javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
Merry Chrismast and Happy New Year 2018

cari di blog ini

Senin, 02 Januari 2012

Bangkitnya proyek jalan tol mangkrak

Ada beberapa kabar baik yang muncul di sektor infrastruktur selama 2011. Target-target capaian pemerintah satu per satu mulai menunjukkan kemajuan walaupun tidak semuanya terealisasi sesuai dengan harapan.

Namun, capaian ini cukup bisa diapresiasi mengingat selama tahun sebelumnya upaya percepatan pembangunan infrastruktur dinilai masih mandek, dengan gagalnya realisasi sebagian besar proyek yang direncanakan. Namun, setahun ini, pasar infrastruktur tampak mulai menghangat.

Jika ditarik mundur ke belakang, letup-letup menghangatnya bidang yang berkaitan erat dengan pembangunan ini, yakni ketika pemerintah mulai menawarkan setidaknya empat proyek berskema public private partnership (PPP) dari rencana semula 16 proyek senilai US$ 32,36 miliar.

Proyek-proyek yang sukses dilego ke pasaran itu adalah, PLTU Jawa Tengah senilai Rp 30 triliun, sistem penyediaan air minum (SPAM) Umbualn Jawa Timur senilai Rp 3 triliun, proyek pengembangan Pelabuhan Kalibaru di Jakarta Rp 11,7 triliun, pembangunan rel kereta api batu bara Puruk Cahu, Kalteng senilai US$ 2,5 miliar, dan proyek SPAM Way Rilau Bandar Lampung senilai Rp 500 miliar.

Bahkan, tiga dari proyek itu, kecuali air Umbulan dan Pelabuhan Kalibaru, dipastikan mendapat jaminan finansial dari PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia, sebagai kepastian investasi bagi penanam modal.

Meski demikian, kelima proyek itu sampai saat ini nasibnya baru memasuki tahap pelelangan.

Kemudian, tahun ini juga pemerintah terlihat mulai serius menggarap perencanaan pengembangan enam koridor ekonomi nasional, yang dituangkan dalam program masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dengan nilai investasi sekitar Rp 4.000 triliun.

Dari 24 ruas itu, hingga saat ini sudah 22 ruas yang menuangkan kesepakatan kelanjutan proyek dengan menandatangani kembali perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) dengan BPJT, di mana tiga di antaranya sudah melaksanakan konstruksi seperti ruas JORR W2, Ungaran-Bawean, dan Cikampek-Palimanan Seksi Satu.

Adapun amendemen PPJT dua proyek lainnya yakni ruas Semarang-Solo sepanjang 75,70 kilometer dan Batang-Semarang sepanjang 75 kilometer baru akan ditandatangani tahun depan.

Kepala BPJT Ahmad Ghani Gazaly mengakui ini merupakan keterlambatan dari rencana semula, di mana semula ditargetkan 24 ruas bisa disepakati amendemennya tahun ini juga.
Sumber :
tender-indonesia