javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
Merry Chrismast and Happy New Year 2018

cari di blog ini

Kamis, 04 Agustus 2011

Dana Macet Tol Kian Mbulet

UNGARAN– PT Trans Marga Jateng (TMJ) mengaku belum mendapat tagihan dari PT Istaka Karya, kontraktor utama proyek seksi I Semarang– Ungaran penggalan ketiga dengan rute Ungaran–Beji.

“Hingga hari ini (kemarin) PT Istaka Karya belum mengajukan tagihan,” ujar Direktur Utama PT Trans Marga Jateng Agus Suharjanto kemarin. Dia menambahkan,PT TMJ selaku pengelola Tol Semarang–Solo sedang melakukan koordinasi dengan para mitra (subkontraktor) terkait pembayaran tagihan proyek tol.

Kendati demikian, PT TMJ tetap akan memenuhi kewajibannya terhadap PT Istaka Karya atas pekerjaan yang telah selesai dikerjakan, termasuk kemungkinan pembayaran langsung kepada sejumlah subkontraktornya. PT Istaka Karya diketahui sudah menyelesaikan ruas tol dari kawasan Penggaron hingga Ungaran. “Jika ada rekanan yang sudah memperoleh surat kuasa langsung dari PT Istaka Karya, dapat dibayarkan pekerjaannya,” ujarnya. Agus menambahkan, PT TMJ telah memutus kontrak PT Istaka Karya pada 17 Juni 2011.

Padahal masih tersisa 3 kilometer untuk kawasan Ungaran–Beji,Kabupaten Semarang, yang pengerjaannya belum selesai. Dia menambahkan, pekerjaan yang masuk paket ketiga tersebut sebenarnya berada pada seksi II proyek tol Solo–Semarang. “Pelaksana proyek selanjutnya diberikan PT Waskita Karya,” ucapnya. PT Istaka Karya dinilai tidak mampu memenuhi kewajiban untuk mencapai sejumlah target yang ditentukan dalam kontrak kerja. Dalam kontrak kerja, tiap pekan harus ada perkembangan kemajuan pekerjaan yang sudah disepakati.

Dampingi Subkontraktor

TMJ juga Jateng berjanji mendampingi para subkontraktor yang belum menerima pembayaran dana pengerjaan proyek Tol Semarang–Solo seksi 1 tahap III Kalirejo–Beji. Caranya,dengan mengupayakan agar 46 subkontraktor yang belum dibayar ini bisa bertemu langsung dengan direktur PT Istaka Karya, Kasman Muhammad, di Jakarta. Koordinator sub kontraktor Achmad Supandi mengungkapkan, TMJ mengupayakan agar subkontraktor melakukan bargaining sendiri dengan direktur Istaka Karya.

“Rencananya, hari ini kami akan ke Jakarta bersama TMJ,” ungkap Achmad seusai bertemu dengan Direktur TMJ Agus Suharjanto kemarin. “Informasi dari para teman-teman yang beraktivitas di tol, selama ini pembayaran tol dilakukan sedikit-sedikit. Namun, sejak Desember 2010 belum dibayar sama sekali,” imbuhnya. Achmad juga menyesalkan tidak ada langkah konkret dari TMJ untuk menyudahi masalah, karena hanya berjanji akan mengupayakan. Kendati secara yuridis subkontraktor ini tidak diakui TMJ, secara faktual mereka mengakui keberadaannya.

Pemilik UD Karya Jaya bernama Safii mengakui pembayaran yang dilakukan PT Istaka selama ini selalu dilakukan dengan cara mencicil. Kendati sudah ada surat perintah kerja (SPK) baru, pembayaran sebelumnya belum dilunasi. “Ini kami alami sejak Januari 2011. Setelah kontrak Istaka diputus 10 Juli 2011, kami tambah bingung,”ungkapnya.

Dia berharap tidak sampai terjadi pemblokiran jalan tol jika pada H-7 Lebaran yang digunakan untuk jalur alternatif para pemudik. Sebab, subkontraktor sudah susah-susah membangun tapi belum dibayar.“Kalau tidak dibayar, kita akan blokir,” ucapnya. hendrati hapsari/ arif purniawan

sumber :