javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
INFO : REUNI AKBAR SMP N 2 SIMO BOYOLALI 2017 BULAN DESEMBER 2017....AYOO BERGABUNG (Info&Pendaftaran : 085727059929)

cari di blog ini

Kamis, 25 Agustus 2011

Rp 30 Milyar dari TMJ Belum Terbayar

Subkontraktor Nyaris Blokir Tol Lagi

Ungaran, CyberNews. Hak pembayaran dari Trans Marga Jateng (TMJ) untuk subkontraktor, PT Bumi Sentosa Dwi Agung (BSDA) senilai Rp 30 miliar , belum terbayar. Hal ini menyebabkan Pemblokiran ruas jalan tol, tepatnya di dekat gerbang tol Kalirejo Ungaran, oleh PT BSDA pun nyaris terjadi, Kamis (25/8).

Perusahaan yang kini masih menangani proyek lanjutan tol itu mengerahkan puluhan orang dan 60 truk yang sedianya hendak diparkir di ruas jalan tersebut. Namun, aksi itu tidak terealisasi, menyusul kedatangan puluhan polisi untuk mencegah pemblokiran.

Petugas turun dari dua truk dalmas dan memasang barikade. Truk dalmas diparkir dengan posisi melintang di ruas tol, dekat lokasi proyek tol lanjutan, sisi timur gerbang tol Ungaran. Tujuannya, untuk menghadang massa subkontraktor.

Semula, rencana pemblokiran ruas tol ungaran oleh PT BSDA itu sebagai bentuk protes dan meminta pembayaran segera dipenuhi. Site Manager PT Bumi Sentosa Dwi Agung (BSDA), Tundo Karyono mengatakan, sejak 10 bulan mengerjakan tol Ungaran, pihak TMJ belum membayarnya.

"Aksi ini semula untuk menyita perhatian TMJ agar segera membayar. Persoalannya, ini jelang lebaran, dan pekerja serta karyawan semua juga membutuhkan uang itu. Sekarang siapa yang akan membayar mereka," ungkapnya Kamis (25/8).

Belum Dipastikan

Hak PT BSDA yang belum terbayarkan, menurutnya Rp 30 miliar. TMJ belum memberi kepastian terkait waktu pembayarannya, dengan alasan nominalnya terlalu besar. Alasan itu menurutnya kurang pas karena pembayaran itu sudah menjadi kewajiban TMJ.

Kapolres Semarang AKBP Hariyanto yang juga turun lapangan, mengatakan, pemblokiran tidak seharusnya terjadi. Dia tidak ingin aksi subkontraktor menghambat arus di tol. Terkait tujuan subkontraktor, Kapolres mengaku akan memfasilitasinya. "BSDA dan TMJ harus menemukan pemecahannya. Kita fasilitasi, tapi jangan sampai terjadi pemblokiran," ujarnya.

Sementara, sejak terjadi pembicaraan dengan Polres Semarang, massa subkontraktor pun mundur teratur. Subkontraktor ini akan menunggu dan tetap meminta kepastian pembayaran oleh TMJ. Direktur Utama PT Trans Marga Jateng (TMJ) Agus Suharyanto hingga berita ini ditulis belum dapat dikonfirmasi dan saat dihubungi, ponselnya tidak aktif.

Sebelumnya, aksi serupa bahkan telah terjadi di gerbang tol Ungaran. Sebanyak 55 subkontraktor juga memblokir Tol Ungaran dengan tujuan sama, segera dibayar TMJ. Informasi dihimpun, para subkontraktor itu akhirnya menerima pembayarannya dengan total Rp 11 milar.

( Yoseph HW / CN26 / JBSM )
sumber :