javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
Marhaban Yaa Ramadhan...Selamat Menunaikan Puasa Ramadhan 1437 H

cari di blog ini

Memuat...

Minggu, 24 April 2016

25.000 Kendaraan Lintasi Tol Semarang-Bawen per Hari


ilustrasi

SEMARANG, suaramerdeka.com – Memasuki tahun 2016, volume kendaraan yang melintas di jalan tol Semarang-Ungaran Bawen mencapai 25.000 mobil per hari. Jumlah itu meningkat pesat jika dibandingkan saat hanya satu seksi tol yang beroperasi, Semarang-Ungaran, yakni 9.000 kendaraan per harinya.

Direktur Teknik dan Operasi Trans Marga Jateng (TMJ) Arie Irianto mengatakan jumlah 25.000 itu bisa berlipat saat musim libur sekolah, hari raya dan natal. Ia mengklaim pertumbuhan jumlah volume kendaraan yang melintas menunjukkan jalan tol sebagai pilihan utama pengguna jalan untuk menyingkat durasi perjalanan. Terutama bagi pelaku ekonomi dengan tujuan mempercepat proses distribusi barang.

“Pertumbuhan kendaraan 7 persen per tahun sementara pertubuhan jalan baru tol 0,02 persen. Masih timpang. Pembangunan jalan tol harus terus dikebut karena memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi,” ujar Arie, Minggu (24/4).

Tol Semarang-Solo terbagi menjadi lima seksi. Seksi I Tembalang-Ungaran sepanjang 11 KM dan Seksi II Ungaran-Bawen sepanjang 12 KM sudah beroperasi. Seksi III Bawen-Salatiga sepanjang 17,5 KM, Seksi IV Salatiga–Boyolali sepanjang 24 KM, dan Seksi V Boyolali–Kartasura sepanjang 8 KM masih proses pembangunan dan pembebasan lahan. Untuk pembangunannya dibutuhkan investasi Rp 10,3 triliun, dengan perincian Rp 7,3 triliun untuk Semarang-Salatiga dan Rp 3 triliun untuk Salatiga-Solo.

Sementara itu untuk penyesuaian dampak inflasi, tarif jalan tol Seksi I dan II naik per 16 April 2016. Hal itu diatur dalam Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat no 191/KPTS/M/2016 Tahun 2016 tentang Penyesuaian Tarif Pada Jalan Tol. Untuk kendaraan golongan I naik Rp 500, kendaraan golongan II-V antara Rp 1.000 – Rp 2.000.

“Kanaikan sebagai konsekuensi dampak inflasi yang terjadi tiap dua tahunan. Ini diatur dalam PP no 15 Tahun 2005 yang diubah menjadi PP no 43 Tahun 2013 tentang Perubahan Kedua atas PP no 15 Tahun 2005. Kami sudah menyosialisasikannya,” jelasnya.

Sebagai pengelola, lanjut Arie, kenaikan itu akan diimbangi dengan peningkatan pelayanan bagi pengguna tol. PT TMJ berusaha memberikan pelayanan untuk mendukung kenyamanan dan keselatan.

Di antaranya fasilitas layanan derek, penyediaan layanan untuk isi air radiator, dan informasi gangguan dan pengaduan. Saat ini di Seksi Ungaran-Bawen tengah dilakukan pembangunan rest area yang akan di lengkapi masjid, restoran dan tempat pengisian bahan bakar.
(Hanung Soekendro/CN19/SMNetwork)

sumber :