javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
Marhaban Yaa Ramadhan...Selamat Menunaikan Puasa Ramadhan 1437 H

cari di blog ini

Memuat...

Minggu, 19 Juni 2016

Menteri Basuki: 90 Persen Jalur Mudik 2016 Siap Dilalui


Kontributor Semarang, Nazar NurdinMenteri Pekerjaan Umum dan 
Perumahan Rakyat Basuki Hadimuldjono melakukan pantauan jalur 
mudik yang tergenang rob di Semarang, Minggu (19/6/2016)


SEMARANG, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono menargetkan ke depan untuk mengurangi jumlah gardu pembayaran di sejumlah pintu tol.

Dalam dua tahun mendatang, jalur tol dari Jakarta hingga Semarang ditargetkan bebas dari pintu tol.

"Pembayaran tol yang kemarin diintegrasikan dari tujuh pintu menjadi tiga pintu tol. Mudah-mudahan dua tahun ke depan tidak ada pintu lagi," kata Basuki, seusai meninjau titik rob di Semarang, Minggu (19/6/2016).

Menurut Basuki, pengurangan pintu tol akan berimbas pada kelancaran arus lalu lintas. Para pengendara tidak perlu repot untuk mengantre dari satu pintu ke pintu selanjutnya.

Secara umum, Basuki menegaskan bahwa kelancaran arus mudik Lebaran 2016 menjadi salah satu prioritasnya. Oleh karena itu, permasalahan terkait persiapan mudik sebagian telah terselesaikan.

"Lingkar Sumpuh (Banyumas) yang akan diresmikan Gubernur kami buat agar tidak kena jalur kereta. Dua jalur kami sebelumnya di sana semuanya melintas di jalur kereta," tambah dia.

Beberapa jalan tol yang baru dibangun juga nantinya akan digunakan sebagai jalur darurat. Jalur yang dipersiapkan yaitu Bawen-Salatiga dan Solo-Sragen.

"Jalur umum 90 persen telah siap untuk mudik. Untuk Tol Semarang-Solo nanti bisa lewat Bawen keluar di Salatiga. Lalu tol Solo-Kertosono masuk di Kartasura keluar di Sragen. Insyallah siap," ujarnya lagi.

Basuki pun yakin semua jalur yang dipersiapkan untuk jalur mudik bisa dimanfaatkan sementara.

Di Semarang, Basuki juga berjanji akan menuntaskan persoalan banjir rob yang melanda jalur Pantura Semarang secara permanen. Penanganan dilakukan dengan sifat sementara.

Penanganan banjir rob merupakan perintah langsung dari Presiden RI Joko Widodo. Hal tersebut dilakukan agar jalur yang terkena limpahan banjir rob bisa dilalui untuk mudik Lebaran 2016 ini.

"Ini perintah bapak Presiden, ada dua hal yang perlu ditangani soal rob ini," kata dia.

sumber :