javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Minggu, 17 Maret 2013

Semarang akan Memiliki Jalur KA Ganda Layang

ilustrasi
SEMARANG, suaramerdeka.com - Tahun 1992, Kota Jakarta pertama kali mengoperasikan jalur KA ganda layang sepanjang lebih kurang 9 kilometer dari Stasiun Manggarai ke Stasiun Kota (Beos). Jalur ini dikerjakan selama 4 tahun sejak 1988.

Kemudian, jika tidak ada halangan, jalur KA ganda layang tersebut akan hadir juga di Kota Semarang. Saat ini sedang dalam tahap rancangan teknik secara rinci (detail enginerering design/DED).

Diperkirakan dalam jangka waktu kurang dari 2 tahun bisa diselesaikan, asalkan persoalan non teknis tuntas terlebih dahulu. Jalur KA ganda layang sepanjang 8,2 kilometer dibangun untuk menghindari kepadatan arus lalu lintas di perlintasan sebidang dan penurunan tanah yang semakin parah.

"Penurunan tanah di kawasan pesisir tersebut saat ini sudah mencapai 10 sentimeter per tahun. Dibutuhkan biaya Rp 1 juta - Rp 2 juta untuk meninggikan jalan rel setinggi 40 sentimeter dengan panjang 1 meter. Jika panjang jalan rel yang harus ditinggikan adalah 3,2 km dan penurunan tanah 10 sentimeter per tahun, dibutuhkan Rp 1,2 miliar per tahun untuk pemeliharaan atau peninggian rel. Jika waktu tinjauan 50 tahun, maka dibutuhkan anggaran sebesar Rp 60 miliar," kata Pengamat Transportasi dari Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno, Minggu (17/3).

Rencana jalur KA ganda layang itu menurutnya, akan membentang dari Kalibanteng hingga Kaligawe dan menurun di Alastua. Pada saat bersamaan juga sedang dikerjakan jalur ganda yang diperkirakan akhir tahun 2013, keseluruhan pekerjaan tersebut selesai.

Jalan rel yang ada di Kota Semarang membentang sepanjang 22 kilometer. Sementara perlintasan sebidang terdapat 58 pintu perlintasan baik dijaga maupun tidak di sepanjang jalur rel (single track).

Di sepanjang jalan rel tersebut dilayani 6 stasiun, seperti Stasiun Mangkang, Stasiun Jrakah, Stasiun Poncol, Stasiun Tawang, Stasiun Gudang (tidak operasi sementara) dan Stasiun Alastua. Dalam sehari ada 66 perjalanan KA yang melintas di jalur ini, namun setelah jalur ganda selesai akan meningkat menjadi 200 perjalanan KA dalam seharinya.
 
sumber :

1 komentar:

  1. Program perencanaan transportasi yang bagus pak.. kl di hitung pemeliharaan cukup mahal kalau di ambil rata-rata 1.5 jt dengan dimensi diatas waahh... 1 M3 smpai 3,75 jt... hmmm.. ?? pasti pake uang rakyat lagi ya...

    BalasHapus