javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Minggu, 01 Juli 2012

Jalur Utama Banyumanik-Bawen Akan Dilebarkan

AKAN DILEBARKAN: Pejalan kaki melintasi trotoar di wilayah 
Langensari, Jalan Gatot Subroto Ungaran yang rusak. Trotoar urung 
diperbaiki menyusul wacana pelebaran jalan. 
(suaramerdeka.com/ Ranin Agung)
UNGARAN, suaramerdeka.com - Lintasan jalur utama Semarang-Solo, dari Banyumanik sampai Bawen, rencananya akan dilebarkan Juli 2012. Untuk pelebaran jalan sepanjang 22,5 kilometer tersebut, pemerintah telah mengalokasikan pagu anggaran dari APBN tahun 2012-2019 sebesar Rp 230 miliar.

Pernyataan tersebut dikemukakan Pejabat Pembuat Komitmen proyek pelebaran jalan Ungaran, Bawen, dan Salatiga Dirjen Bina Marga, Agung Hari Prabowo, saat dihubungi wartawan, Minggu (1/7).

Menurutnya, proyek pelebaran jalan nasional jalur utama Semarang-Solo rencananya akan mulai penetapan kontrak kerja pada akhir Juli 2012 ini.

"Pelebaran jalan sepanjang 22,5 kilometer akan dimulai dari depan swalayan Ada Banyumanik Kota Semarang hingga pertigaan Bawen Kabupaten Semarang. Dari lebar semula sekitar 14 meter, rencananya akan kembali dilebarkan menjadi 15 meter (2 x 7,5 meter per satu jalur-red) kemudian ditambah pembatas berupa median jalan selebar 60 sentimeter. Sehingga total lebar jalan tersebut akan menjadi sekitar 16 meter," kata Agung.

Dijelaskan, masa pengerjaan kontruksi dijadwalkan akan berlangsung selama 28 bulan, sedangkan masa pemeliharaan jalan akan berlaku selama lima tahun setelah pekerjaan jalan selesai.

Menyikapi rencana proyek tersebut, pihak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang terpaksa menunda realisasi pembangunan dan perbaikan empat paket proyek pembangunan trotoar serta taman yang rusak senilai Rp 5 miliar.

Empat paket tersebut meliputi, penggarapan trotoar dan taman kota mulai dari Jalan Gatot Soebroto, trotoar di Susukan, trotoar di Jalan Diponegoro, trotoar Jalan Jenderal Soedirman serta Jalan MGR Soegijapranata, Ambarawa.

"Setelah mendapatkan informasi tersebut, kami pun memilih menunda empat paket proyek yang rencananya akan direalisasikan tahun ini hingga proyek pelebaran selesai agar tidak mubazir dalam pendanaan," jelas Kepala DPU Kabupaten Semarang, Totit Oktorianto.


Berita Terkait :
sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar