javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
Merry Chrismast and Happy New Year 2018

cari di blog ini

Selasa, 19 Februari 2013

Investor Asing Segera Relokasi Pabrik ke Jateng

REUTERS/Stringer
TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa daerah di Jawa Tengah menjadi tujuan relokasi beberapa investor asing yang akan memindahkan investasinya dari beberapa daerah di Jawa Barat dan Banten. Hal ini disampaikan oleh Koordinator Tim Advokasi Asosiasi Pengusaha Indonesia Jawa Tengah, Agung Wahono. “Konsultan dari sepuluh investor asing itu sudah konsultasi kepada kami,” ujarnya kepada Tempo, Senin, 18 Februari 2013.

Investor yang merelokasi investasinya ke Jawa Tengah adalah yang bergerak di bidang tekstil, garmen dan sepatu. Salah satu di antaranya, bukan relokasi, tapi investor dari Cina yang baru akan mendirikan pabrik tekstil di Jawa. Namun, oleh para konsultan investor tersebut, Agung diminta merahasiakan nama perusahaan terlebih dahulu.

Menurut Agung, ada beberapa alasan rencana relokasi. Di antaranya karena iklim usaha dan politik di Jawa Tengah lebih kondusif, upah buruh juga lebih terjangkau. “Dari aspek transportasi, dibukanya Tol Semarang-Solo juga menjadi pertimbangan tersendiri,” katanya. “Kemungkinan besar, relokasi dilakukan tahun ini.”

Para konsultan investor di antaranya telah meninjau kawasan industri di Kabupaten Semarang seperti Bergas, Bawen, dan Tengaran. Semua kawasan itu dilewati akses Tol Semarang-Solo. Ada juga yang telah melakukan survei ke Sukoharjo dan Karanganyar.

Kehadiran para investor tersebut di Jawa Tengah, Agung menambahkan, tidak menjadikan persoalan serius bagi investor lokal. Karena selama ini saat mereka membuka pabriknya di Jawa Barat dan Banten, juga telah menjadi kompetitor. Nilai positifnya justru mampu menyerap tenaga kerja lokal yang tidak sedikit.

Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Ekspres Indonesia Indonesia Jawa Tengah, Tony Winarno, mengatakan, masuknya investor ke Jawa Tengah, baik asing maupun domestik untuk membuka pabrik, tak lepas dari membaiknya akses transportasi pengiriman di beberapa daerah di Jawa Tengah. “Kalau akses tol makin mudah, pelabuhan laut dan udara makin memadai. Investor lebih tertarik berinvestasi di daerah,” ujarnya.

Tony juga tak mengabaikan faktor stabilitas politik dan kesadaran membuka kemudahan akses investasi di hampir semua kabupaten dan kota di Jawa Tengah serta tenaga kerja yang lebih kompetitif juga menjadi pendorong masuknya investor. "Jakarta, Jawa Barat, dan Banten sudah terlalu sesak."
 
sumber :