javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Senin, 17 September 2012

Proyek Tol Priok W1-W2 Ditunda

ilustrasi
JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan, pembangunan ruas akses tol Priok seksi West 1 (W1) dan West 2 (W2) diundur masa pengerjaannya pada 2020 mendatang karena tingkat kebutuhannya yang tidak mendesak.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU Djoko Murjanto menjelaskan, keputusan pemerintah mengundur pengerjaan kedua proyek tol ini berdasarkan hasil kajian yang dikeluarkan oleh tim PU. “Hasil kajiannya dilakukan PU, dan telah disetujui oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) sebagai pihak pemberi pinjaman,” kata Djoko saat dihubungi,kemarin. Sebagai informasi,pembangunan ruas akses tol Priok seksi West 1 dengan rute Jampea- Kampung Bahari ditargetkan konstruksinya pada Juli 2012–Januari 2015.

Sedangkan seksi West 2 Kampung Bahari- Tol Pelabuhan Priok pemerintah menargetkan pembangunannya Oktober 2012–Januari 2015. Kepala Biro Perencanaan dan Pinjaman Luar Negeri Kementerian PU Taufik Widjayanto mengatakan, untuk pengajuan pinjaman pembangunan akses tol Priok seksi W1 dan W2 sementara ini dibatalkan. Menurut dia, penundaan dilakukan karena rencana pembangunan akan dikaji lebih lanjut dan kemungkinan dikaitkan dengan rencana Pemprov DKI dalam melanjutkan pembangunan tol Pelabuhan ke Cilincing.

Tol Ungaran-Bawen


Di sisi lain, PT Trans Marga Jateng (TMJ) sebagai pemegang konsesi ruas tol seksi II Ungaran-Bawen sepanjang 11,3 km menyatakan target pengoperasian tol itu pada Mei 2013 terancam mundur karena belum rampungnya masalah pembebasan tanah. Kabag Pengendalian dan Pelaksana Pembangunan PT TMJ Rus Sutantyo meminta pemerintah pusat dan Pemprov Jawa Tengah bisa melakukan percepatan pembebasan tanah tol tersebut.

Dia berharap, konstruksi seksi II Ungaran-Bawen yang merupakan bagian dari tol Semarang-Solo sepanjang 75 km bisa segera selesai pada Mei 2013 dan dapat digunakan saat Lebaran.“Saya harap ada percepatan untuk lahannya seluas 6,7 hektare, kalau tanah bebas seluruhnya untuk seksi II ini, maka konstruksi masih bisa on schedule,” kata Sutantyo kepada sejumlah media seusai menghadiri press tour jalur pantura di Semarang, Jawa Tengah,akhir pekan lalu.

Dia mengungkapkan, jika masalah pembebasan lahan ini belum juga selesai hingga Oktober 2012, maka kemungkinan penyelesaian tol seksi II Ungaran-Bawen akan mundur dari jadwal yang telah ditetapkan. Sutantyo juga menjelaskan, untuk membangun konstruksi dengan tanah seluas 6,7 hektare dibutuhkan waktu sekitar 6 bulan.“Kemungkinan bisa mundur penyelesaiannya, belum lagi masalah cuaca. Pada musim hujan kita tidak bisa berbuat banyak,”katanya.

Menurut dia, saat ini masih terdapat sekitar 50 bidang lahan dengan luas 6,7 hektare yang belum terbebaskan. Dia berharap, masalah lahan ini bisa segera tuntas secepatnya sehingga konstruksi juga bisa lebih cepat dikerjakan. Dari empat paket pekerjaan seksi Ungaran-Bawen, hampir semua paket terkendala tanah, dan terbanyak masih di paket 4. Kabag Humas PT Jasa Marga Tbk Wasta Gunadi mengatakan, pada prinsipnya perseroan siap melaksanakan konstruksi tepat waktu, asalkan masalah tanah ini bebas seluruhnya.“ Fisik tidak ada masalah, siap untuk dipercepat, sekarang persoalannya adalah lahan,” kata Wasta ditemui di tempat yang sama.

Menurut dia, pembebasan tanah pembangunan jalan tol Semarang- Solo ini merupakan tanggung jawab pemerintah.Jasa Marga hanya bertindak sebagai pembangun konstruksinya. ● heru febrianto

sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar