javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Rabu, 05 Oktober 2011

Kembali Retak, Tol Semarang-Solo Berbahaya

UNGARAN (Suara Karya): Tak putus dirundung malang. Inilah gambaran paling pas untuk proyek jalan tol Semarang-Solo. Setelah mengalami ambles cukup parah di sejumlah titik kemudian disusul dengan keretakan badan jalan, sekarang jalan tersebut semakin tidak jelas kapan bakal dioperasikan. 
Mengingat, setelah sempat diujicobakan selama Lebaran lalu, kini jalan tol itu kembali retak-retak yang sangat membahayakan para pengguna jalan. Kondisi retak paling berbahaya terpantau di ST 8+530 di KM 21, Kelurahan Susukan Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Panjang retakan diagonal di rigid (beton) mencapai 8 meter dengan lebar antara 1-2 centi meter. Sebelumnya di blok rigid di ST 8+505 dan 8+605 sudah ditutup semen setelah mengalami retak-retak. Hingga kemarin keretakan jalan di ST 8+530 belum disuntik semen. 
Bukan rigid saja, pembatas jalan (barier) di STA 8+515 juga terlihat ambles dan bergeser sekitar 3 cm. Retaknya rigid yang dikerjakan oleh PT Istaka Karya itu diduga akibat konstruksi beton yang kurang sempurna. 
Saat dikonfirmasi, Komisaris PT Trans Marga Jateng (TMJ) Danang Atmodjo mengaku belum sempat mendapat laporan terkait keretakan di KM 21 ruas jalan tol seksi I Semarang-Ungaran. Namun demikian, Danang siap mengecek ke lapangan. Akan tetapi, dia tidak mau berspekulasi tentang penyebabnya. 
Anggota Komisi D DPRD Jateng Sri Praptono mengingatkan, aspek keselamatan, kenyamanan di jalur tol Semarang-Ungaran harus bisa dipenuhi. "Jangan hanya asal bisa dioperasikan, kemudian dapat dilewati kendaraan saja," tegas dia. Sebagaimana diketahui, proyek konstruksi tol Semarang-Ungaran ini telah selesai akhir Februari lalu. Namun sampai saat ini belum ada kejelasan waktu pengoperasian. Saat arus mudik Lebaran 2011, jalur ini sempat difungsikan untuk kendaraan pribadi. (Pudyo Saptono) 
sumber : 

1 komentar:

  1. Pernyataan bahwa kerusakan Rigid di sta 8+515 disebabkan oleh keteledoran PT Istaka Karya dalam melaksanakan pekerjaannya perlu di klarifikasi mengingat 3-4 bulan yang lalu ( jauh sebelum perkuatan pondasi jemb. Penggaron dilaksanakan) PT Istaka Karya telah menyampaikan secara tertulis ke TMJ perihal potensi kejadian ini.
    Kerusakan dilokasi tersebut disebabkan gerakan tanah dalam skala luas (seperti yg dilaporkan dalam surat tersebut) yang mentrigger instabilitas pier jembatan penggaron dan kerusakan jalan disekitar lokasi tersebut. Perlu di ketahui, mutu beton pekerjaan Rigid PT Istaka Karya dilokasi tersebut sangat baik bahkan diatas rata2 yg disyaratkan. Dan perlu diketahui pula bahwa lokasi tersebut adalah lokasi pekerjaan galian hingga kecil kemungkinan kerusakan disebabkan keteledoran PT Istaka Karya

    BalasHapus