javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Sabtu, 24 September 2011

Pembayaran Masih Buntu

SM/Yoseph Hary W
BLOKADE BERTAMBAH: Blokade berupa 

timbunan tanah di tol Semarang-Ungaran di ruas Kalirejo, 
Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat (23/9) pagi, 
bertambah dua titik. (43)
Blokade Tol Bertambah

UNGARAN- Aksi protes 30 subkontraktor yang menuntut hak pembayaran dari PT Trans Marga Jateng (TMJ) di jalan tol Semarang-Ungaran, hingga Jumat (23/9) masih berlanjut.

Setelah selama 10 hari para subkontraktor memblokade satu titik di ruas Kalirejo, Ungaran, Kabupaten Semarang, kemarin lokasi blokade bertambah lagi dua titik. Dua titik blokade tambahan tersebut masih berlokasi di Kalirejo, namun masuk ke proyek tahap dua Ungaran-Bawen.

”Dengan blokade tambahan di dua lokasi itu, otomatis kendaraan proyek yang mengerjakan tol tahap dua di kilometer 23,7 wilayah Leyangan tidak dapat masuk melalui gerbang Ungaran,” ungkap koordinator aksi, Agung Nugroho, di lokasi blokade, kemarin.

Penambahan titik blokade itu dilakukan karena hingga kemarin belum ada kepastian pembayaran bagi subkontraktor. Menurut Agung, salah satu subkontraktor, PT Thinnindho Isiartha Construction menurunkan timbunan tanah dari lima truk di dua titik tersebut pada pagi hari. Otomatis, kendaraan yang hendak masuk lokasi proyek harus melalui jalan lain di Babadan.

Subkontraktor, TMJ, dan Pemprov, kemarin menggelar pertemuan di kantor TMJ, kompleks Gerbang Tol Ungaran, sesuai permintaan subkontraktor sebelumnya. Pertemuan tersebut sedianya untuk membahas prosedur pembayaran dari TMJ kepada subkontraktor. Namun, diskusi selama lebih kurang satu jam itu tidak membuahkan hasil positif.

Manajer proyek PT Bumi Sentosa Dwi Agung (BSDA) Tundo Karyono usai pertemuan, mengatakan, pemetaan prosedur pembayaran bagi 30 subkontraktor senilai Rp 37 miliar belum usai.

”Kami masih mencari cara bagaimana subkontraktor bisa dibayar tanpa menyalahi undang-undang. Itu belum ada penyelesaiannya,” kata Tundo.

Dia mengakui, dalam pertemuan itu disebutkan bahwa pembayaran kepada subkontraktor harus melalui kurator. Pasalnya, kurator merupakan pemegang aset PT Istaka Karya yang telah pailit. Hanya, pihaknya tidak mengetahui siapa kurator tersebut.

Tundo berharap, TMJ memberi jaminan pembayaran. Jika tidak ada jaminan, dia memastikan jalur tol tersebut akan tetap diblokir. Menurut Tundo, dalam pertemuan itu juga dibahas mengenai penyebab macetnya pembayaran.

Belum Menagih

Pertanyaannya adalah apakah Istaka belum menagih kepada TMJ, atau pembayaran sudah dilakukan TMJ, namun Istaka belum memberikannya kepada subkontraktor.

Istaka dinyatakan pailit 16 Desember 2010. Perusahaan tersebut mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) hingga akhirnya muncul penetapan 22 Maret 2011. Namun, dalam perkembangannya, TMJ baru menerima pemberitahuan 3 Agustus 2011.

Dalam pertemuan kemarin, penyelesaian pembayaran difokuskan sebelum Desember 2010.

”Kenapa subkontraktor hingga Desember 2010 belum terbayarkan, ini akan dicari pemecahannya,” jelasnya.

Subkontraktor diberi waktu hingga Senin lusa untuk memberikan data kepada Gubernur Jateng Bibit Waluyo.

Sementara itu, Bagian Keuangan PT TMJ Darmoko menjelaskan, total ada 83 subkontraktor penggarap jalan tol Semarang-Ungaran, namun hingga kini pembayaran yang sudah diselesaikan baru 25 subkontraktor.

Dengan demikian, ada 58 subkontraktor yang pembayarannya belum terselesaikan. Adapun kekurangan tagihan Trans Marga Jateng yang harus dibayarkan ke Istaka Karya sebesar Rp 30 miliar. Nilai kekurangan pembayaran dari TMJ ini masih lebih kecil dari piutang subkontraktor yang mencapai Rp 37 miliar. (K33,J17-43)

sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar