javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Selasa, 19 Juli 2011

12 Potensi Investasi Kota Semarang Ditawarkan

SEMARANG--MICOM: Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah, akan menawarkan 12 potensi investasi melalui Semarang Bisniz Forum di Hotel Patra Jasa, 19-21 Juli 2011.

"Kota Semarang memiliki banyak potensi investasi yang dapat dikerjasamakan dengan pihak ketiga dan nilainya sangat besar," kata Wali Kota Semarang Soemarmo di Gedung Lawang Sewu Semarang, Senin.

Soemarmo menyebutkan, sejumlah potensi investasi di antaranya, revitalisasi Pasar Johar Semarang untuk kawasan non-konservasi yang nilai ivestasinya mencapai Rp300 miliar, peningkatan pelayanan klinik hewan (Rp15 miliar), dan pengembangan sistem penyediaan air minum (SPAM) Semarang Barat (Rp252,7 miliar).

Potensi investasi lainnya, pembangunan Lapangan Trilomba Juang (Rp 25,9 miliar), pembangunan pasar ikan grosir Pasar Ikan Higienis (PIH) Rejomulyo (Rp6,5 miliar), dan resto PIH Rejomulyo (Rp500 juta).

Untuk SPAM Semarang Barat, lanjut Soemarmo, rencananya dapat memenuhi 90 ribu sambungan rumah tangga dan saat ini sudah ada investor yang tertarik untuk menjalin kerja sama.

"Sudah ada lima proposal yang masuk untuk menjalin kerja sama pengembangan SPAM Semarang Barat," kata Soemarmo. (Ant/OL-2)


sumber :
http://m.mediaindonesia.com

Hatta : Pembangunan Proyek Infrastruktur Terhambat

foto
Jembatan layang Penggaron untuk
proyek pembangunan jalan Tol Semarang-Solo. 
Tempo/Budi Purwanto
 
TEMPO Interaktif, Jakarta - Keinginan pemerintah untuk mempercepat proyek-proyek infrastruktur masih terhambat pembahasan Rancangan Undang Undang Pembebasan Lahan. Sudah delapan bulan rancangan undang undang itu masih 'ngendon' di DPR.

“Ini yang membuat saya tidak bisa tidur nyenyak,” kata Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa usai rapat kerja dengan Komisi Industri dan Perdagangan DPR, Senayan Jakarta, Senin 18 Juli 2011.

Menurut Hatta, RUU Pengadaan Lahan sangat dibutuhkan untuk mempercepat proyek-proyek infrastruktur. “Kalau enggak ada itu pembangunan infrastruktur tidak bisa dikebut,” katanya.

Sampai dengan saat ini, Hatta mengaku belum diundang DPR untuk membahas rancangan undang undang tersebut. “Sudah delapan bulan, saya tidak tahu apa masalahnya,” katanya.

Dia berharap agar RUU Pembebasan Lahan bisa diselesaikan pada tahun ini. Pasalnya banyak sekali proyek, terutama jalan tol yang masih terhambat pengerjaannya karena belum selesainya pembebasan lahan.
IQBAL MUHTAROM

sumber :

Senin, 18 Juli 2011

JK: Banyak Kontraktor Terancam Bangkrut

Andi Suruji | Tri Wahono | Rabu, 13 Juli 2011 | 11:49 WIB
KOMPAS/PRIYOMBODO M Jusuf Kalla
 
MAKASSAR, KOMPAS.com — Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan bakal banyak kontraktor yang menghadapi kenyataan pahit, yakni ancaman kebangkrutan.

Hal itu diutarakan di hadapan peserta Musyawarah Kerja Nasional Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) di Makassar, Rabu (13/7/2011).

Mukernas itu dibuka Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo dan Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional Malkan Amin.

Menurut Jusuf Kalla, ancaman kebangkrutan bagi kontraktor itu disebabkan berbagai faktor. Anggaran pemerintah yang tersedia untuk membangun infrastruktur, yang merupakan bagian pekerjaan kontraktor, makin terbatas.

Hal itu disebabkan semakin besarnya alokasi anggaran untuk subsidi yang sebenarnya bisa dikurangi pemerintah, misalnya, dengan mengurangi subsidi bahan bakar minyak yang banyak salah sasaran.

"Jadi yang banyak terancam kebangkrutan itu adalah kontraktor yang mengandalkan proyek pemerintah," katanya.

Oleh karena itu, kata Jusuf Kalla, yang juga pernah memimpin perusahaan kontraktor, harus kreatif mencari bisnis di luar proyek yang dibiayai APBN. 

sumber :

Minggu, 17 Juli 2011

Kepala Desa Jatirunggo Masuk DPO

Korupsi Tol Semarang-Solo

ANTARA - Kepala Desa Jatirunggo Indra Wahyudi yang diduga terlibat kasus penyimpangan pengadaan tanah pengganti untuk proyek pembangunan jalan tol Semarang-Solo, dimasukkan dalam daftar pencarian orang oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.

"Yang bersangkutan masuk dalam daftar pencarian orang sejak satu pekan yang lalu karena tidak memenuhi panggilan pemeriksaan lanjutan sebanyak tiga kali tanpa alasan yang jelas," kata Asisten Pidana Khusus Kejati Jateng, Setia Untung Arimuladi, di Semarang, Minggu.

Setia Untung Arimuladi mengatakan penyidik kejaksaan telah berupaya melakukan pencarian yang bersangkutan di sejumlah tempat seperti rumah dan kantor kepala desa setempat, namun tidak berhasil menemukan.

Terkait dengan menghilangnya Kades Jatirunggo, pihak pengacara yang bersangkutan juga mengaku tidak mengetahui keberadaan kliennya.

"Kami dan pengacara yang bersangkutan sama-sama melakukan pencarian," ujarnya.


Pencekalan

Sebagai antisipasi Kades Jatirunggo melarikan diri ke luar negeri, penyidik Kejati Jateng telah mengajukan pencekalan terhadap yang bersangkutan ke Kejaksaan Agung.

Dalam kesempatan tersebut, Aspidsus juga mengatakan bahwa berkas pemeriksaan tiga orang yang telah ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka yakni Hamid dan Agus Soekmaniharto yang berperan sebagai perantara, serta Suyoto sebagai ketua tim pembebasan tanah (TPT), hampir selesai disusun.

"Setelah berkas pemeriksaan tersebut selesai disusun maka dapat segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang agar bisa disidangkan," katanya.

Sebelumnya, Tyas Tri Arsoyo selaku pengacara Kades Jatirunggo, Indra Wahyudi, mengatakan kliennya mengalami tekanan kejiwaan dan psikologis menghadapi pemeriksaan lanjutan penyidik Kejati Jateng.

"Selain dalam kondisi tertekan, klien kami juga mendapat berbagai bentuk intimidasi dari sejumlah yang diduga terlibat dalam kasus Jatirunggo," ujarnya.

Indra Wahyudi mangkir dari panggilan ketiga yang dilayangkan penyidik Kejati Jateng terkait kasus Jatirunggo pada Senin (13/6) tanpa alasan yang jelas.

Pada panggilan pemeriksaan Rabu (25/5), Kades Jatirunggo tidak hadir dengan alasan sakit, sedangkan pada Senin (6/6) yang bersangkutan juga mangkir tanpa alasan yang jelas.

Pemeriksaan sebagai saksi terhadap Kades Jatirunggo sempat dilakukan kejaksaan pada Senin (25/4) dan Senin (2/5) di kantor Kejati Jateng, namun hal tersebut terkendala izin dari bupati setempat sesuai Pasal 23 Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa.

Dalam penanganan kasus Jatirunggo, Kejati Jateng telah menahan tiga tersangka di Lembaga Pemasyarakatan Kedungpane Semarang, yakni Hamid dan Agus Soekmaniharto yang berperan sebagai perantara, serta Suyoto, ketua tim pembebasan tanah (TPT) pengadaan tanah pengganti yang terkena proyek pembangunan Jalan Tol Semarang-Solo di Desa Jatirunggo.

