javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
Marhaban Yaa Ramadhan...Selamat Menunaikan Puasa Ramadhan 1437 H

cari di blog ini

Memuat...

Rabu, 13 April 2016

Harus Rampung Sebelum Lebaran, Proyek Tol Semarang-Salatiga Dikebut


Ilustrasi Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -Pembangunan Jalan Tol Semarang-Solo, khusus seksi III sepanjang 18,2 kilo meter dari Bawen-Salatiga ditargetkan rampung H-7 Lebaran 2016. Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk (JSMR) Adityawarman mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan sejumlah upaya percepatan agar target tersebut bisa dicapai.

"Semarang itu karakternya agak unik karena berbukit-bukit sehingga banyak pekerjaan tanah yang luar biasa. Kemudian ada batu-batu yang besar-besar, sebesar rumah. Jadi pekerjaan land clearing itu ekstra sekali," kata dia ditemui di sela HUT Kementerian BUMN di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (13/4/2016).

Bila ruas ini selesai, kata Adit, maka akan melengkapi 2 seksi Jalan Tol Semarang-Solo yang sudah beroperasi sebelumnya yakni Seksi I sepanjang 16,3 km dari Tembalang-Ungaran dan seksi II sepanjang 11,3 km dari Ungaran-Bawen di bawah pengelolaan PT Transmarga Jateng yang 60% sahamnya dikuasai Jasa Marga.

Artinya, bila jalan ini rampung, maka pengguna jalan tol bisa menerus menggunakan tol masuk di Semarang dan keluar di Salatiga.

Sekedar catatan, proses pembebasan lahan Jalan Tol ini masih terkendala di beberapa titik. Salah satunya pembebasan tanah di Desa Delik, Kecamatan Tuntang yang warganya meminta penggantian tanah dan fasilitas jalan lingkungan.

"Memang ada beberapa bidang tanah yang belum bebas, kita usahakan kalau bisa sebelum akhir April sudah selesai. Sehingga bisa mengerjakan Bawen sampai Salatiga," sambung dia.

Bila melihat data teknis yang dimiliki BPJT, total progres fisik Jalan Tol ini termasuk yang sudah beroperasi telah mencapai 31,43%. Sembari melakukan pekerjaan konstruksi, saat ini tengah dilakukan upaya untuk menuntaskan proses pembebasan lahan.

Diharapkan ada dukungan dari Pemerintah daerah untuk mempercepat proses pembebasan lahan tersebut. Mengingat, jalan tol ini ditarget selesai sebelum tahun 2019.

Pemerintah sendiri memperkirakan dibutuhkan dan sekitar Rp 927 miliar untuk proses pembebasan lahan dan biaya konstruksi sekitar Rp 3,11 triliun. Total kebutuhan investasi jalan tol ini ditaksir mencapai Rp 7,3 triliun.
(dna/ang)

sumber :