javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
Marhaban Yaa Ramadhan...Selamat Menunaikan Puasa Ramadhan 1437 H

cari di blog ini

Memuat...

Kamis, 16 Juni 2016

Lelang Tol Semarang-Batang Usai Lebaran


Foto: Istimewa
SEMARANG, suaramerdeka.com - Pembangunan jalan tol Semarang-Batang sepanjang 75,35 Km akan dikebut. Usai lebaran, akan dibuka pendaftaran peserta lelang. Dari semua ruas tol yang melintas di Jawa Tengah, Semarang-Batang menjadi salah satu yang paling lambat pembangunanya.

Hal itu disebabkan pemenang lelang yang lalu tidak bisa memenuhi kewajibanya. Investor dinilai lambat dan terkendala maslaah finansial dan akhirnya diambil alih oleh PT Jasa Marga.

Staf Utama Direktorat Teknik dan Operasi PT Trans Marga Jateng, Ari Nugroho mengatakan pembangunan akan dikebut lantaran lalu lintas di jalur pantura sudah terlalu padat. “Saat ini dilakukan penempatan dirut dan pimpro. Usai lebaran baru lelang,” kata Ari, Rabu (15/6).

Lantaran baru akan lelang, pembangunan ruas tol yang terbagi menjadi lima seksi ini masih nol persen.

Menurut Sekda Jateng Sri Puryono, ada sejumlah persoalan krusial yang menyebabkan pembangunan fisik tol Semarang-Batang tertinggal jauh dari ruas tol lainnya. Pertama, adanya pergantian investor pada akhir 2015.

Alasan kedua, di ruas itu ada lahan milik Perum Perhutani. Untuk proses pembebasannya, Kementerian PUPR dan Kementerian BUMN mengajukan izin ke Kementerian Kehutanan.

“Pemprov ditugasi khusus untuk ikut menyelesaian soal tol Semarang-Batang ini. Agar sesuai target selesai 2018,” kata Puryono.

Sesuai data dari Bina Marga Jateng per 4 Mei, dari 2.555 bidang tanah masih dalam tahap proses pembebasan. Dari jumlah itu 954 bidang tahap apraisal dan 1.597 tahap validasi terkait keberatan masyarakat. Penyelesaian ditarget Juli 2016.

Untuk tol Solo-Mantingan, kebutuhan lahan 4,49 juta meter persegi. Sebanyak 2.110 bidang yang berada di kabupaten Boyolali sudah dibebaskan. Sebanyak 54 bidang di Solo seluas 18.515 meter persegi dan telah selesai seratus persen.

Sebanyak 2.579 bidang tanah di Sragen yang dibutuhkan telah dibebaskan 2.284 bidang. Dari 1.404 bidang di Karanganyar telah dibebaskan 1.340 bidang.

‘’Presiden sudah memerintahkan Solo-Sragen bisa dioperasikan tahun ini. Maka pembangunan juga harus cepat.’’ kata Ari.

sumber :