Perkembangan penyidikan kasus Jatirunggo, jaksa penyidik telah menemukan bukti awal penyimpangan terkait raibnya uang ganti rugi proyek Jalan Tol Semarang-Solo yang dapat merugikan keuangan negara.

Bukti awal itu antara lain puluhan pemilik tanah tidak pernah melakukan musyawarah terkait pembebasan lahan dan ditemukannya dokumen jual beli yang telah dipalsukan sehingga menguatkan dugaan rekayasa oleh pihak tertentu.

Rekayasa itu untuk menyiasati aturan formal yakni Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005 dan PP Nomor 65 Tahun 2006 tentang Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum.

Puluhan warga Desa Jatirunggo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang yang lahannya tergusur proyek Jalan Tol Semarang-Solo mengadu ke Kantor Komisi Informasi Publik Jawa Tengah, pada 2 Agustus 2010, menyusul raibnya uang ganti rugi yang dibayarkan melalui rekening Bank Mandiri.

Sebanyak 99 bidang lahan seluas 27,8 hektare yang terkena proyek Tol Semarang-Solo telah dibayar ganti ruginya oleh tim pembebasan tanah proyek itu sebesar Rp13,2 miliar.

Penyidik Kejati Jateng telah memeriksa puluhan saksi terdiri atas warga dan pihak terkait lainnya seperti tim pengadaan tanah (TPT), Dinas Kehutanan Jateng, PT Trans Marga Jateng, dan Bank Mandiri.

Pewarta : Wisnu Adhi Nugroho
Penyunting : Achmad Zaenal M 


Berita Terkait
Kepala Lembaga Negara Akan Samakan Visi Pancasila
Kejaksaan Ancam Jemput Paksa Kepala Desa Jatirunggo
158 Kepala Daerah Tersandung Hukum 


sumber :
http://antarajateng.com

Sabtu, 16 Juli 2011

Tol Semarang-Ungaran Tunggu Uji Coba

Banyak Rambu Hilang Dicuri

ilustrasi : pintu akses ungaran (photo : Jajang Sujarwadi/IK)

SEMARANG- Jalur tol Seksi I Semarang-Ungaran siap diuji coba. Di sepanjang jalur yang digarap PT Istaka Karya itu sudah terpasang rambu-rambu, baik penunjuk arah, peringatan, maupun larangan. Meski demikian, tak sedikit rambu berupa scotchlite atau mata kucing yang hilang dicuri orang.

Manajer Operasional PT Istaka Karya, Herman Soeprijadi, selaku pelaksana utama proyek tol dari Kalirejo sampai Beji, membenarkan hilangnya rambu tersebut. Dia memperkirakan hilangnya benda yang berfungsi memantulkan cahaya di malam hari itu akibat ulah orang-orang tak bertanggung jawab.
”Kemungkinan karena mata kucing itu menarik perhatian, sehingga mengundang tangan-tangan tidak bertanggung jawab untuk mengambilnya,” jelasnya.

Meski demikian, menurutnya hal itu bukan persoalan besar karena pihaknya akan segera menggantinya. Dia menjelaskan, secara keseluruhan tol Ungaran siap diuji coba. Lampu penerangan di gerbang tol Ungaran selalu menyala pada malam hari. Di kawasan tersebut juga disediakan genset untuk mengantisipasi jika listrik PLN padam. Terkait konstruksi, pihaknya meyakinkan bahwa semua sudah memenuhi persyaratan.

”Semua sudah stabil. Jalur ini sudah berkali-kali dilewati kendaraan dan aman,” katanya.
Sementara itu, jalur pintu masuk yang melewati perempatan Sidomulyo juga sudah dipasangi rambu-rambu. Jalan tersebut telah dibenahi sehingga tampak mulus. Traffic light terpasang di pertigaan yang berhubungan langsung dengan Jl Diponegoro depan DPRD. Meski demikian, lebar jalan tersebut masih sempit dan rawan kemacetan bila terjadi kepadatan arus kendaraan.

Kondisi Darurat

Pembangunan dan proses perbaikan jalan tol Seksi I Semarang-Ungaran telah rampung dikerjakan dan kelayakannya siap diuji coba. Namun demikian, hingga saat ini pemerintah pusat belum kunjung menurunkan tim untuk melakukan uji kelayakan pada jalan bebas hambatan sepanjang sekitar 14 km tersebut.

Wakil Ketua DPRD Jateng M Riza Kurniawan mendesak pemerintah pusat segera melakukan uji kelayakan. Dia berharap jalan tol bisa segera dioperasikan, terutama untuk menyambut arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.
Namun demikian, apabila pemerintah pusat tak kunjung melakukan uji kelayakan, maka jalan tol tetap harus dibuka menjelang Lebaran.
”Dalam kondisi darurat seperti saat terjadi penumpukan kendaraan menjelang Lebaran, fasilitas tersebut harus dibuka untuk umum,” kata Riza.

Hingga kini pimpinan DPRD Jateng, lanjutnya, belum mendapat informasi dari pihak terkait tentang rencana uji coba. Padahal menurutnya uji kelayakan bisa berlangsung sekitar satu bulan, sehingga waktu semakin mepet.
”Kalau jalan tol sudah siap, kenapa harus ditunda-tunda. Atau jangan-jangan masih ada apa-apa dengan proses perbaikannya sehingga tak kunjung diuji,” kata politikus PAN itu.
Riza berharap, apabila tak ada masalah berarti, tol harus dibuka guna mengurangi penumpukan kendaraan dari Banyumanik hingga Ungaran. (H23,K33-59)

sumber :
http://www.suaramerdeka.com

Jumat, 15 Juli 2011

Jalur Utama Mudik Siap H-10

 
Perbaikan jalan di jalur Pantura sekitar Brebes, Jateng, Kamis (10/2)
(ANTARA/Oky Lukmansyah)
Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Pekerjaan Umum optimistis kondisi jalan nasional termasuk jembatan khususnya di jalur utama mudik Lebaran 2011 akan seluruhnya siap secara fungsional pada H-10 Idul Fitri nanti.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak menjawab pers usai Shalat Jumat di Jakarta mengatakan bahwa yang dimaksud secara fungsional adalah kondisi jalan nasional cukup baik dan siap dilalui oleh arus mudik dengan kondisi mengalir secara memadai, bukan dengan kecepatan tinggi.

Ia menyatakan kesiapan jalan itu ketika menanggapi kekhawatiran sejumlah kalangan akan kondisi jalan dan jembatan pada arus mudik, khususnya di Pulau Jawa karena masih ada kerusakan jalan dan perbaikan jembatan di sejumlah titik di Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur, termasuk lintas selatan.

"Jalur arus mudik tidak dirancang untuk kecepatan tinggi karena dipakai hanya sekali pada musim lebaran. Kalau dirancang untuk kecepatan tinggi, tidak efisien," katanya.

Hermanto menyebut, sejumlah titik yang kini jalan atau jembatannya sedang dalam perbaikan antara lain tiga jembatan antara Pejagan hingga Brebes, Jawa Tengah.

"Jembatan di Pamali sudah selesai dan arah ke lintas selatan sebelum Purwokerto, tepatnya di kawasan Ciregol, saat ini sedang ditangani. Ini semua akan ditangani dan pada H-10 secara fungsional sudah bisa dilalui," katanya.

Untuk arus mudik ke Sumatera, Hermanto menjelaskan, sebelum memasuki Lampung di lintas utara, juga ada jembatan yang sedang ditangani dan direncanakan sebelum H-10 selesai dan bisa dilalui.

"Jalur lewat pantai timur Sumatera di Lampung sekitar lima kilometer yang belum bisa sepenuhnya dilebarkan karena ada masalah tanah yang belum tuntas," katanya.

