javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Senin, 22 Agustus 2011

Macet di Banyumanik ”Pindah” ke Ungaran

Uji coba Tol Semarang Ungaran
SM/Irawan Aryanto
DIOPERASIONALKAN: Kendaraan roda empat melewati jalan 
tol Semarang - Ungaran setelah resmi diuji coba. Jalan tol tersebut 
untuk mengantisipasi penumpukan lalu lintas di kawasan 
Jl Perintis Kemerdekaan, Kota Semarang. (13)
SEMARANG- Uji coba jalan tol Semarang-Ungaran, Sabtu (20/8) menimbulkan perubahan arus lalu lintas di kedua daerah tersebut.

Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Semarang di kawasan Sukun-Watugong, Banyumanik, yang sering macet, terutama pada Sabtu-Minggu, menjadi lengang. Sebaliknya, lalu lintas di sepanjang Jalan Gatot Subroto hingga Jalan Diponegoro, Ungaran, Kabupaten Semarang, padat.

Kemarin, kawasan Watugong dilewati sejumlah kendaraan berat seperti bus dan truk. Jalur tersebut tak lagi dipadati sepeda motor dan mobil. Seorang pengemudi mobil warga Gaharu, Banyumanik, Ponco (40), yang hendak menuju Bawen dari Semarang menuturkan, dirinya merasa nyaman saat melintas di jalan tol. Namun dia terjebak kemacetan saat keluar pintu tol Ungaran.

”Sebenarnya pembukaan tol Semarang-Ungaran memberikan dampak positif untuk mengurai kemacetan di kawasan Watugong. Namun, pintu keluar di Ungaran cukup sempit, sehingga tak mampu menampung arus kendaraan yang keluar tol. Dampaknya seperti ini, terjadi penumpukan kendaraan,” katanya saat terjebak kemacetan.

Direktur Utama PT Trans Marga Jateng (TMJ) Agus Suharyanto melalui Kepala Bagian Operasional Sabilillah mengatakan, memang ada penurunan arus lalu lintas di kawasan Srondol-Watugong, Semarang hingga Pudakpayung, Ungaran. Hal itu diketahui dari hasil pantauan petugas Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jateng yang juga memantau ruas jalan tol Semarang-Ungaran.

”Pembukaan jalan tol ini sudah mengurangi kepadatan arus lalu lintas,” tandasnya.

Dari pantauan Suara Merdeka, penurunan arus lalu lintas juga terjadi di kawasan Sukun, Banyumanik, tepatnya di sekitar perempatan lampu merah. Antrean kendaraan dari Semarang menuju Ungaran, tepatnya di perempatan lampu bangjo Sukun tak sepadat dan sepanjang sebelum jalan tol diuji coba.

Sebelumnya, antrean kendaraan kerap terjadi dari perempatan Sukun hingga pertigaan Jalan Durian, Srondol Wetan, Banyumanik. Kini antrean kendaraan di akses keluar-masuk Kota Semarang itu tak lagi menumpuk.

Berdasarkan data TMJ, sejak tol diuji coba pada Sabtu (20/8) pukul 09.00 hingga Minggu (21/8) pukul 06.00, total 13.988 mobil melewati tol. Rinciannya, 9.131 mobil melintas dari Semarang ke Ungaran dan 4.857 mobil dari arah sebaliknya.

Menurut Sabilillah, arus pemudik sudah terasa, namun frekuensinya belum tinggi. ”Indikasinya bisa dilihat dari pelat nomor mobil. Banyak yang berasal dari luar daerah seperti Jakarta dan Bandung. Mereka juga membawa barang-barang di atas mobil,” ungkapnya.

Semrawut

Sebagaimana dikhawatirkan sejak awal, sempitnya pintu keluar mengakibatkan kesemrawutan lalu lintas ketika kendaraan keluar dari gerbang tol di Sidomulyo, Ungaran. Untuk mengatasinya, petugas Polres Semarang tidak memfungsikan perempatan Sidomulyo secara penuh.

Jalur dari perempatan Sidomulyo ke arah Jalan A Yani (Asmara) menuju alun-alun (mini) ditutup. Otomatis, pengendara dari arah kantor DPRD dan Jalan S Parman (Undaris) tidak dapat menuju alun-alun tersebut. Demikian pula sebaliknya pengendara dari arah alun-alun tidak dapat melewati perempatan itu.

Kendaraan yang keluar dari gerbang tol pun melaju agak lancar. Di perempatan Sidomulyo, sebagian kendaraan dialihkan ke Jalan S Parman (arah Undaris), dan hanya sedikit yang mencoba menerobos pembatas agar dapat melaju ke arah pertigaan gedung DPRD Kabupaten Semarang (tembus ke jalan raya Ungaran-Bawen).

Meski demikian, penutupan itu sempat membuat warga sekitar yang biasa melewati jalur itu dari arah Jalan A Yani, S Parman, dan depan DPRD harus putar balik. Tak sedikit di antaranya yang menggerutu.

”Kondisi ini justru menyusahkan warga. Kalau perempatan ini ditutup, rasanya tidak normal,” kata Prasetyo (35), warga Beji, Ungaran Timur.

Penutupan Jalan A Yani itu berlangsung hingga lewat siang hari. Sekitar pukul 13.30, jalur tersebut dibuka dan traffic light di perempatan tersebut difungsikan. Namun, yang terjadi justru kemacetan panjang mulai gerbang tol hingga perempatan itu.

Kapolres Semarang AKBP Hariyanta mengatakan, kondisi akses pintu keluar tol di Ungaran memang belum memadai. ”Ini beban berat bagi Polres. Tapi kami upayakan dengan rekayasa jalan,” ungkapnya. (J17,K33,H55-59)

sumber :

Minggu, 21 Agustus 2011

Ujicoba Selesai, Tol Semarang-Ungaran dioperaskan sistem buka tutup

SEMARANG: Ujicoba Tol Seksi I Semarang-Ungaran sepanjang 14,2 Km yang dimulai Sabtu lalu berakhir hari ini dan kini disiapkan untuk pengoperasian sistem buka tutup hingga 7 September mendatang.

Komisaris Utama PT Trans Marga Jateng (PT TMJ) pemegang kuasa penyelenggaraan Tol Semarang-Solo Danang Atmodjo mengungkapkan ujicoba dua jalur tol seksi I Semarang-Ungaran berakhir hari ini (22 Agustus).

“Selanjutnya kini disiapkan untuk pengoperasian sistem buka tutup, guna menghindari kemacetan arus lalu lintas di pintu keluar Tol Ungaran,” ujarnya, akhir pekan lalu.

Menurut dia, mulai 23 sampai 1 Agustus, Tol Seksi I hanya dibuka untuk pengguna jalan dari arah Semarang – Ungaran, sebaliknya dari arah berlawanan Ungaran-Semarang sementara waktu ditutup, sebagai upaya menampung arus kendaraan pemudik.

Pada arus balik, lanjutnya, pada 1-7 September, tol dibuka hanya diperuntukkan bagi pengguna jalan dari kebalikannnya arah Ungaran-Semarang, sedangkan dari Semarang-Ungaran ganti ditutup sementara.

“Pemberlakukan sistem buka tutup satu jalur ini untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan di pintu keluar jalan tol, karena bertepatan dengan arus mudik maupun arus balik yang bakal terjadi kepadatan kendaraan,” tuturnya.

Akhir pekan lalu ujicoba tol itu ditandai pengguntingan pita oleh Gubernur Jateng Bibit Waluyo dan Ketua DPRD Jateng Murdoko di depan gerbang tol Semarang-Ungaran, Banyumanik, Kota Semarang.

Bibit Waluyo dengan mengenderai mobil memimpin rombongan menyusuri jalan bebas hambatan tersebut sampai ke pintu ke luar di Ungaran, Kabupaten Semarang yang diikuti pejabat lainnya.

“Masyarakat umum sudah bisa menggunakan jalan tol ini secara gratis mulai H-10 sampai H+10 Lebaran mendatang,” ujar Bibit.

Bibit Waluyo telah meminta Polda Jateng agar membantu mengatasi kemacetan di exit toll, setelah Tol Seksi I Semarang-Ungaran remsi dioperasikan, meksi kini masih dengan sistem buka tutup dengan pergantian dua arah .

Hingga Minggu siang pukul 14.00 kemarin, jumlah kendaraan yang melintas di jalan bebas hambatan itu tercatat sebanyak 9.891 unit, dengan rincian 6.547 kendaraan menuju arah Ungaran dan 3.344 ke arah Semarang.

Sebelumnya pada hari pertama ujicoba, jumlah kendaraan yang melintas mencapai 13.988 unit, dengan rincian 9.131 kendaraan ke arah Ungaran dan 4.857 kendaraan ke arah Semarang.

“Belum ada kendala yang menonjol, hanya kemacetan timbul di pinta keluar tol Ungaran dam arus kendaraan dari arah Semarang masih dominan pelat H, sedangkan arus mudik belum nampak,” tutur Kepala Bagian Operasi PT TMJ Sabilillah.

Arus lalu lintas diperempatan kawasan Sidomulyo Ungaran yang merupakan akses keluar tol yang sebelumnya sepi, kini menjadi padat hingga jalan kendaraan agak tersendat, karena perempatan Sidomulyo juga menjadi titk pertemuan penghubung antara Jln Ahmad Yani, Jln S Parman dan Jln Letjend Soeprapto.

Sementara untuk pengoperasian arus mudik dan balik dengan sistem itu, Polres Semarang telah menyiapkan empat jalan tembus alternatif, guna menyiasati kemacetan di pintu keluar tol Semarang-Ungaran menjelang Lebaran.

Kapolres Semarang AKBP Hariyanto mengatakan Jln Letjen Soeprapto selebar kurang lebih enam meter terdiri atas dua jalur yang dioperasikan dua arah, sudah dapat dipastikan bakal rawan kemacetan.

Oleh karena itu, lanjutnya, ada tiga alternatif yang disiapkan untuk mengatasi kemacetan di exit toll. Kalau dalam kondisi normal, kendaraan dapat dilewatkan pertigaan di dekat kantor DPRD Semarang yang jaraknya pendek dengan exit toll.

Namun, dia menambahkan jika tetap macet, arus kendaraan akan lewatkan di pertigaan Undaris.

Alternatif lain adalah jalan yang tembus di batas Kota Ungaran. Namun, jika kemacetan belum juga teratasi, pihaknya akan mengalihkan ke jalan yang tembus di Ngobo, Karangjati, Kabupaten Semarang.

Menurut Wakapolda Jateng Brigjen Pol Sabar Rahardjo, petugas akan memberlakukan sistem buka tutup sebagai rekayasa lalu-lintas untuk mengatasi kemacetan di pertigaan Jln Letjend Soeprapto.

Sabar mengingatkan potensi terjadinya kecelakaan di tanjakan dekat exit toll Kalirejo, mengingat minimnya rambu lalu lintas di titik tersebut dabn segera diusulkan agar dibuat semacam separator untuk mencegah kecelakaan lalu-lintas.

“Ini tolong diimbau kepada pembuat rambu. Ini kan dua jalur. Kalau dari atas kan konturnya nggak bagus. Kalau papasan, (pengendara) kan kaget. Jadi, harus ada rambu,” ujarnya.

Pengoperasian Tol Seksi I hanya memperbolehkan kendaraan dengan bobot di bawah 250 kg, seperti sedan, jip dan pick up, sedangkan kendaraan berat tetap lewat jalur konvensional Semarang-Ungaran.

Selama pengoperasian hingga H+10, pengguna jalan tidak dipungut biaya, hingga setelah dievaluasi baru akan terus dilakukan, termasuk penentuan tarifnya. (rsj)

sumber :
bisnis-jateng.com 

TRANS-JAVA TOLL ROAD NETWORK









Click this bar to view the original image of 800x571px.

Pintu gerbang Tol Seksi I Banyumanik dioperasikan


PENGOPERASIAN JALAN TOL: Sejumlah mobil melintas memasuki gerbang jalan tol Semarang-Solo seksi I Semarang-Ungaran yang telah dibuka untuk umum, di Semarang, Jateng, Sabtu (20/8). Pengoperasian ruas tol sepanjang 14 kilometer yang hanya diperuntukkan bagi kendaraan berukuran kecil dan untuk sementara akan digratiskan itu diharapkan bisa mengurangi kepadatan lalu lintas, terutama saat arus mudik dan balik pada Lebaran tahun ini. (ANTARA/R. Rekotomo)

pojok soklin: SEKILAS RUTE TOL SEMARANG SOLO

pojok soklin: SEKILAS RUTE TOL SEMARANG SOLO: Informasi Teknik Tol Semarang-Solo Rute Tol Semarang-Solo

Disiapkan jalur alternatif di tol Semarang-Ungaran



ilustrasi
SEMARANG: Polres Semarang menyiapkan empat jalan tembus alternatif guna menyiasati kemacetan di pintu keluar tol Semarang-Ungaran yang mulai diuji coba pada Sabtu lalu.
    Seperti dikhawatirkan beberapa kalangan sebelumnya, uji coba pengoperasian tol Semarang-Ungaran pada hari pertama cukup menimbulkan kemacetan di exit toll Jalan Letjen Soeprapto, Ungaran, yang berada tepat di seberang DPRD Kabupaten Semarang.

    Kemacetan didominasi oleh kendaraan dari arah Semarang ke Ungaran, sedangkan dari arah Ungaran ke Semarang relatif lebih sepi.

    Kapolres Semarang AKBP Hariyanto mengatakan Jalan Letjen Soeprapto selebar kurang lebih enam meter terdiri atas dua jalur yang dioperasikan dua arah, sehingga rawan kemacetan.

    "Oleh karena itu ada tiga alternatif yang kami siapkan untuk mengatasi kemacetan di exit toll. Kalau dalam kondisi normal, kami akan lewatkan pertigaan DPRD (Kabupaten Semarang yang memang jaraknya pendek dengan exit toll. Kalau macet, kami akan lewatkan di pertigaan Undaris," ujarnya, seusai peresmian uji coba tol Semarang-Ungaran, akhir pekan lalu.

    Alternatif kedua, lanjutnya, adalah jalan yang tembus di batas Kota Ungaran. Namun, jika kemacetan belum juga teratasi, pihaknya akan mengalihkan ke jalan yang tembus di Ngobo, Karangjati, Kabupaten Semarang.

    Wakapolda Jateng Brigjen Pol Sabar Rahardjo mengatakan pihaknya akan memberlakukan sistem buka tutup sebagai rekayasa lalu-lintas untuk mengatasi kemacetan di pertigaan Jalan Letjend Soeprapto.

    "Makanya dengan uji coba ini, kami mau melihat sejauh mana arus dari bawah (Semarang) dan dari sana (Ungaran). Mana yang lebih padat, itu nanti yang akan diperlakukan sistem buka tutup. Yang padat diperkirakan yang dari bawah, dari arah Semarang, Jakarta," jelasnya.

    Sabar juga mengingatkan potensi terjadinya kecelakaan di tanjakan dekat exit toll Kalirejo, mengingat minimnya rambu lalu lintas di titik tersebut. Dia mengusulkan agar dibuat semacam separator untuk mencegah kecelakaan lalu-lintas.

    "Ini tolong diimbau kepada pembuat rambu. Ini kan dua jalur. Kalau dari atas kan konturnya nggak bagus. Kalau papasan, (pengendara) kan kaget. Jadi, harus ada rambu," ujarnya.

    Gubernur Jateng Bibit Waluyo saat pembukaan seksi I tol Semarang-Solo itu meminta Polda Jateng agar membantu mengatasi kemacetan di exit toll.

    "Saya minta bantuan pada Polda, jangan sampai macet di pintu keluar Ungaran. Desain kami belum sampai ke ujung jalan itu. Ini juga pesan Menteri Pekerjaan Umum," tuturnya.

    Seperti diketahui, tol Semarang-Ungaran sepanjang 14 km diuji coba mulai Sabtu pekan lalu (H-10 Lebaran) untuk membantu mengatasi kemacetan di sepanjang jalur Semarang-Ungaran menjelang Lebaran.

    Meskipun demikian, pengelola tol hanya memperbolehkan kendaraan dengan bobot di bawah 250 kg, seperti sedan, jip dan pick up, sedangkan kendaraan berat tetap lewat jalur konvensional Semarang-Ungaran.

    "Selama uji coba hingga H+10, pengguna jalan tidak dipungut biaya. Gratis. Selama masa uji coba ini, evaluasi akan terus dilakukan, termasuk penentuan tarifnya," katanya.

    Komisaris Utama PT Trans Marga Jateng (PT TMJ)-pemegang kuasa penyelenggaraan tol Semarang-Solo- Danang Atmodjo mengungkapkan pengoperasian dua jalur tol dari arah Semarang maupun Ungaran hanya berlaku hingga hari ini (22 Agustus).

    Adapun pada 23-31 Agustus, tol hanya dibuka untuk pengguna jalan dari arah Semarang ke Ungaran, sedangkan arah sebaliknya sementara waktu ditutup. Sebaliknya, pada 1-7 September, tol selanjutnya diperuntukkan bagi pengguna jalan dari arah Ungaran ke Semarang

    "Pemberlakukan sistem ini untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan di pintu keluar jalan tol karena bertepatan dengan arus mudik maupun arus balik," jelasnya.

    Sementara, hingga pukul 14.00 kemarin, jumlah kendaraan yang melintas di jalan bebas hambatan itu tercatat sebanyak 9.891 unit, dengan rincian 6.547 kendaraan menuju arah Ungaran dan 3.344 ke arah Semarang.

