javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Minggu, 21 Agustus 2011

Jalan Tol Itu Akhirnya Berfungsi

ilustrasi : tol semarang-ungaran
TOL SEMARANG-UNGARAN
KOMPAS/WINARTO HERUSANSONO

Uji coba Tol Semarang-Solo seksi I ruas Semarang-Ungaran, Sabtu (20/8), akhirnya dimulai setelah Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo meresmikan pengoperasiannya di Gerbang Tol Banyumanik, Semarang. Namun, berfungsinya jalan sepanjang 14,1 kilometer ini masih menyisakan pekerjaan pemasangan tiang pancang beton di ruas Gedawang-Susukan di Kilometer 18.

Gerbang Tol Banyumanik, sebagai pangkal Tol Semarang-Solo, penggalan pertama ruas seksi I Semarang–Ungaran, Jawa Tengah, Sabtu (20/8), resmi diujicobakan. Masyarakat dan pihak terkait pantas lega. Jalan masuk ke Semarang jadi lancar meski awalnya sempat terbengkalai.

Pagi itu, Retno (21), petugas bagian tiket tol juga bersiap di dalam loket. Ada enam loket siap beroperasi di pintu Gerbang Tol Banyumanik, Kelurahan Kramas, Kota Semarang. ”Saya direkrut jadi petugas tiket loket tol awal 2011. tol ini benar-benar beroperasi seterusnya supaya saya tidak terlalu lama menunggu kerjaan,” ujar warga Semarang ini.

Sekitar pukul 08.00, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo bersama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah Murdoko menggunting pita, pertanda tanda dimulainya uji coba operasionalisasi penggalan pertama Tol Semarang-Ungaran (14,1 kilometer).

Sempat ambles

Berfungsinya tol yang sempat terbengkalai sejak 2010 tentu saja melegakan pemerintah dan masyarakat. Pasalnya, sebelum diuji coba, ada ruas tol yang sempat retak. Terakhir, Maret 2011, muncul retakan di badan jalan akibat ambles, terutama di ruas Gedawang-Susukan atau Km 17 dan Km 18.

Hasil penyusuran pertama kali di Tol Semarang-Ungaran, secara umum kondisi jalan sudah mulus. Rambu dan marka jalan juga sudah memadai untuk memandu pemakai jalan tol, baik pada siang maupun malam. Tol ini seolah melayang karena dibangun di atas daerah lembah dan pegunungan.

Setelah penggalan pertama Tol Semarang-Solo sepanjang 14,4 kilometer ini, proyek tol akan dilanjutkan untuk tahap kedua, yakni Ungaran-Bawen sejauh 9 kilometer yang dijadwalkan akhir 2012. Hingga Solo nanti total jarak tol yang akan dibangun 75,6 kilometer. Sepanjang jalan tersebut akan terdapat enam jembatan. Jembatan terpendek 160 meter dan terpanjang 470 meter. Ketinggian jembatan ada yang mencapai 50 meter dari dasar seperti halnya jembatan Penggaron.

Dengan lewat tol ini, jarak tempuh Semarang-Ungaran makin pendek. Lama jarak tempuh kini hanya berkisar 10-15 menit, jauh lebih cepat dibandingkan dengan lewat jalan konvensional di jalur Watugong-Banyumanik. Apabila melewati jalan konvensional, diperlukan waktu tempuh minimal satu jam untuk jarak Semarang-Ungaran melintasi Banyumanik dan Watugong.

Menurut Joko, warga Meteseh, Kecamatan Tembalang, Semarang, beroperasinya tol ini diharapkan menghindarkan pengguna jalan dari kemacetan di Watugong. Selama ini, daerah Watugong yang merupakan jalan utama untuk masuk ke Kota Semarang dari arah Solo-Yogyakarta menjadi titik kemacetan paling parah.

Anggota DPRD Jateng, Sasmito, mengemukakan, meski tol sudah mulus, pengguna jalan harus tetap hati-hati. Pasalnya, beroperasinya tol itu masih menyisakan pekerjaan, terutama di Km 17 dan Km 18, yakni di ruas Gedawang-Susukan. Ceceran tanah dan material dari jejak kendaraan berat masih tampak di tepi jalan.

Di samping itu, pengendara juga diingatkan berhati-hati ketika keluar tol di Ungaran, tepatnya di Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Begitu keluar gerbang tol, jalannya menyempit karena masih berupa jalan kampung yang padat perumahan penduduk dan kantor Pemerintah Kabupaten Semarang. ”Masih ada sedikit bagian yang direnovasi. Mohon ini diantisipasi supaya tidak menjadi masalah,” ungkap Bibit Waluyo.

Khusus untuk ruas Gedawang, sejauh ini, berbagai antisipasi dilakukan pelaksana proyek agar tol di ruas tersebut kokoh. Sejumlah pekerja dibantu alat berat masih menambah tiang pancang untuk memperkuat tebing badan tol yang selama ini rawan ambles. Beberapa waktu lalu, badan jalan di ruas tersebut diturunkan 7 meter sehingga ketinggian urukan tol hanya 18 meter.

PT Trans Marga Jateng (TMJ) juga baru memasang tiang pancang beton lebih kurang 350 titik, dari rencana semula setidaknya 600 titik.

Ketua Komisi D DPRD Jateng Rukma Setia Budi menilai langkah yang dilakukan PT TMJ tersebut wajar guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna tol.

Beroperasinya Tol Semarang-Ungaran juga mengukuhkan tekad PT TMJ untuk menyelesaikan proyek Tol Semarang-Solo yang sedianya menelan biaya hampir Rp 7 triliun. Berfungsinya tol ini juga menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi Jateng untuk menyediakan infrastruktur transportasi yang memadai.

Direktur Utama PT Jasa Marga Frans Sunito berharap proyek Tol Semarang-Solo bisa selesai 2014. Namun, dia menegaskan, keberhasilan proyek itu tergantung ketersediaan lahan dan dukungan anggaran dari pemerintah.
(WHO/SON)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar