javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Jumat, 08 Juli 2011

Pemerintah Targetkan Tol Trans Jawa Tuntas 2014

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah menargetkan Tol Trans Jawa dapat beroperasi secara fungsional pada 2014 sehingga keberadaannya dapat mendukung salah satu koridor ekonomi di Pulau Jawa, khususnya terkait implementasi program Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

"Terwujudnya 'express way' (jalan cepat) di Pantai Utara (Pantura) Jawa memang salah satu prioritas dari enam koridor ekonomi. Kita ingin Jakarta-Surabaya menjadi 'seamless flow' (alur yang terus menerus)," kata Wakil Menteri Perhubungan, Hermanto Dardak, kepada pers usai menyaksikan penandatanganan amandemen PPJT antara tiga Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) di Jakarta, Kamis.

Tiga BUJT yang menandatangani amandemen PPJT yakni PT Pejagan Pemalang Toll Road untuk ruas Pejagan-Pemalang (57,50 km) dengan perkiraan investasi mencapai Rp5,519 triliun dan konsesi 45 tahun, PT Pemalang Batang Toll Road di ruas Pemalang-Batang (39,20 km) dengan perkiraan investasi Rp4,077 triliun dan lama konsesi 45 tahun.

Terakhir, PT Cimanggis Cibitung Tollways di ruas Cimanggis-Cibitung (25,39 km) dengan perkiraan investasi Rp4.524 triliun dan lama konsesi 35 tahun.

Menurut Hermanto, meski pemerintah secara berkesinambungan tetap memprioritaskan jalan nasional di koridor Jakarta - Surabaya itu antara lain dengan meningkatkan menjadi empat lajur, tetapi masih sering terjadi konflik dengan arus lalu lintas lokal sehingga keberadaan jalan tol tetap diperlukan sebagai alternatif.

"Jadi, jalan tol tidak semata-mata unsur bisnis tetapi jalan umum juga," katanya.

Hermanto juga menyatakan, pemerintah melalui Badan Layanan Umum (BLU) bertanggung jawab melakukan pembebasan lahan untuk kemudian, BUJT yang meneruskan pembangunan konstruksinya dan untuk selanjutnya setelah selesai satu seksi atau ruas Jalan Tol akan dikembalikan oleh BUJT.

"Tim BLU pada masing-masing ruas itu independen dan sebelum 2012, sudah tuntas pembebasan lahan sehingga ada waktu 1,5 hingga 2 tahun untuk melakukan konstruksi. Pemerintah sudah menyiapkan BLU Rp3,8 triliun tahun ini," katanya.

Khusus untuk ruas Cimanggis-Cibitung, kata Hermanto, perannya sangat strategis untuk memecah kemacetan di dua koridor yakni Tol Jagorawi dan Cikampek.

"Ini kalau sudah selesai bisa membantu mengurai dua koridor itu. Jadi, dari arah Cikampek bisa langsung ke Jagorawi, tanpa harus melewati Tol Lingkar Luar(JORR) Cikunir," katanya.

Sisa 10 Dengan penandatanganan amandemen tiga PPJT tersebut, kata Kepala BPJT, A. Ghani Ghazali, mengatakan, dengan demikian, dari 24 ruas tol mangkrak yang dievaluasi pemerintah, tersisa 10 ruas lagi yang belum menandatangani amandemen PPJT.

"Tinggal 10 lagi, karena sebelumnya sudah tujuh ruas pada 7 Juni 2011, kemudian empat ruas pada 28 Juni 2011 dan terakhir tiga ini, sehingga total 14 ruas tol dan sisanya 10 ruas lagi," katanya.

Ghani menegaskan, dari 10 ruas tersebut, umumnya hanya masalah klarifikasi permodalan dan sindikasi dari perbankan karena secara umum nilai proyek sudah berubah dan ketentuan dalam kontrak PPJT juga berubah.

"Jadi, perlu waktu klarifikasi dari perbankan saja, sedangkan persoalan pemegang saham, sudah tidak terlalu bermasalah. Hanya tinggal bebeberapa seperti di ruas Batang-Semarang," katanya.

Hermanto juga tidak bisa memberikan alasan mengapa ruas Cikampek-Palimanan yang disebut-sebut sebagai proyek percontohan, ternyata amandemen PPJT-nya belum juga ditandatangani.

"Tetapi ruas ini, sudah 90 persen lebih, lahannya sudah dibebaskan," katanya.(Ant/RIE)

sumber :
http://www.metrotvnews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar