javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
INFO : REUNI AKBAR SMP N 2 SIMO BOYOLALI 2017 BULAN DESEMBER 2017....AYOO BERGABUNG (Info&Pendaftaran : 085727059929)

cari di blog ini

Senin, 31 Juli 2017

Tol Trans Jawa Ditargetkan Sampai Banyuwangi pada 2019, Bagaimana Perkembangannya?

Ilustrasi: (Foto: Okezone)


JAKARTA - Pembangunan Tol Trans Jawa terus dikebut pemerintah. Kendala-kendala seperti pembebasan lahan dan biaya segera diselesaikan agar target pembangunan tol ini sesuai rencana.

Tercatat, megaproyek Tol Trans Jawa yang menghubungkan Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur ditargetkan selesai seluruhnya pada 2019.

Menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi), cepatnya pembangunan tol dan pembebasan lahan tak lepas dari adanya dukungan undang-undang. Selain itu adanya dana talangan yang bisa digunakan untuk mempercepat pembayaran pembebasan lahan tersebut.

“Kecepatan seperti ini yang diharapkan sehingga lima tahun ke depan akan kelihatan, berapa kilometer yang sudah bisa dikerjakan. Dana tol yang disiapkan pemerintah untuk tol yang mangkrak sebesar Rp32 triliun dan serapannya cepat sekali,” jelasnya.

Untuk mempercepat pembangunan ruas Batang-Semarang, PT Jasa Marga melalui anak usahanya PT Jasa Marga Semarang-Batang (JMSB) menggunakan skema pembiayaan contractor pre financing (CPF).

Tapi tidak sedikit, ada beberapa ruas tol Trans Jawa yang belum menunjukkan pembangunan yang signifikan. Berdasarkan data Monitoring Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) yang dikutip, berikut progres konstruksi Jalan Tol Trans Jawa hingga Minggu ke-3 Juli 2017:

- Ruas tol Pejagan-Pemalang 57,5 km dengan dana Rp6,84 triliun (seksi I dan II sudah beroperasi) meliputi progres tanah 99,41%, progres fisik 65,66%. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) Seksi 3 dan 4 Januari 2017

- Ruas tol Pemalang-Batang 39,2 km dengan dana Rp4,08 triliun. Progres tanah 98,06%, progres fisik 29,90%, SPMK Januari 2017

- Ruas tol Batang-Semarang 75 km dengan dana Rp11,05 triliun. Progres tanah 76,34%, progres fisik 30,13%, SPMK Juli 2016

- Ruas tol Semarang-Solo 72,64 km dengan dana Rp7,3 triliun (seksi I dan 2II sudah beroperasi). Progres tanah 97,69%, progres fisik 59,96%, SPMK seksi 3 Juli 2015

- Solo-Ngawi 90,42 km dengan dana Rp 5,14 triliun. Progres tanah 88,09%, progres fisik 83,58%, SPMK Juni 2016

- Ngawi-Kertosono 86,9 km dengan dana Rp3,82 triliun. Progres tanah 98,6%, progres fisik 42%, SPMK Mei 2016

- Kertosono-Mojokerto 40,5 km dengan dana Rp3,48 triliun. Progres tanah 100%, progres fisik 90,88%, SPMK Agustus 2010

- Mojokerto-Surabaya 36,47 km dengan dana Rp3,79 triliun. Progres tanah 100%, progres fisik 89,21%, SPMK sejak April 2007

- Gempol-Pasuruan 34,15 km dengan dana Rp2,77 triliun. Progres tanah 76,47%, progres fisik 45,4%, SPMK sejak Maret 2013

- Pasuruan-Probolinggo 31,3 km, dengan dana Rp3,55 triliun. Progres tanah 96,5%, progres fisik 9,22%

- Probolinggo-Banyuwangi (masih tender) 172 km, dengan dana Rp15,92 triliun. Saat ini masih proses prakualifikasi lelang investasi.

sumber :

Jumat, 28 Juli 2017

Enam Bulan Jasa Marga Kantongi Laba Bersih Rp 1,016 Triliun


Ilustrasi PT Jasa Marga(Arimbi Ramadhiani)


JAKARTA, KompasProperti - Total laba bersih yang dibukukan PT Jasa Marga (Persero) Tbk pada Semester I-2017 meningkat 9,79 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Saat ini, laba bersih yang mampu dikantongi senilai Rp 1,016 triliun.

Corporate Secretary PT Jasa Marga (Persero) Tbk Agus Setiawan menjelaskan, kenaikan laba bersih ini ditunjang peningkatan Pendapatan Tol dan Usaha lain sebesar 7,47 persen, yaitu dari Rp 4,21 triliun menjadi Rp 4,53 triliun.

"Pendapatan tol tercapai Rp 3,99 triliun atau naik 2,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp 3,88 triliun. Sedangan Pendapatan Usaha lain Rp 543 miliar atau naik 62,03 persen dari semester I 2016 sebesar Rp 335 miliar," terang Agus dalam keterangan tertulis yang diterima KompasProperti, Jumat (28/7/2017).

Sementara itu, aktivitas konstruksi sejumlah ruas jalan tol baru, terpantau pada realisasi pendapatan konstruksi yang mencapai Rp 8,57 triliun atau naik sebesar 243,15 persen dari tahun 2016 yaitu Rp 2,50 triliun.

Untuk kegiatan ekspansi Perseroan, dapat dilihat dari total nilai aset yang mencapai Rp 65,81 triliun atau meningkat 23,01 persen dari semester yang sama tahun lalu. Ekspansi tersebut dilakukan Perseroan untuk pertumbuhan jangka panjang.

Sedangkan, pada sisi EBITDA, Jasa Marga berhasil memperoleh Rp 2,62 triliun atau tumbuh 6,55 persen dibandingkan Semester I 2016 dan mencapai margin EBITDA sebesar 57,94 persen.

Di sektor investasi, Agus menambahkan, Jalan Tol Gempol-Pasuruan seksi Bangil-Rembang baru saja dioperasikan April tahun ini.

"Pengoperasian jalan tol tersebut akan memberikan dampak pada kenaikan Pendapatan Tol, namun sekaligus juga mempengaruhi peningkatan Beban Usaha," kata dia.

Dalam waktu dekat, Jasa Marga berencana mengoperasikan kelanjutan tol tersebut yaitu seksi Gempol-Bangil (6,8 km) dan seksi Rembang-Pasuruan (6,6 kilometer).

Selain itu juga akan dioperasikan seksi terakhir Jalan Tol Semarang-Solo yaitu seksi Bawen-Salatiga (17,50 kilometer) pada triwulan III-2017.

Masih pada tahun ini, Jalan Tol Surabaya-Mojokerto Ruas Sepanjang-Krian (15,5 kilometer), Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (41,69 kilometer), Jalan Tol Solo-Ngawi (90,25 kilometer) dan Jalan Tol Ngawi-Kertosono (49,51 kilometer), juga akan dioperasikan.

Peningkatan Investasi

Guna meningkatkan kapasitas investasi, Perseroan akan melakukan aksi korporasi berupa Sekuritisasi Pendapatan Tol Jagorawi serta Project Bonds.

Sekuritisasi Pendapatan ini berbasis pendapatan di masa mendatang atau future revenue base securities yang direncanakan sekitar Rp 2 triliun, yang pada saat ini masih dalam proses finalisasi registrasi ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sedangkan Project Bonds masih dalam tahap persiapan dan konsultasi dengan lembaga terkait.

Hal ini dilakukan sebagai salah upaya pendanaan alternatif pengembangan proyek jalan tol baru, melalui Anak Perusahaan Jalan Tol, akan menyelesaikan target penambahan pengoperasian jalan tol sekitar 660 kilometer hingga tiga tahun kedepan.

Saat ini Perseroan memiliki hak konsesi sepanjang 1.260 kilometer.

sumber :

Inilah Sederet Jalan Tol yang Segera Dioperasikan Jasa Marga


Gerbang tol Salatiga resmi beroperasi sejak Minggu (18/6/2017)
[Dok Jasa Marga]

"Jasa Marga menargetkan penambahan pengoperasian jalan tol sekitar 660 km hingga tiga tahun kedepan."


Suara.com - Ditengah pembangunan 15 ruas tol baru, pada Semester I tahun 2017, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. berhasil membukukan total laba bersih sebesar Rp1,01 triliun. Jumlah tersebut meningkat sebesar 9,79 persen dibandingkan periode Semester I 2016 sebesar Rp925 miliar.

Peningkatan laba bersih ini ditopang oleh peningkatan Pendapatan Tol dan Usaha Lain yang mencapai Rp4,53 triliun atau meningkat 7,47 persen dibandingkan Semester I 2016 Rp4,21 triliun.

"Pendapatan tol tercapai Rp3,99 triliun atau naik sebesar 2,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp3,88 triliun. Sedangankan untuk Pendapatan Usaha lain tercapai sebesar Rp543 miliar atau naik sebesar 62,03 persen dari semester I 2016 sebesar Rp335 miliar," kata Agus Setiawan, Corporate Secretary PT Jasa Marga (Persero) Tbk di Jakarta, Jumat (28/7/2017).

Aktivitas konstruksi ruas-ruas jalan tol baru tercermin pada realisasi pendapatan konstruksi yang mencapai Rp8,57 triliun atau naik sebesar 243,15 persen dari tahun 2016 Rp2,50 triliun. Kegiatan ekpansi Perseroan juga terlihat dari total nilai aset yang tercapai Rp65,81 triliun meningkat 23,01 persen dari tahun lalu sebesar Rp53,50 triliun yang mana ekspansi tersebut dilakukan Perseroan untuk pertumbuhan jangka panjang.

"Pada sisi EBITDA, kinerja Jasa Marga juga mencerminkan hasil yang cukup baik, dimana seiring dengan aktivitas investasi yang dilakukan, Jasa Marga berhasil memperoleh EBITDA sebesar Rp2,62 triliun, tumbuh 6,55 persen dibandingkan Semester I 2016 dan mencapai margin EBITDA sebesar 57,94 persen," ujar Agus.

Di sisi investasi, pada bulan April 2017, Jasa Marga telah mengoperasikan Jalan Tol Gempol-Pasuruan Seksi Bangil-Rembang sepanjang (7,1 km) Pengoperasian jalan tol tersebut akan memberikan dampak pada kenaikan Pendapatan Tol, namun sekaligus juga mempengaruhi peningkatan Beban Usaha. Jasa Marga juga merencanakan akan mengoperasikan kelanjutan Jalan Tol Gempol-Pasuruan yaitu seksi Gempol-Bangil (6,8 km) dan seksi Rembang-Pasuruan (6,6 km) serta seksi terakhir Jalan Tol Semarang-Solo yaitu seksi Bawen-Salatiga (17,50 km) pada triwulan III 2017.

Pada tahun ini Jasa Marga juga menargetkan pengoperasian Jalan Tol Surabaya-Mojokerto Ruas Sepanjang-Krian (15,5 km), Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (41,69 km), Jalan Tol Solo-Ngawi (90,25 km) dan Jalan Tol Ngawi-Kertosono (49,51 km).

Selain itu, untuk meningkatkan kapasitas investasi, Jasa Marga berencana melakukan aksi korporasi berupa Sekuritisasi Pendapatan Tol Jagorawi serta Project Bonds. Sekuritisasi Pendapatan Tol Jagorawi ini berbasis pendapatan di masa mendatang atau future revenue base securities yang direncanakan sekitar Rp2 triliun, yang mana saat ini masih dalam proses finalisasi registrasi ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sedangkan Project Bonds masih dalam tahap persiapan dan konsultasi dengan lembaga terkait.

"Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya pendanaan alternatif pengembangan proyek jalan tol baru, dimana melalui Anak Perusahaan Jalan Tol, akan menyelesaikan target penambahan pengoperasian jalan tol sekitar 660 km hingga tiga tahun kedepan. Saat ini Perseroan memiliki hak konsesi sepanjang 1.260 km," tambah Agus.

Sedangkan pada sisi operasional, Jasa Marga layani 4,4 juta kendaraan di gerbang tol utama pada periode arus mudik dan arus balik Lebaran 1438 H/2017. Optimalisasi pelayanan Jasa Marga selama periode arus mudik dan balik kepada pengguna jalan tol melalui penggunaan jalan tol darurat, rekayasa lalu lintas, optimalisasi Gerbang Tol Cikarang Utama, peningkatan penetrasi uang elektronik, serta mengoptimalisasikan rest area dan parking bay. Keberhasilan dalam melayanai pengguna jalan tol selama arus mudik balik Lebaran tahun ini juga didukung oleh sinergi antar instansi baik itu dengan pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kepolisian dan Kementerian Perhubungan.

"Hal ini sebagai upaya Jasa Marga untuk memberikan pelayanan yang baik untuk para pengguna jalan tol dan sebagai upaya mendukung program mudik nasional Pemerintah," tutup Agus.

sumber :

Minggu, 04 Juni 2017

Penampakan Jalan Tol Brebes Pemalang dari Udara untuk Mudik 2017

Inilah Penampakan Jalan Tol Brebes Pemalang dari Udara yang akan digunakan untuk mudik 2017



sumber :

Meski Gratis, GT Salatiga akan Berfungsi Sebagai Tempat Pembayaran


Gerbang Tol Salatiga yang berada di Kecamatan Tingkir, 
Salatiga, Jawa Tengah. Gerbang tol ini menjadi ujung dari ruas 
Tol Bawen-Salatiga. Gambar diambil pada Kamis (25/5/2017)
(KOMPAS.com/DANI PRABOWO)


UNGARAN, KompasProperti - Tingkir Exit (Tingxit) yang merupakan pintu keluar dari ruas tol seksi tiga Bawen-Salatiga diperkirakan akan menjadi titik penumpukan kendaraan pada saat mudik Lebaran 2017.

Prediksi kemacetan panjang ini bertolak dari fakta di lapangan yakni terdapat penyempitan jalur dari jalan tol ke jalan reguler.

Selain itu, PT Trans Marga Jateng (TMJ) selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Semarang-Solo akan memberlakukan tarif untuk perjalanan Semarang-Bawen di gerbang tol (GT) Salatiga yang ada di Kecamatan Tingkir.

"Bawen-Salatiga memang bebas biaya karena masih fungsional, tapi pembayaran Semarang-Bawen dilakukan di GT Salatiga yang ada di Tingkir," kata Manajer Operasional TMJ Fauzi Abdurrahman kepada KompasProperti, Sabtu (3/6/2017) siang.

Dia mengakui, ada kekhawatiran terjadinya penumpukan jalan, namun PT TMJ memastikan tidak akan terjadi penumpukan kendaraan yang berlebihan di Tingxit.


TMJ akan berkoordinasi dengan Kepolisian dan Dinas Perhubungan di dua wilayah yang dilewati yakni Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga, guna menentukan rekayasa lalu lalu lintas berupa sistem buka tutup di beberapa titik yang sudah ditentukan.

Kondisi terkini Ruas Tol Bawen-Salatiga per 17 Februari 2017
(Ridwan Aji Pitoko)



Menurut rencana, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) akan melakukan uji kelayakan ruas Tol Bawen-Salatiga pada H-10 lebaran.

Fungsionalisasi ruas Tol Bawen-Salatiga ini diharapkan bisa memecah kemacetan yang kerap terjadi di jalur selatan khususnya antara Bawen Kabupaten Semarang hingga Blotongan dan Salatiga Kota.

Selama mudik 2017, fungsionalisasi Tol Bawen-Salatiga ini berlaku satu arah untuk kendaraan yang sudah masuk sejak dari Tol Semarang saja. Arah sebaliknya, dari Salatiga ataupun dari Bawen, kendaraan belum diperbolehkan masuk.

Sedangkan untuk pengenaan tarifnya, hanya perlu membayar untuk ruas Semarang-Bawen, dan pembayarannya akan ditarik di pintu tol Salatiga.

Sementara untuk pemudik tujuan Yogyakarta, tetap keluar di pintu Tol Bawen seperti biasanya.

Sebelumya dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka Kesiapan Pengamanan Ramadhan Idul Fitri 2017 di Ruang Dharma Satya Kantor Setda Kabupaten Semarang, Rabu (31/5/2017) siang, Fauzi memastikan Jalan Tol Semarang-Solo seksi III, yakni ruas tol Bawen-Salatiga dipastikan berfungsi saat mudik Lebaran 2017.


Pekerjaan tol Bawen-Salatiga, cut and fill tanah sepanjang 
2 kilometer antara Kandangan-Polosiri, Bawen. 
Gambar diambil Kamis (30/3/2017).
(Kompas.com/ Syahrul Munir)

"Karena masih bersifat fungsional, maka kendaraan yang melintas hanya cukup membayar tarif tol dari Semarang ke Bawen saja. Selebihnya dari ruas Bawen ke Salatiga gratis," kata Fauzi.

Sementara berkaca kejadian Brexit pada tahun lalu, TMJ telah mengambil langkah antisipatif guna menghindari kemacetan panjang di exit toll Tingkir (Tingxit). Antara lain dengan sistem buka tutup berdasarkan panjang antrean di pintu tol Tingkir. 

"Jadi panjang antrean berapa kami sudah ada standard operational procedure (SOP). Kami ada rekayasa lalu lintas. Jadi kalau sudah sampai kilometer 52 kami alihkan ke (exit) Bawen," jelasnya.

Begitu pula jika pengalihan ke exit Bawen terjadi antrean hingga satu kilometer, maka akan dilakukan dilakukan pengalihan ke exit Ungaran.

"Itu SOP-nya sudah kita sampaikan dalam rakor linsek tadi," imbuhnya.

sumber :

Sambut Arus Mudik Lebaran 2017, Pengerjaan Jalan Tol Soker Akan Dihentikan H-7


Koordinator lapangan tol Soker pejabat pembuat komitmen (PPK) 
Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), 
Amal Ginting dan Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak, 
saat melakukan pengecekan tol Soker, Jumat (2/6/2017) lalu. 


TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Pengerjaan jalan tol Solo - Kertosono (Soker), tepatnya ruas jalan Solo - Ngawi, Jatim mulai H-7 Lebaran 2017 akan dihentikan.

Dihentikannya tersebut karena jalan tol Soker akan dibuka sebagai jalur alternatif pada arus mudik dan balik Lebaran 2017.

Koordinator lapangan tol Soker pejabat pembuat komitmen (PPK) Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), Amal Ginting, mengatakan, jalan tol Soker akan dibuka satu jalur pada arus mudik dan balik Lebaran.

Hal ini karena masih ada beberapa lahan warga yang dibebaskan.

"Nanti akan ada beberapa titik yang diharuskan untuk perpindahan jalur karena masih pengerjaan yang belum selesai," katanya, Minggu (4/6/2017).

Dia menyebutkan perpindahan jalur tersebut akan terjadi di dua titik ruas jalan tol Soker yakni di kawasan Kali Pepe, Klodran dan Donohudan, Boyolali.

Ginting menambahkan, selama arus mudik Lebaran akan dibuka dua pintul tol Soker yakni di pintu masuk Tol Ngasem dan Klodran.

"Begitu juga pada waktu arus balik nanti keluar lewat pintu tol Klodran dan Ngasem," jelasnya.

Sampai saat ini masih ada empat ruas tol Soker yang dikerjakan.

Keempat titik ruas tol Soker ini berada di Ngasem, Kali Pepe, Sobokerto dan Donohudan, Boyolali.

"Luasnya sekitar 21 kilometer," katanya.(*)

sumber :

Sabtu, 03 Juni 2017

FLY OVER BREBES-TEGAL-PURWOKERTO UPDATE 31 MEI 2017



sumber :
youtube.com

H-7 Lebaran, Ruas Tol Bawen-Salatiga Difungsikan


SURVEI: Polres Salatiga dan Dinas Perhubungan Salatiga melakukan 
survei dan pemetaan di pintu exit tol Tingkir Salatiga, 
Senin (8/5/2017). (manteb.com/tata-way)


SALATIGA, MANTEB.Com – Tujuh hari jelang lebaran dipastikan jalan tol Semarang-Solo ruas Bawen-Salatiga sudah bisa difungsikan. Kepastian tersebut diputuskan setelah beberapa hari ini pihak pengelola tol Trans Marga Jawa Tengah melakukan uji coba kelayakan.

Kepastian tersebut juga sudah dibahas dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral yang dihadiri oleh Trans Marga Jawa Tengah, Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang, Polres Semarang, dan jajaran pegawai negeri sipil (PNS) di Gedung Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang, Rabu (31/5/2017).

“H-7 sudah dipastikan secara fungsional sudah bisa dioperasikan,” kata Manajer Operasional PT Trans Marga Jawa Tengah, Fauzi Abdulrahman, saat ditemui sesuai Rapat Koordinasi Lintas Sektoral.

Lebih lanjut Fauzi menuturkan, jalan tol Bawen-Salatiga sepanjang 17,5 km saat dibuka nantinya masih gratis. Namun bagi pemudik yang melintas dari Kota Semarang hingga Salatiga, akan dikenai tarif yang sama dari ruas tol Ungaran-Bawen sebesar Rp 7.500. Untuk pembayaran dilakukan di gardu tol yang berada di exit tol Salatiga.

Untuk menghindari kemacetan di wilayah exit tol Tingkir, khususnya saat antrean pembayaran di gardu tol, beberapa antisipasi sudah dilalukan oleh petugas dengan rekayasa lalu lintas.

Apabila antrean sudah melebihi 2 km di exit tol Tingkir, maka arus lalu lintas akan dialihkan ke exit tol Bawen. Namun jika masih ada kemacetan, akan dialihkan ke exit tol Ungaran.

“Jadi kalau sudah sampai KM 52 itu kita alihkan ke Bawen, demikian juga dari Bawen kalau sudah 1 km kita alihkan ke Ungaran,” terang Fauzi.

Penulis : Tata Rahmanta

sumber :

Ini Daftar Ruas Tol Trans-Jawa Bebas Tarif Alias Gratis


Perlintasan di Jalan Tol Solo Kertosono (Soker) di Sragen, 
Jawa Tengah(Kontributor Surakarta, M Wismabrata)


JAKARTA, KompasProperti - Sejumlah ruas Jalan Tol Trans-Jawa akan difungsikan atau digunakan sementara selama mudik dan balik Lebaran 2017.

Ruas yang difungsikan ini nantinya dibebaskan dari biaya alias gratis.

"Kalau yang dikenakan tarif hanya yang sudah dioperasikan," kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Herry Trisaputra Zuna di Galeri Nasional Jakarta, Jumat (2/6/2017).

Untuk ruas Tol Trans-Jawa yang akan difungsikan adalah sebagai berikut:

  1. Ruas Tol Brebes Timur hingga Weleri. Ruas ini terdiri atas Brebes Timur-Pemalang yang meliputi Seksi 3 Brebes Timur-Tegal dan Seksi 4 Tegal-Pemalang.
  2. Kemudian ruas Tol Pemalang-Batang yang terdiri atas Seksi 1 Pemalang-Pekalongan dan Seksi 2 Pekalongan-Batang.
  3. Selanjutnya ruas Tol Batang-Semarang yang baru selesai hingga Weleri, terdiri atas Seksi 1 Batang-Batang Timur dan Seksi 2 Batang Timur-Weleri.
  4. Ruas Tol Semarang-Solo tepatnya Seksi 3 Bawen-Salatiga.
  5. Ruas Tol Solo-Ngawi meliputi Kertosuro-Karanganya, Karanganya-Sragen, Sragen-Mantingan dan Mantingan-Widodaren.
  6. Ruas Tol Ngawi-Kertosono, Kertosono-Mojokerto, Mojokerto-Surabaya dan Gempol-Pasuruan.
sumber :

H-10 Lebaran, Pemudik Bisa Lewati Empat "Flyover" Brebes-Tegal



Jalan layang Dermoleng yang berada di wilayah Ketangungan,
Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
(KOMPAS.com / DANI PRABOWO)

JAKARTA, KompasProperti - Penyebab munculnya titik rawan kemacetan di pintu keluar (exit) Tol Brebes Timur (Brexit) tahun lalu salah di antaranya adalah perlintasan sebidang kereta api.

Untuk mengatasinya, sejak 2017, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun 4 jalan layang atau flyover di Dermoleng, Klonengan, Kesambi dan Kretek di Kabupaten Brebes dan Tegal.

"Empat flyover Brebes-Tegal fungsional H-10 Lebaran," tulis pembuka video di Instagram Kementerian PUPR @kemenpupr.

Setiap harinya, terutama pada musim mudik lebaran terdapat 97 kereta api yang melewati perlintasan.

Jika tiap kereta membutuhkan waktu melintas 5 menit maka diperkirakan 9 jam per hari arus lalu lintas menjadi terhambat pada titik ini.

Dengan adanya keempat flyover ini diharapkan dapat memperlancar arus mudik Lebaran 2017.

Masing-masing perkembangannya yaitu di Dermoleng sudah mencapai 84,86 persen, Klonengan 94,23 persen, Kesambi 78,68 persen, dan Kretek 76,84 persen. Ini merupakan hasil pemantauan per 31 mei 2017.

Jalan Layang Dermoleng-Ketanggungan memiliki panjang 650 meter yang dikerjakan oleh kontraktor PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Pembangunan jalan ini menelan biaya Rp 62 miliar.

Sementara itu, untuk Jalan Layang Klonengan-Prupuk sepanjang 1.011 meter, bernilai kontrak Rp 112 miliar. Pengerjaannya dilakukan oleh kontraktor PT Hutama Karya (persero) Tbk.

Kemudian, Jalan Layang Kesambi dengan panjang 470 meter dibangun oleh PT Brantas Abipraya. Nilai kontraknya mencapai Rp 58 miliar.

Terakhir, Jalan Layang Kretek dengan panjang 700 meter dikerjakan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk dengan nilai kontrak Rp 82 miliar.



sumber :
kompas