javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
Marhaban Yaa Ramadhan...Selamat Menunaikan Puasa Ramadhan 1437 H

cari di blog ini

Memuat...

Rabu, 03 Juni 2015

Fasum-Fasos Jalan Tol Semarang-Solo Belum Beres

Ilustrasi

UNGARAN, RAJA – Fasilitas Umum (Fasum) dan Fasilitas Sosial (Fasos) yang merupakan korban penggusuran proyek jalan tol Semarang – Solo, sesi II Ungaran – Bawen hingga saat ini belum juga ada kejelasan dari pihak terkait. Warga Kalirejo pun mengajukan class action.

Tidak hanya warga Kalirejo, kali ini Desa Kandangan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, juga akan mempertanyakan realisasi penggantian jalan desa yang berada di Dusun Geneng hingga Simpang Susun tol Kandangan, dengan panjang 500 meter dengan lebar 3 meter, kepada pihak Trans Marga Jateng (TMJ). Bukan hanya jalan yang menjadi persoalan di daerah tersebut, Fosum dan Fasos yang berada di SDN 02 dan 04 Kandangan agar juga secepatnya diselesaikan.

“Pada dasarnya warga tidak meminta gantirugi berupa uang, akan tetapi ganti jalan sepanjang 500 meter, lebar 3 meter di Dusun Geneng sampai Simpang Susun. Hingga saat ini belum terealisasi, padahal dalam forum musyawarah mereka menyanggupi mengganti jalan. Terakhir kami menanyakan masalah itu, November 2014 pada TMJ,” ucap Kepala Desa Kandangan Paryanto.

Sampai saat ini warga masih saja kesulitan untuk beraktifitas, lantaran tidak ada jalan penghubung. Mengingat di kanan dan kiri jalan tol tersebut masih ada ratusan hektar lahan milik warga. Paryanto menjelaskan, akibat tidak ada jalan tersebut, warga kerepotan saat akan mengangkut hasil panen. Misalnya ada warga yang mau muat kayu atau material apapun menggunakan mobil, maka harus dilangsir sampai pinggiran tol. Kemudian mobil atau truk masuk lewat tol Bawen untuk ambil material itu.

“Paling susah itu warga yang berada di kanan kiri jalan tol, padahal masih ada ratusan hektar di sana. Untuk beraktifitas terpaksa harus nerabas lewat pinggiran tol,” kata Paryanto.
Selain jalan desa, lanjut Prayitno, warga juga meminta agar jembatan geneng dibuat langsam. Sebab kondisi saat ini sangat curam, sehingga banyak truk angkutan berat terguling. “Kita sudah mengajukan baik secara lisan atau pun secara tertulis pada mereka, dan mereka juga

sepakat waktu di forum itu ada juga pejabat TMJ dan Pak Sekda termasuk TPT. Katanya akan direalisasikan secepatnya. Informasi terakhir mereka masih menunggu selesainya pembebasan lahan perkuatan di kanan dan kiri tol seluas 9,8 hektar terangnya.

Sementara Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengatakan, bahwa pihaknya sudah membahas masalah tersebut dan mana saja yang harus segera diselesaikan. Bahkan Ganjar berjanji bila ada laporan masuk dari warga kepadanya saat itu juga akan memerintahkan untuk segera menyelesaikan masalah fasos dan fasum tersebut.

“Kita sudah bicara mana yang belum selesai dan harus segera diselesaikan. Apalagi di sini ada petugasnya kan, diurus tidak? Mbok disuruh ngomong karo aku. Kalau sekarang ada data fasum dan fasos yang belum beres diberikan saya, besok pagi saya berikan TMJ untuk menyelesaikan persoalan ini,” pungkas Ganjar. (wis)

Sumber :