javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
INFO : REUNI AKBAR SMP N 2 SIMO BOYOLALI 2017 BULAN DESEMBER 2017....AYOO BERGABUNG (Info&Pendaftaran : 085727059929)

cari di blog ini

Jumat, 22 Juli 2011

Tol Semarang-Ungaran Dibuka Saat Mudik

SEMARANG, KOMPAS.com — Setelah molor hingga hampir satu tahun, Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah, Danang Atmaja, menjanjikan bahwa ruas Tol Semarang-Ungaran sudah bisa diuji coba pada saat mudik Lebaran.

Danang mengatakan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan hal-hal kecil sebelum jalan tol tersebut layak digunakan. Ia menjanjikan jalan tol ruas Semarang-Ungaran sudah bisa dilewati pada H-7 jelang Lebaran atau paling lambat H+7 setelah Lebaran 2011.

"Sampai sejauh ini kami merasa tidak ada kesulitan sama sekali. Namun, untuk menambah nilai keamanan, kami menambah beberapa material perkuatan," kata Danang, Kamis (21/7/2011), di Semarang.

Danang menyebutkan, molornya uji coba Jalan Tol Semarang-Surakarta, ruas Semarang-Ungaran, yang hampir setahun lebih disebabkan persoalan teknis. Salah satunya karena jalan tersebut mengalami ambles di Kilometer 5 Gedawang, Banyumanik, Semarang, pada Maret 2011. "Itulah yang menyebabkan molornya pekerjaan ini," kata Danang.

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Jateng, Sri Praptono, menanggapi janji tersebut dengan pesimistis. Menurut Praptono, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan bahwa ruas Semarang-Ungaran belum memperlihatkan perkembangan berarti.

"Hasil kunjungan kami, sampai sejauh ini terlihat kalau ruas tol itu belum bisa diuji coba. Bagaimana mungkin mau uji coba (pada) H-7?" tanya Sri Praptono.

Komisi D DPRD Jateng menyesalkan tidak adanya laporan kendala setiap kali diadakan rapat pembahasan jalan tol tersebut. Selalu saja, tambah Sri Praptono, dilaporkan baik-baik semua.

"Tetapi kita lihat, sejak sebelum puasa tahun lalu dijanjikan bisa di-launching, nyatanya ini hampir Ramadhan tahun berikutnya. Fisiknya masih belum selesai," katanya.

Untuk menjawab harapan masyarakat, Sri Praptono meminta agar pekerjaan dilakukan dengan lebih profesional.

sumber :
http://regional.kompas.com