javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Minggu, 21 Agustus 2011

Ujicoba Selesai, Tol Semarang-Ungaran dioperaskan sistem buka tutup

SEMARANG: Ujicoba Tol Seksi I Semarang-Ungaran sepanjang 14,2 Km yang dimulai Sabtu lalu berakhir hari ini dan kini disiapkan untuk pengoperasian sistem buka tutup hingga 7 September mendatang.

Komisaris Utama PT Trans Marga Jateng (PT TMJ) pemegang kuasa penyelenggaraan Tol Semarang-Solo Danang Atmodjo mengungkapkan ujicoba dua jalur tol seksi I Semarang-Ungaran berakhir hari ini (22 Agustus).

“Selanjutnya kini disiapkan untuk pengoperasian sistem buka tutup, guna menghindari kemacetan arus lalu lintas di pintu keluar Tol Ungaran,” ujarnya, akhir pekan lalu.

Menurut dia, mulai 23 sampai 1 Agustus, Tol Seksi I hanya dibuka untuk pengguna jalan dari arah Semarang – Ungaran, sebaliknya dari arah berlawanan Ungaran-Semarang sementara waktu ditutup, sebagai upaya menampung arus kendaraan pemudik.

Pada arus balik, lanjutnya, pada 1-7 September, tol dibuka hanya diperuntukkan bagi pengguna jalan dari kebalikannnya arah Ungaran-Semarang, sedangkan dari Semarang-Ungaran ganti ditutup sementara.

“Pemberlakukan sistem buka tutup satu jalur ini untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan di pintu keluar jalan tol, karena bertepatan dengan arus mudik maupun arus balik yang bakal terjadi kepadatan kendaraan,” tuturnya.

Akhir pekan lalu ujicoba tol itu ditandai pengguntingan pita oleh Gubernur Jateng Bibit Waluyo dan Ketua DPRD Jateng Murdoko di depan gerbang tol Semarang-Ungaran, Banyumanik, Kota Semarang.

Bibit Waluyo dengan mengenderai mobil memimpin rombongan menyusuri jalan bebas hambatan tersebut sampai ke pintu ke luar di Ungaran, Kabupaten Semarang yang diikuti pejabat lainnya.

“Masyarakat umum sudah bisa menggunakan jalan tol ini secara gratis mulai H-10 sampai H+10 Lebaran mendatang,” ujar Bibit.

Bibit Waluyo telah meminta Polda Jateng agar membantu mengatasi kemacetan di exit toll, setelah Tol Seksi I Semarang-Ungaran remsi dioperasikan, meksi kini masih dengan sistem buka tutup dengan pergantian dua arah .

Hingga Minggu siang pukul 14.00 kemarin, jumlah kendaraan yang melintas di jalan bebas hambatan itu tercatat sebanyak 9.891 unit, dengan rincian 6.547 kendaraan menuju arah Ungaran dan 3.344 ke arah Semarang.

Sebelumnya pada hari pertama ujicoba, jumlah kendaraan yang melintas mencapai 13.988 unit, dengan rincian 9.131 kendaraan ke arah Ungaran dan 4.857 kendaraan ke arah Semarang.

“Belum ada kendala yang menonjol, hanya kemacetan timbul di pinta keluar tol Ungaran dam arus kendaraan dari arah Semarang masih dominan pelat H, sedangkan arus mudik belum nampak,” tutur Kepala Bagian Operasi PT TMJ Sabilillah.

Arus lalu lintas diperempatan kawasan Sidomulyo Ungaran yang merupakan akses keluar tol yang sebelumnya sepi, kini menjadi padat hingga jalan kendaraan agak tersendat, karena perempatan Sidomulyo juga menjadi titk pertemuan penghubung antara Jln Ahmad Yani, Jln S Parman dan Jln Letjend Soeprapto.

Sementara untuk pengoperasian arus mudik dan balik dengan sistem itu, Polres Semarang telah menyiapkan empat jalan tembus alternatif, guna menyiasati kemacetan di pintu keluar tol Semarang-Ungaran menjelang Lebaran.

Kapolres Semarang AKBP Hariyanto mengatakan Jln Letjen Soeprapto selebar kurang lebih enam meter terdiri atas dua jalur yang dioperasikan dua arah, sudah dapat dipastikan bakal rawan kemacetan.

Oleh karena itu, lanjutnya, ada tiga alternatif yang disiapkan untuk mengatasi kemacetan di exit toll. Kalau dalam kondisi normal, kendaraan dapat dilewatkan pertigaan di dekat kantor DPRD Semarang yang jaraknya pendek dengan exit toll.

Namun, dia menambahkan jika tetap macet, arus kendaraan akan lewatkan di pertigaan Undaris.

Alternatif lain adalah jalan yang tembus di batas Kota Ungaran. Namun, jika kemacetan belum juga teratasi, pihaknya akan mengalihkan ke jalan yang tembus di Ngobo, Karangjati, Kabupaten Semarang.

Menurut Wakapolda Jateng Brigjen Pol Sabar Rahardjo, petugas akan memberlakukan sistem buka tutup sebagai rekayasa lalu-lintas untuk mengatasi kemacetan di pertigaan Jln Letjend Soeprapto.

Sabar mengingatkan potensi terjadinya kecelakaan di tanjakan dekat exit toll Kalirejo, mengingat minimnya rambu lalu lintas di titik tersebut dabn segera diusulkan agar dibuat semacam separator untuk mencegah kecelakaan lalu-lintas.

“Ini tolong diimbau kepada pembuat rambu. Ini kan dua jalur. Kalau dari atas kan konturnya nggak bagus. Kalau papasan, (pengendara) kan kaget. Jadi, harus ada rambu,” ujarnya.

Pengoperasian Tol Seksi I hanya memperbolehkan kendaraan dengan bobot di bawah 250 kg, seperti sedan, jip dan pick up, sedangkan kendaraan berat tetap lewat jalur konvensional Semarang-Ungaran.

Selama pengoperasian hingga H+10, pengguna jalan tidak dipungut biaya, hingga setelah dievaluasi baru akan terus dilakukan, termasuk penentuan tarifnya. (rsj)

sumber :
bisnis-jateng.com 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar