javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
INFO : REUNI AKBAR SMP N 2 SIMO BOYOLALI 2017 BULAN DESEMBER 2017....AYOO BERGABUNG (Info&Pendaftaran : 085727059929)

cari di blog ini

Selasa, 23 Agustus 2011

Rawan Kemacetan di Jawa Tengah 160 Titik




TITIK Rawan kemacetan di Jawa Tengah yang perlu diwaspadai selama mudik tahun ini berdasarkan data dari Dishubkominfo Jateng sedikitnya terdapat 160 titik. Daerah yang termasuk berada dititik rawan macet yakni Pantura, Brebes dan Jalur Selatan serta Jalur Tengah.

Simpul kemacetan tersebut biasanya disebabkan karena adanya pasar tumpah. Untuk mengatasi hal tersebut pihaknya sudah bekoordinasi dengan pemerintah setempat dan aparat kepolisian melakukan pagar betis.

Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Angkutan Jalan Dishubkominfo Jawa Tengah Agus Sasmito saat menjadi narasumber dalam dialog bersama Parlemen Jawa Tengah yang mengangkat tema mudik Lebaran di Hotel Dafam Jalan Imam Bonjol Semarang, Senin (22/8).

Dia mengatakan, sebagai langkah antisipasi bertambahnya kemacetan pada H-4 dan H 1 Lebaran, pihaknya tidak membolehkan angkutan barang misalnya truk untuk melintas di jalan raya.

Narasumber lainnya yang juga sebagai anggota DPRD Jawa Tengah Rukmana Setiabudi mengatakan, pemudik lebih banyak memilih kendaraan pribadi, penggunaan mobil sudah menjadi trend karena gengsi di masyarakat. Akibatnya kemacetan di jalan akan bertambah dan setiap tahun menjadi masalah.

Sehingga pemerintah harus mngantisipasi dengan memperbaiki angkutan umum sebagai alternatif bagi masyarakat. Apalagi jalan tol Semarang-Ungaran yang baru saja diresmikan, dalam hal perencanaannya tidak begitu mantap, pasalnya pintu keluar tol tidak maksimal, malah membuat kendaraan terjebak macet di pintu keluar tersebut karena tidak mampu menampung limpahan kendaraan. Harus ada upaya untuk membuat tol tidak menjadi sumber kemacetan baru. Cara satu-satunya yakni melakukan rekayasan jalur dengan memberlakukan jalur satu arah jalan tol tentunya harus berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

Sementara itu Pakar transportasi Unika Soegijapranata Rudatin mengharapkan, pemerintah harus memperbaiki pelayanan angkutan umum untuk mengurangi kemacetan karena banyaknya masyarakat ynag telah mampu membeli mobil dan sewa. Pasalnya, masyarakt saat ini lebih memilih kendaraan pribadi karena lebih nyaman dan biasanya pemudik membawa banyak barang.

Reporter & Kameraman:Yulianto
Dubber: Vallen Aztriko
Editor Video: Aminudin


sumber :
cybernews.tv