javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
Merry Chrismast and Happy New Year 2018

cari di blog ini

Jumat, 27 Mei 2011

Jasa Marga Berharap Tol Semarang-Ungaran Beroperasi Juni

JAKARTA (IFT) – Perbaikan ruas jalan tol Semarang -Ungaran yang ambles sepanjang 200 meter sudah diselesaikan sehingga jalan berbayar itu siap untuk diuji coba. PT Jasa Marga Tbk (JSMR) berharap jalan sepanjang 17 kilometer tersebut dapat dioperasikan secara komersial pada awal Juni.

“Perbaikan telah kita selesaikan, sehingga menunggu untuk dilakukan uji coba,” kata Direktur Utama Jasa Marga, Frans S Sunito, Jumat.

Ruas tol Semarang-Ungaran merupakan bagian pertama dari proyek jalan tol Semarang-Solo sepanjang 75,7 kilometer. Empat seksi lainnya adalah Ungaran-Bawean, Bawean-Salatiga, Salatiga-Boyolali, dan Boyolali-Solo. Investasi untuk pembangunan keseluruhan jalan tol tersebut mencapai Rp 6,2 triliun.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, luas lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan jalan tol Semarang-Solo sekitar 792 hektare dengan kebutuhan biaya pembebasan sebesar Rp 1,6 triliun. Pembebasan tanah untuk jalan berbayar ini berasal dari dana Badan Layanan Umum dan land capping.

Seksi Semarang-Ungaran awalnya sudah selesai dibangun pada awal Maret, namun ambles di STA 5+500 hingga STA 5+700 sehingga perlu diperbaiki kembali. Ruas ini bermedan paling berat dibandingkan keempat seksi lainnya karena tekstur tanahnya berbukit -bukit dengan lembah curam di kedalaman sekitar 50 meter dan rawan longsor.

Deddy K Sunoto, Kepala Divisi Pengembangan Tol Jasa Marga, menjelaskan untuk seksi II Ungaran-Bawean sepanjang 12,3 kilometer proses pembebasan lahannya sudah mencapai 91%. Untuk membangun seksi II, anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 1,84 triliun. Adapun seksi III Bawean-Salatiga sepanjang 49,54 kilometer yang membutuhkan investasi sekitar Rp 2,7 triliun pembebasan lahannya baru tahap persiapan.

Ahmad Ghani, Kepala Badan Pengatur Jalan tol (BPJT), mengatakan selama ini seksi Semarang-Ungaran hanya dapat dilalui untuk kendaraan pribadi. Kendaraan dengan jenis besar masih belum dapat melewati ruas ini karena dikhawatirkan akan menggangu perumahan warga disekitar pintu keluar. “Ini menjaga agar masyarakat sekitar jalan tol tidak terganggu,” katanya.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak pekan lalu meninjau ruas jalan tol Semarang-Ungaran. Dia mengingatkan bahwa penanganan jalan tol di daerah longsoran yang memiliki jenis tanah khusus tersebut perlu dilakukan rekayasa teknik (drainase) untuk menjaga moisture (kelembapan), dengan mengatur aliran air baik yang berasal dari permukaan maupun bawah tanah dari sisi bukit agar menjauhi area tersebut.

“Guna mengatasi longsor akibat jenis tanah dan kemiringan, perlu segera dilakukan perkuatan tebing dengan faktor keamanan memadai,”ujarnya.

Dardak juga mengunjungi Bendungan Jatibarang yang dibangun di Sungai Kreo, anak Sungai Garang, di Semarang Barat. Bendungan yang memiliki daerah tangkapan seluas 54 kilometer persegi, luas genangan 110 hektar, dan volume tampungan total sebesar 20 juta meter kubik tersebut saat ini sedang dalam tahap penyelesaian pembangunan terowongan pengelak dan memulai pembangunan spillway.

sumber:
http://www.indonesiafinancetoday.com