javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
Merry Chrismast and Happy New Year 2018

cari di blog ini

Rabu, 18 September 2013

Perbaikan KM 21+300 : Pekerja Andalkan Cara Manual

BONGKAR COR: Sejumlah pekerja tengah membongkar rigid pavement 
dengan cara manual tanpa mengandalkan linggis hidrolis di jalan tol 
Semarang-Solo ruas Semarang-Ungaran KM 21+300, Selasa (17/9)

UNGARAN, suaramerdeka.com - Pekerja dari PT Trans Marga Jateng (TMJ) tidak menggunakan alat khusus seperti linggis hidrolis untuk membongkar pekerasan beton rigid pavement sepanjang lebih kurang 20 meter (4 slab beton-red) di jalur arah Semarang dan lebih kurang 15 meter (3 slab beton-red) di jalur arah Ungaran. Langkah tersebut menurut salah satu staf Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) PT Adhi Karya selaku kontraktor pekerjaan, Riyono ditempuh untuk menghindari merambatnya titik kerusakan.

"Pembongkaran beton yang rusak karena tidak rata kami lakukan menggunakan palu besar dan betel, pasalnya kita tidak bisa mengetahui persis penyebabnya mengapa konstruksi ini retak," katanya, Selasa (17/9) siang.

Hingga hari kedua pelaksanaan, pekerja yang berjumlah delapan orang tersebut sudah berhasil membongkar dua slab rigid pavement yang berlokasi di Lingkungan Susukan, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Tepatnya 200 meter sebelum Jembatan Penggaron dari arah Ungaran menuju Semarang. Pada slab yang belum dibongkar, terlihat satu retakan memanjang yang sudah diperbaiki dengan cara menuntik cairan perekat dari atas.

"Tugas kami hanya membongkar beton sesuai instruksi dan ketentuan. Setelah dibongkar, titik yang terbuka akan diteliti oleh tim khusus," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, PT TMJ akan melakukan perbaikan jalan tol Semarang-Ungaran tepatnya di KM 21+300 karena kondisi lintasan yang tidak rata. Direktur Teknik dan Operasi PT TMJ, Ari Nugroho menyebutkan, pekerjaan tersebut akan dilakukan mulai, Senin (16/9) hingga tiga puluh hari kedepan.

"Selama proses perbaikan, kami memastikan tidak ada penutupan jalan tol melainkan akan menutup sebagian ruas atau satu lajur yang diperbaiki saja.Pengguna jalan kami sarankan untuk memacu kendaraan antara 40 hingga 60 km/jam," kata Ari.
 
Editor : Pojok Soklin
 
sumber :