    Sebelumnya pada hari pertama ujicoba, jumlah kendaraan yang melintas mencapai 13.988 unit, dengan rincian 9.131 kendaraan ke arah Ungaran dan 4.857 kendaraan ke arah Semarang.

    "Sampai hari ini (kemarin) belum ada kejadian menonjol. Kendaraan dari arah Semarang masih dominan pelat H. Untuk pelat B sudah mulai kelihatan, meskipun masih sedikit. Ada beberapa yang memang pemudik, itu terlihat dari barang bawaan mereka di atas kap mobil," tutur Kepala Bagian Operasi PT TMJ Sabilillah. (Sri Mas Sari/ea)

    sumber :

    Jalan Tol dioperasikan, Ungaran Kian Macet Parah

    Usai dibuka, jalan Tol Seksi I Semarang-Solo
    kemarin langsung dilintasi mobil-mobil kecil
    Tol Semarang Ungaran

    UNGARAN – Ancaman kemacetan di Ungaran menyusul pengoperasian tol Semarang-Ungaran terbukti. Rekayasa lalu lintas oleh kepolisian juga belum ampuh mengurai kemacetan tersebut.

    Jalur tol penggalan I sepanjang 14 kilometer ini secara resmi dibuka kemarin.Tak berapa lama dibuka, jalur ini langsung bisa dinikmati pengendara dari arah Semarang maupun Ungaran, Kabupaten Semarang.

    Pantauan SINDO kemarin,imbas operasional tol ini, kemacetan terus terjadi di sepanjang Jalan Letjend Suprapto, tepatnya di depan kantor DPRD Kabupaten Semarang. Situasi ini salah satunya dipicu adanya arus kendaraan dari arah selatan yang akan berbelok ke kanan menuju pintu tol.Akibatnya sejumlah kendaraan dari arah utara harus berhenti memberi jalan. Sebenarnya di jalur masuk tol tersebut telah terpasang lampu pengatur lalu lintas.Namun keberadaannya justru terlihat semakin memperparah kemacetan, utamanya jika sejumlah kendaraan berat melintas.

    Apalagi sekitar 500 meter dari arah utara,tepatnya di perempatan menuju Nyatnyono, maupun selatan di perempatan kawasan kampus Undaris, juga telah terpasang traffic light. Akibatnya untuk melalui jalur tersebut, sekarang kendaraan menjadi lebih banyak berhenti. Mukidad, salah satu warga Ungaran mengakui, setelah di jalur depan kantor DPRD Kabupaten Semarang dipasang traffic light, kendaraan yang melintas lebih sering berhenti. ”Kalau yang berhenti hanya kendaraan-kendaraan pribadi, mungkin masih tetap lancar. Tapi kalau truk muatan, atau kontainer, jelas sangat mengganggu,” ujarnya.

    Sementara itu, kemarin siang, arus lalu lintas di pintu keluar-masuk tol Ungaran masih relatif lancar.Sebab kendaraan yang diperbolehkan melintas, berupa kendaraan pribadi nonangkutan barang. Arus lalulintas di jalur tersebut juga dipecah.Kendaraan dari arah tol Semarang keluar melalui jalur kampus Undaris. Sementara untuk arus masuk tol, kendaraan tetap melalui Jalan Letjend Suprapto. Sejumlah petugas kepolisian dari Polres Semarang juga terlihat melakukan pengaturan arus lalu lintas di jalur tersebut.Toh demikian,kemacetan tetap tak terhindarkan.

    Untuk mengatasi kemacetan, Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol Sabar Rahardjo mengatakan, sudah menyiapkan sejumlah rekayasa jalan. ”Ada tiga alternatif jalan menuju pintu keluar tol yakni depan DPRD Kabupaten Semarang, Undaris dan batas kota Ungaran. Setelah interchange (pintu masuk/keluar) akan diberlakukan sistem buka tutup untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan,” ujarnya. Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo pun meminta kepada kepolisian turut membantu kelancaran arus lalu lintas di pintu keluar tol di daerah Ungaran. ”Secara teknis diserahkan ke petugas untuk mengatur,” ujarnya usai pembukaan tol kemarin.

    Pekerjaan Tetap Berlangsung


    Pengguna jalan tol seksi I Semarang-Ungaran tidak akan dipungut biaya sejak H-10 hingga H+10. Usai masa uji coba, lanjut dia, pengguna jalan akan dikenakan tarif sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Berdasarkan pantauan di lapangan, pengguna jalan bisa menggunakan ruas jalan tol ini masuk melalui pintu gerbang tol Banyumanik. Dari arah depan terdapat portal untuk membatasi jenis kendaraan berkapasitas kecil saja yang diperkenankan melintasi.

    Perlengkapan jalan seperti rambu- rambu dan penerangan di beberapa titik sudah dipasang untuk membantu pengguna jalan. Pun demikian, kesiapan sarana pendukung seperti kendaraan derek dan ambulans sudah tersedia untuk mendukung pengoperasionalan. Kendati demikian,di KM 18 masih terlihat sejumlah alat berat di kiri jalan dari arah Semarang ke Ungaran. Kepala Dinas Bina Marga Jateng Danang Atmodjo mengakui, alat berat tersebut masih bekerja memasang bore pile untuk memperkuat kontruksi jalan.

    ”Jumlah bore pile ditambah lagi demi keamanan dan keselamatan pengguna jalan,” katanya. Pemasangan bore pile di beberapa titik lokasi yang sebelumnya dipasangi paku bumi. Namun begitu, Danang menjamin pengerjaan tersebut tidak akan mengganggu pengguna jalan yang melintas. Gubernur Jateng Bibit Waluyi kemarin menandai pembukaan dengan pengguntingan pita dan mengawali kendaraan yang akan melintas tol ini diikuti oleh Ketua DPRD Jateng Murdoko,Sekda Jateng Hadi Prabowo dan pejabat satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait lainnya.

    Pantura Siap Dilintasi

    Menteri Perhubungan Freddy Numberi memastikan jalan pantura siap dilintasi pemudik pada arus mudik dan arus balik Lebaran 2011. ”Berdasarkan laporan yang saya terima, kesiapan menghadapi arus mudik di jalur pantai utara Jateng sudah cukup baik dan mudah-mudahan semuanya berjalan lancar,” kata Menteri Perhubungan Freddy Numberi di sela kunjungan pengecekan kesiapan mudik Lebaran 2011 di Stasiun Tawang Semarang bersama Kapolri Jenderal Timur Pradopo,kemarin.

    Untuk menekan pemudik menggunakan jumlah sepeda motor,Menhub akan mengupayakan pemudik diangkut dengan menggunakan kereta api dan bus. Dalam kunjungan kemarin, Kapolri dan Menhub beserta rombongan mengunjungi pos pengamanan Operasi Ketupat Candi 2011 Polrestabes Semarang dan posko terpadu pengendali operasional angkutan Lebaran.

    Rombongan juga melakan pemantauan di Pelabuhan TanjungEmasSemarang, Jalan TolSemarang– Solo sampai di pintu keluar tol Ungaran,Terminal tipe A Mangkang,Pekalongan,Brebes, Cirebon kemudian bertolak ke Jakarta melalui jalur darat. muh slamet/ hendrati hapsari/ amin fauzi

    sumber :

    Jalan Tol Itu Akhirnya Berfungsi

    ilustrasi : tol semarang-ungaran
    TOL SEMARANG-UNGARAN
    KOMPAS/WINARTO HERUSANSONO

    Uji coba Tol Semarang-Solo seksi I ruas Semarang-Ungaran, Sabtu (20/8), akhirnya dimulai setelah Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo meresmikan pengoperasiannya di Gerbang Tol Banyumanik, Semarang. Namun, berfungsinya jalan sepanjang 14,1 kilometer ini masih menyisakan pekerjaan pemasangan tiang pancang beton di ruas Gedawang-Susukan di Kilometer 18.

    Gerbang Tol Banyumanik, sebagai pangkal Tol Semarang-Solo, penggalan pertama ruas seksi I Semarang–Ungaran, Jawa Tengah, Sabtu (20/8), resmi diujicobakan. Masyarakat dan pihak terkait pantas lega. Jalan masuk ke Semarang jadi lancar meski awalnya sempat terbengkalai.

    Pagi itu, Retno (21), petugas bagian tiket tol juga bersiap di dalam loket. Ada enam loket siap beroperasi di pintu Gerbang Tol Banyumanik, Kelurahan Kramas, Kota Semarang. ”Saya direkrut jadi petugas tiket loket tol awal 2011. tol ini benar-benar beroperasi seterusnya supaya saya tidak terlalu lama menunggu kerjaan,” ujar warga Semarang ini.

    Sekitar pukul 08.00, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo bersama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah Murdoko menggunting pita, pertanda tanda dimulainya uji coba operasionalisasi penggalan pertama Tol Semarang-Ungaran (14,1 kilometer).

    Sempat ambles

    Berfungsinya tol yang sempat terbengkalai sejak 2010 tentu saja melegakan pemerintah dan masyarakat. Pasalnya, sebelum diuji coba, ada ruas tol yang sempat retak. Terakhir, Maret 2011, muncul retakan di badan jalan akibat ambles, terutama di ruas Gedawang-Susukan atau Km 17 dan Km 18.

    Hasil penyusuran pertama kali di Tol Semarang-Ungaran, secara umum kondisi jalan sudah mulus. Rambu dan marka jalan juga sudah memadai untuk memandu pemakai jalan tol, baik pada siang maupun malam. Tol ini seolah melayang karena dibangun di atas daerah lembah dan pegunungan.

    Setelah penggalan pertama Tol Semarang-Solo sepanjang 14,4 kilometer ini, proyek tol akan dilanjutkan untuk tahap kedua, yakni Ungaran-Bawen sejauh 9 kilometer yang dijadwalkan akhir 2012. Hingga Solo nanti total jarak tol yang akan dibangun 75,6 kilometer. Sepanjang jalan tersebut akan terdapat enam jembatan. Jembatan terpendek 160 meter dan terpanjang 470 meter. Ketinggian jembatan ada yang mencapai 50 meter dari dasar seperti halnya jembatan Penggaron.

    Dengan lewat tol ini, jarak tempuh Semarang-Ungaran makin pendek. Lama jarak tempuh kini hanya berkisar 10-15 menit, jauh lebih cepat dibandingkan dengan lewat jalan konvensional di jalur Watugong-Banyumanik. Apabila melewati jalan konvensional, diperlukan waktu tempuh minimal satu jam untuk jarak Semarang-Ungaran melintasi Banyumanik dan Watugong.

    Menurut Joko, warga Meteseh, Kecamatan Tembalang, Semarang, beroperasinya tol ini diharapkan menghindarkan pengguna jalan dari kemacetan di Watugong. Selama ini, daerah Watugong yang merupakan jalan utama untuk masuk ke Kota Semarang dari arah Solo-Yogyakarta menjadi titik kemacetan paling parah.

    Anggota DPRD Jateng, Sasmito, mengemukakan, meski tol sudah mulus, pengguna jalan harus tetap hati-hati. Pasalnya, beroperasinya tol itu masih menyisakan pekerjaan, terutama di Km 17 dan Km 18, yakni di ruas Gedawang-Susukan. Ceceran tanah dan material dari jejak kendaraan berat masih tampak di tepi jalan.

    Di samping itu, pengendara juga diingatkan berhati-hati ketika keluar tol di Ungaran, tepatnya di Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Begitu keluar gerbang tol, jalannya menyempit karena masih berupa jalan kampung yang padat perumahan penduduk dan kantor Pemerintah Kabupaten Semarang. ”Masih ada sedikit bagian yang direnovasi. Mohon ini diantisipasi supaya tidak menjadi masalah,” ungkap Bibit Waluyo.

    Khusus untuk ruas Gedawang, sejauh ini, berbagai antisipasi dilakukan pelaksana proyek agar tol di ruas tersebut kokoh. Sejumlah pekerja dibantu alat berat masih menambah tiang pancang untuk memperkuat tebing badan tol yang selama ini rawan ambles. Beberapa waktu lalu, badan jalan di ruas tersebut diturunkan 7 meter sehingga ketinggian urukan tol hanya 18 meter.

    PT Trans Marga Jateng (TMJ) juga baru memasang tiang pancang beton lebih kurang 350 titik, dari rencana semula setidaknya 600 titik.

    Ketua Komisi D DPRD Jateng Rukma Setia Budi menilai langkah yang dilakukan PT TMJ tersebut wajar guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna tol.

    Beroperasinya Tol Semarang-Ungaran juga mengukuhkan tekad PT TMJ untuk menyelesaikan proyek Tol Semarang-Solo yang sedianya menelan biaya hampir Rp 7 triliun. Berfungsinya tol ini juga menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi Jateng untuk menyediakan infrastruktur transportasi yang memadai.

    Direktur Utama PT Jasa Marga Frans Sunito berharap proyek Tol Semarang-Solo bisa selesai 2014. Namun, dia menegaskan, keberhasilan proyek itu tergantung ketersediaan lahan dan dukungan anggaran dari pemerintah.
    (WHO/SON)

    Tiga Jam Dilewati 3.970 Mobil

    Tol Semarang- Ungaran


    UJI COBA JALAN TOL: Mobil rombongan Gubernur Jateng 
    diikuti kendaraan warga melintas di jalan tol Semarang-Solo 
    seksi I Semarang-Ungaran yang diresmikan untuk diuji coba,
    Sabtu (20/8). Tol sepanjang 14 kilometer itu hanya 
    diperuntukkan bagi mobil pribadi dan untuk sementara
    digratiskan. (30)



    SM/Irawan Aryanto
    SEMARANG-Jalan tol Semarang - Solo seksi I atau ruas Semarang- Ungaran resmi diujicobakan untuk dilewati kendaraan roda empat mulai sekitar jam 09.00, Sabtu (20/8) . Pengendara mobil pribadi terlihat memadati jalan tol yang sudah ditunggu-tunggu penggunaannya itu.
    Dalam kurun waktu tiga jam, tepatnya mulai pukul 09.00- 12.00 tercatat ada 3.970 unit mobil melintasi jalur bebas hambatan sepanjang 14 kilometer tersebut.

    Mereka memacu kendaraannya dengan kecepatan sekitar 80 km/jam. Bahkan mereka menyalip rombongan Gubernur Jateng yang hendak meresmikan jalan tol tersebut. Rombongan itu berjalan lebih lambat sambil memantau sejumlah penggalan jalan.

    Dari data PT Trans Marga Jateng (TMJ), dari total 3.970 unit mobil yang masuk ke gerbang tol Banyumanik, 3.061 unit mobil di antaranya datang dari arah Semarang ke Ungaran. Sementara, sisanya atau 909 unit mobil melintas dari Ungaran ke Semarang. "Sebagian besar mobil yang masuk jalan tol memang berasal dari arah Semarang menuju Ungaran. Jumlahnya bisa mencapai tiga kali lipat dari mobil yang masuk dari Ungaran ke Semarang," kata Direktur Utama PT TMJ Agus Suharyanto melalui Kepala Bagian Operasional, Sabilillah.

    Menurut dia, petugas pembayaran pintu loket jalan tol Banyumanik sudah siaga atau stand by di lokasi setelah jalur bebas hambatan tersebut dibuka. Mereka langsung mendata dengan mengumpulkan nomer transaksi. Nomer tersebut tidak diberikan ke pengguna jalan tol. Selama masa uji coba mulai H-10 hingga H+10 Lebaran digratiskan. Kendaraan roda empat berplat nomor B (Jakarta) mendominasi mobil yang melintas di jalan tol tersebut.

    Dengan difungsikannya jalan tol tersebut, waktu tempuh untuk melintasi jalur Semarang- Ungaran bisa lebih cepat. Dari gerbang tol Banyumanik menuju pintu keluar di Ungaran hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit. (J17-80)

    sumber :

    Masih Menyisakan Sedikit Perbaikan




    Masih menyisakan setidaknya dua pekerjaan, jalan tol penggalan pertama Semarang - Ungaran, Sabtu (20/8) resmi di buka untuk pengguna jalan.

    Pembukaan jalur ini ditandai dengan pengguntingan rangkaian bunga melati oleh Gubernur Jateng Bibit Waluyo, untuk mengawali penggunaan tol yang berjarak 11 km.

    Jalur penggalan pertama ini beberapa bulan yang lalu sebenarnya sudah layak dioperasikan, namun karena terjadi jalan ambles, persisnya di kelurahan Gedawang, sehingga penggunaan jalan tol diberhentikan untuk sementara.

    Baru hari Sabtu ini secara resmi dapat dioperasionalkan kembali, menurut Bibit, dengan dibangunnya jalan tol ini akan menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi di 3 kota besar antara lain Semarang, Solo, dan Yogyakarta. Selama lebaran persisnya H-10 sampai H+10 masyarakat dapat menggunakannya secara gratis, setelah itu akan dikenakan tarif sesuai dengan ketentuan.

    Mengawali penggunaan jalan tol ini secara berurutan melaju antara lain, mobil Gubernur Jateng, Ketua DPRD Jateng, Wakapolda Jateng, Sekda Jateng, Walikota Semarang, dan segenap SKPD.

    Reporter & Kameraman: Bambang Isti
    Dubber: Vallen Aztriko
    Editor Video: Arief
    sumber :
    suaramerdeka.tv