javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
Marhaban Yaa Ramadhan...Selamat Menunaikan Puasa Ramadhan 1437 H

cari di blog ini

Memuat...

Jumat, 10 Juni 2016

H-7 Lebaran Tol Solo-Sragen Dibuka

ilustrasi : Proyek Tol Soker SN-1A Sragen (Soklin)
SOLO - Jalan Tol Solo-Sragen akan dioperasikan saat arus mudik dan balik Lebaran meski belum sepenuhnya selesai dikerjakan. Jalan tol akan dioperasikan saat pagi hingga sore guna mengurangi kepadatan arus lalu lintas yang masuk ke Kota Solo. 

Direktur Utama (Dirut) PT Solo Ngawi Jaya David Wijayatno mengatakan, Jalan Tol Solo- Sragen kini sedang disiapkan sebagai alternatif mudik. Jalur akan dipakai dalam kondisi terbatas mulai H-7 dan H+7 Lebaran. Pintu tol akan dibuka dari Desa Klodran, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, dan keluar di kawasan Pungkruk, Kecamatan Sidoharjo, Sragen. Namun, bisa juga keluar di pintu tol di Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar. 

“Panjang Tol Solo-Sragen mencapai 25 kilometer,” ungkap David Wijayatno di sela-sela rapat koordinasi persiapan pemakaian Jalan Tol Solo-Sragen untuk arus mudik di Solo, Selasa (7/6) siang. Rapat koordinasi melibatkan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo, Karanganyar, Sragen, Boyolali, dan Kepolisian. Pemakaian Jalan Tol Solo- Sragen sebagai alternatif jalur mudik sesuai permintaan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. 

David memastikan pemakaian Jalan Tol Solo-Sragen tidak mengganggu pengerjaan proyek yang kini sedang berjalan. Sebab selama periode itu, pengerjaan proyek diliburkan. Karena belum sepenuhnya selesai, maka saat ini masih ada titik-titik yang rawan, yakni banyak jalan sebidang dengan jalan lokal atau jalan desa. “Kami menyiapkan ramburambu dan petugas khusus yang bersiap siaga di jalur itu,” katanya. 

Mengingat masih minim penerangan, jalan tol hanya dipakai mulai dari pukul 06.00- 18.00 WIB. Pengerjaan paket Jalan Tol Solo-Sragen terbagi dalam dua paket, yaitu paket Kartasura-Karanganyar yang pengerjaannya telah mencapai 85% dan Karanganyar-Sragen baru 38%. Pemudik nanti diminta berhati hati karena kekerasan jalan berbeda beda. “Ada yang kekerasan beton penuh, tapi ada beton lantai kerja,” katanya. 

Namun demikian, PT Solo Ngawi Jaya sebagai operator Jalan Tol Solo-Sragen tetap mengupayakan selandai mungkin. Agar tidak membahayakan, maka nanti dipasang ramburambu di kanan kiri jalan yang rawan. Pihak juga menyiapkan petugas patroli berkeliling, mobil derek apabila ada kendaraan yang mogok, serta berkoordinasi dengan rumah sakit (RS) terdekat. Karena sifatnya darurat, maka kendaraan yang diizinkan masuk adalah mobil sedan, jeep, dan minibus. 

Sedangkan bus dan truk tidak diperkenankan masuk. Kabid Lalulintas Dishubkominfo Solo Baskoro menambahkan, dioperasikannya Jalan Tol Solo-Sragen diharapkan bisa memperlancar lalu lintas serta mengurangi penumpukan kendaraan yang masuk ke Kota Solo. Pembukaan jalur alternatif diperkirakan akan mengurangi 20% beban kepadatan dalam kota selama arus mudik dan arus balik. 

“Akan terjadi pengurangan kepadatan di tengah kota. Semua kendaraan yang mengarah ke timur tidak perlu masuk kota,” ungkap Baskoro. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkab Sukoharjo, Boyolali, dan Karanganyar guna mengarahkan arus lalu lintas masuk Jalan Adi Sumarmo di Kecamatan Colomadu menuju pintu tol di Desa Klodran. Kendaraan dari arah Semarang dibelokkan di pertigaan Ngasem, Colomadu, Karanganyar. 

Sedangkan dari arah Yogyakarta dibelokkan di perempatan Kartosuro, Sukoharjo. Pemakaian Jalan Tol Solo-Sragen selama arus mudik dan balik sifatnya masih gratis. Berdasarkan pengalaman, jumlah kendaraan yang masuk dalam Kota Solo saat lebaran mencapai 700.000 per hari.

sumber :