javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
Merry Chrismast and Happy New Year 2018

cari di blog ini

Rabu, 08 Mei 2013

Tarif 17 ruas tol bakal naik September tahun ini

ilustrasi
JAKARTA. Para pengguna jalan tol mesti menyiapkan dana tambahan. Pasalnya, Kementerian Pekerjaan Umum berniat menaikkan tarif 17 ruas tol pada kuartal III-2013.

Tarif 17 ruas jalan tol yang bakal naik antara lain ruas tol Jakarta Outer Ring Road (JORR), Dalam Kota Jakarta, tol Semarang, Cirebon, Surabaya, Semarang-Solo, Bogor Outer Ring Road (BORR), Jakarta-Tangerang, serta tol Makassar.

Saat ini, Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PU masih menggodok rencana kenaikan tarif jalan bebas hambatan ini. Tarif baru baru akan berlaku mulai September tahun ini. Informasi yang berkembang, persentase kenaikan tarif tol tersebut rata-rata sebesar 10%.

Kepala BPJT Achmad Gani Gazali belum bisa dimintai konfirmasinya terkait rencana kenaikan tarif tol. "Hubungi saya besok saja," ucap Achmad Gani kepada KONTAN, Senin (6/5).

Kebijakan tarif tol ditetapkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan pasal 48 dan Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol pasal 68 soal penyesuaian tarif tol yang berlaku setiap dua tahun sekali.

Kenaikan tarif tol tersebut tentu bakal mendongkrak kinerja keuangan para operator. Sebanyak 11 dari 17 ruas tol tersebut, misalnya, dikelola oleh PT Jasa Marga. "Kenaikan tol ini menyesuaikan inflasi," ujar Hasanudin, Direktur Operasional Jasa Marga beberapa waktu lalu.

Bersamaan dengan rencana kenaikan tarif tol, manajemen Jasa Marga pun mengerek target pendapatannya di sepanjang tahun ini. Hingga akhir 2013, emiten berkode saham JSMR ini memproyeksikan pendapatan mencapai Rp 11 triliun, tumbuh 22% dibanding pendapatan pada tahun lalu sebesar Rp 9 triliun. Jasa Marga juga menginginkan kontribusi dari jalan tol sebesar 54,5% dari target pendapatan tahun ini atau setara dengan Rp 6 triliun.

Operator yang juga bakal menikmati berkah dari kenaikan tarif tol adalah PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. Emiten berkode saham CMNP ini mengandalkan ruas tol dalam kota Jakarta. Selain ditopang pertumbuhan volume kendaraan sebesar 3% per tahun, kenaikan pendapatan CMNP dipicu kenaikan tarif ruas tol dalam kota. "Pertumbuhan pendapatan dari hasil kenaikan tarif dapat mencapai 3% hingga 5%," ungkap Indrawan Sumantri, Direktur dan Sekretaris Perusahaan CMNP, kemarin.

Meski begitu, Indrawan menilai bahwa kenaikan tarif belum bisa dirasakan signifikan pada tahun ini. Kontribusi kenaikan tarif akan maksimal dirasakan pada tahun genap. Sebab, tarif baru tol dalam kota ditetapkan pada akhir tahun ganjil. "Di tahun genap, kami merasakan kontribusi kenaikan tarif selama setahun penuh," kata dia.

Manajemen CMNP memproyeksikan pendapatan pada tahun ini mencapai Rp 1 triliun. Jumlah itu meningkat 11% dari pendapatan tahun lalu sebesar Rp 900 miliar.

PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) juga menikmati kenaikan tarif tol di tahun ini. Emiten berkode saham META ini adalah pengelola jalan tol Makassar, yakni ruas Tallo-Bandara Hasanuddin dan Pelabuhan Soekarno Hatta-Pettarani. "Pada September mendatang, tol Makassar akan naik sesuai inflasi," ujar Muhammad Ramdani Basri, Direktur Utama Nusantara Infrastructure. 
 
sumber :