Hermanto juga menyinggung sejumlah titik kemacetan akibat pasar tumpah di sejumlah titik seperti di Gebang, Cirebon, sudah berhasil ditangani setelah selesainya jalan layang Gebang. "Untuk jalan alternatif melalui tol, di ujung tol Pejagan akan dilakukan pengaturan lalu lintas," katanya.

Tanjakan Nagrek

Hermanto juga menyinggung kondisi jalan nasional di sekitar Nagrek yang sekarang sudah selesai dikerjakan dengan hasil utama jalan baru sepanjang 5,3 km, tingkat kemiringannya sudah standar yakni hanya 10 persen, lebih baik dari tahun lalu yang masih 16 persen.

"Lintas jalan baru itu satu jalur sehingga mampu menampung kapasitas lebih besar. Tingkat kemiringan bisa dikurangi signifikan karena bukitnya berhasil dipotong sepanjang 800 meter dan sisanya 400 meter dijadikan terowongan," katanya.

Ditanya apakah ada anggaran khusus untuk persiapan dan perbaikan jembatan dan jalan pada jalur utama mudik tahun ini, Hermanto menjawab, semua itu masuk anggaran rutin kementerian, khususnya untuk operasi dan pemeliharaan.

Data Kementerian PU menyebutkan, kondisi jalan nasional sepanjang 140 ribu kilometer hingga saat ini hanya 48 persen yang berkategori bagus, jalan sedang 30 persen, rusak 20 persen dan rusak parah dua persen.

(E008/N002)
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © 2011
sumber :
http://www.antaranews.com

Tidak Ada Anggaran Jalan Khusus Lebaran



Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto. (FOTO.ANTARA)


Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menyatakan bahwa pemerintah tidak mengalokasikan anggaran perbaikan jalan khusus menghadapi lebaran karena perbaikan jalan merupakan kegiatan yang terus dilakukan sepanjang tahun.

"Jadi program perbaikan jalan itu dari 1 Januari sampai 31 Desember, terus saja sepanjang tahun, jadi sepanjang hidup perbaikan jalan berlangsung terus," kata Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto usai rapat koordinasi di Kantor Menko Perekonomian Jakarta, Jumat.

Ia menyebutkan, selama ini juga tidak pernah ada anggaran perbaikan jalan khusus untuk menghadapi lebaran. Kegiatan perbaikan jalan tidak tergantung kepada ada lebaran atau tidak ada lebaran.

Namun menurut dia, menjelang lebaran nanti, pemerintah akan meninjau berbagai lokasi proyek perbaikan jalan atau proyek lainnya yang terkait dengan jalan untuk memastikan bahwa proyek tersebut tidak mengganggu arus mudik maupun arus balik lebaran.

"Jangan sampai kegiatan konstruksi atau rehabilitasi itu menganggu arus Lebaran," kata Djoko.

Menurut dia, jika diperkirakan proyek tersebut akan mengganggu arus mudik dan balik maka dalam waktu seminggu sebelum dan setelah lebaran, semua kegiatan proyek itu akan dihentikan.

"Yang bisa kita selesaikan, kita kebut selesaikan, yang tidak bisa diselesaikan akan dihentikan terlebih dahulu. Peralatan kita pinggirkan sehingga para pemudik bisa berjalan lancar. Ini akan berlangsung selama H-7 hingga H+7," katanya.

Pekerjaan yang belum selesai, lanjut Djoko, akan dikerjakan lagi setelah lebaran dan akan diselesaikan sebelum akhir tahun atau sesuai target pengerjaan.

"Begitu selesai lebaran, kita akan kerja keras lagi," kata Djoko.

Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa menyatakan, distribusi logistik menjelang puasa dan lebaran harus mantap.

"Saya sudah memimpin rapat koordinasi membahas distribusi logistik. Distribusi pangan harus mantap terutama di daerah-derah, stok di Bulog harus cukup," katanya.

Hatta juga menyebutkan, pemerintah akan menggelar operasi pasar di daerah-daerah yang mengalami gangguan atau ada kenaikan harga signifikan.

"Kita akan menjamin bahwa logistik terdistribusi dengan baik. Memang kadang-kadang arus distribusi ini mengalami gangguan seperti di Merak-Bakauheni. Ini semua harus diantisipasi," katanya.

Sementara itu Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan, pengelolaan transportasi selama masa liburan beberapa waktu lalu memberikna banyak pelajaran untuk penyelenggaraan transportasi selama masa lebaran 2011.

"Untuk mengurangi beban jalan dan meningkatkan keselamatan, kita memaksimalkan penggunaan kereta api sebagai sarana angkutan lebaran," katanya.

Pemerintah akan menambah gerbong kereta api sehingga dapat mengangkut lebih banyak penumpang. Sementara penyediaan gerbong khusus untuk mengangkut sepeda motor, akan dilakukan penjajagan terlebih dahulu.

"Kita lihat animonya seperti apa," kata Bambang.
(ANTARA/S026)

Editor: Suryanto
COPYRIGHT © 2011
Berita Terkait

Kamis, 14 Juli 2011

Tol Semarang-Solo Mendesak Diselesaikan

Semarang (ANTARA News) - Jalan tol Semarang-Solo rute Kota Semarang hingga Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, mendesak untuk segera dioperasikan, terutama saat arus mudik Lebaran tahun ini.

"Pengoperasian segera jalan tol ini, terutama saat arus mudik Lebaran masuk dalam kategori darurat dalam hal penggunaan fasilitas negara," kata Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah, Riza Kurniawan, di Semarang, Kamis.

Oleh karena itu, ia mendorong pengoperasian segera jalan tol itu, meski hasil uji kelayakannya belum juga turun.

Menurut dia, keberadaan jalan tol ini cukup vital, terutama untuk mengurai kemacetan saat arus mudik Lebaran.

Ia menuturkan, dalam pengoperasian jalan tol ini, tentunya tetap harus dilakukan pembatasan, misalnya hanya digunakan untuk kendaraan pribadi.

Politikus Partai Amanat Nasional ini menilai, rencana pengoperasian jalan tol ini sudah terlalu lama ditunda, sehingga perlu didorong.

Sebelumnya, Gubernur Bibit Waluyo meminta, Dinas Bina Marga provinsi itu segera mengoperasikan jalan tol Semarang-Solo rute Kota Semarang hingga Ungaran, Kabupaten Semarang yang sudah selesai pengerjaannya.

"Segera buka jalan tol, jangan terlalu lama diuji coba," katanya.

Jika jalan tol itu tidak segera dibuka, katanya, justru akan dikeluhkan masyarakat, mengingat pekerjaannya sudah relatif lama selesai.

Setelah pembukaan bagian itu, ia meminta seksi selanjutnya yang menghubungkan Ungaran hingga Bawen segera dikerjakan.

"Segera buat surat perintah kerjanya, sehingga dapat segera dikerjakan," katanya.
(ANTARA/S026)

Editor: Suryanto
COPYRIGHT © 2011


sumber :
http://www.antaranews.com

Harga bahan konstruksi bakal naik

Oleh Dewi Andriani

JAKARTA: Pelaku usaha jasa konstruksi mulai khawatir dengan tanda-tanda kenaikan harga bahan konstruksi yang diduga akibat kelangkaan bahan material di pasaran.
Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Soeharsojo mengatakan kelangkaan tersebut ditengarai terkait proses pengerjaan konstruksi yang akan terus berjalan pada lima bulan ke depan.

Menurut dia, mengingat 80% proyek telah terkontrak yang berlanjut dengan pengerjaan fisik sehingga kebutuhan bahan kontruksi menjadi sangat penting.

"Saat ini masih agak stabil, tapi tanda-tandanya [kelangkaannya] sudah terlihat. Di bulan Agustus kelangkaan akan terus berlanjut karena semua kontraktor mengejar prestasi fisik, dan pasti harga juga akan naik di mana demand dan supply menjadi tidak seimbang," katanya kepada Bisnis, hari ini.

Bila dibandingkan tahun lalu, menurutnya, kenaikan harga bahan material untuk tahun ini memang terbilang lebih rendah. Sebab pada tahun lalu kenaikan harga minyak dan ketidakstabilan rupiah sangat memengaruhi fluktuatif harga material konstruksi sementara saat ini rupiah dan harga minyak dunia cenderung lebih stabil.

Permintaan yang terus bertambah selama lima bulan kedepan ini akan menjadi peluang bagi pelaku bahan material. Sayangnya, sambung Soeharsojo, banyaknya pasokan bahan material dari China yang kualitas dan mutunya lebih varian dengan harga murah dapat mengancam persaingan pengusaha bahan konstruksi di Indonesia.

Oleh karena itulah, dibutuhkan adanya antisipasi dari pemerintah dengan membentuk regulasi yang lebih ketat untuk melindungi para pelaku nasional dari persaingan bahan bangunan dari China. (tw)

berita terkait :


Selasa, 12 Juli 2011

BUMN Harus Banyak Membanguan Infrastruktur

ilustrasi infrastruktur jalan (ANTARA/ss/pd/11 )

 Makassar (ANTARA News) - Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu`mang mengharapkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lebih banyak terlibat dalam pembangunan infrastruktur di timur Indonesia.

Harapan tersebut diungkapkannya pada malam sambutan 1.000 peserta Musyawarah Kerja Nasional Gabungan Pelaksana Kontruksi Nasional Indonesia (Gapensi) di Makassar, Selasa malam, dan Mukernas digelar 12-14 Juli 2011.

"Mudah-mudahan sudah bisa ada keikutsertaan BUMN dalam pembangunan infrastruktur di timur Indonesia karena produksi komoditas Sulsel dan provinsi lainnya di wilayah timur sangat besar sehingga membutuhkan infrastruktur tranportasi seperti pelabuhan dan bandara yang besar," katanya.

Hal ini juga sesuai dengan pembangunan berdasarkan enam koridor yang telah ditetapkan pemerintah.

Kondisi infrastruktur yang memadai akan mendukung kemajuan ekonomi daerah. Ia mencontohkan, sejak beroperasinya Bandara Internasional Sultan Hasanuddin peningkatan lalu lintas penerbangan dan penumpang terus meningkat.

"Setelah bandara selesai semakin banyak kegiatan nasional dan internasional yang digelar di Makassar. Salah satunya mukernas ini.

Kapasitas bandara telah mencapai enam juta penumpang 2010 dari target kapasitas 7,5 juta yang ditargetkan dalam lima tahun sejak dioperasikan pada 2007," jelasnya.

Ketua Gapensi Sulsel Zulkarnaen Arief mengharapkan mukernas pertama di Makassar ini akan melahirkan rekomendasi yang membuat prospek dunia konstruksi semakin cerah.

Serta rekomendasi yang menjadikan organisasi berusia 53 tahun ini sebagai pengawal master plan program percepatan pembangunan pemerintah.

"Mukernas diharapkan menghasilkan rekomendasi yang menjadikan Gapensi barometer bidang konstruksi dan siap menyambut era globalisasi pada 2015," ujarnya.(*)
(T.KR-RY/F003)

Berita Terkait :
Komisi XI akan Panggil BUMN Industri Strategis
Komisi I Sambut Baik Keputusan Penyertaan Modal Negara
Mustafa: Bank BUMN Belum Berminat Masuk Mutiara
Ekonom: Pemerintah Kurangi Subsidi BBM, Pacu Infrastruktur
Menteri Mustafa Penggemar Mangga dan Durian

Video :
Pekerja BUMN Gelar Apel Akbar
BUMN Disuntik Rp.62 Triliun Dari APBN 2012
WAPRES: Jangan Saling Menyalahkan

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2011


sumber :
antaranews.com