javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Kamis, 10 November 2011

Truk dan bus dilarang lewat tol Semarang-Solo

Semarang (ANTARA News) - Jalan tol Semarang-Solo rute Kota Semarang hingga Ungaran, Kabupaten Semarang, hanya boleh dilewati kendaraan ukuran kecil, sedangkan truk dan bus dilarang melintas jalur bebas hambatan ini yang mulai dioperasikan 12 November 2011.

"Rencananya hanya kendaraan berukuran kecil yang boleh melintas, untuk truk dan bus belum bisa," kata Komisaris Utama PT Trans Marga Jawa Tengah, Danang Atmojo, di Semarang, Kamis.

Menurut dia, rute keluar jalan tol yang yang berhubungan dengan jalur utama Semarang-Solo, di wilayah Ungaran, belum memungkinkan dilalui kendaraan berukuran besar, seperti truk dan bus.

Meski demikian, lanjut dia, pengoperasian jalan tol ini diharapkan tetap mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan umum di kawasan atas Kota Semarang.

Ia menuturkan, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan, dan Menteri Keuangan Agus Martowardojo, dijadwalkan membuka operasional jalan tol sepanjang 14 kilometer tersebut.

"Pak Menteri akan melintas pertama di gerbang tol ini, sambil melakukan pembayaran di loket," kata Danang yang juga Kepala Dinas Bina Marga Jawa Tengah ini.

Adapun untuk tarif jalan tol ini, lanjut dia, hingga saat ini belum ditentukan.

Menurut dia, kemungkinan pemberitahuan tentang besaran tarif yang dikenakan baru akan disampaikan pada Sabtu (12/11).

"Kemungkinan tarif sekitar Rp6.000 per kendaraan, namun kami masih menunggu kepastian dari Pusat. Kami mohon masyarakat bersabar," katanya.

Terpisah, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah, Sri Praptono menyambut baik pengoperasian jalan tol tersebut.

Namun, politikus Partai Keadilan Sejahtera itu meminta, berbagai persoalan yang berkaitan dengan jalan tol ini harus sudah dituntaskan.

Beberapa masalah yang sebelumnya sempat mengemukan, lanjut dia, seperti persoalan konstruksi yang telah ditangani serta pembayaran kepada para sub kontraktor proyek jalan tol ini.

"Harus ada kepastian masalah-malasah semacam itu terselesaikan," katanya.

(I021/A030)
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © 2011
sumber :

Diwaspadai, Kepadatan Lalu Lintas di Pintu Keluar

Pembukaan Tol Semarang-Ungaran


SEMARANG - Menjelang pembukaan jalan tol Semarang-Ungaran, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Jateng mewaspadai titik-titik rawan. Setidaknya ada tiga titik yang menjadi fokus perhatian.

Ketiga titik itu adalah pintu keluar tol Ungaran, pertigaan Kantor DPRD Kabupaten Semarang dan pertigaan Universitas Darul Ulum Islamic Center Sudirman (Undaris).

Pada peresmian jalan bebas hambatan 14,1 km, Sabtu (12/11) lusa, Dishubkominfo akan menempatkan personel di lokasi tersebut.

Kepala Dishubkominfo Provinsi Jateng, Urip Sihabudin mengatakan, penempatan petugas itu untuk mengatasi kepadatan arus lalu lintas.

Mereka yang disiagakan paling tidak satu hari itu akan dibantu petugas Dishubkominfo Kabupaten Semarang dan polisi.

Pernah Dihadapi


“Kami sendiri akan mengerahkan 5-10 petugas di tiga titik kepadatan arus. Mereka akan memberi informasi jalur alternatif kepada pengguna jalan tol saat melintas pintu keluar tol Ungaran,” katanya.

Dalam pembukaan, tol akan difungsikan dua arah, Semarang-Ungaran dan Ungaran-Semarang.

Menurut dia, jalan tol ini sudah pernah diujicobakan. Persoalan kepadatan lalu lintas di pintu keluar tol pernah dihadapi. Terpisah, Gubernur Bibit Waluyo mengatakan, peresmian jalan tol ini diawali oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto membayar karcis tol untuk kali pertama.

Menyinggung soal tarif tol, Bibit mengaku belum paham. Hanya saja, ia memberi informasi kisaran antara Rp 5.500- Rp 6.000. Ia menilai tarif itu tidak mahal. “Beli rokok satu bungkus Rp 10 ribu jadi asap, jadi mengguk aja tidak ngomel. Bayar begitu aja kok ngomel, jalan tol ini harus dipelihara, dirawat sehingga perlu biaya,” tegasnya.

Usai pembukaan, direncanakan ada pemantauan ke ruas tol seksi II Ungaran-Bawen. (J17,J14-53 )
sumber :

Rabu, 09 November 2011

Proposal Perdamaian Istaka Karya ditolak

Oleh Sekti Dewi Mayestika

JAKARTA: PT JAIC Indonesia mengaku keberatan dengan proposal perdamaian yang ditawarkan PT Iskata Karya dalam kasus pailit BUMN tersebut.

Juni Dani, Kuasa hukum JAIC, mengatakan keberatan kliennya tersebut karena proposal perdamaian yang diajukan Istaka dinilai tidak masuk akal. Terlebih, lanjutnya, tidak ada jaminan pelaksanaan atas proposal perdamaian tersebut.

"Kami sangat meragukan pelaksanaan konsep perdamaian tersebut. Cicilan pembayaran yang baru akan selesai pada 2019, yang tidak terjamin pelaksanaannya," katanya dalam pesan elektronik yang diterima Bisnis hari ini.

Saat ini, proses kepailitan Istaka telah memasuki tahap pembahasan. Dalam rapat verifikasi utang, jumlah utang yang diakui Istaka mencapai Rp753 miliar yang terdiri dari utang kreditur konkuren sebesar Rp300 miliar, kreditur sparatis Rp400 miliar dan untuk karyawan Rp53 miliar.

Seperti diketahui, Mahkamah Agung (MA) mengabulkan kasasi yang dilayangkan PT JAIC Indonesia dalam perkara permohonan pailit yang dilayangkan perusahaan tersebut terhadap Istaka.

Kasasi tersebut dilakukan JAIC atas putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat menolak permohonan pailit yang diajukannyakarena majelis hakim berpendapat bahwa perusahaan negara tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai perusahaan yang dimaksud dalam Pasal 2 Ayat 5 UU No.37/2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. (sut)

Tol Cikopo-Palimanan Dikerjakan Akhir Bulan

Pintu tol Cikopo, Jawa Barat. TEMPO/Arie Basuki
TEMPO Interaktif, Bandung - Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak mengatakan pengerjaan jalan tol Cikopo-Palimanan akan dicanangkan pada 30 November ini. "Nanti nyambung, dari Cikampek langsung ke Cirebon," kata Hermanto Dardak, di Bandung, Rabu, 9 November 2011.

Menurut dia, investasi yang disiapkan untuk membangun jalan tol itu mencapai Rp 11 triliun. Jalan tol itu nantinya akan dibangun dalam enam seksi, total panjangnya lebih dari 100 kilometer.

Hermanto mengatakan pembebasan lahan sendiri belum 100 persen selesai. Yang sudah tuntas, katanya, baru dari seksi 1 sampai 5, dari Cipoko hingga sebelum Waringin. "Ada yang sudah 100 persen ada yang sudah 94 persen, tapi praktisnya sudah bisa mulai," katanya.

Pemerintah, kata dia, mematok target pada 2014 pembangunan konstruksi jalan tol itu sudah rampung. "Mudah-mudahan 2014 selesai," kata Hermanto.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengamini rencana itu. "Groundbreaking-nya nanti di Cikopo," katanya. Dia berharap jalan tol itu bisa tuntas di 2013 nanti.

Hermanto mengatakan jalan tol Cikopo-Palimanan itu menjadi bagian dari pembangunan jalan tol lintas utara Jawa. Dalam bulan-bulan ini, katanya, juga akan dimulai pembangunan jalan tol yang menjadi bagian lintas utara Jawa itu.

Menurutnya, yang termasuk jalan tol lintas utara Jawa itu di antaranya Semarang-Ungaran, Kertosono-Solo yang sudah dimulai pekerjaannya, Kertosono-Mojokerto tengah berjalan pembangunan konstruksinya dari Jombang, serta Mojokerto-Surabaya.

Tol Semarang-Ungaran di Jawa Tengah, papar Hermanto, tinggal dibuka resmi untuk digunakan publik. Selanjutnya akan digarap jalan tol itu menuju Bawen. "Mau dilakukan groundbreaking bulan-bulan ini," kata Hermanto.

AHMAD FIKRI
 
sumber :

Tol Semarang-Ungaran Dibuka Sabtu

SEMARANG- Setelah lama tertunda, PT Trans Marga Jateng (TMJ) memastikan peresmian jalan tol Semarang- Solo seksi I Semarang-Ungaran, Sabtu (12/11).
Direncanakan, pembukaan jalan tol sepanjang 14,1 kilometer tersebut akan dilakukan oleh tiga menteri. Ketiganya adalah Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto, Menteri BUMN Dahlan Iskan, dan Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo.

”Ada tiga menteri yang rencananya akan hadir untuk meresmikan jalan tol ini. Sejauh ini, yang memberikan konfirmasi baru dua yaitu Menteri PU dan Menteri BUMN,” kata Komisaris PT TMJ Danang Atmodjo saat dihubungi Suara Merdeka, Selasa (8/11). Adapun pihak yang menjadi penyelenggara peresmian jalan tol tersebut adalah Kementerian PU.
Sebelumnya, jalan bebas hambatan itu pernah akan diresmikan 28 Februari 2011, namun tertunda karena berbagai persoalan, termasuk dilanda longsor.

Dibatasi

Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jateng ini menegaskan jalan tol sudah siap dibuka untuk umum. Untuk sementara, pengguna jalan hanya dibatasi pada kendaraan kategori golongan I seperti mobil pribadi. Kendaraan berat seperti bus dan truk belum diperbolehkan melintas.

Pihaknya mengaku belum mengetahui tarif resmi masuk tol tersebut. Yang jelas, nilai nominalnya berkisar antara Rp 5.500- 6.000. Dari segi keamanannya, jalan tol sudah tidak ada kendala. Bila sebelumnya terdapat urukan tanah akibat aksi blokade subkontraktor, jalan tersebut kini sudah bersih.

Mengenai pembayaran ke subkontraktor tol, ini pun sudah tidak ada masalah. Dalam hal ini, TMJ sudah menyelesaikan pembayaran kekurangan sebagian. Adapun, nominal yang dibayarkan ke subkontraktor, ia mengaku tak mengetahuinya.

Sementara, dari pantauan kemarin, lokasi blokade di jalan Tol Semarang - Solo ruas Kalirejo Ungaran mulai dibersihkan. Timbunan tanah dan puluhan truk yang semula berada di tengah jalan bebas hambatan itu sudah dipinggirkan.
Di gerbang tol Ungaran, sejumlah petugas dari TMJ bersama pekerja PT BSDA menyiram sisa timbunan dengan air. (J17,J14,K33-53 ) 
 
sumber :

Selasa, 08 November 2011

TMJ Bayar Kewajiban, Blokir Dibuka

ilustrasi
UNGARAN (KRjogja.com) - Para pekerja subkontraktor jalan tol Semarang - Ungaran di Kelirejo, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang mulai membersihkan tanah urug yang menutupi jalan setelah PT Trans Marga Jateng (TMJ) memenuhi kewajibannya.

Hal tersebut diungkapkan Koordinator Aksi Pekerja Subkontraktor Jalan Tol dari PT Bumi Sentosa Dwi Agung (BSDA) Jakarta, Tundo Karyono, Selasa (8/11). Menurutnya, sudah ada pembicaraan dan kepastian hak para subkontraktor sebelum ruas jalan itu diresmikan Menteri BUMN Dahlan Iskan, Sabtu (12/11).

"Kami akan membuka blokir jalan meskipun uang belum sepenuhnya diterima. Kami menghormati dan menghargai itikad baik PT TMJ. Namun, apabila ingkar akan menutup kembali,"katanya saat dikonfirmasi KRjogja.com, Selasa (8/11).

Tundo menambahkan TMJ berjanji akan membayar penuh pekerjaan subkontraktor pada Januari 2012. Sedangkan berdasarkan pantauan pekerja membersikan urukan tanah menggunakan air dan sudah terkumpul 300 kubik. (Sus) 
 
sumber :

Tiga Menteri Akan Buka Tol Semarang-Ungaran

Semarang, CyberNews. Setelah pengoperasian lama tertunda, PT Trans Marga Jateng (TMJ) memastikan peresmian jalan tol Semarang-Solo seksi I Semarang-Ungaran akan berlangsung pada hari Sabtu (12/11). Sesuai rencana, pembukaan jalan tol sepanjang 14,1 kilometer tersebut akan dilakukan oleh tiga menteri sekaligus. Ketiganya yaitu Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto, Menteri BUMN Dahlan Iskan, dan Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo.

"Ada tiga menteri yang rencananya akan hadir untuk meresmikan jalan tol ini (Semarang- Ungaran). Sejauh ini, yang memberikan konfirmasi baru dua yaitu Menteri PU dan Menteri BUMN," kata Komisaris PT TMJ Danang Atmodjo saat dihubungi lewat telepon, Selasa (8/11). Adapun, yang menjadi penyelenggara atau leading sector peresmian jalan tol tersebut adalah Kementerian PU.

Sebelumnya, jalan bebas hambatan itu pernah akan diresmikan tanggal 28 Februari 2011, namun akhirnya harus tertunda karena berbagai persoalan, termasuk dilanda longsor. Danang yang menjabat Kepada Dinas Bina Marga Provinsi Jateng ini menyatakan, jalan tol sudah siap dibuka untuk umum.

Untuk sementara, pengguna jalan hanya dibatasi pada kendaraan kategori golongan I seperti mobil pribadi. Kendaraan
berat seperti bus dan truk belum diperbolehkan melintas.

Pihaknya mengaku belum mengetahui tarif resmi masuk tol tersebut. Yang jelas, nilai nominalnya berkisar antara Rp 5.500- 6.000. Dari segi keamanannya, jalan tol sudah tidak ada kendala.

Bila sebelumnya terdapat urugan tanah akibat aksi blokade subkontraktor, jalan tersebut kini sudah bersih. Mengenai pembayaran ke subkontraktor tol, ini pun sudah tidak ada masalah.

Dalam hal ini, TMJ sudah menyelesaikan pembayaran kekurangan sebagian. Adapun, nominal yang dibayarkan ke subkontraktor, ia mengaku tak mengetahuinya.

( Royce Wijaya / CN32 / JBSM )

Baca Juga
Komisi D Sudah Pernah Minta TMJ Mereview Amdal
Tol Ungaran-Bawen Pilih Tanah Labil
TMJ Pastikan Subkontraktor Dapatkan Haknya
Tuntut Hak, Subkontraktor Berjuang Sendiri
Kejari Panggil Subkontraktor Tol Semarang-Ungaran
Subkontraktor Berhak Tagih Utang Lewat Kurator
Izin Blokade Tol Semarang-Solo Diperpanjang
Jalan Tol Ungaran-Bawen Digarap
Rp 30 Milyar dari TMJ Belum Terbayar
Tol Semarang-Ungaran Ditempuh 10 Menit

sumber :
suaramerdeka

Pak Danang Ngetrail, Pak Gub Mbonceng

Pameran Foto Meretas Perjalanan Tol 80 Km

KEPALA Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah, Danang Atmaja tak menyangka gurauannya bersama Gubernur Jateng Bibit Waluyo di sela-sela kunjungan proyek pembangunan tol Semarang-Ungaran terekam jelas dalam sebuah foto. Foto berukuran 40x60 cm karya fotografer Suara Merdeka Maulana M Fahmi yang dipamerkan mampu membuat ekspresinya yang semula serius menjadi tertawa lepas.

Yah, pasalnya saat itu ia bersama Wali Kota Semarang Soemarmo HS sedang serius menikmati foto-foto yang terpajang apik di deretan sketsel. Dia tak menyangka ada sebuah foto human interest yang menggambarkan jelas ekspresinya bersama Gubernur Jateng Bibit Waluyo tengah bercanda.

Gubernur dalam gambar terlihat jelas melingkarkan tangan di pinggulnya seolah-olah seperti membonceng kendaraan. Sementara Danang berkespresi seolah-olah mengendarai motor.

"Saya ingat betul foto ini saat kami melakukan kunjungan ke proyek tol terkait kesiapan digelarnya kegiatan trabas motor Jelajah Ndesa Mbangun Desa oleh Pemprov Jawa Tengah. Pak Gub saat itu bercanda seolah-olah membonceng trail menyusuri tol sepanjang 12 km," ungkap Danang mengenang kejadian dengan latar belakang gerbang tol Banyumanik tersebut.

Jika Danang terkesan dengan foto berjudul "Bercandaan di Sela Kunjungan", Soemarmo pun mempunyai kesan mendalam dengan foto berjudul "Ganti Untung" karya fotografer Radar Semarang Adityo Dwi. Dalam foto tergambar ekspresi Soemarmo yang saat itu sebagai Sekda Kota Semarang menyerahkan uang ganti untung atas tanah milik mantan Wali Kota Semarang Soetrisno Soeharto di kantor Kelurahan Gedawang.

"Wah, kalau ini saat saya masih menjabat Sekda. Masih terlihat muda ya saat itu," gurau Soemarmo disambut tawa wartawan dan rombongan wali kota serta tamu undangan.

Yah, dua foto tersebut adalah sebagian dari 50 foto yang dipamerkan oleh para fotografer media di Semarang yang tergabung dalam PFI Semarang. Masih banyak foto-foto menarik yang secara gamblang memperlihatkan proses pembangunan tol Semarang-Ungaran dari masa ke masa dari berbagai sudut pengambilan gambar.

Kamera Antik

Seperti foto karya fotografer Kompas P Raditya Mahendra Yasa yang menampilkan seorang siswa SD melintas di antara puing rumahnya yang terkena proyek tol. Foto karya Wahyu Sulistyawan pun tak kalah menariknya menampilkan aktivitas pekerja dalam prosesi pemindahan tiang listrik karena terkena proyek tol.

Sementara fotografer Seputar Indonesia Arif Nugroho mengambarkan aktivitas pamasangan tiang pancang pertama di Kelurahan Kramas oleh Gubernur Jateng. Tak hanya aktivitas pekerja yang ditampilkan, gelaran event sepeda wisata yang pernah digelar dengan rute tol tersebut juga ditampilkan melalui karya fotografer Harian Wawasan Weynes.

Acara pembukaan oleh Danang Atmojo mewakili Gubernur dikemas dengan prosesi yang tidak biasa. Dia membuka pameran ditandai dengan menyingkap tabir penutup foto perdana berjudul "Landscape Tol Semarang-Ungaran" karya fotografer Maulana M Fahmi di atas panggung.

Nah, yang unik Danang dipersilakan untuk mengabadikan panitia menggunakan kamera antik Rolleiflex seri T buatan jerman 62 koleksi Djoni S, kolektor kamera antik warga Karangwulan.

Usai memotret, dia tidak menggunting pita. Tetapi, panitia mengganti pita dengan negatif film dengan tiang di sampingnya yang terpajang di mesin cetak foto kuno merk Lupo buatan Italia tahun 1960 dan Rowi buatan Jerman tahun 1958.

Danang mengapresiasi positif digelarnya pameran tersebut. "Kami sangat apresiatif terhadap pameran foto ini. Pameran bisa menjadi media sosialisasi kepada masyarakat. Karena proyek pembangunan tol sejatinya adalah dibangun untuk melayani rakyat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya warga Solo hingga Semarang," jelasnya.

Ketua Pameran Dhani Esparados mengatakan pameran sebagai salah satu bentuk apresiasi fotografer media di Semarang untuk menampilkan secara gamblang proses pembangunan tol Semarang-Solo.

"Dengan foto-foto ini, kami mencoba mengangkat beragam sisi proses pembangunan dari awal hingga saat ini. Diharapkan, karya-karya ini mampu menjadi bagian dari catatan sejarah yang terdokumentasikan," jelasnya.

( Ranin Agung /CN26 / JBSM )
sumber :

Subkontraktor Ogah Buka Blokade Tol

Jelang Pembukaan Tol Semarang Ungaran
UNGARAN– Sejumlah subkontraktor rekanan PT Istaka Karya yang belum menerima pembayaran atas pekerjaan pembangunan jalan tol Semarang–Semarang seksi I, menolak membuka blokade jalan. Padahal jalan tol tersebut akan diresmikan pada 12 November mendatang. Para subkontraktor baru mau membuka blokade di ruas Semarang–Ungaran tepatnya di daerah Kalirejo, Ungaran Timur, bila PT Trans Marga Jateng (TMJ) membayar minimal 50% dari nilai total pembayaran kontrak yang mencapai puluhan miliar.

Manajer Site Plan PT Bumi Sentosa Bumi Agung (BSDA) Jakarta yang juga koordinator puluhan subkontraktor rekanan PT Istaka Karya, Tundo Karyono mengatakan, sebenarnya perusahaan yang dipimpinnya beserta sejumlah subkontraktor lain tidak mau bersikap arogan jika hak mereka dipenuhi. ”Kami bersedia membersihkan blokade jalan tol yang kami pasang jika hak kami sudah dibayar.

Jika tidak, kami tidak akan membuka blokade meski dalam minggu ini jalan tol akan diresmikan oleh menteri,” katanya kemarin. PT TMJ sudah memberitahukan rencana peresmian jalan tol Semarang–Solo seksi I ruas Semarang–Ungaran kepada para subkontraktor.PT TMJ juga meminta para subkontraktor untuk bermusyawarah mencari solusi untuk menyelesaikan masalah yang terjadi agar jalan tol bisa diresmikan dan dibuka.

”Kami sudah mendapat undangan dari PT TMJ untuk bertemu guna membahas pembayaran hak subkontraktor yang belum terbayar. Rencananya,pertemuan akan dilakukan besok (hari ini). Kami siap membuka blokade jika hak kami dibayar,”tandas Tundo. Para subkontraktor tidak ngotot agar haknya dibayar semua. Mereka hanya menuntut sedikitnya 50% dari nilai total pembayaran kontrak.

Sementara yang 50% sisanya bisa dibayar di kemudian hari. ”Paling tidak hak kami dibayar 50%.Apabila tidak ada kesepakatan pembayaran, kami akan terus melakukan pemblokiran meski ada peresmian oleh menteri,” katanya. Dari pantauan SINDO di jalan tol Semarang–Solo seksi I tepatnya di daerah Kalirejo, Ungaran Timur, sejumlah pekerja subkontraktor rekanan PT Istaka Karya masih melakukan penjagaan blokade jalan tol.

Sedikitnya 15 orang pekerja yang menjaga blokade jalan tol yang terbuat dari tanah uruk. Direktur Utama PT Trans Marga Jateng (TMJ) Agus Suharjanto saat dikonfirmasinya melalui teleponnya tidak ada jawaban. Sebelumnya,Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jateng Danang Atmodjo mengatakan PT TMJ sudah melakukan pembayaran separuh kepada subkontraktor atas pekerjaan tol di Ungaran.

Namun, Danang mengaku tidak tahu besaran nilai pembayaran tersebut. ”Yang tahu teman-teman dari TMJ,” ujar Danang. Sebelum tol dioperasikan, pihaknya akan membersihkan tanah urukan yang berada di badan jalan tol. Jalan tol tersebut rencananya diresmikan pada 12 November mendatang oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan dan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto. Menurut Meneg BUMN Dahlan Iskan,jadwal pengoperasian ruas tol itu sudah lama tertunda karena tanahnya sering ambles.

”Peresmian penggunaan jalan tol Semarang–Ungaran sekaligus menandai dimulainya pengoperasian Ungaran ke Bawen. Sehingga nanti Semarang–Bawen segera beroperasi, Semarang– Ungaran dipakai lalu Ungaran–Bawen dikerjakan,” paparnya. Terkait tarif tol Semarang– Ungaran, Pemprov Jateng tetap mengusulkan sebesar Rp500/km.Besaran tarif tol tersebut seperti yang pernah diusulkan kepada pemerintah pusat beberapa waktu lalu.

”Tarif itu telah sesuai dan tidak terlalu mahal bagi masyarakat pengguna tol.Rokok sak bungkus Rp10.000 wae do kok tuku,” ujar Gubernur Jateng Bibit Waluyo. Mantan Pangkostrad ini menegaskan, jalan tol sepanjang 14,11 kilometer tersebut siap dioperasikan karena pembangunannya telah rampung. Ditanya kapan waktu beroperasinya, dia menyerahkan hal itu kepada pemerintah pusat. ”Saya ikuti saja perkembangannya dari pemerintah pusat,” kata Bibit. angga rosa/ arif purniawan/muh slamet

sumber :

Senin, 07 November 2011

Dahlan Janji Tak Likuidasi BUMN

Metrotvnews.com, Makassar: Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (Meneg BUMN) Dahlan Iskan menyatakan tak akan melakukan likuidasi terhadap BUMN. Pernyataan ini terbalik dengan Meneg BUMN sebelumnya, Mustafa Abubakar, yang pernah mengatakan pada 2012 sebanyak 142 BUMN akan diciutkan menjadi 81. Sebanyak 61 BUMN bakal dilikuidasi.

Bahkan, saat itu Mustafa menyatakan sudah ada tiga BUMN yang dipastikan dilikuidasi tahun ini, yaitu Primisima, Padalarang, dan Sarana Karya.

Menurut Dahlan, memang ada satu BUMN yang harus dilikuidasi. Tapi itu bukan karena dilikuidasi Kementerian BUMN, melainkan lantaran proses hukum yang mengharuskan BUMN tersebut terlikuidasi, yaitu PT Balai Pustaka.

Dahlan juga mengungkapkan, terkait merger atau penggabungan sejumlah perusahaan BUMN, jika hal itu memang lebih baik, kemungkinan dilakukan.

"Kalau merger yang dilakukan dua perusahaan BUMN itu baik, kenapa tidak? Kalau disatukan, kan itu akan tetap jadi milik pemerintah," ujarnya.

Dahlan mengakui banyak BUMN yang bermasalah terkait pendanaan. Salah satunya PT Industri Kapal Indonesia (IKI). Menurut dia, untuk mengatasi masalah itu Kementerian BUMN segera mencari pendanaan dari pihak lain guna membantu memulihkan aktivitas usaha PT IKI agar bisa kembali normal.(MI/ICH)
 
sumber :