javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
INFO : REUNI AKBAR SMP N 2 SIMO BOYOLALI 2017 BULAN DESEMBER 2017....AYOO BERGABUNG (Info&Pendaftaran : 085727059929)

cari di blog ini

Selasa, 22 November 2011

Dirut TMJ pengelola jalan tol Semarang-Solo diganti

SEMARANG: Direktur Utama PT Trans Marga Jawa Tengah Agus Suharjanto yang habis masa periode kepimpinannya kini diganti oleh Jaja Sudrajat.

Komisaris PT Trans Marga Jawa Tengah Danang Atmodjo membenarkan pergantian pimpinan utama pada perusahaan konsorsium antara PT Jasa Marga dan PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT) sebagai BUMD yang mewakili Pemprov Jateng.

PT Trars Marga Jateng (TMJ) merupakan perusahaan pemegang lisensi jalan tol Semarang-Solo.
Menurut Danang, pergantian tersebut disebabkan oleh habisnya periode kepemimpinan Agus. Periodenya sudah habis, sesuai aturan yang bersangkutan menjabat sekitar empat hingga lima tahun.
Dia membantah jika pergantian Agus berkaitan dengan persoalan sengketa PT Istaka Karya sebagai kontraktor dengan sub kontraktor dalam pembangunan jalan tol seksi I Semarang-Ungaran.
Sebelumnya sempat muncul permasalahan tentang pembayaran kewajiban terhadap sejumlah sub kontraktor PT Istaka Karya yang menjadi salah satu pelaksana pembangunan jalan tol Semarang-Solo.

Setelah diganti, lanjutnya, Agus Suharjanto akan kembali ke tugasnya di PT Jasa Marga.

Anggota DPRD Jateng Sri Praptono mengaku belum mengetahui pergantian pimpinan dirut Trans Marga Jawa Tengah itu. Pergantian tersebut diharapkan kinerja perusahaan konsorsium itu harus lebih baik.

Praptono yang juga Politikus Partai Keadilan Sejahtera itu mengatakan, tugas untuk membangun jalan tol itu masih memrelu waktu panjang, sehingga pimpinan yang mengoloa konsorsoum itu juga harus berkapasitas.(ant/rsj) 
 
sumber :

Kamis, 17 November 2011

Pengelola Cor Bukit Ceper dan Mengaspal

ilustrasi : bukit ceper (akses keluar tol ungaran) foto : soklin
Tol Semarang-Ungaran Dibuka


JALAN tol Semarang-Solo seksi I atau ruas Semarang-Ungaran resmi dibuka untuk umum, Sabtu (12/11). Meskipun tol sepanjang 14,1 kilometer sempat memicu perdebatan banyak pihak, namun pembukaan jalan tetap berlangsung.
Sejauh ini, lalu lintas tol yang telah dibuka Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto ini terkendala pada pintu keluar di Ungaran yang terbilang sempit karena hanya dua lajur dua jalur.

Sebelumnya, terdapat pihak yang pesimistis dengan kondisi tol yang dibangun di atas tanah labil. Benar saja, kekhawatiran itu terjadi lantaran jalan tol beberapa kali mengalami penundaan pembukaan. Bahkan, akibat pergerakan tanah, sepanjang 500 meter ruas tol Gedawang-Susukan sempat longsor dan ambles.

Namun, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), PT Trans Marga Jateng (TMJ), dan konsultan yang juga pakar geoteknik Prof Paulus P Rahardjo meyakini jalan tol tersebut aman dilewati dan kerusakan jalannya sudah ditangani secara komprehensif.

Hasil pantauan Suara Merdeka, pengelola melakukan pembenahan atau perbaikan untuk memberikan kenyamanan maupun keamanan bagi pengguna jalan. Pengerjaan proyek tersebut dilakukan sebelum tol resmi dibuka untuk umum.
Salah satu lokasi pembenahan terjadi di pintu keluar tol Ungaran, tepatnya di bukit Ceper wilayah Sidomulyo, Ungaran yang kini terbelah untuk jalan bebas hambatan tersebut. Bukit di sisi timur kawasan kota itu diperkuat agar tidak longsor. Adapun, caranya dengan sistem cor tembak pada bagian tebingnya.

Tebing yang dicor tersebut memiliki enam tingkat mirip sistem terasering. Pengecoran ini belum semuanya dilakukan, namun pengerjaannya baru sekitar separonya atau 50 persen. Pegawai Koperasi Jasa Marga, Kusnandar mengatakan, pengecoran dengan sistem semprot ini dilakukan untuk mengantisipasi tanah longsor di bukit Ceper.
“Di sela-sela bukit, terdapat pipa saluran air untuk memberikan jalan bagi resapan air,” katanya.

Pekerjaan lain seperti pengaspalan jalan juga dilakukan di tiga titik atau lokasi di ruas jalan tol Semarang-Ungaran. Ini untuk meratakan jalan tol yang di beberapa ruasnya bergelombang tersebut. “Terdapat tiga titik yang ruas jalannya harus diaspal. Langkah ini untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan tol,” tandas pengawas proyek yang enggan disebutkan namanya.

Selain itu, pengeprasan lahan di bukit Cemara Sewu wilayah Susukan, Ungaran juga masih tampak menjelang dibukanya jalan tol tersebut. Tanah yang diambil kontraktor pelaksana di bawah PT Waskita Karya itu selanjutnya digunakan untuk menimbun proyek tol lanjutan, yakni Ungaran-Bawen.

Kondisi ini bisa membahayakan pengguna jalan karena terdapat puluhan truk yang mondar-mandir untuk mengambil tanah tersebut. Hingga kemarin, belum ada rambu peringatan di persimpangan jalan untuk keluar masuk proyek.
Pelaksana proyek PT BSDA di bawah PT Waskita Karya, Agung Nugroho menyatakan siap memasang rambu peringatan demi keselamatan pengguna jalan tol. “Saya setuju, kalau dioperasikan, di persimpangan bukit Cemara Sewu akan kami pasang tanda,” ujarnya kemarin.

Komisaris Utama PT TMJ Danang Atmodjo mengemukakan, tol Semarang-Ungaran telah siap dan layak dilewati, sementara penggunaannya untuk kendaraan golongan I seperti mobil pribadi. Pembukaan jalan tol ini pun sudah mempertimbangkan aspek keamanan bagi penggunanya. (Royce Wijaya, Yoseph Hary W, Modesta Fiska-39)

sumber :

Rabu, 16 November 2011

Belum Jelas, Relokasi Sekolah Yang Terkena Tol

Belum Jelas, Relokasi Sekolah Yang Terkena Tol
SEMARANG, KOMPAS.com - Sekolah-sekolah yang terkena proyek pembangunan tol Semarang-Solo ruas Ungaran-Bawen masih belum juga direlokasi. Padahal pembangunan sudah berjalan dan relokasi sudah direncanakan sejak tahun 2008.

Guru kelas IV SD Klepu 02, Riyanto, Rabu (16/11/2011), mengatakan, pihak sekolah belum juga mendapat kejelasan mengenai relokasi sekolah yang berada di Desa Klepu, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah itu. Padahal di sekitar sekolah itu, pembangunan sudah berjalan. Tiang pancang sudah ditanam.

"Sementara ini memang kontraktor sepakat untuk bekerja di luar jam belajar agar tidak mengganggu. Tetapi kami tidak bisa tenang dalam kegiatan belajar dan mengajar, karena belum ada kepastian kemana kami akan pindah," katanya.

Kepala Sekolah SD Negeri Bawen 04, Supardi Achmad Zaenuri, mengungkapkan hal senada. Sekolahnya belum juga mendapat kejelasan mengenai relokasi sekolah yang rencananya akan menjadi pintu keluar tol. Padahal, kata Supardi, rencana relokasi itu sudah dibahas sejak tahun 2008.

Terpisah, Ketua Tim Pembebasan Tanah Tol Semarang-Solo yang baru, Waligi, mengungkapkan, pihaknya akan segera menyelesaikan masalah tersebut. Relokasi SD menjadi prioritas utama untuk diselesaikan. Ada empat SD dan satu TK yang terkena proyek tol Ungaran-Bawen dan harus direlokasi. 
sumber :
kompas

Enam Ruas Tol Siap Tender Tahun Depan

Terdapat dua proyek yang sudah mendapat dukungan tanah dan konstruksi.

Pembangunan jalan tol Semarang-Solo (Antara/ Prasetyo Utomo)
VIVAnews - Pemerintah terus mengejar pembangunan infrastruktur, terutama pembangunan jalur bebas hambatan atau jalan tol. Selain proyek Tol Trans Jawa, pemerintah juga siap menenderkan setidaknya enam ruas tol di berbagai daerah pada 2012.

"Ada yang sudah mendapat dukungan tanah 100 persen. Ada juga yang sudah ada dukungan tanah dan konstruksinya," kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Ahmad Ghani Gazali, ketika berbincang dengan VIVAnews.com, di Jakarta, Senin 14 November 2011.

Ghani menuturkan, tender untuk jalan tol tersebut masih terganjal adanya Peraturan Presiden Nomor 56 Tahun 2011 tentang Perubahan Perpres Nomor 67 Tahun 2005 tentang Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur.

Dalam aturan itu disebutkan pengadaan tanah melalui dukungan pemerintah dilaksanakan oleh menteri/kepala lembaga/kepala daerah sebelum pemasukan dokumen. "Itu masih multi interpretatif, tetapi semangatnya sebelum ditender tanah harus sudah siap," ungkapnya.

Pada 2012, dari enam proyek tol yang siap ditenderkan, terdapat dua proyek yang sudah mendapat dukungan tanah dan konstruksi, yaitu proyek tol Medan-Kuala Namu-Tebing Tinggi sepanjang 60 kilometer dan ruas Cileunyi-Sumedang-Dawuan sepanjang 58,5 kilometer.

Sementara itu, tiga proyek tol siap tender lainnya baru mendapat dukungan tanah yaitu ruas Soreang-Pasir Koja (Seroja/Bandung) sepanjang 15 kilometer, ruas Pekanbaru-Dumai sepanjang 135 kilometer, dan ruas Pandaan-Malang sepanjang 37,62 kilometer.

Satu ruas proyek tol masih belum mendapatkan dukungan tanah dan konstruksi, tetapi sudah siap untuk ditender pada 2012, yaitu ruas Medan-Binjai sepanjang 15,8 kilometer.

Berikut, enam proyek jalan tol yang siap tender pada 2012 :
1. Medan-Kuala Namu-Tebing Tinggi sepanjang 60 km, nilai investasi Rp4,75 triliun.
2. Cileunyi-Sumedang-Dawuan sepanjang 58,5 km, nilai investasi Rp5,1 triliun.
3. Soreang-Pasir Koja (Seroja) sepanjang 10,57 km, nilai investasi Rp1,02 triliun.
4. Pekan Baru-Dumai sepanjang 135 km, nilai investasi Rp8,44 triliun.
5. Pandaan-Malang sepanjang 37,6 km, nilai investasi Rp2,52 triliun.
6. Medan-Binjai sepanjang 15,8 km, nilai investasi Rp1,29 triliun.
BERITA TERKAIT 

Dua Investor Belum Teken Amendemen Trans Jawa
9 Penguasa Jalan Tol Trans Jawa
Daftar Ruas Tol Baru Sepanjang 2012
Proyek Tol Bogor-Sukabumi Dimulai Bulan Ini
Jadwal dan Nilai Proyek Tol Bocimi Dievaluasi
 
sumber :
vivanews


Selasa, 15 November 2011

Sehari Dilewati 10.571 Mobil

Tol Semarang-Ungaran

Semarang, Cybernews. Sebanyak 10.571 unit mobil pribadi masuk jalan tol Semarang-Ungaran selama hari Senin (14/11). Pengguna jalan masih belum dikenakan pembayaran tarif masuk tol senilai Rp 5.500/ mobil sejak jalur bebas hambatan itu resmi dibuka Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto, Sabtu (12/11). Dari jumlah mobil yang melewati tol, arus kendaraan masih didominasi dari arah Semarang menuju Ungaran.

Berdasarkan data PT Trans Marga Jateng (TMJ), arus kendaraan masuk tol dari Semarang ke Ungaran itu mencapai 61,85 persen atau 6.538 unit. Sebaliknya, mobil dari Ungaran ke Semarang 38,15 persen atau 4.033 unit. Pengganti sementara (Pgs) Direktur Utama PT TMJ Ari Nugroho didampingi Kepala Bagian Operasional Sabilillah mengatakan, dominasi mobil yang melintasi tol memang berasal dari arah Semarang ke Ungaran.

Dengan banyaknya mobil melintas tersebut, maka gardu tol Banyumanik pun lebih banyak dibuka untuk melayani kendaraan dari Semarang ke Ungaran. "Ada tiga gardu tol Banyumanik yang kami buka untuk melayani kendaraan dari arah Semarang. Untuk kendaraan dari Ungaran ke Semarang kami buka dua gardu saja," katanya.

Pengguna jalan masih bisa memanfaatkan tol secara gratis hingga hari Rabu (16/11). Terkait pemberlakuan tarif masuk tol, TMJ sempat melakukan ralat terhadap tanggal resmi pengguna jalan dikenakan pembayaran tiket. Sebelumnya, TMJ sempat menginformasikan ke masyarakat soal pemberlakuan pembayaran tol pada hari Selasa (15/11). Informasi itu telah disampaikan melalui selebaran yang dibagikan ke pengguna tol, termasuk lewat spanduk di pinggir jalan.

Namun, ternyata pembayaran tiket masuk tol baru bisa dikenakan pengguna jalan pada hari Kamis (17/11), tepatnya pukul 00.00. "Semula, acuan kami adalah pidato pak menteri (Djoko Kirmanto- ) yang menginformasikan tol dibuka gratis selama tiga hari. Setelah kami lihat surat keputusan (SK- ) kenyataannya pemberlakuan gratis berlangsung tujuh hari sejak SK ditandatangani menteri," ungkapnya.

Dalam hal ini, pihaknya menyatakan, surat keputusan tersebut ditandatangani Menteri PU pada hari Kamis (10/11) sehingga pembayaran tarif masuk tol baru bisa diberlakukan, Kamis (17/11). Kekeliruan itu membuat TMJ harus menarik selebaran dan langsung melakukan penggantian. Selebaran yang semula berwarna kuning dan berisikan informasi pembayaran tol mulai tanggal 15 November kini telah berganti warna biru. Selebaran baru untuk meluruskan informasi itu telah dibagikan ke pengguna jalan yang masuk ke gerbang tol.

Anggota Komisi D DPRD Jateng Kamal Fauzi menyayangkan adanya informasi yang belum valid tapi telah disampaikan ke masyarakat tersebut. Ini tentu bisa menjadikan masyarakat bingung. "Kita menyayangkan soal itu, sebelum memperoleh data valid semestinya jangan diinformasikan ke masyarakat dulu," ujarnya. Sosialisasi harus terus dilakukan untuk memberikan kejelasan terhadap masyarakat.


( Royce Wijaya / CN34 / JBSM )


Baca Juga
Menteri PU Minta Maaf, Truk dan Bus Belum Boleh Masuk Tol
Menteri PU Minta Para Bupati Bisa Kerja Sama
Menteri PU Siap Canangkan Seksi II Tol Semarang-Solo
Berharap Kemacetan Terakhir di Ungaran
Menteri PU Bayar Tiket Masuk Pertama
Pengoperasian Tol Semarang-Ungaran Bantu Urai Kemacetan Watugong
Gubernur: Tarif Tol Semarang-Ungaran Tidak Mahal
Pembayaran Subkontraktor Diselesaikan BUMN
Subkontraktor Didukung Tempuh Jalur Hukum
TMJ Serahkan Uang Rp 52 Miliar ke Kurator 
sumber :

Tol Semarang-Solo Gratis hingga 17 November 2011

KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA Jalan Tol Semarang-Ungaran
di Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (11/11/2011
).
SEMARANG, KOMPAS.com — Pengguna jalan tol Semarang-Solo, seksi I ruas Semarang-Ungaran, Jawa Tengah, memperoleh perpanjangan melintas jalan tol yang dibangun senilai Rp 2 triliun itu secara gratis sampai 17 November 2011.


Setelah gratis selama enam hari maka mulai Kamis, 17 November 2011, pukul 00.00, pengendara mobil yang melintas wajib membayar tiket karcis tol.
-- Danang Atmodjo


Perpanjangan gratis melintas jalan tol itu sebagai bukti komitmen PT Trans Marga Jateng, selaku pengelola dan pembangun jalan tol, kepada warga pengguna jalan tol di Jawa Tengah.

Komisaris Utama PT Trans Marga Jateng, Danang Atmodjo, Selasa (15/11/2011), menyampaikan, jalan tol baru ruas Semarang-Ungaran yang dibuka oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dan resmi beroperasi sejak Sabtu (12/11/2011) itu semula gratis selama tiga hari sampai Selasa (15/11/2011).

Namun, setelah memperhatikan animo masyarakat pengguna jalan tol cukup banyak, pengenaan tiket tol sebesar Rp 5.500 per kendaraan itu akhirnya ditunda sampai 17 November mendatang.

"Setelah gratis selama enam hari maka mulai Kamis 17 November 2011 pukul 00.00, pengendara mobil yang melintas wajib membayar tiket karcis tol," ujar Danang Atmodjo.

Jalan tol ruas Semarang-Ungaran sejak dibuka setidaknya sudah tercatat lebih dari 15.000 kendaraan per hari yang melintas. Menikmati jalan tol yang baru ini, bagi sebagian pengguna jalan tol, merupakan pengalaman baru pula karena pemandangan di jalan tol ini lumayan bagus.Ruas jalan tol yang dibangun dengan kontur lahan yang berbukit, lembah, dan jurang ini merupakan jalan tol kedua setelah jalan Tol Cipularang, Jawa Barat, yang memiliki jembatan dengan panjang rata-rata 300 meter dengan ditopang tiang jembatan yang memiliki ketinggian 20-50 meter. 
sumber :
kompas

Akses Masuk Tol Diusulkan Searah

SEMARANG – Untuk mengantisipasi kemacetan yang diperkirakan bakal terjadi di pintu keluar Tol Ungaran di Kelurahan Sidomulyo, diusulkan agar Jalan Letjen Soeprapto hanya dikhususkan untuk kendaraan yang keluar tol.

