javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
Marhaban Yaa Ramadhan...Selamat Menunaikan Puasa Ramadhan 1437 H

cari di blog ini

Memuat...

Rabu, 30 April 2014

Tol Ungaran-Bawen “Membahayakan” - Abutment Jembatan Lemah Ireng 1 Ambles

UNGARAN –Infrastruktur tol Ungaran-Bawen kembali bermasalah. Kali ini terjadi di sekitar KM 34+600, tepatnya di abutment atau pangkal jembatan Lemah Ireng 1. Bangunan bawah jembatan yang berfungsi sebagai pemikul beban jembatan tersebut ambles lantaran diduga ada pergerakan tanah berikut talud peno pangnya. 

Imbasnya, badan jalan tol sisi timur di sekitar pangkal jembatan ikut ambles hingga membentuk patahan. “Amblesnya diketahui sekitar tiga hari lalu,” tutur petugas pengelola jalan tol, Hartono saat ditemui di lokasi amblesnya badan jalan tol kemarin. Pantauan KORAN SINDO di lapangan, badan jalan yang ambles membentuk patahan tersebut melintang ke tengah jalan sejauh 3,2 meter. Sementara di bagian pinggir atau bahu jalan, amblesannya memanjang hampir 15 meter, dengan titik terdalam mencapai hampir satu meter. Adanya pergerakan tanah juga mengakibatkan retakan memanjang pada tanah urugan di sekitar amblesnya badan jalan. Selain itu, memicu ambrolnya talud pangkal jembatan dan membentuk patahan sepanjang hampir 10 meter. 

Adanya persoalan in frastruktur tersebut, terjadi penyempitan di lajur tol dari arah Ungaran menuju Bawen, khususnya jelang ujung selatan jembatan sepanjang 879 meter tersebut. PT Trans Marga Jateng (TMJ), selaku pengelola tol Semarang-Solo, telah memasang rambu-rambu peringatan kepada pengguna jalan tol sejak KM 34+200. Termasuk pemasangan pengaman berupa barrier serta traffic cone di sekitar lokasi badan jalan yang ambles. “Saat ini, baru penanganan darurat sebelum nanti dilakukan perbaikan permanen. 

Badan jalan yang ambles juga kami tutup (terpal) untuk menghindari dampak yang lebih parah akibat air hujan,” jelas Hartono. General Manajer Teknik dan Operasi PT TMJ Ari Irianto menambahkan, untuk meng amankan konstruksi tol, maka akan dipasang beton di rongga rongga yang kosong di bawah jalan yang ambles tersebut. Untuk jangka panjang, pihaknya akan memasang bore pile guna menguatkan konstruksi di daerah tersebut. “Pembangunan ini akan segera kami kerjakan. Kami sudah menyiapkan desainnya,” ujarnya. 

Pengamat konstruksi bangunan Robert Kodoatie menyatakan, cekungan air tanah yang ada di daerah Lemah Ireng itu mengakibatkan keretakan tanah, sehingga menyebabkan tanah ambles. “Salah satu solusinya adalah air yang berada di bawah fondasi harus segera dibuang, karena sangat membahayakan apabila sewaktu-waktu terjadi pengendapan air,” papar dosen Teknik Sipil Universitas Diponegoro (Undip) Semarang tersebut. Menurut Robert, jika cekungan air tanah itu dibiarkan terus menerus, maka keretakan keratakan jalan tol di berbagai titik akan terus terjadi. “Sehingga begitu ada air mengendap, langsung dibuang saja, tan - pa harus menunggu lama,” tandasnya. 

Namun, pembuangan cekungan air tanah itu akan mengakibatkan berkurangnya volume air sumur warga Ungaran. “Memang jalan tol di ruas itu lebih aman, tapi memunculkan persoalan baru, sumur-sumur warga akan berkurang. Untuk mengatasipasi itu perlu adanya koordinasi antara Pemkab Se - marang dengan PT TMJ,” kata dia. Ketua Komisi C DPRD Ka bu - paten Semarang Mas’ud Ridwan mendesak kontraktor dan PT TMJ segera mengevaluasi kon s - truksi jalan tol ruas Ungaran-Ba - wen, khususnya konstruksi yang dibuat di atas tanah urug - an. “Karena kasus amblesnya badan jalan ini berada di atas ta - nah urugan. 

Dan ini baru te - muan awal adanya persoalan konstruksi di atas tanah urug - an,” ujarnya. Bagi politisi PKB ini, dengan adanya evaluasi tersebut kasus yang sama diharapkan tidak lagi muncul di titik lain. “Ingat ini jalan bebas hambatan dan ke - mampuan konstruksi akan men jamin keselamatan dan ke - amanan para penggunanya,” tegas Mas’ud. Sedangkan anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah Sri Prap - tono meminta, aspek ke se la - matan, kenyamanan, maupun keindahan di jalur tol Ungaran- Bawen mendapat perhatian yang serius. “Harus jadi skala prioritas,” tegasnya. Atas dari itu, semua langkah yang diambil tidak boleh sekadar didasarkan pada azas yang penting bisa se gera selesai. 

“Karena jika sekadar cepat selesai, belum tentu skala-skala prioritas itu terpenuhi,” tandas politisi PKS ini. Diketahui, permasalahan infrastruktur tol ruas Ungaran- Bawen sudah terjadi dua kali seusai diresmikan oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto pada Jumat (4/4). Sebelumnya, terjadi longsor tanah berikut beton pe nu tup - nya di tebing pinggir tol di KM 36+400 atau tebing di wilayah Desa Kandangan, Kecamatan Bawen. Saat peresmian, Djoko Kirmanto mengingatkan, jalur tol Semarang-Solo ruas Ungar - an-Bawen perlu mendapat per - ha tian khusus. Sebab, kondisi geologi jalur sepanjang 11, 95 km itu dinyatakan tidak ber sa - habat.agus joko/amin fauzi

sumber :