekan sekali. Sampai saat ini, menurut Sasmito kendala yang cukup menghambat adalah masih tingginya curah hujan di lokasi proyek.

"Kalau hujan memang mereka (kontaktor-red) harus berbenti bekerja, ini permasalahannya. Tetapi setelah dihitung-hitung, pihak TMJ pada rapat koordinasi beberapa waktu lalu menyampaikan bila jalan tol sesi II dapat dilalui kendaraan pribadi sebelum lebaran. Adapun kendaraan berat akan tetap diarahkan melalui jalur utama mengingat penggunaan jalur sesi II sifatnya masih sementara atau belum selesai 100 persen," ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Komisaris Utama PT TMJ Danang Atmodjo menargetkan pembangunan proyek fisik jalan tol Semarang-Solo sesi II Ungaran-Bawen bisa selesai sebelum lebaran 2013. Pihaknya menyebutkan, pemerintah telah mengalokasikan Rp 1 triliun lebih untuk pembangunan fisik tol Ungaran-Bawen. Sementara pembangunan fisik tol ruas Bawen-Solo setidaknya akan menelan Rp 1,9 triliun dan ditarget selesai 2014.

"Pembangunan fisik jalan tol Ungaran-Bawen ditargetkan selesai Agustus 2013, paling tidak diperkirakan selesai sebelum lebaran," ujarnya.

Pihaknya mengakui, kondisi tanah di sekitar Bawen cenderung labil. Untuk itu, PT TMJ akan memilih menggunakan jembatan dibandingkan membuat jalan dengan menguruk dan mengepras bagian tanah berbukit. Menurut dia, dengan pengoperasian tol Semarang-Solo, nantinya akan menghemat waktu tempuh dan biaya. "Untuk mengantisipasi tanah labil dan gundukan setinggi 50 meter di seputaran Bawen tepatnya di wilayah Lemah Ireng, kami akan membangun jembatan darat sepanjang 900 meter," tukas Danang.
 
sumber :

Janji Bibit soal Tol Bawen Selesai Lebaran Kandas

ilustrasi
UNGARAN, KOMPAS.com — Janji Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo bahwa Jalan Tol Semarang-Bawen bisa dioperasikan sebelum Lebaran 2013 bakal kandas. Pasalnya, fakta di lapangan menunjukkan pengerjaan tol sering kali terhenti karena hambatan cuaca.

Pekerjaan pengecoran di exit Tol Bawen pada Rabu (15/5/2013) siang berhenti sejak lima hari karena hujan terus-menerus.

"Menurut rencana, sebelum Lebaran bisa selesai, tetapi tidak mungkin bisa karena pekerjaan sering terhenti karena faktor cuaca. Sudah lima hari ini kami nganggur, ada 15 pekerja juga menganggur di mes. Jadi, kemungkinan baru selesai setelah Lebaran," kata mandor pengecoran jalan di exit Tol Bawen, Jauhari (45), ditemui di pos penjagaan proyek jalan tol di ruas Bawen.

Sementara itu, anggota DPRD Jateng, Sasmito, saat ditemui pada kampanye tertutup calon gubernur Jateng Bibit Waluyo di Gedung Pemuda Ambarawa, Rabu siang, mengatakan, berdasarkan pantauannya, target total penyelesaian Tol Semarang-Bawen sebelum Lebaran 2013 ini tidak bisa terlaksana.

"Kita pantau terus di lapangan setiap dua minggu sekali. Pihak TMJ menyatakan jalan tol belum bisa digunakan maksimal. Hal itu disebabkan oleh cuaca yang kurang mendukung. Namun, pada Lebaran mendatang sudah bisa digunakan, namun hanya untuk kendaraan kecil. Sementara untuk kendaraan besar (truk dan bus) tetap melewati jalur utama Semarang-Bawen," ungkap Sasmito.

Molornya penyelesaian Tol Semarang-Bawen ini akan berakibat pada molornya proyek peningkatan kualitas Jalan Bawen-Banyumanik dan permasalahan kemacetan jalur Bawen yang tak bisa terurai. Sebab, rencananya, semua kendaraan akan dialihkan ke jalan tol pada saat mudik Lebaran karena jalur utama Semarang-Bawen sedang dilakukan proyek peningkatan kualitas jalan. 
 
sumber :

Rabu, 15 Mei 2013

PT Waskita Karya Keberatan dengan Tuntutan Warga Bawen

ilustrasi
BAWEN, suaramerdeka.com - Banjir lumpur dari timbunan tanah urug bekas galian tebing setinggi lebih kurang 10 meter untuk jalan tol Semarang-Solo yang ditempatan di lahan sewa oleh PT Waskita Karya, beberapa waktu lalu sempat mengenai lingkungan RT 5 RW 3 Dusun Balekambang, Desa Kandangan, Bawen, Kabupaten Semarang. Akibat dari kejadian ini, material lumpur yang terbawa air hujan diketahui membanjiri pekarangan dan sawah milik warga.

