javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
Merry Chrismast and Happy New Year 2018

cari di blog ini

Rabu, 19 Juni 2013

Jika Tak Selesai Saat Mudik, Tol Ungaran-Bawen Gratis

"Untuk uji coba saja, tanpa tarif. Hanya membantu arus mudik".

Ilustrasi jalan tol. (Antara/ R Rekotomo)

VIVAnews - Kepala Badan Pengatur Jalan Tol, Ahmad Gani Ghazali, Rabu 19 Juni 2013, menyatakan faktor cuaca buruk seperti hujan yang tidak menentu bisa menghambat pekerjaan konstruksi jalan di beberapa titik proyek pembangunan tol Ungaran-Bawen di Jawa Tengah.

Pernyataan ini senada dengan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Djoko Murjanto, pada pekan lalu bahwa hujan bisa merusak kondisi jalan pantura.

"Di sana itu kondisinya lagi pengerjaan tanah, hujan bisa sangat mengganggu," ujar Gani kepada VIVAnews.

Menurut Gani, jika hujan terjadi saat pengerjaan tanah, pekerjaan harus berhenti secara total.

Gani mencemaskan, hujan terus berlanjut hingga bulan puasa pada Juli dan Agustus mendatang. Apabila itu terjadi, salah satu ruas tol Trans Jawa ini tidak akan siap dipakai untuk melancarkan arus mudik Lebaran sebagaimana yang ditargetkan sebelumnya. Para pemudik diperkirakan hanya bisa melewati satu lajur.

"Bisa dipakai hanya yang ke arah Solo, sedangkan arah sebaliknya tidak bisa," kata Gani.

Apabila hanya satu jalur yang dibuka untuk umum pada saat arus mudik Lebaran, BPJT tidak akan mengenakan tarif alias gratis bagi para pemudik.

BPJT belum bisa memungut tarif sebelum jalan tol ini melalui evaluasi tim gabungan bersama Bina Marga dan Kementerian Perhubungan.

"Itu untuk uji coba saja, tanpa tarif. Nanti setelah Lebaran, jalan tolnya akan kami tutup lagi untuk diselesaikan. Ini hanya untuk membantu arus mudik," kata Gani.

Untuk perkembangan proyek tol Ungaran-Bawen, Gani melanjutkan, hingga saat ini pengerjaan seksi II sudah mencapai 89,46 persen. Tol sepanjang 11,9 kilometer itu merupakan bagian dari tol Semarang-Solo seksi II.

Sementara itu, tol Semarang-Solo, adalah bagian dari proyek jalan tol Trans Jawa dengan panjang 72,64 kilometer dan menelan investasi sebesar Rp6,21 triliun. (art) 

sumber :