javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
INFO : REUNI AKBAR SMP N 2 SIMO BOYOLALI 2017 BULAN DESEMBER 2017....AYOO BERGABUNG (Info&Pendaftaran : 085727059929)

cari di blog ini

Jumat, 29 Maret 2013

Pembangunan Jalan Tol Bawen-Solo Dibagi 9 Proyek Konstruksi

ilustrasi
BISNIS.COM, SEMARANG – Pembangunan jalan tol Semarang-Solo tahap II atau dikenal Bawen-Solo sepanjang 49,83 kilometer akan dibagi dalam sembilan proyek kontruksi terpisah demi mengejar target penyelesaian 2014.

Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengatakan seharusnya proses ganti untung pembebasan lahan sudah selesai pada bulan ini sehingga pada April mendatang akan mulai dilakukan lelang.

Menurutnya, pembangunan jalan tol sepanjang hampir 50km itu akan dibagi dalam sembilan proyek konstruksi, sehingga masing-masing kontraktor akan mengejarkan sekitar 5km.

“Pembangunan akan berbarengan, ada yang dari utara, ada yang dari selatan, ada yang tengah sehingga 2014 bisa selesai,” ujar Bibit, Jumat (29/3/2013) .

Bibit menegaskan pembangunan jalan tol Bawen-Solo yang merupakan bagian dari tol Semarang-Solo sepanjang 75,7 km sudah mendapatkan dukungan dana dari pemerintah. “Sehingga harus selesai 2014 karena sudah ada dananya Rp1,93 triliun,” tegasnya.

Jalan tol Bawen-Solo merupakan proyek tahap II dari tol Semarang-Solo. Adapun tahap I adalah Semarang-Bawen yang sudah hampir selesai. Proyek tahap I tinggal menyelesaikan seksi II yakni Ungaran-Bawen dan diharapkan mulai operasi Lebaran mendatang.

Adapun untuk tahap II terbagi atas tiga seksi, yakni Bawen-Salatiga sepanjang 17,57 km, Salatiga-Boyolali 24,5km dan Boyolali-Kartasura 7,74km. Saat ini proses pembebasan lahan masih terus berlangsung.

Sebelumnya Direktur Utama PT Trans Marga Jateng (TMJ) Jajat Sudrajat mengatakan pengerjaan pembangunan jalan tol tahap II ruas Bawen-Solo akan membebaskan lahan seluas 450,56 hektare, yang melewati 47 desa, dan 34 kecamatan.

“Dana untuk pembebasan lahan, sudah disediakan dari pemerintah melalui BLU mencapai sekitar Rp550 milliar, dan untuk konstruksi fisik jalan tol mencapai sebesar Rp1,93 trilliun,” tuturnya.

Direktur Teknik dan Operasional PT Trans Marga Jateng Ari Nugraha mengatakan apabila proses pembebasan lahan telah terealisasi mencapai 75%, pihaknya segera membuka lelang untuk pengerjaan fisiknya.

“Mudah-mudahan semua bisa selesai sesuai jadwal, syukur-syukur lebih cepat dari Maret. Kalau pembebasan telah mencapai 75%, kami akan langsung lelang, agar semkain cepat pengerjaannnya,” ujarnya. (k39/dba)

Sumber : Puput Ady Sukarno dan Donald Banjarnahor
Editor : Endot Brilliantono 
 
sumber :

Kamis, 28 Maret 2013

4 Jalan Tol Baru Bakal Dioperasikan Jasa Marga Tahun Ini




Jakarta - PT Jasa Marga Tbk optimistis dapat mengoperasikan 4 jalan tol baru di Indonesia tahun ini. Konstruksi dari 4 ruas tol baru tersebut sudah hampir rampung. Apa saja?

Direktur Utama Jasa Marga Adhityawarman menjelaskan, keempat ruas tol tersebut ialah ruas Ungaran-Bawen, Nusa Dua-Ngurah Rai-Tanjung Benoa, Gempol Pandaan, dan ruas tol JORR W2 Utara untuk ruas Kebon Jeruk-Ciledug.

"Yang pertama Nusa Dua-Tanjung Benoa, Seksi II Semarang-Solo yakni dari Ungaran-Bawean, Kebon Jeruk-Ciledug dan Gempol-Pandanaan," ujar Adhit di acara Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR yang diadakan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (27/3/2013).

Khusus ruas tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Tanjung Benoa akan dikebut pengerjaannya, mengingat ruas tol tersebut dapat menunjang pertemuan KTT APEC di Bali pertengahan tahun ini. Adhit menargetkan, Juni ini ruas tol tersebut dapat beroperasi.

"Ungaran-Bawen pada bulan Agustus," lanjut Adhit.

Sedangkan untuk ruas Kebon-Jeruk-Ciledug dan ruas Gempol Pandaan belum dapat ditentukan bulan tepatnya akan beroperasi. Namun, Adhit optimistis, tahun ini keempat ruas tersebut akan beroperasi.

"Proses konstruksi kesemuanya sudah sedang berjalan semuanya saat ini sehingga kami harapkan keempatnya bisa beroperasi saat ini," ujarnya.
sumber :
detik

Rabu, 27 Maret 2013

10 ruas tol di Indonesia tak penuhi standar

ilustrasi
Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menyebutkan, dari 28 ruas tol yang ada di Indonesia, 10 diantaranya tidak memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM) pada semester II 2012.

Padahal, SPM merupakan syarat untuk satu ruas jalan tol bisa menaikkan tarifnya sesuai aturan perundang-undangan per dua tahun sesuai dengan inflasi.

Kepala BPJT Achmad Gani Ghazali menyebut, salah satu contoh pelayanan yang tidak maksimal adalah hilangnya pagar jalan tol. Dia mengakui banyak pagar tol yang rusak karena dicuri oleh warga sekitar. Pihaknya mengaku telah melayangkan surat kepada operator tol untuk segera memperbaiki kerusakan tersebut.

"Ada 10 ruas tol yang tidak memenuhi SPM pada semester 2 2012 setelah kita melakukan evaluasi," kata Gani dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR, Jakarta, Rabu (27/3)

Penilaian yang dilakukan BPJT meliputi jalan yang berlubang, pagar jalan tol yang berlubang, standar keamanan dan juga keselamatan. Operator jalan tol berjanji akan merespons teguran BPJT dalam kurun waktu satu bulan ke depan.

Sebelumnya, dalam peraturan perundang-undangan, kenaikan tarif tol bisa dilakukan dua tahun sekali yang ditentukan oleh indikator SPM. Ruas-ruas jalan tol yang diperkenankan menaikkan tarif tahun ini adalah ruas tol Makassar, Surabaya-Mojokerto Seksi I.

Sedangkan bulan September Tol Jagorawi, Tol Jakarta-Tangerang, Tol Dalam Kota Jakarta, Tol JORR, Tol Padalarang-Cileunyi, Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang , Tol Semarang Seksi ABC, Tol Surabaya-Gempol, tol Palimanan-Kanci, dan Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa. Selain itu, Tol Serpong-Pondok Aren, Tol Tangerang-Merak, Tol Ujung Pandang Tahap I dan II, dan Tol Pondok Aren-Ulujami.

Untuk bulan November yang mendapat jatah kenaikan tarif adalah Tol Semarang-Solo Seksi I, dan Tol Bogor Ring Road Seksi I.
 
sumber :

Senin, 18 Maret 2013

90 Perusahaan Akan Relokasi Pabriknya ke Luar Jakarta

Upah minimal provinsi yang naik hingga 40 persen menjadi pemicunya.

Ketua Apindo Sofjan Wanandi (VIVAnews/Mohamad Teguh)
VIVAnews - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sofjan Wanandi, mengatakan, akan ada 90 perusahaan yang memastikan untuk merelokasi pabriknya dari Jakarta dan sekitarnya ke Jawa Timur dan Jawa Tengah.

"Sudah ada 90 perusahaan yang confirm dan bilang ke saya akan pindah ke Jawa Tengah dan Jawa timur," kata Sofjan ketika ditemui di Jakarta, Senin 18 Maret 2013.

Akibat utama dari relokasi ini, menurut Sofjan, adalah permasalahan upah minimum provinsi yang naik hingga 40 persen di DKI Jakarta dan sekitarnya. Sementara itu, upah di Jatim dan Jateng masih sekitar Rp1 juta.

Menurut Sofjan, para pengusaha ini mencari lokasi untuk pabrik dengan upah yang lebih murah.

Sebab, dia menambahkan, perusahaan yang merelokasi pabriknya kebanyakan bergerak pada sektor manufaktur dan garmen yang merupakan sektor padat modal.

Sofjan mengungkapkan, para pengusaha ini akan menyelesaikan proses relokasi dalam waktu sembilan bulan. Mereka membutuhkan waktu untuk melakukan pelatihan kepada karyawannya dan menyiapkan pesangon bagi karyawan yang ada di Jakarta.

"Pengusahanya masih mengurus training karyawan, mencari tenaga kerja, mengurus pesangon, dan mencari tanah untuk lokasi pabrik," ujarnya.

Para pengusaha, menurut dia, lebih memilih untuk melakukan pemecatan secara diam-diam dan bertahap. Namun, ia memastikan, dalam tahun ini, 90 perusahaan yang di setiap perusahaannya memiliki 2.000 karyawan itu akan hengkang.

Selain itu, Sofjan mengungkapkan, akan ada sekitar 4-5 pabrik dari luar negeri di bidang garmen dan tekstil yang akan merelokasi ke negara tetangga seperti Bangladesh, Vietnam, dan Korea. Ada juga salah satu perusahaan elektronik yang bakal hengkang ke Malaysia.

"Intinya, tahun ini akan ada relokasi yang pasti, mereka tidak akan tahan lebih lama di Jakarta," katanya. (art)

sumber :

Minggu, 17 Maret 2013

Semarang akan Memiliki Jalur KA Ganda Layang

ilustrasi
SEMARANG, suaramerdeka.com - Tahun 1992, Kota Jakarta pertama kali mengoperasikan jalur KA ganda layang sepanjang lebih kurang 9 kilometer dari Stasiun Manggarai ke Stasiun Kota (Beos). Jalur ini dikerjakan selama 4 tahun sejak 1988.

Kemudian, jika tidak ada halangan, jalur KA ganda layang tersebut akan hadir juga di Kota Semarang. Saat ini sedang dalam tahap rancangan teknik secara rinci (detail enginerering design/DED).

Diperkirakan dalam jangka waktu kurang dari 2 tahun bisa diselesaikan, asalkan persoalan non teknis tuntas terlebih dahulu. Jalur KA ganda layang sepanjang 8,2 kilometer dibangun untuk menghindari kepadatan arus lalu lintas di perlintasan sebidang dan penurunan tanah yang semakin parah.

"Penurunan tanah di kawasan pesisir tersebut saat ini sudah mencapai 10 sentimeter per tahun. Dibutuhkan biaya Rp 1 juta - Rp 2 juta untuk meninggikan jalan rel setinggi 40 sentimeter dengan panjang 1 meter. Jika panjang jalan rel yang harus ditinggikan adalah 3,2 km dan penurunan tanah 10 sentimeter per tahun, dibutuhkan Rp 1,2 miliar per tahun untuk pemeliharaan atau peninggian rel. Jika waktu tinjauan 50 tahun, maka dibutuhkan anggaran sebesar Rp 60 miliar," kata Pengamat Transportasi dari Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno, Minggu (17/3).

Rencana jalur KA ganda layang itu menurutnya, akan membentang dari Kalibanteng hingga Kaligawe dan menurun di Alastua. Pada saat bersamaan juga sedang dikerjakan jalur ganda yang diperkirakan akhir tahun 2013, keseluruhan pekerjaan tersebut selesai.

Jalan rel yang ada di Kota Semarang membentang sepanjang 22 kilometer. Sementara perlintasan sebidang terdapat 58 pintu perlintasan baik dijaga maupun tidak di sepanjang jalur rel (single track).

Di sepanjang jalan rel tersebut dilayani 6 stasiun, seperti Stasiun Mangkang, Stasiun Jrakah, Stasiun Poncol, Stasiun Tawang, Stasiun Gudang (tidak operasi sementara) dan Stasiun Alastua. Dalam sehari ada 66 perjalanan KA yang melintas di jalur ini, namun setelah jalur ganda selesai akan meningkat menjadi 200 perjalanan KA dalam seharinya.
 
sumber :

Sabtu, 16 Maret 2013

Akhir Maret, Ganti Untung Lahan Proyek Tol Soker Cair

ilustrasi
SOLO, suaramerdeka.com - Tim pembebasan tanah proyek jalan tol Solo-Kertosono (Soker) bersama 17 warga pemegang sertifikat menyepakati nilai ganti-untung pembayaran kompensasi lahan dan bangunan. Pada pertemuan yang di gelar di aula Kelurahan Kadipiro, Banjarsari beberapa waktu lalu.

Keduabelah pihak menyepakati hasil verifikasi yang dibuat tim pembebasan tanah yang terdiri atas, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pertanian, Badan Pertanahan Nasional dan beberapa pihak lainnya.

Sekretaris Kelurahan Kadipiro Cahyo Pamuji menyatakan, bila proses verifikasi lancar dilanjutkan dengan persetujuan penetapan harga ganti-untung. Maka proses pembayaran atau pencairan uang tinggal menunggu waktu.

"Perkiraan saya akhir Maret ini proses pencairan akan berlangsung. Sebanyak 17 pemegang sertifikat tanah akan mendapatkan haknya," ujar Cahyo, Sabtu (16/3).

Dikatakan, semula ada 10 warga yang setuju pekarangan dan lahannya terkena dampak pembangunan tol. Namun, sebeum pertemuan berlangsung pertengahan pekan ini, ada tujuh warga yang setuju lahannya digunakan untuk proyek nasional tersebut.

"Jadi totalnya ada 17 warga yang sepakat dengan proyek tol," katanya. Terkait warga Kadipiro yakni di Lembahabang dan Ngipang yang belum bersedia dengan tawaran ganti untung. Cahyo menghargai keputusan masyarakat. Bagaiamanapun proses negosiasi tetap akan dilakukan sebelum proyek dilaksanakan 2013 ini.

sumber :

Tarif 18 Ruas Tol Naik 10 Persen

ilustrasi
JAKARTA--Pengguna jalan tol harus bersiap-siap merogoh kocek lebih dalam. Tahun ini, tarif 18 pelayanan ruas tol akan naik rata-rata 10 persen. Kenaikan tarif memang bervariasi sesuai tingkat inflasi di wilayah ruas tol tersebut berada.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Ahmad Ghani Ghazali mengatakan, ruas tol yang telah lolos pemeriksaan kelayakan jalan dan standar pelayanan minimum berhak menaikkan tarifnya sesuai ketentuan UU pasal 48 Undang-Undang (UU) 38 Tahun 2004 tentang Jalan. Penyesuaian itu juga merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) No.15 Tahun 2005 mengenai jalan tol, khususnya pasal 68 yang mengatur soal evaluasi dan penyesuaian tarif tol yang dilakukan setiap dua tahun sekali sesuai tingkat inflasi.

Kenaikan tidak akan serempak, melainkan menyesuaikan jadwal kenaikan rutin dua tahunan di ruas masing-masing. "Ada yang (naik tarif mulai) April, ada yang September, ada juga yang November," ujar Ghani di Kementerian PU, Jumat (15/3).

Direktur Utama PT Jasa Marga Adityawarman mengatakan, kenaikan tarif tol merupakan opsi untuk mengembalikan dana investasi yang dikeluarkan investor ketika membangun jalan tol. Ruas tol yang mengalami kenaikan tarif mayoritas milik Jasa Marga. "Kenaikan tarif akan mulai berlaku 1 September sebesar 10 persen, kecuali Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Jalan Tol Prof Sedyatmo," katanya.

Ruas-ruas tol yang akan naik tarif pada 1 April adalah jalan tol Makassar Seksi IV. Sementara, ruas tol yang naik mulai 1 Agustus 2013 adalah ruas tol Surabaya-Mojokerto Seksi I. Pada September, ruas-ruas tol yang akan naik tarif adalah tol Jagorawi, tol Jakarta-Tangerang, tol Dalam Kota Jakarta, tol JORR, tol Padalarang-Cileunyi, tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang , tol Semarang Seksi ABC, tol Surabaya-Gempol, tol Palimanan-Kanci, dan tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa.

Selain itu, tol Serpong-Pondok Aren, tol Tangerang-Merak, tol Ujung Pandang Tahap I dan II, dan tol Pondok Aren-Ulujami. Selain itu, pada November giliran tol Semarang-Solo Seksi I, dan tol Bogor Ring Road Seksi I.

Untuk meningkatkan kualitas layanan, utamanya memangkas antrian di pintu tol, Jasa Marga sudah meluncurkan 89 gardu tol otomatis yang menggunakan layanan kartu elektronik. Namun, hingga kini peminatnya masih sangat kecil. Padahal, e-toll bisa memangkas antrian dari delapan detik menjadi satu detik. (byu/noe/nw)
 
sumber :
jpnn 

Jumat, 15 Maret 2013

Warga Lega, Jalan Menuju Tol Soker Diperbaiki

PERBAIKAN JALAN: Sejumlah pekerja sibuk menaburkan pasir dan batu 
saat melakukan perbaikan di ruas Jalan Kapten dr Prakosa 
Lemahabang, Kadipiro, Banjarsari, Solo. (suaramerdeka.com/Budi Sarmun S)
SOLO, suaramerdeka.com - Pelaksana proyek jalan tol Solo-Kertosono (Soker) akhirnya memperbaiki ruas jalan yang rusak di Ngipang dan Bayan Kadipiro, Banjarsari Solo. Jalan lingkungan sepanjang sekitar 2 km yang rusak mulai diperbaiki awal pekan ini.

Pantauan Jumat (15/3) pagi, sejumlah pekerja mulai melakukan pengaspalan di salah satu ruas Jalan Kapten dr Prakosa Lemahabang.

Jalan yang rusak berat akibat terlalu sering dilintasi truk pengangkut material tol Soker sudah berubah menjadi rata. Sementara itu ruas jalan di depan RSUD Surakarta dan di sisi timur rumah sakit juga sudah bagus.

Menurut keterangan pekerja, gabungan pelaksana proyek memerintahkan mereka untuk menambal jalan yang rusak dan bergelombang dengan aspal cair.

"Pekerjaan sudah dimulai sejak, Senin (11/3) kemarin," ujar Mujahidin, salah satu pekerja.

Adanya proyek perbaikan jalan ini disambut baik salah satu warga Lemahabang, Endah (27). Ibu rumah tangga ini sudah tidak mengelukan lagi dengan kondisi jalan di kampungnya. "Dulu (jalan) rusak akibat dilalui truk pengangkut tanah. Sekarang sudah mulus lagi," katanya.

Perbaikan jalan menuju tol Soker merupakan komitmen dari sejumlah pelaksana proyek tol. Dalam rapat koordinasi di kantor Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Surakarta, Kamis (7/3). Pelaksana proyek menyanggupi perbaikan jalan yang rusak. Pernyataan itu disampaikan di hadapan DPU, DPRD, Polresta Surakarta dan pemangku kepentingan di Kota Solo.

Satu dari tiga pelaksana proyek tol Soker PT Waskita Karya menyatakan kesiapannya membangun jalan. "Kami sudah memulai perbaikan jalan. Silakan dicek saja ke lokasi," kata Cecep K, perwakilan dari PT Waskita Karya.

sumber :
suaramerdeka 

Minggu, 10 Maret 2013

TRANS SUMATRA: Pembebasan Lahan Mengacu Pada UU Baru

ilustrasi
BISNIS.COM, JAKARTA-Pemerintah mengungkapkan pembebasan lahan untuk ruas tol Trans Sumatra akan menggunakan Undang-Undang No.2/2012 tentang Pengadahan Tanah Bagi Kepentingan Umum.

Kementerian Pekerjaan Umum telah mengalokasikan dana untuk pembebasan lahan di beberapa ruas seperti ruas Pekanbaru-Kandis, Kandis-Dumai, Medan-Binjai dan Palembang-Indralaya.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Achmad Gani Ghazali menjelaskan perpres yang akan keluar dalam waktu dekat bertujuan mempercepat pembangunan jalan tol trans Sumatra dan secara eksplisit menyebutkan Hutama Karya yang akan mengarap ruas tersebut.

Ia mengungkapkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) yang menugaskan BUMN Hutama Karya menggarap jalan tol Trans Sumatra belum kelihatan konsep bisnisnya seperti apa.

Sehingga belum dapat dipastikan bentuk dukungan pemerintah menggarap ruas sepanjang 2.700 km itu apakah dalam bentuk viability gab funding atau penyertaan modal negara (PMN) atau kedua-duanya. Namun yang pasti pemerintah akan mendukung sepenuhnya untuk merealisasikan ruas itu.

"Akan memakai undang-undang baru, bina marga sekarang sudah membebaskan beberapa ruas untuk trans sumatra itu," paparnya di Jakarta, Minggu (10/03/2013).

Untuk pembebasan tanah, Gani menjelaskan pendanaan akan sepenuhnya ditanggung oleh Hutama Karya karena perseroan bertindak mewakili pemerintah. Perseroan akan berkerjasama dengan pemda di setiap provinsi yang akan mengeksekusi lahan untuk jalan tol itu.

Gani menjelaskan perseroan akan lebih mudah mencari pendanaan karena dapat mencarinya di pasar lewat obligasi ataupun loan (pinjaman). Pemerintah akan mendukung kebutuhan investasi itu jika pendanaan yang berasal dari pasar kurang.

Sementara terkait dengan core business Hutama Karya, dirinya tidak dapat memastikan apakah Hutama Karya akan murni bergerak di jalan tol dan meninggalkan sektor konstruksi lainnya.

"Itu wewenangnya Menteri BUMN, yang pasti Hutama Karya akan menggarap ruas trans sumatra," paparnya.

Tahun ini Kementerian PU melalui Direktorat Bina Marga telah mengalokasikan dana untuk mendukung pembebasan lahan di beberapa ruas trans Sumatra. Data dari situs Kementerian PU menyebutkan beberapa ruas itu antara lain:

Nama Ruas Tol (miliar)
Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi : 105,4
Pekanbaru-Kandis : 28,5
Kandis-Dumai : 23,3
Medan-Binjai : 1,08
Palembang-Indralaya : 1,08

Sementara itu pasca rapat penugasan Hutama Karya beberapa waktu lalu, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menjelaskan Hutama Karya dapat saja bekerjasama dengan swasta atau sesama BUMN untuk menggarap ruas trans Sumatra. Namun hak pengoperasian sepenuhnya berada di tangan Hutama Karya.