Perwakilan humas PT Waskita Karya, Daryanto menyatakan keberatan bila harus memenuhi permintaan ganti rugi yang diajukan oleh warga. Menurut dia, pascakejadian tersebut ada salah satu warga, atas nama Sukirman yang mengadu ke pihaknya karena terkena dampak banjir lumpur. Dalam laporannya, warga mengungkapkan ada sekitar 10 pohon jati yang mati dan tiga petak kolam ikan yang rusak terkena banjir.

"Kami langsung melakukan tindakan, termasuk menaksir kerugian warga akibat banjir lumpur," kata Daryanto, Selasa (14/5).

Akan tetapi, pihak Sukiran yang menyerahkan permasalahan ini kepada salah satu LSM meminta ganti rugi Rp 50 juta. Pihak Waskita pun merasa keberatan, dan lebih berpedoman pada keadaan yang terjadi di lapangan.

"Kami siap membantu ganti rugi, tetapi harus sesuai keadaan. Terkait pengajuan ganti rugi sesuai permintaan LSM, kami ingin mengetahui cara mereka menghitungnya," ujarnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dusun Balekambang, Hartono mengatakan, akibat banjir lumpur sawah bengkok yang dia kelola seluas 1500 meter persegi dari total 3000 meter persegi kini telah tertimbun material lumpur.

"Saya sudah melaporkan hal ini kepada PT Waskita, tetapi belum ada realisasi untuk ganti rugi, warga berharap ada kepastian dari kontraktor serta upaya penanggulangan agar kejadian serupa tidak terulang lagi," tandasnya.
 
sumber :

Tol Ungaran-Bawen Diharapkan Selesai Sebelum Lebaran

Jika dapat diselesaikan, akan membantu arus mudik.

Pekerja menyelesaikan proyek jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR I)
seksi W2 Kebon Jeruk-Ulujami, Jakarta. (Antara/ Yudhi Mahatma)

VIVAnews - Kementerian Pekerjaan Umum mengharapkan proyek jalan tol Ungaran-Bawen bisa segera selesai untuk memperlancar arus lalu lintas kendaraan para pemudik.

"Kami berharap jalan tol Ungaran-Bawen bisa beroperasi sebelum Lebaran, sehingga bisa membantu arus mudik," ujar Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Djoko Murjanto, kepada VIVAnews di Jakarta, Selasa 14 Mei 2013.

Tol Ungaran-Bawen merupakan bagian dari tol Semarang-Solo seksi II sepanjang 11,9 kilometer. Sementara itu, tol Semarang-Solo, adalah bagian dari proyek jalan tol Trans Jawa dengan panjang 72,64 kilometer dan menelan investasi sebesar Rp6,21 triliun.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Achmad Gani Ghazali, memperkirakan tol Ungaran-Bawen bisa selesai pada Agustus mendatang. Namun, tidak bisa dipastikan apakah sebelum Lebaran sudah bisa dioperasikan.

"Kalau yang jalur Lebaran mungkin tidak ada jalan tol yang bisa digunakan, namun Ungaran-Bawen mungkin bisa selesai pada Agustus," katanya.

Selain Ungaran-Bawen, Gani melanjutkan, BPJT juga mendorong jalan tol Jakarta Outer Ring Road West 2 (JORR W2), Bogor Outer Ring Road (BORR), Gempol-Pandaan, dan Nusa Dua-Ngurah Rai-Tanjung Benoa dapat menyelesaikan konstruksi jalan pada tahun ini.

Untuk JORR W2, Gani mengungkapkan, tahun ini konstruksinya akan selesai hingga Ciledug. Sementara itu, tol BORR diperkirakan selesai pada akhir tahun ini, namun hanya sampai seksi II A.

Jalan tol lain yang akan rampung tahun ini, Gani menambahkan, adalah Tanjung Benoa-Ngurah Rai-Nusa Dua di Bali. Selain itu, tol Gempol-Pandaan bisa selesai tahun ini, karena pembebasan lahan saat ini sudah di atas 75 persen. (art)
 
sumber :
viva 

Habiskan Triliunan Rupiah, Pembebasan Lahan Trans Jawa Baru 51%

Total, ada 5.150,53 hektare lahan yang harus dibebaskan pemerintah.
Peta pembangunan jalan Tol Trans Jawa (Kementerian PU)
VIVAnews – Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan, hingga saat ini pembebasan lahan jalan tol Trans Jawa baru mencapai 51,4 persen dari total 5.150,53 hektare lahan yang harus dibebaskan pemerintah.

Direktur Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU, Suhardi Dari, mengatakan bahwa dari keseluruhan jalan tol yang ada di jaringan Trans Jawa, baru Cikopo-Palimanan yang rampung.

Dia mengakui, banyak hambatan dalam pembebasan lahan untuk ruas tol di Pulau Jawa. Salah satunya adalah ketidaksetujuan pemilik tanah dengan nilai penaksiran yang diajukan pemerintah.

"Padahal, nilai appraisal sudah cukup layak. Harga sudah baik dan penilaiannya pun dilakukan oleh tim independen," kata Suhardi dalam siaran pers, Jumat 12 April 2013.

Berdasarkan data Kementerian PU, sejak 2007 hingga kini, dana yang dikeluarkan senilai Rp4,04 triliun untuk lahan seluas 2.647 hektare. Kementerian memperkirakan, dana yang dibutuhkan untuk pembebasan lahan tol Trans Jawa sebesar Rp7,23 triliun.

Kepala Sub Direktorat Pengadaan Tanah Ditjen Bina Marga, Ahmad Herry Marzuki, mengatakan, untuk tahun ini pemerintah mengalokasikan dana pembebasan tanah sebesar Rp1 triliun untuk jalan tol di Indonesia.

Ahmad menambahkan, kementerian berharap proses pembebasan lahan ruas Solo-Mantingan dan Mantingan-Kertosono bisa selesai pada tahun ini. Hingga saat ini, perkembangan pembebasan lahan kedua ruas tol tersebut masing-masing sudah 81,34 persen dan 50,13 persen.

"Dana yang sudah dipergunakan untuk membebaskan tanah Solo-Mantingan sebesar Rp929,5 miliar, dan Mantingan-Kertosono senilai Rp445,48 miliar," ujarnya.

Sementara itu, untuk ruas Semarang-Solo, khususnya untuk ketiga seksi tersisa, yaitu Bawen-Karanganyar, pembebasan tanahnya direncanakan rampung pada akhir 2014. Tahun ini diharapkan bisa selesai 30 persen. (art)
 
sumber :
viva 

Target Penyelesaian Jalan Tol Trans Jawa Direvisi

Rual tol Trans Jawa diharapkan bisa terhubung pada akhir 2015. 

Peta jalan tol Trans Jawa. (Kementerian PU)
VIVAnews - Pemerintah akan merevisi target penyelesaian jalan tol Trans Jawa. Semula, pemerintah meyakini pembangunan jalan bebas hambatan yang dimulai dari Cikampek hingga Surabaya itu bakal rampung pada 2014.

Namun, Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Djoko Murjanto, Jumat 10 Mei 2013, mengatakan, ada tiga ruas jalan tol, yakni Semarang-Batang, Batang-Pemalang, dan Pemalang-Pejagan yang diperkirakan tidak bisa diselesaikan pada 2014.

"Pak Menteri (Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto) sebelumnya juga sudah menyampaikan, untuk tiga ruas ini akan mundur penyelesaiannya," ujar Djoko di Jakarta.

Djoko mengungkapkan, Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk ketiga ruas ini baru saja menyetujui penggunaan dana Badan Layanan Umum (BLU) guna membebaskan lahan di ruas-ruas tol tersebut.

Dia menjelaskan, dengan ditandatanganinya BLU itu, maka sudah ada komitmen dari BUJT. Karena, pembebasan tanah akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), nantinya BUJT akan mengganti dengan cara mengangsur ke kementerian.

Ia menambahkan, walaupun kecil, namun untuk ruas tol ini sudah ada laporan mengenai pembebasan tanah di ruas Pejagan-Pemalang.

Selain itu, Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, telah menyatakan kesiapannya untuk mendukung jalan tol ini setelah komitmen yang dinyatakan BUJT.

Untuk enam ruas tol Trans Jawa lainnya, Djoko menyatakan, kementerian optimismenya, walaupun diperlukan kerja keras untuk penyelesaiannya. "Kami targetkan semua rual tol Trans Jawa bisa terhubung pada 2015, walaupun di akhir tahun," katanya.
sumber :
viva 

Sabtu, 11 Mei 2013

Seharusnya Perbaikan Jalan Dimulai dari Banyumanik

UNGARAN - Peningkatan kualitas jalan sepanjang 22,5 kilometer seharusnya dimulai dari Banyumanik karena kondisi alternatif lalu lintas yang memungkinkan.

"Seharusnya dimulai dari Banyumanik, sehingga sebagian kendaraan bisa dialihkan masuk ke Jalan Tol Semarang-Ungaran," kata pengamat transportasi, Djoko Setijowarno, kepada Tribun Jateng, Kamis (9/5/2013).

Dia menilai, mengawali proyek tersebut dari Bawen adalah kesalahan karena padatnya arus lalu lintas di sana.

"Setelah Jalan Tol Ungaran-Bawen selesai, barulah dikerjakan di ruas jalan dari arah Bawen," kata Djoko.

Kendati demikian, kata dia, peningkatan kualitas jalan raya Bawen-Banyumanik tidak akan berpengaruh besar mengurai kemacetan.

"Justru jalan tol itu yang sangat baik untuk mengurai kemacetan di Kota Ungaran, bukan perbaikan jalan," katanya.

Djoko menceritakan, pembangunan jalan tol Semarang-Solo juga diharapkan bisa dilalui kendaraan angkutan barang. Tidak hanya dilalui kendaraan pribadi.

"Karena jalan tol Semarang-Ungaran saat ini hanya digunakan untuk kendaraan pribadi," kata dia. (*)
 
sumber :

Jumat, 10 Mei 2013

Warga Tuntut Harga Layak - Panitia Pembebasan Lahan Tol Semarang-Solo Siap Dialog

SALATIGA – Sejumlah warga terkena proyek (WTP) jalan tol Semarang-Solo seksi III Bawen-Boyolali di Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga menuntut Tim Pengadaan Tanah (TPT) memberikan ganti rugi dengan nilai layak.

Ganti rugi minimal sesuai harga tanah di pasaran. Salah seorang WTP, Toha,65, warga Bugel, Sidorejo mengatakan, harga ganti rugi yang ditawarkan TPT jalan tol Semarang- Solo sangat rendah. “Masak tanah saya yang berupa sawah di daerah Kauman Kidul, Sidorejo cuma dihargai Rp59.000 per meterpersegi (m2). Sekarang sudah tidak ada harga tanah segitu,” katanya, kemarin.

Saat sosialisasi beberapa waktu lalu, TPT menawarkan harga ganti rugi tanah pekarangan zona I senilai Rp1.154.500 per m2, zona II Rp357.750 per m2, dan zona III Rp265.000 per m2. Sedangkan tanah sawah zona I senilai Rp293.000 per m2 dan zona II Rp59.000 per m2. Menurut Toha, seluruh sawah di Kauman Kidul yang terkena jalan tol merupakan lahan produktif. Dalam satu tahun bisa tiga kali panen dan hasilnya mencapai jutaan rupiah.

Jadi, dalam menentukan harga pemerintah hendaknya melihat kondisi riil tanah dan harga jual saat ini. “Jika sawah zona II dihargai Rp59.000 per m2 jelas tidak manusiawi. Paling tidak, untuk sawah dengan kondisi tanah sangat suburdihargaiRp750.000 per m2,” ujarnya. WTP lain, Jumiyati,53, juga menuturkan hal yang sama. Menurutnya. harga tanah sawah di wilayah Kauman Kidul terendah saat ini senilai Rp250.000 per m2. “Karena itu, kami menolak harga yang ditawarkan TPT.

Pokoknya kami minta ganti rugi sesuai dengan harga tanah di pasaran saat ini,” tuturnya. Sementara itu, Ketua TPT jalan tol Semarang-Solo seksi III Bawen-Boyolali Heru Budi Prasetyo mengatakan harga tanah yang ditawarkan TPT kepada WTP belum final. Harga tersebut merupakan harga terendah yang dihitung berdasarkan zona dan kondisi tanah.

