javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
Marhaban Yaa Ramadhan...Selamat Menunaikan Puasa Ramadhan 1437 H

cari di blog ini

Memuat...

Kamis, 10 April 2014

Ganjar: Makelar jangan ikut campur pembebasan lahan tol


SBY tinjau Tol Semarang-Solo. ©Rumgapres/Abror Rizki
Merdeka.com - Pasca diresmikannya tol seksi II Semarang-Solo, Ungaran-Bawen, Kementerian PU dan Pemprov Jateng siap melanjutkan jalur Bawen-Solo. Namun, hingga kini konstruksi tol seksi III tersebut belum bisa dilakukan karena terganjal pembebasan lahan.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengatakan pembebasan lahan Bawen-Solo yang saat ini masih berjalan agar cepat diselesaikan. Bahkan, Ganjar mengimbau kepada sejumlah pihak untuk mengawasi maraknya makelar tanah yang masuk ketika pembebasan lahan berlangsung.

"Saya sudah bicara dengan Bupati/Wali kota, makelar-makelar jangan sampai masuk, dan media bisa ikut mantau semua, tentang kelayakan harganya. Masak harganya bisa naik 300-400 persen," tegas Ganjar Pranowo di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (10/4).

Praktik makelar itu, lanjut Ganjar, sudah menjadi rahasia umum dan satu-satunya masalah utama pembebasan lahan tiap kali ada proyek yang dibangun oleh pemerintah.

"Wah pokoknya kalau mau dilewati ya otomatis naik, seperti hukum pasar saja. Makanya kalau bisa dikerjakan bersama kan bagus," katanya.

Meski masih terkendala lahan, namun Politisi PDIP itu optimis bahwa pembebasan lahan tol Bawen-Solo dapat selesai di tahun 2014.

"Kita sepakat dengan Bupati/Walikota tahun ini pembebasan selesai. Dan tahun depan bisa cepat konstruksinya, " imbuhnya.

Namun, daerah mana saja yang tanahnya belum terbebaskan, Ganjar belum mengetahui detail seluruhnya. Berdasarkan pengamatannya, Kabupaten Boyolali merupakan daerah yang masih punya banyak kendala pembebasan lahan.

"Saya tidak tahu persis ya, tapi kayaknya Boyolali, "timpalnya.

Pihaknya menyerahkan semuanya kepada tim pembebasan tanah (TPT) untuk menentukan metode yang tepat dalam rangka percepatan pembebasan lahan.

"Kita serahkan kepada tim (TPT). Prinsipnya simpel, masyarakat tidak rugi dan menerima. Yang kedua Fasum (fasilitas umum-red) dan Fasos (fasilitas sosial-red) nya terpenuhi, " bebernya.

Dengan kendala lahan tersebut, maka dimungkinkan pembangunan kontruksi tol bisa saja dibangun dua arah. Hal itu tergantung lahan mana saja yang sudah dibebaskan.

"Rencananya pembangunan di bagi beberapa ruas, nyambut gawene bareng, kontraktornya banyak, " katanya.

Diketahui, tol seksi II Ungaran-Bawen yang sudah mulai beroperasi sejak tanggal 5 April lalu, dalam masa sosialisasi masih digratiskan kepada masyarakat selama satu minggu.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) sendiri telah menentukan tarif tol Ungaran-Bawen sebesar Rp 7000-7500 rupiah. Tarif tersebut akan mulai berlaku pasca satu minggu digratiskan

sumber :