javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Rabu, 24 April 2013

Proyek Jalan Layang Molor, Istaka Tunggu SK Jokowi

Pemabngunan jalan layang non tol Kp. Melayu-Tanah Abang di 
kawasan Casablanca, Jakarta. TEMPO/Eko siswono Toyudho
 TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan pelat merah PT Istaka Karya mengklaim tidak ada masalah dalam proyek pembangunan jalan layang non-tol Kampung Melayu-Tanah Abang. Istaka mengerjakan satu paket proyek di Jalan Mas Mansyur dengan nilai Rp 209 miliar. Dari tiga paket pekerjaan proyek tersebut, hanya satu paket yang belum selesai, yakni ruas yang dikerjakan Istaka.

Menurut Direktur Utama PT Istaka, Kasman Muhammad, agar proyek jalan terus, perusahaan hanya tinggal menunggu surat keputusan tahun jamak (multiyears) dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. “Kami berharap surat keputusan multiyears secepatnya dikeluarkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo,” kata Kasman Muhammad, kepada Tempo, Selasa, 23 April 2013.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menggelar audit guna memastikan layak-tidaknya proyek tersebut dilanjutkan. Karena pekerjaan tak selesai tahun lalu, Ahok akan menghentikan sementara pekerjaan itu Juni mendatang. Basuki menyebutkan proyek tersebut seharusnya selesai akhir tahun lalu. Proyek itu totalnya menelan biaya RP 737 miliar.

Menurut Kasman, surat keputusan itu yang nantinya akan menentukan proyek ini apakah akan diteruskan atau tidak. Dikeluarkannya surat itu pun masih menunggu audit proyek yang tengah dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan.

Penyelesaian proyek, kata Kasman, masih sesuai dengan kontrak yang rampung pada Juni 2013.”Kami serius minta SK itu diberikan. Kalau surat itu satu dua hari ini bisa keluar, proyek bisa langsung dimulai lagi,” ujarnya. Kasman mengatakan proyek yang belum dikerjakan adalah tiga segmen lagi di atas Jalan Sudirman.

Ia berharap surat dikeluarkan dalam waktu dekat ini. Dengan itu, sisa proyek dapat dikerjakan dalam waktu 1,5 bulan. ”Saya yakin, Juni sudah selesai dan bisa langsung dioperasikan,” katanya.

Tahun ini Dinas Pekerjaan Umum DKI pun sudah menganggarkan Rp 64 miliar untuk proyek itu. Sedangkan tagihan Istaka yang belum dibayar oleh Pemerintah Jakarta sebesar Rp 24 miliar. 
 
sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar