javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
Merry Chrismast and Happy New Year 2018

cari di blog ini

Minggu, 15 Januari 2012

PROYEK TOL UNGARAN-BAWEN ; Terkendala Pembebasan Lahan


SEMARANG (KR) - Pembangunan jalan tol tahap II Ungaran-Bawen, menghadapi kendala serius berupa pembebasan lahan. Meski pembangunan proyek sudah dimulai sejak November 2011 lalu, hingga Jumat (13/1) lahan baru bisa dibebaskan sekitar 78 persen. Sedangkan 22 persen lainnya masih dalam proses nego dengan pemilik.

Ketua tim pembebasan tanah (TPT) pembangunan jalan tol Semarang ñ Solo , Waligi ST kepada wartawan membenarkan hal itu. Pemerintah sendiri melalui Menteri Pekerjaan Umum RI Djoko Kirmanto saat mencanangkan dimulainya pembangunan jalan tol Semarang-Solo tahap kedua, menargetkan selama 18 bulan pembangunan harus sudah selesai. Dengan adanya kendala tersebut dikhawatirkan target kembali akan menemui kegagalan seperti tol tahap pertama Semarang-Ungaran, yang terpaksa operasionalnya harus ditunda hingga empat kali.

Untuk mempercepat pembangunan jalan tol Ungaran-Bawen, pekerjaan dibagi dalam empat paket kontrak, yaitu lanjutan, Kalirejo - Beji (3,250 KM), paket Beji-Tinalum (3,900 km), paket Tinalum- Lemah Ireng (3,825 KM) dan paket Lemah Ireng - Bawen (1,015). Proyek dikerjakan oleh tiga kontraktor PT Waskita Karya, PT Adhi Karya, dan PT Pembangunan Perumahan.

PT Trans Marga Jateng (TMJ) selaku pelaksana proyek sendiri tidak berani menarget pembangunan akan selesai selama 18 bulan seperti target yang ditetapkan pemerintah pusat. TMJ menjanjikan pembangunan jalan tol Ungaran-Bawen akan selesai selama 23 bulan.

Menurut Waligi, lahan yang belum bisa dibebaskan tersebut sebagian besar lahan milik PTPN IX dan sebagian kecil milik puluhan warga di daerah Lemah Ireng. Panitia kesulitan untuk melakukan pembebasan lahan yang milik masyarakat. Sedangkan proses pembebasan lahan milik PTPN IX relatif akan lebih mudah, karena milik BUMN. (Bdi)-c

sumber :