“Yang jelas, harga ganti rugi lahan yang terkena jalan tol di Kelurahan Kauman Kidul, Sidorejo ini masih bisa naik. Permintaan warga akan kami musyawarahkan bersama tim dan warga,” katanya. Musyawarah dan negosiasi harga ganti rugi lahan akan dilakukan selama 120 hari terhitung mulai Senin (29/4). angga rosa

sumber :

Kendaraan Barang Belum Bisa Gunakan Tol Ungaran-Bawen

ilustrasi
SEMARANG,suaramerdeka.com - Ketika sudah disepakati membangun jalan tol penggalan kedua Semarang-Solo, yakni antara Ungaran ke Bawen dengan tujuan untuk mendongkrak perekomonian, tapi malah terdengar kabar, jalan tersebut belum berani digunakan mobil angkutan barang.

Hal itu akan berlawanan dengan apa yang pernah dikatakan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo saat peletakan batu pertama (ground breaking) pembanguan tol Ungaran-Bawen beberapa waktu lalu.

Kata Bibit "Kelak keberadaan jalan tol ruas Ungaran-Bawen ini akan menjadi daya ungkit perekonomian di Jateng," kata Bibit Waluyo di depan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto.

Menyikapi hal, pakar transportasi publik Djoko Setijowarno mengatakan, "Padahal justru yang bisa meningatkan perekonomian adalah tingginya arus volume kendaraan yang membawa barang dari produsen ke konsumen, bukan kendaraan pribadi yang berseliweran di jalan tol," kata Djoko Setijowarno, Kamis (9/5).

Bagi operator memang yang dilirik adalah kendaraan pribadi, "Tapi bagi daerah dan negara yang diinginkan arus volume barang. Karena dikhawatirkan tidak mampu, jalan yang lama dilebarkan dengan diperkuat konstruksinya agar angkutan barang tetap lancar," kata staf pengajar Unika Soegijapranata Semarang ini.

Tapi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sudah dikuras buat membangun jalan tol, "Ini akan mubazir. Pejabat senang tapi rakyat dan pengusaha meriang," kata Djoko Setijowarno. ( Bambang Isti / CN38 / JBSM )

Baca Juga
'Jalan Tol' ke Dunia Maya, Rakyat Sejahtera
Pembangunan Tol Ungaran-Bawen Sudah 80 Persen
Garap Tol Soker, Kontraktor Rekrut 3.500 Orang
Warga Belum Terima Uang Kompensasi Proyek Tol Soker
Kompensasi Proyek Tol Soker Dicairkan
Bebaskan Masjid, Pemkab Lobi Kanmenag
CMNP Ajukan Kenaikan Tarif Tol Jakarta
Tiga Sebab Molornya Pembayaran Kompensasi Tol
Soal Kompensasi, Permintaan Warga Sulit Dikabulkan
PP Kom Dukung Pembebasan Tanah Proyek Tol Soker

sumber :
suaramerdeka 

Kamis, 09 Mei 2013

Proyek Jalan Banyumanik-Bawen Tahap 2 Harus Dihentikan Sementara

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN- Proyek peningkatan kualitas jalan tahap 2, Karangjati-Lemahabang harus dihentikan sementara sampai dengan Juli 2013 atau setelah Lebaran.

Kasatlantas Polres Semarang, AKP Gusman Fitra menilai, bila proyek jalan tersebut tetap dilanjutkan dinilai akan berdampak sosial yang lebih besar.

"Peningkatan kualitas jalan di Bawen yang lebar jalannya lebih besar, dampak sosialnya lebih besar. Apalagi di Lemahabang yang lebih sempit," kata Gusman, seusai rapat koordinasi, Rabu (8/5/2013).

Dia menambahkan, saat peningkatan kualitas jalan dari pertigaan Bawen-Merakharjo, kemacetan bisa mencapai panjang empat kilometer.

"Kalau jalan Lemahabang tetap digarap, kemacetan mungkin bisa mencapai 10 kilometer atau lebih parah lagi. Karena kalau ada truk yang berhenti di satu lajur, ya sudah yang di belakangnya tidak akan bisa apa-apa," jelas dia.

Untuk itu, Gusman menyarankan, tidak ada peningkatan kualitas jalan selama Jalan Tol Semarang-Solo seksi II Ungaran-Bawen selesai.

"Jadi ditunda sampai jalan tol Ungaran-Bawen selesai. Koordinasi dari pihak TMJ (Trans Marga Jateng-red) selesai dan bisa dilewati H-15 Lebaran," kata Gusman.

Gusman menyatakan, jalan tol yang bisa dilewati pengendara roda empat termasuk truk bakal mengurai kemacetan yang terjadi di Lemahabang selama peningkatan kualitas jalan.

"Karena di Lemahabang itu, tidak bisa memanfaatkan jalan alternatif lainnya. Jalan tol satu-satunya jalan alternatif padatnya kendaraan di Lemahabang nantinya," kata dia.

Kemudian, telah disepakati pengerjaan peningkatan kualitas jalan tahap I Bawen-Merakharjo selesai pada pekan ketiga Mei 2013.

"Setelah itu, kontraktor PT Adhi Karya hanya diperkenankan untuk melakukan pengaspalan dan perbaikan Jembatan Wonoboyo sampai tol selesai," jelas dia.

sumber :

Rabu, 08 Mei 2013

Tarif 17 ruas tol bakal naik September tahun ini

ilustrasi
JAKARTA. Para pengguna jalan tol mesti menyiapkan dana tambahan. Pasalnya, Kementerian Pekerjaan Umum berniat menaikkan tarif 17 ruas tol pada kuartal III-2013.

Tarif 17 ruas jalan tol yang bakal naik antara lain ruas tol Jakarta Outer Ring Road (JORR), Dalam Kota Jakarta, tol Semarang, Cirebon, Surabaya, Semarang-Solo, Bogor Outer Ring Road (BORR), Jakarta-Tangerang, serta tol Makassar.

Saat ini, Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PU masih menggodok rencana kenaikan tarif jalan bebas hambatan ini. Tarif baru baru akan berlaku mulai September tahun ini. Informasi yang berkembang, persentase kenaikan tarif tol tersebut rata-rata sebesar 10%.

Kepala BPJT Achmad Gani Gazali belum bisa dimintai konfirmasinya terkait rencana kenaikan tarif tol. "Hubungi saya besok saja," ucap Achmad Gani kepada KONTAN, Senin (6/5).

Kebijakan tarif tol ditetapkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan pasal 48 dan Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol pasal 68 soal penyesuaian tarif tol yang berlaku setiap dua tahun sekali.

Kenaikan tarif tol tersebut tentu bakal mendongkrak kinerja keuangan para operator. Sebanyak 11 dari 17 ruas tol tersebut, misalnya, dikelola oleh PT Jasa Marga. "Kenaikan tol ini menyesuaikan inflasi," ujar Hasanudin, Direktur Operasional Jasa Marga beberapa waktu lalu.

Bersamaan dengan rencana kenaikan tarif tol, manajemen Jasa Marga pun mengerek target pendapatannya di sepanjang tahun ini. Hingga akhir 2013, emiten berkode saham JSMR ini memproyeksikan pendapatan mencapai Rp 11 triliun, tumbuh 22% dibanding pendapatan pada tahun lalu sebesar Rp 9 triliun. Jasa Marga juga menginginkan kontribusi dari jalan tol sebesar 54,5% dari target pendapatan tahun ini atau setara dengan Rp 6 triliun.

Operator yang juga bakal menikmati berkah dari kenaikan tarif tol adalah PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. Emiten berkode saham CMNP ini mengandalkan ruas tol dalam kota Jakarta. Selain ditopang pertumbuhan volume kendaraan sebesar 3% per tahun, kenaikan pendapatan CMNP dipicu kenaikan tarif ruas tol dalam kota. "Pertumbuhan pendapatan dari hasil kenaikan tarif dapat mencapai 3% hingga 5%," ungkap Indrawan Sumantri, Direktur dan Sekretaris Perusahaan CMNP, kemarin.

Meski begitu, Indrawan menilai bahwa kenaikan tarif belum bisa dirasakan signifikan pada tahun ini. Kontribusi kenaikan tarif akan maksimal dirasakan pada tahun genap. Sebab, tarif baru tol dalam kota ditetapkan pada akhir tahun ganjil. "Di tahun genap, kami merasakan kontribusi kenaikan tarif selama setahun penuh," kata dia.

Manajemen CMNP memproyeksikan pendapatan pada tahun ini mencapai Rp 1 triliun. Jumlah itu meningkat 11% dari pendapatan tahun lalu sebesar Rp 900 miliar.

PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) juga menikmati kenaikan tarif tol di tahun ini. Emiten berkode saham META ini adalah pengelola jalan tol Makassar, yakni ruas Tallo-Bandara Hasanuddin dan Pelabuhan Soekarno Hatta-Pettarani. "Pada September mendatang, tol Makassar akan naik sesuai inflasi," ujar Muhammad Ramdani Basri, Direktur Utama Nusantara Infrastructure. 
 
sumber :