Selain sempit, jalan tersebut bakal macet jika digunakan untuk akses masuk tol. Polres Semarang selama ini masih memfungsikan akses masuk tol Ungaran lewat Sidomulyo. Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jateng Sasmito mengatakan, akses masuk tol disarankan hanya melalui Jalan MT Haryono, yang tembus ke Kelurahan Kalirejo yang juga dijadikan akses keluar tol.

”Kalau tidak begitu dua tahun akan macet terus.Biasanya terjadi pada Sabtu-Minggu,” ungkapnya, kemarin. Pihaknya menyangsikan usulan Pemkab Semarang yang meminta Jalan Letjen Soeprapto dijadikan jalan nasional. Sebab untuk mengusulkan jalan kabupaten menjadi jalan provinsi saja sulit.

”Sudah diserahkan ke Jasa Marga. Sebab jalan kabupaten sepanjang 800 meter itu tidak bisa berdiri sendiri, karena menjadi satu dengan jalan tol,”katanya. Pada prinsipnya,kata Sasmito, pihaknya sangat mendukung tol karena bisa mengurai kemacetan. Anggota Komisi D DPRD Jateng itu juga meminta instansi terkait agar memasang rambu-rambu penunjuk jalan menuju akses masuk tol di Ungaran ke Semarang yang melewati Jalan MT Haryono.

Sepengetahuannya belum ada penunjuk jalan yang melalui jalan di sebelah Benteng Willem II untuk menuju ke Kalirejo. Kabag Ops Polres Semarang AKP Sugandi saat dikonfirmasi membenarkan jika saat ini belum terpasang ramburambu penunjuk jalan menuju ke akses masuk tol ke Kalirejo. Sebab hal itu kewenangannya ada di Satlantas Polres Semarang.

”Nanti akan dirapatkan dengan Dishubkominfo.Itu kewenangan anggota lalu lintas yang bertugas,”katanya. Untuk menghindari kemacetan di pertemuan antara kendaraan yang masuk dan keluar tol di Jalan Letjen Soeprapto, pihaknya telah mengalihkan arus.Kendaraan dari arah Bawen di lewatkan jalan di sebelah selatan Benteng Willem II Ungaran.

Depan pertigaan DPRD dipasang barikade agar kendaraan dari Bawen tidak masuk ke Letjen Soeprapto. ”Akses ke Kalirejo bisa dijadikan jalur alternatif untuk masuk tol,”katanya. Sementara itu, tarif masuk tol secara gratis akan diperpanjang. Jika sebelumnya hanya diberlakukan selama tiga hari setelah diresmikan,kini diperpanjang hingga Rabu (16/11). ”Pada Kamis (17/11) pukul 00.00 mulai bayar sebesar Rp5.500,” kata Komisaris PT Trans Marga Jateng Danang Atmodjo,kemarin. arif purniawan

sumber :

Tidak Lagi Antre Panjang

Arus di Jalur Keluar Tol Dipantau

UNGARAN - Tiga hari pascapembukaan jalan tol Semarang-Ungaran, arus kendaraan di akses keluar tol dari pintu gerbang di Kalirejo hingga pertigaan DPRD, tidak lagi ditemui antrean panjang.

Pantauan kemarin, kondisi jalur keluar tol justru sepi. Kepadatan arus keluar tol hanya terlihat saat pagi hari pukul 10.00-11.00. Berdasar perhitungan petugas unit pelaksana perhubungan (UPP) Salatiga di lapangan, pada rentang waktu tersebut kendaraan keluar tol 370 mobil dan 156 sepeda motor.

Sementara, kendaraan masuk tol dari pertigaan DPRD menuju gerbang di Kalirejo mencapai puncak pukul 06.00-07.00, dengan 177 mobil dan 181 sepeda motor. Puncak kepadatan di jalur akses keluar masuk tol tersebut disinyalir karena jam-jam tersebut merupakan waktu masyarakat berangkat dan mulai pulang beraktivitas.

Komandan regu survei Dishub Jateng Mahmudi ditemui di perempatan Sidomulyo Ungaran mengungkapkan, di luar waktu padat itu, arus kendaraan lebih lancar. Pihaknya bersama tim memantau untuk mengevaluasi pelayanan pengguna tol saat melewati jalur keluar.

Menurutnya, pemantauan dilakukan selama tiga hari, yaitu berakhir Rabu(16/11) pukul 06.00. ’’Sejauh ini belum direkap. Nanti akan menjadi acuan untuk melangkah di lapangan jika perlu perubahan traffic light atau perubahan jalur,’’ katanya.

Meski terlihat sepi, antrean kendaraan keluar tol sempat muncul sebelum traffic light Sidomulyo, sepanjang beberapa puluh meter dan tidak lama. Dari jalur sisi barat gerbang tol Ungaran, pengendara mulai jarang, menyusul hujan deras selepas siang, kemarin.

Kepala UPP Salatiga Sri Yatno mengatakan, kondisi jalur keluar masih lancar. Pihaknya mengaku akan merekapitulasi hasil survei kendaraan di jalur keluar itu untuk dilakukan evaluasi, sebelum akhirnya tarif tol resmi diterapkan. ’’Sejauh ini kami masih koordinasi, apakah perlu pengalihan jalur atau tidak. Kami tidak bisa menentukan sendiri,’’ tandasnya. (K33-61)
 
sumber :

Traffic Light Sidomulyo Diprogram Ulang

Atasi Macet Keluar Tol Ungaran 
 
UNGARAN- Sejumlah perubahan terkait fungsi rambu lalu lintas di sepanjang jalan akses keluar tol Ungaran dilakukan, kemarin. Hal itu untuk mencegah penumpukan atau antrean kendaraan, terutama yang keluar melalui pintu tol.

Perubahan terutama dilakukan pada traffic light di perempatan Sidomulyo Ungaran. Nyala lampu hijau traffic light pengatur arus kendaraan keluar dari pintu tol-pertigaan DPRD yang semula 43 detik, kemarin menjadi 47 detik. Sementara lampu merah yang semula 63 detik, dikurangi menjadi 51 detik.

Penambahan rentang waktu nyala lampu hijau dan pengurangan waktu nyala lampu merah tersebut dilakukan mulai pukul 10.00, kemarin.

Hingga menjelang sore, petugas yang melakukan perubahan, dari Dishub Provinsi Jateng dan unit pelaksana perhubungan (UPP) Salatiga, masih berjaga di sekitar perempatan.

Kepala UPP Salatiga Sri Yatno ditemui di lokasi mengungkapkan, selain perubahan lama nyala lampu traffic light, pihaknya juga mengubah pergantian laju kendaraan di perempatan tersebut.
Menurutnya, kendaraan di simpang empat tersebut semula berjalan setelah masing-masing lampu hijau menyala secara bergantian atau disebut empat fase.

Mulai kemarin, pihaknya mengubahnya menjadi tiga fase, yaitu membarengkan nyala merah atau hijau pada traffic light pengatur laju kendaraan dari dan ke arah pintu tol.

Kendaraan dari DPRD yang hendak masuk ke timur dan sebaliknya yang keluar dari tol menuju barat, akan menemui nyala lampu merah atau hijau bersamaan.
Kalau dari timur berhenti, dari barat juga berhenti. Kalau dari timur jalan, dari barat juga jalan. Jadi bareng, sementara dari arah selatan (S Parman) dan utara (Jl A Yani) tetap gantian, lanjutnya.

Pihaknya bekerja sama dengan jajaran Polres Semarang dan Dishub Kabupaten Semarang.
Sementara, petugas Dishub sejak pagi hingga malam juga diturunkan di sekitar perempatan itu untuk menghitung kendaraan yang lewat. Itu dimaksudkan untuk mengevaluasi kepadatan lalu lintas dari waktu ke waktu.
Lumayan Lancar

Kasubag TU UPP Salatiga Agus Iskandar yang bertugas di lapangan mengatakan, kendaraan yang keluar dari tol menuju DPRD lebih sedikit dibanding hari sebelumnya. Dengan demikian, kondisi arus keluar tol kemarin lumayan lancar.

Hasil perhitungannya, kendaraan keluar dari tol selepas siang mencapai 100 sedan/30 menit, dan 80 sepeda motor. Sabtu dan Minggu lalu lebih tersendat karena akhir pekan dan masyarakat banyak melakukan perjalanan, jelasnya.
Hingga kemarin, menurutnya, belum ada instruksi untuk melakukan perubahan jalur. Namun bukan tidak mungkin hal itu akan dilakukan selama terjadi kepadatan arus kendaraan.

Sebagaimana diberitakan, akses keluar tol hingga pertigaan DPRD dapat diubah menjadi searah jika dibutuhkan. Sementara untuk kendaraan masuk ke tol dapat melewati perempatan kerkof dan Benteng Willem II dan tembus ke pintu tol melalui Kalirejo.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Sasmito mengatakan, akses pintu keluar tol semarang-ungaran harus segera dilebarkan menjadi empat lajur.

