javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Sabtu, 06 Agustus 2011

Inclinometer Dipasang di 16 Titik

  • Proyek Tol Semarang-Ungaran
SEMARANG - PT Trans Marga Jateng (TMJ) memasang alat inclinometer (pemantau gerakan tanah) di 16 titik di jalan tol Seksi I Semarang - Ungaran.

Alat yang diletakan di antara Km 4,5 hingga Km 5,5 tersebut dipasang untuk mengetahui adanya pergerakan lateral dan deformasi tanah, batuan, dan strukturnya.

Direktur Utama PT Trans Marga Jateng Agus Suharyanto mengatakan, inclinometer ini ditanam di kedalaman 40 meter. Alat pendeteksi pergerakan tanah tersebut telah dipasang sejak awal jalan tol mengalami keretakan di Km 5,5.

”Sudah sejak awal terjadi keretakan, kami memasang alat itu (inclinometer). Alat ini untuk memantau gerakan tanah, pergerakan 0,01 pun bisa diketahui dengan alat inclinometer,”katanya, Jumat (5/8).

Selain itu, PT TMJ juga memasang sejumlah bore pile. Pemasangan paku bumi tersebut, lanjut Agus, bukan dilakukan karena longsor melainkan untuk memperkuat tebing di dekat jalan tol.

Berdasarkan pantauan Suara Merdeka, terdapat delapan bore pile yang sudah siap untuk dipasang.

Secara umum, menurut Agus, jalan tol sudah siap untuk diujicoba. Kelengkapan rambu lalu lintas, termasuk lampu penerangan jalan dan mata kucing sudah dipasang. Jalan tol sepanjang 14,1 km ini rencananya akan dibuka gratis untuk arus mudik dan balik Lebaran 2011.

Tak Ada Keretakan

Anggota Komisi D DPRD Jateng, kemarin memantau kondisi jalan tol Semarang- Ungaran. Rombongan didampingi pegawai TMJ menyisir gerbang pintu tol Tembalang, lokasi bekas longsor di Km 5,5 dan akses keluar jalan bebas hambatan itu di Ungaran.

Ketua Komisi D Rukma Setiabudi menilai, jalan tol seksi I Semarang-Ungaran ini sudah bisa diujicobakan. Dari hasil pantauan, tidak ada keretakan di sepanjang jalan tol tersebut. Justru, jalan tol ini nantinya bisa difungsikan untuk mengurai kemacetan menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2011.

”Uji coba ini kemungkinan dilakukan pada H-10 atau H-7 Lebaran. Bila ditemukan ada pergerakan tanah, kita dengan tegas akan melarang penggunaan jalan tol Semarang-Ungaran, namun ternyata selama ini masih aman,”tandasnya.

Menurut dia, jalan tol ini bisa mengurangi kemacaten di jalur Semarang-Ungaran saat Lebaran.

Anggota Komisi D Gatyt Sari Chotijah menambahkan, jalan tol Semarang-Ungaran memang sudah terlihat mulus. Namun, PT Trans Marga Jateng diminta objektif terhadap kondisi keseluruhan jalan tol.

Menurut dia, jalan tol bukan hanya badan jalan melainkan rangkaian konstruksi dan juga fondasi jalan. ”Kami berharap TMJ jujur dengan keseluruhan proyek tersebut. TMJ memang membantah ada retakan, namun konstruksi dan fondasi siapa yang tahu,” jelasnya. (J17,H23-35)
sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar