javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
INFO : REUNI AKBAR SMP N 2 SIMO BOYOLALI 2017 BULAN DESEMBER 2017....AYOO BERGABUNG (Info&Pendaftaran : 085727059929)

cari di blog ini

Selasa, 19 Juli 2011

Tiga BUMN Karya Kerjakan Pengembangan Bandara Sepinggan

PT ANgkasa Pura I berencana menambah kapasitas Bandara Sepinggan menjadi 10 juta penumpang per tahun
dengan anggaran Rp 1,57 triliun. (IST)
BY GENTUR PUTRO JATI & FAJAR SUDRAJATJAKARTA (IFT) – PT Angkasa Pura I (Persero) menetapkan tiga badan usaha milik negara karya, yaitu PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), dan PT PP (Persero) Tbk (PTPP) sebagai pemenang tender paket pekerjaan II pengembangan Bandara Sepinggan Balikpapan. Tiga badan usaha milik negara tersebut mengerjakan pengembangan gedung terminal dan fasilitas penunjang Sepinggan senilai Rp 1,13 triliun dengan skema kerja sama operasi.



I Gusti Ngurah Ardita, Kepala Biro Pengadaan Angkasa Pura I, menjelaskan pihaknya juga telah menetapkan badan usaha milik negara lainnya, yaitu PT Istaka Karya (Persero), sebagai pemenang tender paket pekerjaan III bekerja sama dengan PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON). Pagu anggaran untuk pekerjaan paket III adalah Rp 261,5 miliar.

"Sementara untuk paket pekerjaan I berupa desain dan konstruksi gedung penunjang serta fasilitas lain senilai Rp 109 miliar belum ditetapkan pemenangnya karena masih dalam proses evaluasi kewajaran harga," kata Ardita kepada IFT, Senin.
Natal Argawan Pardede, Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya, mengaku perusahaan sudah sepakat dengan dua kontraktor lain untuk menyelesaikan pekerjaan senilai Rp 335 miliar atau 29,64% dari total nilai paket pekerjaan III.

"Kontrak dari Angkasa Pura I untuk Sepinggan ikut memberikan kontribusi bagi seluruh kontrak baru yang kami peroleh sepanjang semester I 2011 sebesar Rp 5,8 triliun dari target kontrak baru tahun ini sebesar Rp 12,3 triliun," ungkap Natal.

Sebagaimana rencana pengembangan bandara lain yang dikelolanya, alasan Angkasa Pura I mengembangkan Sepinggan adalah untuk menambah kapasitas sehingga bisa menyesuaikan dengan pertumbuhan jumlah penumpang pesawat setiap tahun. Saat ini kapasitas Sepinggan hanya 1,05 juta penumpang per tahun, sementara pada 2010 jumlah penumpangnya mencapai 5,10 juta.

Dengan total anggaran Rp 1,57 triliun sampai 2013, perseroan berencana menambah kapasitas Sepinggan menjadi 10 juta penumpang per tahun, terdiri dari 1 juta penumpang kapasitas terminal internasional dan 9 juta penumpang kapasitas terminal domestik. Pada tahun ini, alokasi untuk Sepinggan sebesar Rp 250 miliar dari total belanja modal perseroan yang disiapkan Rp 2,6 triliun.

Sepinggan juga merupakan salah satu dari enam bandara yang selalu memperoleh laba sepanjang lima tahun terakhir dari total 13 bandara yang dikelola Angkasa Pura I. Laba bersih Sepinggan pada 2010 sebesar Rp 49,14 miliar, naik 75,5% dibandingkan realisasi laba 2009 sebesar Rp 28 miliar. Sampai kuartal I 2011, laba bersih Sepinggan sebesar Rp 19,86 miliar.

Manfaatkan Pinjaman

Selain menggunakan kas internal, Tommy Soetomo, Direktur Utama Angkasa Pura I, mengatakan perseroan juga akan memanfaatkan komitmen pinjaman sebesar Rp 5 triliun yang akan diperoleh dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) untuk mendanai Sepinggan. Selain Sepinggan, tahun ini Angkasa Pura I juga mulai mengembangkan dua bandara lainnya, yaitu Bandara Ngurah Rai Denpasar dengan nilai total Rp 1,94 triliun dan Bandara Juanda Surabaya Rp 408 miliar.

"Untuk Sepinggan konstruksinya kami targetkan selesai bersamaan dengan pengembangan Ngurah Rai, yaitu 2013. Dengan adanya komitmen pinjaman dari Bank Mandiri maka opsi penerbitan obligasi kami batalkan," kata Tommy. (*)


sumber :
http://www.indonesiafinancetoday.com