Kalau posisi sekarang yang dua lajur hanya membuat masalah baru, ini seperti halnya memindah kemacetan saja. Karena itu, PT Jasa Marga, Pemprov Jateng maupun Pemkab Semarang harus bisa memikirkan untuk pelebaran dengan pembebasan lahan, tandasnya.

Dia menilai, masyarakat yang berada di akses pintu keluar tol bakal setuju dengan proses pembebasan lahan. Namun, pembebasan itu harus memberlakukan ganti untung, bukan rugi. Bila tidak ada pembebasan lahan, maka kemacetan akan terus terjadi hingga pintu keluar tol Bawen selesai pada pertengahan tahun 2013. Masyarakat tentu saja akan lama menunggunya. (K33,J17,J14-61) 
 
sumber :

Minggu, 13 November 2011

Awal Terwujudnya Jalan Tol Terpanjang di Jateng

ANTARA - Setelah menjalani proses pembangunan, pengujian, hingga pengoperasian, impian masyarakat Jawa Tengah untuk melihat keberadaan jalan tol Semarang-Solo dengan panjang sekitar 75,8 kilometer mulai menampakkan secercah harapan.

Impian tersebut sedikit demi sedikit mulai terwujud dengan peresmian pengoperasian penggalan pertama jalan tol Semarang-Solo, rute Kota Semarang hingga Ungaran, Kabupaten Semarang, oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto di Gerbang Tol Banyumanik Semarang, Sabtu (12/11).

Butuh waktu hampir tiga tahun untuk pembangunan ruas tol ini, hingga Kementerian Pekerjaan Umum memutuskan untuk memberi izin operasional.

Pembangunan jalan bebas hambatan sepanjang 14 kilometer ini diawali dengan pencanangan oleh Gubernur Bibit Waluyo di Kelurahan Kramas, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, pada 31 Januari 2009.

Ruas tol Semarang-Solo akan menjadi jalan bebas hambatan terpanjang di Jawa Tengah, jika telah selesai pembangunannya.

Saat ini, panjang jalan tol yang ada di Jawa Tengah baru mencapai sekitar 25 kilometer, yang berada di Kota Semarang.

Berbagai permasalahan dan kendala menghadang proses pembangunan jalan tol yang memakan waktu hampir tiga tahun, hingga dapat dioperasikan penuh tersebut.

Beberapa permasalahan yang dihadapi di antaranya masalah pembebasan lahan, tantangan geologi, hingga penyelesaian hak sejumlah rekanan kontraktor proyek tol ini.

Proses pembebasan lahan di sejumlah titik, sempat mengalami kendala menyusul adanya keengganan sejumlah warga untuk menjual tanahnya.

Bahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terpaksa menempuh jalan konsinyasi atau menitipkan uang ganti rugi di Pengadilan Negeri untuk menyelesaikan permasalahan itu.


Tantangan Geologi

Permasalahan lain yang tidak kalah penting juga dalam proses pembangunan jalan tol ini, yaitu munculnya retakan di salah satu lokasi, tepatnya di KM STA 5+500-5+700, di Gedawang, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.

Retakan sepanjang 200 meter tersebut terjadi hanya beberapa hari setelah pembangunan rute pertama konstruksi tol ini dinyatakan selesai.

Gubernur Bibit Waluyo mengakui, retak yang muncul di salah satu titik ruas tol ini gagal diantisipasi.

Ia menuturkan, perencanaan awal pada bagian ini kurang matang sehingga retakan yang terjadi ini gagal diantisipasi.

"Kalau perencanaan awal hanya 60 persen, maka risikonya seperti ini. Kalau mengerjakan rencana besar, tentu risikonya juga besar," katanya.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jawa Tengah, Teguh Dwi Paryono mengatakan, terjadinya retakan terhadap konstruksi tol semacam itu, bukan pertama kali terjadi di Indonesia.

Menurut dia, terdapat dua kondisi geologi di sekitar lokasi pembangunan tol Semarang-Solo.

Pertama, kata dia, terdapat struktur patahan yang sejajar dengan jalur tol di Kilometer 5. Keberadaan strutur patahan diperlihatkan dari kemunculan mata air di sekitar lokasi tol yang retak.

"Terdapat struktur patahan, namun sudah mati. Munculnya mata air tersebut menandakan adanya struktur patahan," katanya.

Kondisi kedua, lanjut dia, terdapat struktur tanah lempung di bagian dalam tanah.

Meski demikian, kata dia, longsor yang menyebabkan keretakan terhadap badan jalan tol ini bukan disebabkan oleh cekungan air tanah yang ada di bawah konstruksi.

Pendapat senada disampaikan salah satu anggota tim teknis proyek Tol Semarang-Solo, Imam A Sadisun. Konstruksi jalan tol ini berada di atas struktur patahan minor.

Selain itu, menurut dia, konstruksi jalan ini dibangun di atas tanah yang merupakan sisa longsoran lama atau "Paleo Landslinde".

Ia mengatakan, kemunculan mata air di sekitar konstruksi jalan tol inilah yang harus mendapat perhatian dan upaya penanganan.

Ia menjelaskan, setidaknya terdapat lima sendang atau mata air di sekitar kawasan itu.

"Masalah uatama dalam pembangtunan konstruksi ini yakni air. Air masuk dalam sela-sela timbunan tanah," kata Ketua Program Studi Teknik Geologi Institut Teknologi Bandung ini.

Pendapat serupa disampaikan pakar hidrologi Universitas Diponegoro Semarang, Robert J Kodoatie. Konstruksi jalan tol ini berada di kawasan bukan cekungan air tanah.

Menurut dia, mata air tersebut berasal dari aliran antara, yang hanya muncul saat musim penghujan.

"Mata air ini hanya muncul saat musim penghujan. Saat kemarau, alirannya akan menghilang," kata Koordinator Presidium Lembaga Konsumen Jasa Konstruksi Jawa Tengah ini.

Oleh karena itu, lanjut dia, dalam penanganan konstruksi jalan tol ini harus menitikberatkan pada pembangunan sistem drainase yang baik.

"Masalah utamanya adalah air, oleh karena itu harus buat sistem drainase, terutama di sekitar timbunan tanah," tambahnya.

Permasalahan terhadap konstruksi tol ini diperparah oleh penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan yang dinilai tidak lazim.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Jawa Tengah, Danang Atmodjo mengatakan, upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi dampak hambatan geologis tersebut telah dilakukan.

Selain mengubah konstruksi untuk mengurangi beban jalan, menurut dia, pelaksana proyek juga menanam "boredpile" di sejumlah tempat yang dinilai bermasalah.


Biaya

Pembangunan jalan tol Semarang-Solo, ruas Kota Semarang hingga Ungaran, Kabupaten Semarang, telah menelan dana hingga hampir Rp2 triliun dari berbagai sumber pendanaan.

"Sumber pendanaan mulai dari tahap perencanaan, pembebasan lahan, hingga pembangunan konstruksi," kata Gubernur Bibit Waluyo.

Menurut dia, tahap perencanaan pembangunan jalan tol ini dibiayai sebesar Rp3,8 miliar dari Anggaran pendapatan dan Belanja Daerah 2004.

Selanjutnya, kata dia, tahap pembebasan lahan yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara telah terealisasi sebesar Rp547 miliar.

Ia menuturkan, untuk tahap pembangunan konstruksi yang dibiayai oleh PT Trans Marga Jawa Tengah, pembangunan jalan tol sepanjang 14 kilometer ini menelan dana hingga Rp1,374 triliun.

Untuk biaya rekayasa teknis, kata dia, merupakan tanggung jawab dari pihak kontraktor.

Ia menjelaskan, wewenang penyelesaian jalan tol yang meliputi pengaturan, pembinaan, pengusahaan, dan pengawasan berada di bawah Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum.

Menurut dia, pembangunan jalan tol Semarang-Solo yang meliputi perencanaan, pelaporan, desain teknis, serta studi kelayakan telah dilakukan sesuai prosedur.

"Berbagai kendala teknis yang muncul secara cepat ditangani sesuai kaidah teknis yang berlaku," katanya.

Operasional

Setelah pembangunan konstruksi dinyatakan selesai pada Februari 2011, ruas tol sepanjang 14 kilometer ini sempat dioperasikan sekitar 20 hari untuk melayani arus mudik dan balik Lebaran.

Jalan tol ini selanjutnya kembali ditutup untuk menjalani uji kelayakan, sebelum akhirnya resmi dioperasikan oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto pada Sabtu (12/11).

Peresmian tol Semarang-Ungaran tersebut ditandai dengan pembayaran perdana oleh Menteri Pekerjaan Umum di loket gerbang tol Banyumanik.

Pembayaran tersebut menandai pengoperasian jalan tol yang sudah tertunda selama beberapa waktu.

Usai membayar, Menteri Pekerjaan Umum yang didampingi gubernur Jawa Tengah, bersama para rombongan menyempatkan diri untuk menyusuri jalan tol tersebut, hingga pintu keluar di Ungaran.

Dalam kesempatan tersebut, tarif yang dikenakan untuk kendaraan yang melintasi jalan tol ini sebesar Rp5.500 per unit.

Meski telah resmi dibuka, pengoperasian jalan tol ini belum sepenuhnya sempurna mengingat keterbatasan akses keluar di wilayah Ungaran.

Ia mengakui akses keluar di wilayah Ungaran yang masih relatif sempit.

Menurut dia, untuk memperluas akses keluar tol ini relatif sulit, sehingga jalan keluar untuk pemecahannya yakni dengan mempercepat penyelesaian penggalan lanjutan, yakni Ungaran-Bawen.


Ungaran-Bawen

Impian masyarakat untuk merasakan jarak tempuh antara Semarang-Solo yang lebih singkat semakin mendekati kenyataan dengan pencanangan pembangunan penggalan kedua jalan tol Semarang-Solo, rute Ungaran hingga Bawen, Kabupaten Semarang, sepanjang 11,9 kilometer.

Menteri Pekerjaan Umum dalam pencanganan halaman Sekolah Dasar 01 Klepu, kabupaten Semarang, Sabtu (12/11), meminta pembangunan ruas tol penggalan kedua ini harus selesai dalam 18 bulan.

"Paling lambat 18 bulan harus selesai, sehingga pada pertengahan 2013 dapat dioperasikan," kata Djoko.

Menurut dia, keberadaan jalan tol ini akan menjadi penunjang pertumbuhan perekonomian di wilayah Jawa Tengah.

Ia mengungkapkan, terdapat sedikit kendala dalam mengupayakan percepatan penyelesaian ruas tol Semarang-Solo ini.

"Pembangunan ruas tol ini membutuhkan dukungan penuh pemerintah," katanya.

Ia menjelaskan, saat ini Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, dan Kementerian Keuangan sedang membahas mekanisme yang tepat agar ruas tol ini dapat segera terbangun.

"Dengan demikian, sebelum tahun 2015, tol Semarang-Solo sudah selesai," katanya.

Beberapa mekanisme yang memungkinkan untuk pembangunan ruas tol ini, lanjut dia, yakni pembiayaan yang dilakukan dahulu oleh pihak swasta, yang kemudian akan pengembalian dananya dilakukan oleh pemerintah setelah proyek selesai.

"Termasuk PT Jasa Marga siap membangun dahulu," tambahnya.

Hal lain yang tidak kalah penting, menurut dia, dukungan pemerintah dalam upaya pembebasan lahan.

Ia menilai, masih terdapat perbedaan persepsi di masyarakat tentang jalan tol, sehingga proses pengadaan lahan untuk jalan bebas hambatan ini cukup sulit.

Pewarta : Immanuel Citra Senjaya
Penyunting : M Hari Atmoko 
 
sumber :

Jasa Marga Siap Talangi Pembebasan Lahan

Tol Semarang-Solo

Mekanisme Pembayaran Masih Dikaji Menkeu
Semarang, CyberNews. PT Jasa Marga Tbk siap menalangi dana pembebasan lahan ruas tol Semarang-Solo senilai Rp 1,9 triliun, termasuk di dalamnya penggalan kedua Ungaran-Bawen yang sudah mulai dicanangkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Kendati demikian, Jasa Marga meminta pemerintah pusat memberikan kepastian terkait mekanisme pembayaran untuk penggantian yang dialokasikan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Direktur Utama PT Jasa Marga Frans Sunito menegaskan, dana talangan ini juga harus dituangkan dalam perjanjian khusus agar segera dibayarkan pascapengesahan anggaran yang dialokasikan dalam APBN.

"Harus ada perjanjian mengikat tentang dana talangan tersebut, kami sih siap-siap saja asal ada kepastian dari pusat," ungkap Frans di sela pencanangan ground breaking ruas tol Ungaran-Bawen di Klepu Kabupaten Semarang.

Menteri PU Djoko Kirmanto menjelaskan, soal alternatif pembayaran dengan mekanisme talangan ini masih dibahas dengan Menteri BUMN dan Menkeu. Namun, dipastikan pusat menginginkan proses pembebasan lahan untuk percepatan jalan tol Semarang-Solo harus segera diselesaikan paling lambat pada akhir tahun 2014.

Pemilik konsesi ruas Semarang-Solo dikuasai oleh PT Trans Marga Jateng (TMJ) anak perusahaan PT Jasa Marga dan PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT) BUMD wakil Pemprov Jateng.

"Aturan soal mekanisme talangan itu masih dibahas Menkeu, yang pasti Jasa Marga siap bangun dulu dan pemerintah akan mengembalikan dana talangan secara bertahap," ujar Djoko Kirmanto.

( Modesta Fiska /CN33 / JBSM )



Baca Juga
Tarif Tol Semarang-Ungaran Rp 5.500
Tiga Menteri Akan Buka Tol Semarang-Ungaran
Komisi D Sudah Pernah Minta TMJ Mereview Amdal
Tol Ungaran-Bawen Pilih Tanah Labil
TMJ Pastikan Subkontraktor Dapatkan Haknya
Tuntut Hak, Subkontraktor Berjuang Sendiri
Kejari Panggil Subkontraktor Tol Semarang-Ungaran
Subkontraktor Berhak Tagih Utang Lewat Kurator
Izin Blokade Tol Semarang-Solo Diperpanjang
Jalan Tol Ungaran-Bawen Digarap
sumber :

BNI Kucurkan Rp 11 Triliun Untuk Jalan Tol

Herdaru Purnomo - detikFinance

Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) telah mengucurkan fasilitas kredit pembangunan jalan tol sebesar Rp 11,02 triliun hingga Oktober 2011.

Diantaranya BNI telah menyalurkan kredit kepada PT Trans Marga Jateng untuk mendukung pembangunan jalan tol ruas Semarang – Solo Tahap 1, terdiri dari Seksi 1 (Semarang - Ungaran) dan Seksi 2 (Ungaran – Bawen), sebesar Rp 668,8 miliar.

Demikian disampaikan Direktur Utama BNI, Gatot M Suwondo dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu (13/11/2011).

"Jalan tol merupakan infrastruktur strategis yang memiliki efek multiplier dalam pembangunan ekonomi. BNI juga telah menetapkan sektor konstruksi dan tranportasi sebagai salah satu dari 8 sektor unggulan dalam fokus bisnisnya. Delapan sektor yang menjadi fokus bisnis BNI tersebut adalah agribisnis, komunikasi, kelistrikan, perdagangan besar dan eceran, minyak, gas dan pertambangan, konstruksi/transportasi, makanan – minuman, serta bahan kimia termasuk barang dari karet," papar Gatot.

Khusus untuk jalan tol ruas Semarang – Solo yang baru saja diresmikan, BNI bertindak sebagai coordinating arranger (agen fasilitas dan agen jaminan) sindikasi perbankan dalam memberikan fasilitas kredit untuk membiayai pembangunan jalan tol ini.

Sebagai coordinating arranger sindikasi, BNI memberikan komitmen pemberian fasilitas kredit sebesar Rp 1,61 triliun. Sedangkan fasilitas kredit dari anggota sindikasi adalah dari Bank Mandiri Rp 1,84 triliun, BRI Rp 1,15 triliun, dan Bank Jateng Rp 100 miliar.

"Fasilitas kredit jalan tol ini merupakan salah satu komitmen BNI dalam mendukung akselerasi pembangunan infrastruktur di Tanah Air," tutur Gatot.

Jalan tol ruas Smearang – Solo yang sepanjang 75,7 km ini memiliki nilai proyek sebesar Rp 6,83 triliun dengan sumber pembiayaan dari perbankan sebesar Rp 4,697 triliun dan sisanya dari self financing.

Pembangunan jalan tol ruas Semarang – Solo akan dibagi dalam 2 tahap dan 5 seksi. Tahap 1 terdiri dari Seksi 1 (Semarang – Ungaran sepanjang 14,1 km) dan Seksi 2 (Ungaran – Bawen sepanjang 8,11 km).

Tahap 2 terdiri dari Seksi 3 (Bawen – Salatiga sepanjang 20,91 km), Seksi 4 (Salatiga – Boyolali sepanjang 24,14 km), dan Seksi 5 (Boyolali – Solo sepanjang 8,41 km). PT Trans Marga Jateng merupakan perusahaan pemegang konsesi jalan tol ruas Semarang – Solo, sebagai perusahaan patungan antara PT Jasa Marga (60% saham) dan PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah, sebuah BUMD Pemda Jateng (40% saham).

Tahun ini, beberapa ruas jalan tol yang dibiayai oleh BNI juga telah diresmikan beroperasinya. Antara lain, jalan tol ruas Kanci – Pejagan (35 km) dengan pemilik konsesi PT Semesta Marga Raya dan BNI juga bertindak sebagai sindication lead. Kemudian jalan tol Surabaya – Mojokerto Seksi 1A (Waru – Sepanjang), dengan pemilik konsesi PT Marga Nujyasumo Agung dan BNI juga bertindak sebagai sindication lead.

sumber :

MENTERI PU LAKUKAN PENCANNGAN TOL SEKSI II UNGARAN - BAWEN


Menteri PU Djoko Kirmanto didampingi Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, Wakil Ketua Komisi V DPR-RI Nusyirwan Soejono,melalukan pengguntingan pita tanda dimulainya pencangan (Ground breaking) pembangunan jalan tol seksi II Ungaran – Bawen dan peresmian pengoperasian ruas tol seksi I Semarang-Ungaran, Sabtu (12/11) di Ungaran Semarang Jawa Tengah.

Dengan diresmikannya penggunaan jalan tol yang berjarak 11 kilometer itu, diharapkan dapat mengatasi kepadatan arus lalu lintas dari Semarang-Ungaran yang sangat padat . Untuk sementara, jalan tol tersebut masih dinyatakan tertutup untuk truk dan bus. Ruas jalan tol Seksi I Semarang – Ungaran yang dioperasikan ini merupakan bagian dari rencana pembangunan tol Semarang – Solo .

“ Kami meminta kepada para Walikota/Bupati yang wilayahnya terlintasi proyek jalan tol untuk bisa bekerja sama. Kerja sama itu dalam arti untuk ikut melakukan upaya penyelesaian masalah pembebasan tanah,” kata Menteri PU Djoko Kirmanto. Dikatakannya, tiga hari ke depan masyarakat yang melintasi jalan tol tersebut masih digratiskan, sesuai dengan Undang-Undang tarif tol Semarang-Ungaran sekitar Rp 5.500.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jateng Bibit Waluyo mengatakan, jalan tol dapat mengurai kemacetan di wilayah Ugaran yang merupakan jalur utama Semarang-Solo dan Semarang-Yogyakarta. Jalan tol ini juga dapat menjadi alternatif jalur yang sering mengalami kemacetan. "Pemerintah telah menyelesaikan penggal pertama dari beberapa penggal yang direncanakan dan diloanjutkan dengan ruas tol seksi II Ungaran - Bawen," katanya

Ruas Tol Semarang-Ungaran (seksi I) adalah seksi pertama dari rencana pembangunan tol Semarang-Solo yang terdiri dari lima seksi, yakni seksi I Semarang–Ungaran sepanjang 16,3 km, seksi II Ungaran–Bawen (13,33 km), seksi III Bawen–Salatiga (18,2 km),seksi IV Salatiga–Boyolali (22,4 km), dan seksi V Boyolali– Karanganyar (11,1 km). Panjang keseluruhan ruas tol mencapai 75,7 kilometer dengan nilai investasi 8 triliun rupiah. Seksi I memiliki medan yang paling berat jika dibandingkan dengan keempat seksi lainnya, karena medan yang berbukit-bukit dengan lembah curam di kedalaman sekitar 50 meter dan rawan longsor .

Jalur tol Semarang-Ungaran sendiri diperkirakan dapat menampung kapasitas sebanyak 23 ribu-27 ribu kendaraan setiap harinya. Sementara ruas Semarang-Solo sekitar 32 ribu kendaraan setiap hari. Dengan adanya ruas tersebut, rute Semarang-Solo dapat ditempuh hanya dengan satu jam perjalanan. (jons)

Pusat Komunikasi Publik
131111

sumber :

Menteri PU Minta Maaf, Truk dan Bus Belum Boleh Masuk Tol

JABAT TANGAN: Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo
bersalaman dengan Menteri Pekerjaan Umum 
Djoko Kirmanto saat acara pembukaan jalan tol Semarang - Ungaran.
Semarang, CyberNews. Hari kedua pengoperasian jalan tol Semarang - Ungaran disambut antusias warga. Terbukti, Minggu pagi (13/11), lalu lintas dua jalur tol terpantau cukup ramai oleh lalu lalangnya mobil pribadi. Mengingat, sejak Sabtu sampai Senin besok, atas perintah Menteri PU, pengelola tol PT Trans Marga Jateng (TMJ) tidak diperbolehkan menarik biaya tol sebesar Rp 5.500.

Itu sebabnya di beberapa gerbang tol yang tersedia, tidak terjadi antrean sebagaimana lazimnya, meski pertugas tol tetap berjaga-jaga.

Atas pemberlakukan kendaraan Golongan I yakni mobil pribadi yang berbadan kecil saja yang diperbolehkan melintasi jalan tol berjarak 11,4 km ini.

Atas kebijakan ini, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto meminta maaf pada masyarakat. "Kami selaku pemerintah minta maaf kepada pengguna jalan, karena jalan tol baru boleh dilalui oleh kendaraan kecil. Truk dan bus untuk sementara tidak diperbolehkan melintas," kata Djoko Kirmanto sesuai acara Pencanangan (ground breaking) Proyek Tol Seksi II di Ungaran, Kabupaten Semarang Sabtu sore (12/11) kemarin.

Hal itu karena exit tol di Ungaran, persisnya di jalan Letjen Suprapto, tidak memungkinkan jika terjadi antrean truk dan bus yang akan keluar dari tol. "Ini akan menyebabkan kemacetan baru di wilayah Ungaran," sambung menteri.

Namun Djoko Kirmanto belum menjelaskan, bagaimana solusi untuk membangun kawasan exit tol Ungaran itu.

( Bambang Isti /CN32 )

Baca Juga
Gedung Pramuka Bisa Disewakan
Bibit Waluyo: Bandara di Semarang Terjelek di Indonesia
Senin, Pengeboran Flyover Kalibanteng Akan Dimulai
Belanda Tak Lagi Biayai Kolam Retensi Banger
Infrastruktur Pelabuhan Hambat Investasi
Rambu Jalur Alternatif Dipasang
Lumpur Proyek Ganggu Jalan Arteri Yos Sudarso
Kotori Jalan, Proyek Hotel Holiday Dikeluhkan
Pembangunan Jalan Layang Kalibanteng Dimulai
Akses Warga Tambaklorok Terancam Ditutup
sumber :

Target Rampung Pertengahan 2013



Ground Breaking atau pencanangan dimulainya pembangunan proyek jalan tol Seksi II Semarang-Solo pada ruas Ungaran-Bawen dimulai, Sabtu (12/11).

Ditandai dengan penekanan tombol sirene dan pelepasan balon ke udara, pencanangan itu dilakukan oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto didampingi oleh Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo di Desa Pringapus, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang di mana tempat awal dimulainya pembangunan tol yang berjarak 11,9 km.

Ruas tol Ungaran-Bawen itu ditargetkan akan selesai pada pertengahan 2013. Diharapkan oleh Djoko Kirmanto, permasalahan yang terkait dengan pembebasan tanah agar segera dituntaskan. Untuk itu dia meminta para Bupati yang kotanya dilalui proyek tol, agar bisa membantu penyelesaian masalah pembebasan tanah.

Pada hari yang sama, pencanangan itu menyusul dengan pengoperasian tol seksi I Semarang-Ungaran yang telah berkali-kali terbengkalai. Menteri PU meminta maaf, karena jalan tol itu baru bisa dilalui oleh kendaraan golongan I, yakni mobil pribadi. Sesuai dengan Undang-undang, tarif tol Semarang-Ungaran sebesar Rp 5.500.
 
Reporter & Kameraman: Bambang Isti
Dubber: Vallen Aztriko
Editor Video: Arief
sumber :

Tol Ungaran-Bawen Rampung 2013

SM/Irawan Aryanto BAYAR TOL: 
Menteri PU Djoko Kirmanto membayar karcis, 
menandai pembukaan tol Semarang-Ungaran, 
Sabtu (12/11). (65)
Tarif Semarang-Ungaran Rp 5.500

SEMARANG - Proyek pembangunan tol Ungaran-Bawen sepanjang 11,9 km ditargetkan rampung dalam waktu 18 bulan. Semula, target penyelesaian proyek tol Semarang-Solo seksi II itu 23 bulan, tapi Menteri PU Djoko Kirmanto meminta percepatan menjadi 1,5 tahun saja.

Permintaan Djoko tersebut disanggupi PT Trans Marga Jateng (TMJ), pengelola tol Semarang-Solo. Empat paket konstruksi di ruas tersebut akan dirampungkan secepat mungkin.

Hal itu terungkap dalam ground breaking proyek tol Ungaran-Bawen di lapangan Desa Klepu, Kecamatan Priangapus, Kabupaten Semarang, Sabtu (12/11).

Bersama Gubernur Bibit Waluyo dan Bupati Semarang Mudjirin, Djoko menekan tombol peresmian pencanangan proyek jalan tol Semarang-Solo seksi II tersebut.

Dia berharap pembangunan tol Ungaran-Bawen bisa dikebut agar semua jenis kendaraan bisa melewati jalan tol Semarang-Solo. ‘’Sementara kendaraan kecil dulu yang boleh lewat karena pintu exit masih sempit di Ungaran. Aturan ini sambil menunggu tol ke Bawen selesai,’’ papar Djoko.

Jika target 18 bulan itu dihitung sejak ground breaking, maka tol Ungaran-Bawen harus selesai pada April 2013. Namun, pembangunan seksi II diketahui sudah berlangsung beberapa pekan, sehingga seharusnya bisa lebih cepat lagi.

Djoko juga secara resmi membuka penggunaan tol Semarang-Ungaran untuk umum. Berada semobil dengan Gubernur, secara simbolis dia membayar karcis di gerbang tol Banyumanik II menandai beroperasinya penggalan I ini.

Gratis Tiga Hari

Tarif di ruas sepanjang 11 km ini Rp 5.500 atau Rp 500/km. Untuk sementara, hanya kendaraan golongan I saja seperti mobil pribadi yang diperbolehkan melintas.

Pasalnya, akses jalan di pintu keluar di Ungaran masih sempit. Kendaraan berat dengan banyak muatan seperti truk atau trailer tetap harus melalui jalur biasa.