Editor : Fajar Sidik

TERKAIT

Tol Cikampek-Palimanan Mulai Konstruksi Bulan Ini
Jasa Marga Targetkan Tol Cipularang Normal Hari Ini
TRAFFIC JAKARTA: Pagi ini ramai lancar, padat di jalan tol

sumber :

Pelaksana Proyek Tol Soker Intensifkan Koordinasi dengan Daerah

ilustrasi
SOLO, suaramerdeka.com - Polresta Surakarta berharap pelaksana proyek jalan tol Solo-Kertosono (Soker) mengintensifkan komunikasi dan koordinasi dengan pimpinan daerah terkait rencana pembangunan lanjutan proyek tersebut.

Kapolres Surakarta Kombes Pol Asdjima'in melalui Kasat Lantas Kompol Matrius mengatakan, komunikasi dan koordinasi keduabelah pihak ini sangat penting. Mengingat pelaksanaan proyek nasional itu akan bersentuhan langsung dengan wilayah.

"Apabila terjadi apa-apa ketika, proyek akan berjalan. Atau terjadi sesuatu saat proyek di tengah jalan dan sesudah proyek selesai. Maka langkah penyelesaiannya mudah," katanya.

Polresta Surakarta diundang oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Surakarta untuk diminta pendapatnya soal perkembangan yang terjadi di proyek tol Soker. Pertemuan antara DPU, pelaksana proyek, dan pihak terkait sudah berlangsung sejak akhir pekan lalu.

Dikatakan, persoalan yang terjadi pada proyek tol Soker adalah pelaksana proyek tidak melakukan komunikasi intensif dengan wilayah sekitar seperti Pemkot Surakarta. Padahal saat proyek berlangsung, ada aktivitas truk-truk pengangkut material yang melintasi jalan milik Pemkot Surakarta.

"Setelah ada kerusakan jalan,dan masyarakat sekitar mengeluh, Pemkot yang disalahkan. Hal ini seharusnya tidak terjadi bila semua itu dikoordinasikan," urainya.

Matrius mendesak keduabelah pihak kembali menjalin kerjasama. Mengingat proyek jalan tol juga demi kepentingan bersama.

Sementara itu Kepala DPU Agus Djoko Witiarso mengatakan, pihaknya mengundang kepolisian dalam rapat itu sebagai pihak yang mengetahui peraturan perundang-undangan tentang aktivitas jalan.

"Pelaksana proyek telah melibatkan truk-truk bermuatan besar keluar masuk kampong padahal hal itu menyalahi aturan. Biarkan kepolisian yang menjelaskan hal ini," katanya.
 
sumber :

Sabtu, 09 Maret 2013

Pembangunan jalan tol Sumatera dimulai tahun ini

Ilustrasi. Pembangunan jalan tol (ANTARA/R. Rekotomo)
"Saya berharap pengerjaan jalan tol tidak terhambat karena adanya proses tender"
Bandarlampung (ANTARA News) - Pembangunan jalan tol Sumatera dijadwalkan dimulai tahun ini untuk ruas Lampung dan Sumatera Utara.

"Tahap pertama satu ruas pembangunan jalan tol di Lampung dan tiga ruas jalan tol di Sumatera Utara," kata Menteri Negara BUMN, Dahlan Iskan, pada dialog bisnis di Bandarlampung, Sabtu malam.

Dialog publik itu dihadiri forum komunikasi BUMN Lampung, sejumlah pengusaha, forum rektor dan beberapa pelaku usaha.

Ia menyebutkan, pembangunan jalan tol itu dilakukan mengingat potensi Sumatera cukup besar terutama luas wilayah melebihi Pulau Jawa.

Selain itu, penduduknya cukup besar, potensi ekonominya juga tinggi. "Sumatera memiliki apapun yang tidak dimiliki Jawa terutama kekayaan alamnya dan itu merupakan modal yang bagus," ujarnya.

Ia menambahkan, Pulau Sumatera juga bertetangga dengan negara-negara maju seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Dahlan dalam kesempatan itu mengatakan pengerjaan jalan tol itu dikerjakan oleh Hutama Karya. Untuk percepatan pembangunan prosesnya tidak lagi melalui tender tetapi penunjukkan langsung.

"Saya berharap pengerjaan jalan tol tidak terhambat karena adanya proses tender. Selain itu pengerjaan pembangunannya oleh perusahaan BUMN sehingga jika untung negara untung dan apabila rugi ya pemerintah yang rugi," katanya.

Ia juga mengatakan, pembangunan jalan tol Sumatera tersebut jangan sampai seperti pembangunan tol ruas Bogor-Sukabumi yang telah melalui proses tender tujuh tahun tetapi belum juga dikerjakan.

Begitu pula rencana pembangunan tol Cikampek-Cirebon yang telah melalui proses tender 10 tahun tetapi belum juga dikerjakan.

Pewarta: Agus Wira Sukarta
Editor: Unggul Tri Ratomo
 
sumber :

Proyek Tol Soker: Warga Minta Jalan Rusak Diperbaiki Dulu

Illustrasi
MANTEB.com - Pengerjaan proyek tol Solo-Kertosono yang mengakibatkan jalan di perkampungan Ngipang, Banjarsari rusak parah membuat warga sekitar geram. Bahkan warga beberapa hari lalu sempat memblokir jalan yang merupakan akses keluar masuk truk muatan berat yang menyebabkan jalan rusak. Warga pun mendesak agar pihak rekanan pengerjaan tol memperbaiki jalan terlebih dahulu sebelum melanjutkan proyek tersebut. 
 
