javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
Merry Chrismast and Happy New Year 2018

cari di blog ini

Selasa, 10 Januari 2012

TMJ Didesak Bangun Jalan-Akses Warga Kalirejo ke Lahan Pertanian Terputus Tol

ilustrasi : bukit tegal lepek yg dipotong utk akses tol semarang ungaran
UNGARAN– Puluhan warga dan kelompok tani Desa Kalirejo, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang kemarin menggeruduk Kantor PT Trans Marga Jateng (TMJ) di gerbang tol Ungaran.

Mereka menuntut dan mendesak PT TMJ segera membangunkan akses jalan desa menuju lahan pertanian warga di Bukit Tegal Lepek yang terputus karena terkena pembangunan jalan tol Semarang-Solo Tak hanya itu, warga juga menuntut PT TMJ untuk membangunkan lapangan sepak bola. Alasannya, lapangan sepak bola warga Kalirejo digusur untuk pembangunan jalan tol.

Koordinator warga Kalirejo, Bambang Muntoha mengatakan, pihaknya terpaksa menggelar aksi unjuk rasa lantaran hingga saat ini PT TMJ belum membangunkan akses jalan menuju lahan pertanian dan lapangan sepak bola. Padahal jalan tersebut sangat dibutuhkan warga untuk akses menuju lahan pertanian. ”Semenjak pembangunan jalan tol seksi II dimulai, akses jalan menuju lahan pertanian warga di Bukit Tegal Lepek terputus.

Akibatnya warga tidak bisa bercocok tanam dan kehilangan mata pencaharian. Atas dasar itu, kami minta PT TMJ segera membangunkan jalan menuju lahan Bukit Tegal Lepek agar warga bisa bekerja lagi,”pintanya. Menurut dia, sebenarnya ada akses jalan lain menuju ke ladang pertanian warga di Bukit Tegal Lepek. Namun jaraknya cukup jauh karena harus memutar melalui Gedanganak.

”Jaraknya tempuhnya sangat jauh. Kalau naik ojek sekali jalan ongkosnya Rp10.000. Warga tidak mampu kalau harus mengeluarkan uang Rp20.000 untuk ongkos pulang pergi ke ladang setiap hari,”ujarnya. Dia mengungkapkan, pada sosialisasi rencana pembangunan jalan tol Semarang-Ungaran dimulai, Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Kabupaten Semarang berjanji akan membangunkan akses jalan menuju lahan pertanian warga dan membangunkan lapangan sepak bola.

Namun hingga saat ini, janji tersebut belum direalisasikan. Guna menagih janji tersebut, imbuhnya,warga terpaksa menggelar unjuk rasa ke Kantor PT TMJ selaku pihak yang bertanggungjawab atas pembangunan jalan tol Semarang- Solo. Warga berharap PT TMJ segera merealisasikan janjinya. Bani,40,salah satu pemilik kebun di Bukit Tegal Lepek menuturkan, semenjak jalan tol Semarang-Ungaran dioperaikan beberapa bulan lalu,warga tidak bisa menggarap ladang lantaran akses jalan menuju ladang terputus.

”Sebelum jalan tol Semarang- Ungaran dioperasionalkan, kami masih bisa ke ladang. Namun semenjak jalan tol dioperasionalkan, kami dilarang menyeberang jalan tol. Kalau nekat, kami akan dihukum,” tuturnya. Menurut dia, akibat pemutusan akses jalan tersebut, pemilik ladang di Bukit Tegal Lepek kehilangan mata pencaharian dan menderita kerugian mencapai jutaan rupiah.

”Satu kali panen, penghasilan warga mencapai Rp3 juta. Tapi sekarang penghasilan itu hilang dan kami tidak memiliki matapencaharian lain,”tandasnya. Direktur Tehnik dan Operasi PT TMJ Ari Nugroho saat dikonfirmasi menyatakan, desain pembangunan jalan tol disesuaikan dengan usulan dari pemerintah daerah ke pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU).Dalam desain awal jalan tol Semarang- Ungaran tidak terdapat usulan pembangunan akses jalan penghubung ke lahan pertanian warga di Bukit Tegal Lepek.

Sehingga dalam master plan pembangunan jalan tol tidak ada gambar akses jalan tersebut.” Guna mengakomodasi aspirasi dan tuntutan warga, kami segera mengajukan usulan pembuatan jembatan penyeberangan untuk akses jalan menuju ladang warga ke Kementerian PU. Namun, sebaiknya Bupati Semarang juga melayangkan usulan pembangunan jembatan penghubung ke Kementerian PU agar segera direspon,”katanya.

Terkait larangan bagi warga pemilik kebun di Bukit Tegal Lepek untuk menyeberang jalan tol, Ari menegaskan, pihaknya akan memberikan dispensasi kepada warga untuk menyeberang jalan tol melalui gerbang pintu tol.”Warga boleh menyeberang jalan tol melalui gerbang pintu tol agar tidak membahayakan keselamatan,” tandasnya. angga rosa

sumber :