javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
Marhaban Yaa Ramadhan...Selamat Menunaikan Puasa Ramadhan 1437 H

cari di blog ini

Memuat...

Rabu, 15 Juni 2016

Terlalu Berisiko Mengoperasikan Ruas Bawen-Salatiga


Konstruksi bangunan jembatan tol Bawen-Salatiga. 
Foto: Metrotvnews.com/Dhana Kencana

Metrotvnews.com, Semarang: Pengerjaan jalan Tol Semarang-Solo di seksi III, ruas Bawen-Salatiga, baru mencapai 44 persen. Jalur ini dipastikan tidak bisa digunakan pada musim mudik Lebaran 2016.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bilang, tidak perlu memaksakan ruas sepanjang 17,6 kilometer itu untuk jalur mudik. Faktor keselamatan pengendara, kata dia, harus diutamakan.

Kalau memang tidak bisa dipakai, ya, tidak perlu dipaksakan. Tapi proses tetap terus berjalan,” kata Ganjar di Semarang, Rabu (15/6/2016).

Ganjar belum bisa memastikan apakah bisa digunakan untuk arus mudik atau arus balik. Saat ini Ganjar masih menunggu hasil uji kelayakan dari pihak terkait.

Ganjar menolak untuk mengizinkan jalan tol tersebut digunakan jika memang dinyatakan tidak layak, karena bisa membahayakan bagi para pemudik. Meski demikian, pihaknya telah menyiapkan jalur lain yang siap untuk dilewati para pemudik dengan nyaman dan aman.

“Untuk apa kita memaksakan satu jalur kemudian mengancam keamanan? Berbahaya. Lebih baik diselesaikan betul. Kalau sudah siap, bisa langsung pakai, kalau belum layak, ya, jangan,” imbuh Ganjar.

Sementara itu, Direktur Teknik dan Operasional PT Trans Marga Jateng (TMJ), Arie Nugroho mengatakan pembukaan jalan tol masih menunggu keputusan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Arie menjelaskan, jika ruas Bawen-Salatiga dipaksakan beroperasi saat mudik, perlu pengalihan arus. Kendaraan diarahkan keluar sebelum jembatan Tuntang dan dibelokkan menuju jalan milik Perhutani. Hanya saja pilihan tersebut sangat berisiko bagi keselamatan pengendara.

”Jalan tol ini salah satu alternatif pengurai kemacetan. Kalau tidak dibuka tidak apa-apa, karena daripada menanggung risiko keselamatan,” ungkap Arie.

Dari data TMJ hingga awal Juni 2016, konstruksi fisik tol ruas Bawen-Salatiga baru mencapai 44 persen. Sedangkan tol layak dilintasi jika tahapan konstruksinya sudah mencapai 60 persen. Sementara estimasi pengerjaannya hanya sekitar 1,6 persen per minggu.

sumber :