Selama tiga hari hingga Senin besok, penggunaan tol ini digratiskan. “Untuk tarif tiga hari ini masih gratis, selanjutnya bayar Rp 5.500 ya. Tidak mahal, itu sudah ada perhitungannya,” terang Djoko.

Dana ekuitas perseroan berupa kredit investasi dari sindikasi bank, yakni BNI, Mandiri, BRI, dan Bank Jateng, turut mendukung proyek tol Semarang-Solo yang memiliki total panjang 72,64 km. ‘’Dukungan bank ini sangat membantu penyelesaian proyek. Kami akan berupaya merampungkan seksi II lebih cepat agar kendaraan besar bisa melintas,’’ ujar Pjs Dirut TMJ Ari Nugroho.

Bibit menambahkan, masyarakat harus ikut mendukung proyek tol. Salah satunya dengan membantu proses pembebasan lahan.

Bupati/wali kota juga diminta bekerja keras menyelesaikan masalah pembebasan lahan yang sering menimbulkan persoalan baru. ‘’Bayar tanah sesuai appraisal, nggak perlu tawar-tewer, kami ingin masyarakat diuntungkan. Apalagi brokar-broker itu jangan sekali-kali coba-coba. Awas saja kalau sampeyan mau bermain-main harga. Tolong bupati/wali kota awasi ketat proses pembebasan lahan yang akan dilalui,’’ tegas Bibit. (J14,J17-65) 
 
sumber :

Lusa Jasa Marga Mulai Bangun Seksi II Proyek Tol Semarang-Solo

Penulis : Bunga Pertiwi Adek Putri
SEMARANG--MICOM: PT Trans Marga Jawa Tengah (TMJ) akan memulai proses konstruksi proyek tersebut pada Senin (14/11).

Perusahaan itu merupakan anak usaha BUMN PT Jasa Marga Tbk, pemegang konsesi ruas tol Semarang-Solo dengan rute Ungaran-Bawen sepanjang 11,9 kilometer.

Itu menyusul dilaksanakan tiang pemancangan proyek tersebut di Semarang, Sabtu (12/11). Pelaksanaan konstruksi senilai Rp2,1 triliun tersebut akan dilaksanakan dengan empat paket konstruksi oleh tiga kontraktor BUMN.

Kontraktor itu yakni PT Waskita Karya, PT Pembangunan Perumahan, dan PT Adhi Karya. Konsultan perencana adalah PT Virama Karya.

Pembagian pengerjaan terdiri atas Paket III Lanjutan dengan rute Kalirejo-Beji sepanjang 3,25 kilometer dan Paket VI Lemah Ireng-Bawen sepanjang 1,015 kilometer dilaksanakan PT Waskita Karya.

Paket IV dengan rute Beji-Tinalun sepanjang 3,9 kilometer dilaksanakan PT Pembangunan Perumahan dan Paket V dengan rute Tinalun-Lemah Ireng sepanjang 3,825 kilometer dikerjakan PT Adhi Karya.

Direktur Teknik dan Operasional TMJ Ari Nugroho mengatakan, pelaksanaan konstruksi dengan sistem paket dilaksanakan paralel dengan pelaksanaan pembebasan lahan. (NG/OL-5) 
 
sumber :

Sabtu, 12 November 2011

Tol Ungaran-Bawen Harus Selesai 18 Bulan



Pembangunan jalan tol Ungaran-Bawen akan menjadi penunjang pertumbuhan perekonomian di wilayah Jawa Tengah. Foto: Investor Daily/ ANTARA/R. Rekotomo/ss/11 Pembangunan jalan tol Ungaran-Bawen akan menjadi penunjang pertumbuhan perekonomian di wilayah Jawa Tengah. Foto: Investor Daily/ ANTARA/R. Rekotomo/ss/11

SEMARANG - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto meminta pembangunan penggalan kedua jalan tol Semarang-Solo, rute Ungaran hingga Bawen, Kabupaten Semarang, sepanjang 11,9 kilometer dapat selesai dalam 18 bulan.

"Paling lambat 18 bulan harus selesai, sehingga pada pertengahan 2013 dapat dioperasikan," kata Djoko ketika mencanangkan dimulainya pembangunan jalan tol Semarang-Solo, rute Ungaran hingga Bawen, Kabupaten Semarang, Sabtu.

Menurut dia, keberadaan jalan tol ini akan menjadi penunjang pertumbuhan perekonomian di wilayah Jawa Tengah.

Ia mengungkapkan, terdapat sedikit kendala dalam mengupayakan percepatan penyelesaian ruas tol Semarang-Solo ini. "Pembangunan ruas tol ini membutuhkan dukungan penuh pemerintah," katanya.

Ia menjelaskan, saat ini Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, dan Kementerian Keuangan sedang membahas mekanisme yang tepat agar ruas tol ini dapat segera terbangun. "Dengan demikian, sebelum tahun 2015, tol Semarang-Solo sudah selesai," katanya.

Beberapa mekanisme yang memungkinkan untuk pembangunan ruas tol ini, lanjut dia, yakni pembiayaan yang dilakukan dahulu oleh pihak swasta, yang kemudian akan pengembalian dananya dilakukan oleh pemerintah setelah proyek selesai.  "Termasuk PT Jasa Marga siap mambangun dahulu," tambahnya. (tk/ant)

sumber :

Tol Semarang-Ungaran Dioperasikan, Tiga Hari Pertama Gratis

REPUBLIKA.CO.ID,SEMARANG -- Pengendara yang melintasi jalan. Tol Semarang-Solo seksi I (Semarang-Ungaran) dibebaskan dari tarif tol. Penggratisan biaya tol ini dilakukan hingga tiga hari ke depan.

"Pembebasan tarif ini sebagai kompensasi dioperasikannya tol pada hari ini," ujar Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, saat menghadiri pencanangan (ground breaking) jalan tol Semarang-Solo seksi II di SD I Klepu, Ungaran, Sabtu (12/11).

Pada Selasa (15/11) mendatang, barulah tarif tol akan diberlakukan yakni Rp 5.500. Tarif ini, dinilainya tidaklah tinggi, pasalnya diperlukan dana yang tidak sedikit untuk biaya pemeliharaan jalan.

Pengoperasian jalan tol Semarang-Solo seksi I (Semarang-Ungaran) dilakukan hari ini. Pengoperasian awal ditandai dengan masuknya Djoko dan melakukan pembayaran tol diiringi dengan mobil-mobil yang lain.

Terkait hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, berharap pengoperasian tol ini berguna bagi pertumbuhan perekonomian Jateng. "Tol ini akan menyedot juga kegiatan perekonomian di sekitar Jateng, seperti Yogyakarta dan Jawa Timur bagian barat seperti Pacitan, Bojonegoro dan sekitarnya," jelas Bibit.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula pencanangan untuk jalan Tol Semarang-Solo seksi II (Ungaran-Bawen). Diharapkan seksi II ini selesai dalam waktu 18 bulan yakni pada pertengahan November 2012.

Redaktur: taufik rachman
Reporter: Qommarria Rostanti

sumber :

Menteri PU Siap Canangkan Seksi II Tol Semarang-Solo


Ungaran, CyberNews. Pada Sabtu (12/11) Menteri Pekerjaan Umum (PU), Djoko Kirmanto, akan melakukan pencanangan (Ground breaking) proyek jalan tol Semarang-Solo seksi II, ini merupakan proyek penggalan dua yang akan segera dilakukan pembangunanya dari jarak Ungaran-Bawen.

Tanda pencanangan tersebut berupa pemancangan paku bumi di areal, di mana akan dimulainya pembangunan tol seksi II ini. Lokasi titik dimulainya pembangunan tol ini berada di Desa Pringapus, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang.

Ground breaking ini akan dimulai pukul 15.00 WIB. Menteri PU didampingi oleh Gubernur Jateng Bibit Waluyo. Sebagai pengelola jalan tol pihak Trans Marga Jateng (TMJ) telah melakukan upaya pelaksanaan proses ganti untung kepada warga yang tanahnya harus di gusur.

Menteri PU Minta Para Bupati Bisa Kerja Sama

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Djoko kirmanto, meminta kepada para bupati yang wilayahnya terlintasi proyek jalan tol untuk bisa bekerja sama. Kerja sama itu dalam arti untuk ikut melakukan upaya penyelesaian masalah pembebasan tanah.Hal itu dikatakan Djoko Kirmanto dalam sambutannya, ketika melakukan pencanangan (Ground breaking) proyek seksi II ruas Ungaran-Bawen, Sabtu (12/11), di Kelurahan Pringapus, Kabupaten Semarang. Untuk menandai pembangunan proyek tol penggalan dua ini, Menteri PU melakukan pemencetan tombol dan pengguntingan pita.
Terkait dengan pengoperasian seksi I Semarang-Solo yang hari ini mulai dioperasikan, Menteri PU meminta maaf, karena jalan tol itu baru bisa dilalui oleh kendaraan golongan I, yakni mobil pribadi. Namun, untuk tiga hari ke depan masyarakat yang melintasi jalan tol tersebut masih digratiskan, sesuai dengan Undang-Undang tarif tol Semarang-Ungaran sekitar Rp 5.500.


( Bambang Isti /CN31 / JBSM )


Baca Juga
Menteri PU Minta Para Bupati Bisa Kerja Sama
Berharap Kemacetan Terakhir di Ungaran
Menteri PU Bayar Tiket Masuk Pertama
Pengoperasian Tol Semarang-Ungaran Bantu Urai Kemacetan Watugong
Gubernur: Tarif Tol Semarang-Ungaran Tidak Mahal
Subkontraktor Didukung Tempuh Jalur Hukum
TMJ Serahkan Uang Rp 52 Miliar ke Kurator
Tarif Tol Semarang-Ungaran Tunggu Sertifikasi Kelaikan
Pembayaran Subkontraktor Tol Segera Diselesaikan
Tol Senilai Rp 1,92 Triliun Tak Kunjung Beroperasi

sumber :

Tol Semarang-Solo Resmi Beroperasi

SEMARANG--MICOM: Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto meresmikan operasional Tol Semarang-Solo, rute Kota Semarang hingga Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (12/11) siang.

Peresmian tol sepanjang 14 kilometer tersebut ditandai dengan pembayaran perdana oleh Menteri Pekerjaan Umum di loket gerbang tol Banyumanik II. Pembayaran tersebut menandai pengoperasian tol yang sudah tertunda selama beberapa waktu.

Usai membayar di pintu gerbang , Menteri PU yang didampingi Gubernur Jawa Tengah bersama rombongan menyempatkan diri menyusuri jalan tersebut, hingga keluar di pintu Ungaran. Tarif yang dikenakan untuk kendaraan yang melintasi tol itu sebesar Rp5.500 per unit.

Sebelum resmi dioperasikan, tol tersebut sempat dibuka pada saat arus mudik dan balik Lebaran lalu selama sekitar 20 hari. Tol itu selanjutnya kembali ditutup untuk menjalani uji kelayakan, sebelum kemudian resmi dioperasikan.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Jawa Tengah Danang Atmodjo mengatakan operasional tol itu untuk sementara terbatas bagi kendaraan berukuran kecil. "Kendaraan berukuran besar, seperti truk dan bus, sementara dilarang lewat," kata Komisaris Utama PT Trans Marga Jawa Tengah itu. (Ant/OL-01)

sumber :

Pembelian Karcis Tandai Pembukaan

pintu gerbag tol banyumanik
SEMARANG- Jalan tol Semarang-Solo seksi I ruas Semarang-Ungaran Sabtu ini dibuka untuk umum. Jalan tersebut sementara baru bisa dilewati kendaraan golongan I seperti mobil pribadi.
Pembukaan tol akan ditandai dengan masuknya rombongan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dari pintu gerbang tol Banyumanik sekaligus membayar karcis masuk pukul 15.00.

Gubernur Bibit Waluyo mengatakan, setelah rombongan itu lewat jalan tol terbuka untuk umum.
Menteri PU yang membuka jalan tol. Setelah itu baru dibuka untuk umum dan mbayar. Tarif tol belum tahu persis, biar pemerintah pusat yang mengumumkannya,” kata Bibit, Jumat (11/11). Dia meminta semua pihak proporsional menyikapi tarif masuk tol Semarang-Ungaran.

Setelah membuka tol Semarang-Ungaran, Djoko akan melanjutkan pantauan di seksi II Ungaran-Bawen. Pembangunan rus tol itu sudah dimulai sejak dua-tiga bulan terakhir.
Namun, pencanangan secara simbolis ground breaking atau pemancangan tiang pertama ruas tol seksi II baru dilakukan hari ini karena kesibukan Menteri PU. Agenda seremonial akan berlangsung di Klepu, Kabupaten Semarang.
Bibit menegaskan, pintu keluar tol Ungaran bukan akses pintu exit utama. Pintu keluar utama ada di Bawen.

Pembebasan Lahan

Karena penggalan pertama pembangunan tol ini baru sampai Ungaran, maka ibu kota Kabupaten Semarang itu menjadi rawan macet. Pintu exit yang ada sekarang hanya diperuntukkan bagi mereka yang hendak ke Ungaran.
Lantaran digunakan oleh pengendara mobil yang bertujuan ke Solo, Yogyakarta, Purwokerto, Wonosobo, dan Kebumen, kepadatan lalu lintas pun tak terhindarkan. Bibit menjelaskan, bila pintu keluar utama di Bawen sudah dioperasikan, kemacetan di Ungaran bisa dihindari.

“Rencana pembangunan jalan tol Semarang-Solo sudah oke ditinjau dari aspek dana dan pendukung lain. Pemerintah melalui Menteri BUMN Dahlan Iskan sudah menyetujui Rp 1,9 triliun untuk pembebasan lahan. Konsep jalan tol ini merupakan perencanaan dari pusat. Kajian pembangunan jalan tol Semarang-Solo dari dua arah masih dilakukan,” paparnya.

Bila disetujui, Bibit menyatakan siap membuat gerakan pembangunan jalan tol dari timur ke barat dan barat ke timur. Proses awal adalah pembebasan lahan. Sehari menjelang pembukaan, pengelola jalan tol mengerahkan sejumlah petugas kebersihan. Mereka menyemprot badan jalan dengan air dan pemotongan rumput liar di bahu tol.
Pegawai Koperasi PT Jasa Marga, Kusnandar, menyebut pemotongan rumput liar sudah berlangsung sepekan terakhir. “Ini bagian dari persiapan pembukaan tol,” ungkap Kusnandar. (J17,K33,J14-65)
 
sumber :

Pengaturan Lalu Lintas Tiru saat Lebaran

*        SM/Irawan Aryanto PENGASPALAN: Pekerja mengaspal jalan tol
*         Semarang-Ungaran di wilayah Banyumanik, Kamis (10/11). (30)
Antisipasi Kemacetan di Pintu Tol Ungaran


UNGARAN - Pengaturan atau rekayasa lalu lintas di pintu keluar-masuk tol Ungaran untuk mengatasi kemacetan akan dilakukan sama seperti saat arus mudik dan balik Lebaran 2011. Petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Semarang akan mengoptimalkan fungsi traffic light di sepanjang pintu tol tersebut. Selain itu, petugas menyiapkan beberapa jalur alternatif.

Kapolres Semarang AKBP Hariyanta melalui Kabag Operasional AKP Sugandi mengatakan, akses pintu tol Ungaran diutamakan lewat perempatan Sidomulyo hingga pertigaan DPRD Kabupaten Semarang. Pengendara dari Semarang, setelah sampai di gerbang tol Ungaran di Kalirejo dapat langsung melaju lurus melewati perempatan Sidomulyo menuju jalan utama (Jalan Diponegoro) di depan kantor DPRD. Seperti halnya di pertigaan DPRD, lampu bangjo juga sudah dipasang di perempatan Sidomulyo.

Jika akses utama itu padat, pengguna jalan dapat melalui jalur alternatif dari perempatan Sidomulyo ke arah kiri (selatan) melalui Jalan S Parman dan tembus di pertigaan Undaris (jalan utama). Di sepanjang jalan itu juga telah disiapkan persimpangan untuk mengurai kemacetan, salah satunya sebelum traffic light Undaris.

Melalui jalur itu, pengendara akan diarahkan ke selatan melewati Perumda Gedanganak dan tembus di batas Kota Ungaran sisi selatan.

”Optimalisasi traffic light akan disesuaikan dengan kepadatan lalu lintas. Jika terlalu padat, petugas akan mengalihkan arus kendaraan ke sejumlah jalur alternatif. Jalur alternatif itu sudah didukung rambu petunjuk jalan agar pengguna tol tidak tersesat. Akses keluar tol lewat perempatan KPU Ungaran dan tembus di Benteng Willem II juga bisa difungsikan bila kendaraan padat,” paparnya, kemarin.

Keamanan Terjamin

Menurut dia, Polres Semarang akan menyiagakan personel di beberapa persimpangan, termasuk pertigaan kantor DPRD, Sabtu (12/11), saat tol Semarang-Ungaran dibuka.

Penjagaan pada hari berikutnya menyesuaikan dengan situasi dan kondisi di lapangan. Pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) untuk mengatasi kemacetan.

Kepala Dishubkominfo Prayitno Sudaryanto berharap kemacetan di pintu tol Ungaran tidak terjadi. Petugasnya akan disiagakan di beberapa titik rawan macet. Mengenai kelengkapan rambu, Dishubkominfo siap mendukung penuh.

Ketua Komisi D DPRD Jateng Rukma Setyabudi menyambut baik pembukaan tol Semarang-Ungaran. Selain mengurai kemacetan di kawasan Watugong, Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Semarang, tol juga akan memperlancar roda perekonomian di Jateng.

”Kami berharap, keamanan pengguna tol terjamin. Artinya, konstruksi jalan dan jembatan harus benar-benar aman untuk dilewati, jangan seperti tol Cipularang yang dulu pernah ambles,” katanya.

Selain itu, semua persoalan terkait jalan bebas hambatan tersebut harus dituntaskan, seperti pembebasan tanah dan pelunasan uang jasa subkontraktor. Itu perlu diperhatikan agar nanti tidak ada demo setelah peresmian tol. (K33,J17,J14-59)
sumber :