javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
Marhaban Yaa Ramadhan...Selamat Menunaikan Puasa Ramadhan 1437 H

cari di blog ini

Memuat...

Jumat, 01 April 2016

Jasa Marga Bidik Pengoperasian Tiga Ruas Baru

indopos.co.id – Perombakan direksi terjadi lagi di PT Jasa Marga Tbk. Kali ini salah seorang direktur keuangan di Krakatau Steel hijrah ke perusahaan jalan tol milik negara tersebut. Selain itu, perombakan juga terjadi di jajaran komisarisnya.

“RUPS kali ini mengangkat Anggiasari Hindratmo sebagai direktur (keuangan) yang saat ini beliau masih sebagai direktur keuangan di KS,” kata Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman, kemarin. Dia menyebutkan posisi itu menggantikan Reynaldi Hermansjah yang sudah 10 tahun masa kerja. Selain direksi, komisaris juga mengalami pergantian yakni Akhmad Syakhroza dan Hambra tidak lagi menjadi komisaris di Jasa Marga.

Dengan tim baru tersebut, Adit berharap Jasa Marga lebih berinovasi dan mampu menyelesaikan rencana-rencana yang diberikan dalam lima tahun ke depan. Seperti menambah ruas-ruas jalan tolnya hingga total mencapai 1400 kilometer.

Adit mengatakan, pada 2016 ini, perseroan menargetkan untuk mengoperasikan 3 ruas jalan tol sepanjang 71 kilometer yakni jalan tol Surabaya-Mojokerto seksi Krian-Mojokerto (18,47 km), yang telah diresmikan 19 Maret 2016. Kemudian, jalan tol Semarang-Solo seksi Bawen-Salatiga (17,50 km) dan jalan tol Solo-Ngawi seksi Kartasuro-Sragen (35,5 km).

Disebutkan,pada 2015, Jasa Marga mengoperasikan jalan tol Gempol-Pandaan sepanjang 13,61 kilometer. Perseroan juga berhasil mengakuisisi 3 ruas jalan tol baru yakni ruas tol Solo-Ngawi (90,10 km), ruas tol Ngawi-Kertosono (87,02 km), dan ruas tol Cinere-Serpong (10,24 km).

Sementara pada sisi pendapatan selama 2015, Jasa Marga mampu membukukan pendapatan tol dan usaha lainnya sebesar Rp 7,63 triliun atau tumbuh 5,6 persen. Pertumbuhan pendapatan tersebut merupakan kontribusi dari pendapatan tol sebesar Rp 7,12 triliun dan pendapatan usaha lainnya sebesar Rp 509, 65 miliar. Khusus untuk pendapatan tol tumbuh sebesar 7,1 persen dibandingkan 2014.

Adit menambahkan pada 2016, pihaknya menargetkan pendapatan usaha di luar pendapatan konstruksi dapat mencapai Rp 8,66 triliun, tumbuh 13,5 persen dibandingkan pendapatan usaha di luar pendapatan konstruksi 2015. Tahun ini juga, perseroan akan menggunakan sebagian anggaran Rp 13,89 triliun untuk pembangunan jalan tol baru, sejumlah Rp 11,34 triliun. (vit)

sumber :