javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
INFO : REUNI AKBAR SMP N 2 SIMO BOYOLALI 2017 BULAN DESEMBER 2017....AYOO BERGABUNG (Info&Pendaftaran : 085727059929)

cari di blog ini

Kamis, 18 April 2013

TOL SEMARANG-UNGARAN: DPRD Sayangkan Terjadi Keretakan


ilustrasi
SEMARANG – Komisi D DPRD Jateng menyayangkan terjadinya keretakan jalan tol Semarang-Solo, seksi I Semarang-Ungaran.

“Saya mendapat puluhan pesan singkat [SMS] dan Blackberry Messenger [BBM] dari masyarakat yang menginformasikan dan menanyakan keretakan jalan tol Semarang-Ungaran,” kata anggota Komis D DPRD Jateng Hadi Santoso kepada wartawan di Semarang, Rabu (17/4/2013).

Keretakan itu, lanjut dia terjadi pada badan jalan kilometer 21 di jembatan Penggaron, Susukan, Ungaran sejak Selasa (16/4). Sebelumnya, pada 2011, di lokasi yang sama juga terjadi retakan di pilar jembatan.

Dia menduga keretakan badan jalan terjadi karena kawasan Penggaron kondisi tanah labil sehingga mudah bergerak, terutama ketika hujan turun. Sebab, imbuh Hadi, menurut para ahli lokasi jembatan Penggaron tempat menyimpan air tanah karena terletak di dua bukit.

“Ketika intensitas hujan meningkat, akan terjadi pergerakan tanah sehingga menyebabkan keretakan bangunan di atas,” ungkapnya.

Anggota Dewan asal Wonogiri ini, juga menyayangkan pihak Trans Marga Jateng (TMJ) selaku pengelola jalan tol Semarang-Ungaran sampai tidak tahu adanya keretakan itu. “Pihak TMJ ketika kami mintai konfirmasi belum mengetahui adanya keretakan di jalan tol,” imbuhnya.

Pihak TMJ, lanjut dia, harus segera melakukan perbaikan keretakan jalan tersebut, supaya tidak membahayakan pengguna jalan. Hadi juga meminta TMJ melakukan pemantauan setiap hari kondisi jalan tol Semarang-Ungaran sehingga bila ada masalah segera diketahui dan bisa diambil langkah perbaikan.

“Masak yang tahu kalau jalan retak malah pengguna jalan tol, bukan TMJ. Kami minta supaya TMJ melakukan pemantauan kondisi jalan tol setiap hari,” ujarnya.

TMJ, ujar Hadi, harus memasang alat inklinometer di setiap titik untuk mendekteksi terjadinya pergerakan tanah di sekitar jalan tol sehingga bisa diketahui sejak dini bila terjadi keretakan badan jalan.

“Kalau terjadi keretakan TMJ bisa melakukan langkah antisipasi, menutup akses jalan tol, guna menghindari terjadinya musibah pengguna jalan tol,” paparnya.

Terpisah, Direktur Teknik dan Operasi PT TMJ, Ari Nugroho, ketika dikonfirmasi wartawan mengungkapkan belum mendapatkan laporan adanya keretakan di jalan tol Semarang-Ungaran.

“Belum bisa memberikan keterangan, karena belum mendapatkan laporan. Nanti akan saya cek dulu,” ujar dia singkat. (JIBI/Solopos/Insetyonoto/dba) 
 
 



Sumber :
bisnis-jateng