javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
Merry Chrismast and Happy New Year 2018

cari di blog ini

Rabu, 31 Juli 2013

Pemudik Diimbau Waspada di Tol Ungaran-Bawen

Lebaran 2013

Pembangunan konstruksi jalan tol Semarang-Solo terus berjalan di Kecamatan 
Pringapus, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (26/3/2013). 
Pengerjaan ruas tol Ungaran-Bawen terbagi menjadi empat paket konstruksi 
yaitu Kalirejo-Beji 3,25 kilometer, Beji-Tinalun 3,9 kilometer, 
Tinalun-Lemah Ireng 3,825 kilometer dan Lemah Ireng-Bawen 
1,015 kilometer. | KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA
SEMARANG, KOMPAS.com — Tol Semarang-Solo ruas Ungaran-Bawen mulai dibuka untuk pemudik pada Rabu (31/7/2013) pukul 19.30 WIB, meskipun pembangunan fisiknya belum rampung. Oleh karena itu, para pemudik diminta tetap berhati-hati saat melintasinya.

Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo dalam pembukaan jalan tol tersebut di Gerbang Tol Bawen menyatakan, tol sepanjang 11,9 kilometer itu dibuka satu lajur untuk sementara hingga tujuh hari setelah Lebaran dan hanya untuk kendaraan kecil.

Setelah itu, jalan tol kembali ditutup untuk tahap penyelesaian dan akan dibuka kembali pada Oktober mendatang.

Jalan tol tersebut, kata Bibit, dibuka untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur Semarang-Bawen, yang merupakan jalan utama menuju Solo dan Magelang. Dia mengakui, jalan tersebut belum selesai sempurna sehingga para pengendara diminta untuk tetap waspada.

Berdasarkan pantauan, ada dua titik yang hanya bisa dilalui satu lajur, yaitu di wilayah Desa Lemah Ireng, dan Desa Kandangan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang. Di kawasan tersebut, pengendara beberapa kali harus bepindah lajur sehingga kecepatan kendaraan tidak dapat dipacu maksimal.

Di Desa Lemah Ireng, karena jembatan pengganti jalan desa belum selesai dibangun, warga setempat harus lalu lalang menyeberangi jalan tol. Ada petugas yang berjaga di titik tersebut untuk mengatur arus lalu lintas di daerah tersebut.

Pada malam hari, lampu-lampu proyek dipasang untuk menerangi jalan, demikian juga dengan lampu-lampu tanda peringatan untuk berganti lajur.

Direktur Utama PT Trans Marga Jateng Jajat Sudrajat mengatakan, pihaknya sudah mendapat izin dari Kementerian Pekerjaan Umum tertanggal 25 Juli 2013 untuk membuka sementara jalur tersebut secara gratis.

Saat ini, kondisi jalan tersebut sudah mencapai 90 persen dari keseluruhan pekerjaan. Selama pembukaan jalur tersebut, pihaknya menyediakan 13 kendaraan untuk patroli rutin, ambulans, dan mobil derek.