Upaya Pemerintah Kota Surakarta yang telah memanggil pihak rekanan pengerjaan proyek tol Solo-Kertosono belum juga memuaskan warga. Pasalnya, warga mengeluhkan kerusakan jalan lingkungan akibat pengerjaan jalan tol tersebut. Apalagi hasil dari pertemuan tersebut, pemerintah kota belum mendapat kejelasan kapan jalan diperbaiki. 
 
Sejumlah warga Ngipang mendesak agar pihak rekanan pengerjaan proyek Kementerian Pekerjaan Umum memperbaiki jalan yang sudah rusak. Hal ini dikarenakan kerusakan yang terjadi sudah parah dan sangat merugikan warga. 
 
Sejumlah warga menilai, jalan rusak akibat dilalui truk muatan berat ini jika hujan membahayakan warga yang melintas karena licin, sementara pada saat cerah debu dari Jalan Kapten Sutarto juga mengganggu warga. 
 
Salah satu warga Ngipang, Ari Winarno mengatakan, pertemuan yang digelar pihak DPU dengan pihak rekanan belum ada hasil yang jelas. Pasalnya pihak rekanan baru menyampaikan secara lisan akan menanggung kerusakan jalan, sementara waktunya juga belum ada kejelasan. Warga lain Ahmad Safiri juga mengatakan hal senada. Menurutnya kerusakan jalan yang ada sudah parah dan sangat mengganggu aktivitas warga. Dia berharap pihak rekanan mau memperbaiki jalan yang rusak terlebih dahulu, baru melanjutkan pengerjaan selanjutnya. (Harun Alrosid - Surakarta)
 
sumber :

Jumat, 08 Maret 2013

Kuasa Hukum TPT Tolak Gugatan WTP Lemah Ireng

UNGARAN, suaramerdeka.com - Sidang kasus sengketa lahan Warga Terkena Proyek (WTP) Lemah Ireng, Bawen, Kabupaten Semarang dengan agenda jawaban atas gugatan yang diketuai Majelis Hakim, Kadarwoko dengan hakim anggota Salman Alfarisi dan Budi Prayitno berlangsung singkat tidak sampai 10 menit.

Dalam persidangan, majelis hakim sempat meminta para tergugat meliputi pihak Gubernur Jateng diwakili kuasa hukumnya, Banjoe Bayu dan Adhiguna dari Bagian Hukum Provinsi Jateng, Tim Pengadaan Tanah (TPT) Jateng diwakili kuasa hukumnya Sulistyowati SH, dan PT Adhi Karya diwakili kuasa hukumnya untuk menyerahkan jawaban atas gugatan WTP.

"Ketiga tergugat menyampaikan jawaban atas gugatan dalam bentuk tertulis. Berkas jawaban kemudian diserahkan kepada majelis hakim dan kuasa hukum WTP, Heri Sulistyono SH. Sidang akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda tanggapan dari penggugat," kata Kadarwoko, Kamis (7/3).

Ditemui usai sidang kuasa hukum TPT Jateng, Sulistyowati SH mengatakan, pihaknya secara tertulis menolak dalil gugatan yang disampaikan penggugat. Menurut dia, dalil gugatan yang disampaikan pengugat dengan mengacu Undang-undang Jalan Nomor 38 Tahun 2004 tidak pas.

Yang tepat, untuk pengadaan tanah tersebut harusnya mengacu pada peraturan Kepala BPN Nomor 3 Tahun 2007.

"Kami menolak seluruh gugatan dari penggugat karena menggunakan ketentuan UU Jalan. Selain itu semua prosedur pada Lemah Ireng sudah dilalui, dari sosialisasi, musyarawah hingga kesepakatan harga," ungkapnya.

Kamis, 07 Maret 2013

TOL CIKAMPEK-PALIMANAN: Land Clearing Rampung Akhir April 2013

ilustrasi
 BISNIS.COM, JAKARTA-Pemegang konsesi ruas tol Cikampek-Palimanan PT Lintas Marga Sedaya (LMS) menargetkan proses land clearing selesai akhir April 2013. Pasca land clearing, pengerjaan jalan tol sepanjang 116,75 km itu akan dilakukan serentak di keenam seksinya sehingga diperkirakan dapat selesai pada awal 2015.

Direktur PT Lintas Marga Sedaya (LMS) Steve Ginting mengatakan setelah proses land clearing maka akan kelihatan gambaran kasar jalan tol yang merupakan Trans Jawa tersebut.
"Pada akhir April kita usahakan land clearing sudah selesai dan kalau dilihat dari udara trasenya sudah terlihat," ungkapnya, hari ini (7/3).

Dia menjelaskan proses konstruksi baru dapat dilakukan setelah land clearing selesai. Selain itu pihak kontraktor masih menunggu musim hujan berlalu sehingga konstruksi dapat dilakukan secara efektif.
Dalam rencana awal pembangunan salah satu ruas Trans Jawa itu akan terbagi dalam enam seksi yang akan digarap bersamaan. Pengerjaan konstruksi dilakukan bersamaan dengan alasan mempersingkat waktu konstruksi karena target penyelesaian ruas tol di tahun 2014.

Steve mengungkapkan pihaknya belum mencairkan pinjaman yang berasal dari sindikasi perbankan. "Keseluruhan pengerjaan tol sejauh ini masih menggunakan modal internal".

Dia mengemukakan dana yang berasal dari sindikasi perbankan yang dipimpin oleh BCA untuk PT LMS adalah sebanyak Rp8,8 triliun. "Proses pencairan dana pinjaman itu tinggal menunggu penyelesaian beberapa dokumen administratif".

LMS selaku pemegang konsesi merupakan perusahaan patungan antara investor asal Malaysia yakni Plus Expressways Berhad yang memegang saham sebesar 55% dan PT Baskara Utama Sedaya 45%. Lama konsesi untuk ruas ini adalah 35 tahun dengan tarif Rp753 per kilometer. (27)
 
sumber :

Waskita Karya Incar Proyek Senilai Rp14 Triliun

Salah satunya adalah pembangunan jalan tol Cikampek-Palimanan.

Pemerintah gencar membangun proyek infrastruktur tahun ini. (Dokumen Dinas PU DKI)
VIVAnews – Perusahaan konstruksi pelat merah, PT Waskita Karya Tbk, mengincar nilai kontrak proyek hingga Rp3,3 triliun hingga akhir Maret 2013.

Proyek-proyek tersebut, berupa proyek pembangunan gedung, jalur kereta api, irigasi dan juga pembangunan jalan tol.

"Kami perkirakan bisa sampai Rp3 triliun hingga akhir Maret ini yang sudah tanda tangan kontrak," kata Direktur Wilayah I Waskita Karya, Desi Arriyani, kepada VIVAnews, Rabu 6 Maret 2013.

Hingga kini, menurut Desi, baru ada satu proyek besar yang sudah melakukan tanda tangan kontrak yakni perluasan proyek terminal 3 bandara internasional Soekarno-Hatta dengan nilai Rp1,7 triliun.

Selanjutnya, dia mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang dalam proses tender untuk pembangunan jalan tol Cikampek-Palimanan untuk seksi 6A dan 6B dengan nilai Rp1,2 triliun.

Proyek lainnya yang diincar, menurut Desi, adalah tender perkuatan tebing waduk Jatigede senilai Rp80 miliar, pembangunan jalur kereta api di Sumatera Selatan senilai Rp100 miliar, saluran irigasi Peterongan senilai Rp60 miliar, dan proyek pembangunan jembatan Kapuk Naga senilai Rp200 miliar.

"Yang tanda tangan kontrak baru proyek bandara saja, namun untuk yang lain kita merupakan penawar dengan harga terendah dan tinggal menuju tanda tangan saja," ujarnya.

Tahun ini, kata Desi, Waskita Karya menargetkan nilai kontrak mencapai Rp14 triliun. Dari total kontrak tersebut, hanya sekitar Rp1 triliun saja kontrak yang berasal dari proses konstruksi di luar negeri. 

sumber :
viva 

Sabtu, 02 Maret 2013

Pengukuran Lahan Tol Bawen-Kaliwungu 70%

ilustrasi
UNGARAN - Wakil Ketua Panita Pengadan Tanah (P2T) Kabupaten Semarang, Bahrudin menyatakan, pengukuran lahan untuk keperluan jalan tol Semarang-Solo sesi III dan IV, Bawen hingga Kaliwungu atau perbatasan Kabupaten Semarang dengan Boyolali sudah mencapai 70 persen.

Untuk mempercepat pengukuran, pihaknya dibantu 12 tenaga ahli ukur dari Pemrov Jawa Tengah dan Pemkab Demak.”Saat ini sudah berjalan 70 persen, diperkirakan pengukuran lahan selesai awal April. Kemudian baru dilanjutkan dengan pendataan tanaman hidup dan bangunan milik warga terkena proyek (WTP),” katanya, Jumat (1/3).

Menurut dia, petugas sempat mendapatkan kendala saat mengkur lahan di Desa Payungan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang. Pasalnya, terdapat tanah makam yang oleh warga tidak boleh dipindahkan ke lahan lainnya.

Ganti Untung

”Belum lama ini sudah ada solusi, di sekitar pemakaman nantinya tidak dijadikan akses utama jalan tol melainkan tempat istirahat pengguna jalan,” ujarnya.
Disinggung perkembangan Lemah Ireng, Bahrudin mengungkapkan, pihaknya berjanji akan memberikan ganti untung tambahan untuk fasilitas umum sumber mata air Nyai Ireng yang sebelumnya diajukan warga. Adapun pengukuran lahan sudah dilakukan, tinggal menunggu penilaian dari appraisal.

”Administrasi sudah siap, hanya saja belum bisa diketahui nominal jumlah ganti untungnya mengingat masih menunggu penghitungan dari appraisal. Nantinya uang akan kami serahkan kepada desa untuk dipergunakan membangun fasilitas air bersih,” tuturnya.

Ditemui terpisah, belum lama ini, Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah, Sasmito mendesak kepada semua pihak segera merampungkan proyek jalan tol Semarang-Solo.
”Kami sudah bertemu dengan instansi terkait untuk segera merampungkan pekerjaan tol Semarang-Solo. Jika diperlukan, pekerjaan bisa dikebut agar sebelum Idul Fitri, tahun ini, ruas Semarang-Bawen bisa dilalui pengguna jalan,” kata Sasmito. (H86-71) (/) 
 
sumber :

EKSPANSI USAHA: 70 Perusahaan Masuk Jateng

ilustrasi
SOLO—Sedikitnya 70 perusahaan atau industri dari wilayah Jabodetabek yang berencana melakukan ekspansi dan relokasi ke wilayah Jawa Tengah (Jateng).

Menurut Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Provinsi Jateng, Yuni Astuti, puluhan perusahaan itu memang belum secara resmi berinvestasi ke Jateng.

Akan tetapi, Yuni mengaku hampir setiap pekan pihaknya selalu melayani lima hingga enam perusahaan yang datang ke kantornya untuk mencari informasi terkait iklim investasi di Jateng dan profil daerah-daerah yang dibidik.

“Tidak semuanya relokasi. Karena, tidak semuanya menutup pabrik yang lama. Kebanyakan justru perluasan usaha atau ekspansi,” kata Yuni,, Jumat (1/3/2013).

Dia mengatakan, untuk sementara ini wilayah Semarang dan sekitar Solo menjadi wilayah yang paling banyak dibidik investor. “Sekitar Semarang misalnya Kabupaten Semarang, Kendal dan Grobogan. Kemudian sekitar Solo adalah Boyolali, Sragen dan Klaten.”

Terpisah, Pimpinan Wilayah BNI Semarang, Iwan Abdi, juga mengakui beberapa perusahaan mitra BNI yang ada di luar wilayah Jateng, tepatnya Jabodetabek memiliki rencana pindah atau relokasi ke Jateng.

“Hampir setiap hari ada rekanan kami yang datang, mencari lahan yang bagus untuk kawasan industri. Selain Semarang, Soloraya juga termasuk wilayah yang dibidik,” kata Iwan saat dihubungi terpisah.

Menurutnya, wilayah Jateng saat ini tengah menjadi daerah tujuan utama investasi. Jateng dinilai memiliki banyak potensi. Dari sisi infrastruktur, kata Iwan, sudah cukup memadai dengan diselesaikannya jalur tol Semarang-Solo.

Selain itu Jateng juga memiliki beberapa kawasan pelabuhan yang representatif. “Proyek pemerintah untuk ketersediaan sarana prasarana listrik juga terus dibangun.”

Dari sisi upah minimum regional (UMR), Iwan menjelaskan bahwa di daerah Jabodetabek telah terjadi kenaikan UMR yang cukup signifikan. Kenaikan UMR itu menjadi beban tinggi bagi pengusaha.

Selain dari infrastruktur, faktor keamanan juga dinilai cukup kondusif. “Ini yang lebih penting. Jateng dinilai lebih kondusif untuk bekerja. Karena tidak seperti kawasan industri di Jabodetabek yang sering terjadi demo buruh.”

Dari latar belakang ini, maka banyak perusahaan asal Jabodetabek yang memilih untuk merelokasi pabrik mereka ke luar Jabodetabek. “Mereka tentunya akan cari wilayah yang kondusif, upah rendah dan infrastrukturnya memadai.”

Bagi perbankan sendiri, lanjut Iwan, siap mendukung tingginya iklim investasi dengan menyediakan fasilitas pembiayaan untuk investasi agar industri ini bisa berkembang di Jateng.

Gejala ini, menurutnya, sudah terlihat sejak tahun lalu dibuktikan dengan pertumbuhan kredit investasi di BNI yang rata-rata mencapai lebih dari 20%.

Yuni kembali menambahkan pihaknya terus mendorong agar investasi di wilayah Jateng terus tumbuh.

“Kami menyambut baik rencana masuknya sejumlah industri itu ke Jateng. Harapannya bisa mendorong target pencapaian investasi tahun ini senilai Rp110 triliun, atau tumbuh 18,2% dari realisasi investasi tahun 2012 senilai Rp93 triliun.” (JIBI/Solopos/Hijriyah Al Wakhidah/dba) 
 
sumber :

Jumat, 01 Maret 2013

TOL SOKER: Pemilik Lahan Pasang Harga Jauh di Atas Nilai Taksiran

Sebuah tebing menghadang ruas jalan tol Soker di Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar. 
Tebing tersebut belum dikepras lantaran pemilik lahan belum menyetujui ganti rugi, 
Kamis (28/2/2013). (Kurniawan/JIBI/SOLOPOS)

KARANGANYAR–Proses pembebasan lahan untuk proyek jalan tol Solo-Kertosono (Soker) di Kabupaten Karanganyar terkendala tingginya harga yang diminta pemilik lahan.

Tidak main-main, pemilik lahan memasang harga jauh dari nilai taksiran tim appraisal senilai Rp85.000/meter persegi tanah. Camat Gondangrejo, Suhardi, mengatakan, pemilik lahan meminta ganti rugi tanah bervariasi mulai dari Rp200.000-Rp250.000/meter persegi.

Bidang tanah di Gondangrejo yang belum berhasil dibebaskan hingga saat ini berada di Desa Jatikuwung, Karangturi, Jeruksawit dan Wonorejo.

“Yang jadi kendala pembebasan lahan yakni harga yang dipasang pemilik lahan terlalu tinggi, sampai Rp250.000/meter persegi. Angka itu sangat jauh dari harga taksiran tim appraisal Rp85.000/meter persegi,” katanya, Kamis (28/2/2013).

Merujuk kondisi tersebut, Suhardi menilai perlu adanya pertemuan terus menerus dengan pemilik lahan. Tujuannya supaya mereka mau menurunkan harga ganti rugi tanah, bangunan dan pohon.

Ditemui terpisah, Wakil Ketua Panitia Pembebasan Tanah (P2T) proyek jalan tol Soker, Any Indrihastuti, mengakui sebagian pemilik lahan belum menyetujui nilai ganti rugi. Bahkan lantaran lamanya proses negosiasi harga, sebagian pemilik lahan tersebut meminta ganti rugi jauh lebih tinggi dibandingkan harga taksiran tim appraisal. Sedangkan nilai taksiran ganti rugi tanah yang jadi pegangan saat ini merupakan hasil taksiran tim appraisal tahun 2009.

Tapi Any menegaskan, opsi menaikkan nilai ganti rugi tidak bisa dilakukan. Sebab langkah tersebut bakal memicu reaksi negatif dari pemilik lahan yang sudah menerima ganti rugi beberapa tahun terakhir. Di samping itu, kenaikan signifikan harga tanah di desa yang terkena proyek tol lebih disebabkan oleh pengerjaan megaproyek itu.

Any menyatakan pertemuan lanjutan membahas ganti rugi atau negosiasi akan kembali dilakukan. Hanya untuk waktu penyelenggaraanya masih menunggu kepastian.
 
sumber :