javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Rabu, 10 Agustus 2011

Jengkel, Subkontraktor Blokir Tol

Tol Semarang Ungaran

UNGARAN– Puluhan subkontraktor yang mengerjakan tol Semarang–Solo seksi 1 tahap tiga, kemarin menduduki gerbang pintu keluar jalan tol, sebelum arah ke Kelurahan Sidomulyo dan Kalirejo, Ungaran, Kabupaten Semarang.

Pemblokadean dilakukan karena mereka sudah ambil bagian proyek tol namun belum dibayar oleh pemborong utama PT Istaka Karya. Hingga kemarin, tercatat ada 55 subkontraktor yang belum menerima hak setelah mengerjakan proyek yang totalnya mencapai Rp 20 miliar. Sebelumnya, hanya 46 subkontraktor dengan nilai pembayaran Rp 7,9 miliar.

Koordinator Subkontraktor Achmad Supandi menuturkan, hari ini massa akan turun besar-besaran. Massa tersebut berasal dari para pekerja jalan tol yang belum dibayar. ”Ini spontanitas saja. Kita sudah kehilangan uang, capek-capek, dan dibayar kayak orang kredit,” kata Achmad kemarin. Pemblokadean ini juga sebagai respons atas rencana dibukanya jalan Tol Semarang–Ungaran pada H-7 Lebaran.

Sebagai putra daerah, pihaknya tentu saja bangga bisa ikut membangun tol. Namun, jika realisasinya seperti ini, justru malah menyengsarakan warga lokal.”Padahal yang bekerja ini hanya orang sekitar sini dan mereka belum bayaran. Saya tidak bisa pastikan apa yang akan dilakukan pada aksi tersebut,”ungkapnya.

Wakil koordinator subkontraktor Heri Raspati mendapat informasi,rumitnya pembayaran kepada subkontraktor Tol Semarang–Ungaran di seksi I tahap tiga ini diduga akibat PT Istaka Karya (persero) memiliki utang di Bank Jabar-Banten. Pihak Istaka telah menjaminkan surat perintah kerja (SPK) kepada bank tersebut untuk mendapatkan pinjaman Rp60 miliar.

Jika kondisi normal (tidak diputus kontrak), dia optimistis bank bersedia membayarkan dana kepada PT Istaka Karya setelah PT Trans Marga Jateng (TMJ) mentransfer dana pembangunan tol melalui bank tersebut. ”Kami khawatir, SPK yang dijadikan jaminan tersebut ternyata tidak bisa dicairkan. Seharusnya PT TMJ bisa memberikan bukti jaminan pasti dibayar kepada kami, sehingga kita lega,”katanya.

PT Istaka Karya yang diwakili oleh Manajer Operasional Herman Soeprijadi kemarin menemui perwakilan subkontraktor di kantor PT TMJ, di dekat gerbang pintu keluar Ungaran, Kabupaten Semarang. Dari pertemuan tersebut, manajemen PT Istaka Karya mengaku sedang menyusun adendum kontrak kerja dengan para subkontraktor. Setelah disetujui PT Istaka Karya pusat, maka akan segera diproses klaim pembayaran kepada subkontraktor.

Terpisah, Pimpinan Proyek (Pimpro) pembangunanjalan Tol Semarang–Ungaran Raharjo mengaku, PT TMJ siap membayar dana kepada subkontraktor karena anggaran sudah tersedia. Namun, hingga sekarang PT Istaka Karya belum mengajukan permintaan pembayaran kepada PT TMJ. Raharjo menegaskan, pihaknya hanya akan membayar kepada Istaka selaku yang pihak yang mempunyai ikatan kontrak resmi.

”Meski sudah diputus (kontrak), PT Istaka Karya tetap harus memenuhi kewajibannya. Seberapa prestasinya, kalau itu tidak dilaksanakan dengan administrasi yang baik, bagaimana kami (harus) membayar,” tandasnya. Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah Danang Atmodjo mengakui sudah mendengar kasus pemblokiran jalan tol tersebut.

Namun begitu,dia belum mendapat laporan langsung dari pelaksana proyek. ”Kabar tersebut sudah saya dengar sejak siang tadi (kemarin) tapi belum ada laporan langsung. Kronologis secara rinci bila kejadian itu benar belum saya terima,” ujar Danang yang menjabat komisaris PT TMJ.

Terkait alasan penolakan yang diduga dilakukan 46 sub kontraktor yang menunggak pembayaran, Danang mengungkapkan belum bisa memastikan.” Sebaiknya jangan menduga- duga alasannya dan saya akan mengecek ke lapangan,” kelitnya. arif purniawan/ hendrati hapsari

sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar