javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Kamis, 03 Juli 2014

TOL SOLO-SEMARANG : Ratusan Kolam Lele di Banyudono Direlokasi


Kolam-kolam lele di Desa Tanjungsari, Banyudono, Boyolali. 
Foto diambil beberapa waktu lalu (Oriza Vilosa/JIBI/Solopos)

Solopos.com, BOYOLALI-Proyek jalan tol Solo-Semarang juga menerjang kawasan budi daya ikan lele di wilayah Desa Tanjungsari, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali. Ratusan kolam lele di wilayah itu pun harus direlokasi ke tempat lain.

Hal itu diakui kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali, Bambang Jiyanto, ketika ditemui wartawan di sela-sela aktivitasnya di Boyolali, Selasa (1/7/2014).

Terkait realisasi proyek jalan tol yang ditargetkan dimulai tahun depan, Bambang mengatakan sudah ada sosialisasi dari tim proyek jalan tol tersebut kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjungsari dan segenap warga desa setempat.

Terkait hal itu, Bambang menyatakan saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan instansi terkait, di antaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUESDM) Boyolali dan Pemdes Tanjungsari, perihal kelanjutan kegiatan peternakan ikan lele di desa tersebut.

“Pemdes juga sudah diminta untuk mencari tanah pengganti untuk kolam-kolam lele yang nantinya dipindahkan,” ungkapnya.

Terpisah, Kades Tanjungsari, Joko Sarjono mengakui sudah ada sosialisasi tentang proyek jalan tol Solo-Semarang yang juga melintasi kawasan kolam lele desa setempat.

“Sudah ada tim dari Panitia Pengadaan Tanah (P2T) yang ke lokasi untuk mengukur. Kami juga sudah diminta untuk mencari tanah pengganti,” kata Joko.

Namun Joko mengatakan pihaknya belum mengetahui detail luas lahan yang bakal terkena proyek. Sejaun ini, pihaknya masih menunggu data lebih lanjut, termasuk berapa besar ganti rugi tanah kas desa yang digunakan untuk kolam dang anti rugi terkait biaya pembuatan kolam.

Berdasarkan perhitungan kasar, lanjut dia, yang terkena proyek jalan tol tersebut sekitar 60 persen dari total 400 petak kolam lele di kawasan itu. Jika disetujui warga, di tanah pengganti nantinya juga kembali dibuatkan kolam.

“Warga masih memiliki keinginan kuat untuk menghidupkan kegiatan peternakan lele, sekaligus mendukung usaha pengolahan hasil ikan lele. Namun untuk realisasinya, sampai saat ini kami masih terus berkoordinasi dengan Disnakkan dan dinas terkait lainnya,” terangnya.

Ditambahkan Joko, terkait pelepasan tanah kas desa juga harus mendapatkan persetujuan dari gubernur.

“Prosesnya masih panjang. Nanti masih ada musyawarah dengan warga dan juga pembahasan tentang besarnya ganti rugi. Tapi untuk sejauh ini belum dijadwalkan,” imbuhnya.

sumber :

Rabu, 02 Juli 2014

KERJASAMA - Garap tol, MNC dan Waskita segera teken kerjasama


ilustrasi

JAKARTA. MNC Grup akan segera membangun proyek jalan tol Pejagan-Pemalang di akhir bulan ini. Melalui anak usahanya, PT MNC Infrastruktur, perseroan akan menjalin kerjasama dengan PT Waskita Karya Tbk.

Darma Putera, Wakil Presiden Direktur PT MNC Investama Tbk mengatakan, MNC akan menyerahkan pembangunan proyek ini kepada Waskita. Untuk tahap awal, perseroan akan membangun tol Pejagan sepanjang 20 kilometer. Kebutuhan investasi untuk konstruksi proyek tahap satu mencapai Rp 1,4 triliun.

Dengan begitu, pendanaan awal pun akan berasal dari partner, yakni Waskita. Darma belum menyebutkan secara spesifik mengenai detail kerjasama tersebut. Namun, perseroan akan segera meneken perjanjian dengan Waskita pada minggu ini. "Kalau berjalan lancar, akhir bulan Juli akan mulai konstruksi," katanya.

Jika proyek itu sudah selesai digarap, nantinya, MNC akan mengambil alih kembali jalan tol tersebut untuk dioperasikan. Adapun pembebasan lahan jalan tol itu sudah 97%. "Ini bukan divestasi. Jadi kami yang akan mengoperasikan. Kalau pembangunan sudah selesai akan dikembalikan ke MNC," imbuh Darma. 

CEO MNC Grup Hary Tanoesoedibjo menambahkan, perseroan juga akan segera membangun konstruksi ruas jalan tol lainnya, yakni Kanci-Pejagan sepanjang 35 km, Pasuruan-Probolinggo (45 km) dan Ciawi-Sukabumi (54 km). "Untuk Ciawi Sukabumi sudah pembebasan lahan sampai 75%. Kalau sudah 90% akan segera konstruksi," kata Hary.

Haris gunawan, Sekretaris Perusahaan Waskita masih belum berkomentar banyak. "Minggu depan saja setelah ada kepastian transaksinya," ujar Haris. Kebutuhan investasi total untuk pembangunan jalan tol Pejagan-Pemalang ini mencapai Rp 5,2 triliun. 

Sekedar menyegarkan ingatan, tahun lalu, MNC mengambil empat ruas jalan tol ini dari PT Bakrieland Tbk. Nilai investasinya sekitar Rp 2 triliun. MNC juga mengambil beberapa aset milik Bakrie lainnya seperti Lido Resort dan Nirwana Bali Resort.

Selain mengembangkan bisnis infrastruktur, MNC juga mega proyek lain bernama MNC City. Dalam proyek ini, MNC Group bakal mengembangkan lahan seluas 3.000 ha di kawasan Tangerang. Sayang, Hary belum bersedia mengungkapkan lebih jauh mengenai proyek MNC City. 

Dia hanya mengatakan, proyek tersebut akan dikembangkan menjadi kota mandiri. "Konsepnya mungkin seperti BSD City. Ini masih proyek jangka panjang. Kami belum bisa disclose apapun terkait proyek ini,รข€ ujarnya.

Wiliam Suryawijaya, Analis Asjaya Indosurya Securities mengatakan, bisnis infrastruktur ini bakal positif untuk MNC Grup. Pasalnya, seiring dengan perlambatan properti karena ketatnya likuiditas bank, bisnis infrastruktur seperti jalan tol lebih menjanjikan. Apalagi menjelang pergantian presiden, pembangunan infrastruktur nampaknya bakal menjadi fokus utama pemerintahan baru.

"Namun patut dicermati lebih jauh, bagaimana spesifik skema kerjasama MNC dengan Waskita. Apakah masih akan mayoritas digenggam MNC," ujarnya. Oleh karena itu, Wiliam masih merekomendasikan hold untuk saham-saham grup MNC.

sumber :

Penuhi Keinginan Warga, PU Kirimkan Tim Appraisal Ulang Ganti Rugi Lahan Tol Soker


MAPPI Jatim – Kementerian Pekerjaan Umum (Kemenpu) telah mengirimkan tim untuk mengecek kondisi lahan yang terkena proyek jalan tol Solo-Kertosono (Soker) di Kebonromo, Ngrampal, Sragen.

Kedatangan tim tersebut diduga merupakan bagian dari tahap appraisal ulang nilai ganti rugi lahan dan bangunan. Hal itu diungkapkan Asisten I Pemkab Sragen, Parsono, kemarin.

“Belum lama ini tim dari Kementerian PU sudah cek kondisi lokasi di Kebonromo. Kelihatannya kedatangan tim ini adalah bagian dari langkah re-appraisal nilai ganti rugi. Artinya hal ini adalah sinyal positif bagi pemilik lahan,” kata dia.

Parsono menjelaskan kedatangan tim dari pusat merupakan respons terhadap permintaan warga Kebonromo. Puluhan warga Kebonromo mengajukan permintaan dilakukannya appraisal ulang kepada Kementerian PU sekitar tiga bulan lalu.

Surat permintaan appraisal ulang diajukan warga melalui Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman. Surat tersebut, menurut Parsono, diteruskan Bupati kepada Kementerian PU. “Mekanisme memang seperti itu,” imbuh dia.

Namun Parsono belum mengetahui bagaimana hasil pengecekan lokasi lahan di Kebonromo. “Secara prinsip, aturan, yang namanya appraisal ulang bisa saja dilakukan. Tapi keputusan, kebijakan penuh ada di Kemenpu,” sambung dia.

Parsono tidak menampik pandangan yang menyatakan nilai ganti rugi lahan tol yang jadi pegangan selama ini sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini. Alasannya nilai ganti rugi tersebut merupakan hasil appraisal beberapa tahun lalu.

Pandangan tersebut dibuktikan dengan adanya penolakan dari pemilik lahan terhadap harga yang ditawarkan. Di sisi lain, dia meyakini proses pembebasan lahan untuk jalan tol Soker di Sragen bakal rampung akhir tahun 2014.

Alasannya, dia menjelaskan, lahan yang belum berhasil dibebaskan saat ini tidak lebih dari 10 persen dari keseluruhan bidang tanah yang harus dibebaskan. “Sesuai target atau tahapan, akhir tahun ini harus selesai pembebasan,” tandas dia.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, Tatag Prabawanto menyarankan warga untuk mengajukan surat permintaan appraisal ulang kepada Kementerian PU bila memang tidak sepakat terhadap nilai ganti rugi.

Surat tersebut dapat dikirimkan kepada Bupati Sragen untuk diteruskan kepada Kementerian PU. Diberitakan Solopos sebelumnya, lahan jalan tol Soker yang belum dibebaskan tinggal 512 bidang tanah di 21 desa di Kabupaten Sragen.

sumber :
mappijatim

Tol Cikampek-Palimanan Bakal Jadi Jalur Alternatif Mudik


Ilustrasi pengerjaan proyek Tol Cipali di Cikamurang,
Indramayu (Foto: Antara)

PURWAKARTA - Setiap tahun saat musim mudik Lebaran Jalur Pantura dari arah Jakarta menuju Jawa Barat dan Jawa Tengah macet. Begitu pula jalur tengah, Sadang-Subang-Cikamurang-Cirebon.

Untuk mengantisipasi kemacetan di dua jalur tersebut pada musim mudik tahun ini, Polres Purwakarta berencana menggunakan jalan Tol Cipali (Cikampek-Palimanan) yang masih dalam proses pembangunan, sebagai jalur alternatif bila terjadi kepadatan di pantura dan jalur tengah.

Nantinya para pengendara bisa masuk ke Tol Cipali melalui di Jalan Raya Cikopo, Kabupaten Purwakarta.

Sebenarnya, proyek tol yang menghubungkan Cikampek, Kabupaten Karawang, dengan Cirebon itu diperkirakan selesai pada 2018. Sebagian jalan sudah dicor.

Di bagian pinggir jalan bebas hambatan antara Cikampek hingga Subang masih ada bagian berupa tanah yang sudah dipadatkan. Sepertinya jalan itulah yang akan digunakan sebagai jalur alternatif pada musim mudik Lebaran tahun ini.

Kapolres Purwakarta, AKBP Slamet Hariyadi, Rabu (2/7/2014), mengatakan, jalur alternatif melalui Tol Cipali hanya sampai daerah Pagaden, Subang, atau sekira 25 kilometer dari Cikampek. Selanjutnya pemudik akan diarahkan ke jalur pantura atau jalur tengah. Total panjang Tol Cipali dari Cikampek hingga Palimanan mencapai 116 kilometer.

Namun, tidak semua kendaraan pemudik bisa melintasi Tol Cipali. Petugas Polres Purwakarta akan menyeleksi mobil-mobil yang bisa masuk ke jalur tersebut.

sumber :

Pernah Masuk 'Rumah Sakit', Sekarang Bangun Tol Atas Laut di Kalimantan

BUMN yang Bangkit dari Krisis


ilustrasi
Jakarta -PT Waskita Karya Tbk (WSKT) memiliki sejarah keuangan yang relatif sulit. BUMN karya ini pernah harus menjadi pasien 'rumah sakit BUMN' yaitu PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero).

Di bawah penanganann PPA, Waskita menjalani program restrukturisasi dan revitalisasi. Dengan ketekunan menjalani program penyelamatan, Waskita akhirnya bisa go public alias melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO).

Pada laporan keuangan kuartal I-2014, Waskita mampu meraih laba bersih Rp 6,76 miliar, naik dari pencapaian kuartal I-2013 yang sebesar Rp 5,44 miliar. Sedangkan pendapatan naik 8,07% menjadi Rp 1,03 triliun dari Rp 957,38 miliar.

Karena kinerja yang cemerlang ini, Waskita memperoleh apresiasi dari Menteri BUMN Dahlan Iskan.

"Waskita di bawah Dirut M Choliq menjadi contoh restrukturisasi perusahaan yang fenomenal. Tiga tahun lalu Waskita masih berstatus perusahaan sakit. Masih opname di bawah pengawasan PPA," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan dalam keterangannya seperti dikutip Rabu (2/7/2014).

Pasca bangkit dari sakit, Waskita berlari kencang. BUMN karya ini telah mengumumkan rencananya masuk di dalam investasi jalan tol. Waskita pun berencana membangun jalan tol atas laut di Kalimantan, dan meneruskan proyek Tol Pejagan-Pemalang sepanjang 57,7 kilometer.

Di dunia internasional, Waskita selama 7 tahun terakhir dipercaya menggarap proyek konstruksi di negara-negara Timur Tengah. Waskita bertindak sebagai sub kontraktor sedangkan pemberi kerja atau kontraktor utama adalah Bin Laden Group. Saat ini perseroan terlibat di dalam proyek renovasi Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Saudi Arabia.

sumber :

Senin, 16 Juni 2014

Kejar Tayang, Panitia Pengadaan Tanah Umumkan Lahan Warga yang Terkena Tahap III-IV Tol Semarang-Solo


kompas.com/ syahrul munirIlustrasi pembangunan jalan tol
BAWEN, KOMPAS.com - Panitia Pengadaan Tanah (P2T) untuk jalan tol Semarang-Solo di wilayah Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, telah mengumumkan seluruh tanah warga yang akan tergusur untuk sesi III dan IV tol tersebut.

“Saat ini telah diumumkan langsung ke warga, sehingga pemilik lahan dapat mengetahui luas lahan mereka yang akan terkena jalan tol,” kata Ketua P2T yang sekaligus Plt Sekda Kabupaten Semarang, Budi Kristiono, Minggu (15/6/2014).

Sebelum pengumuman tersebut, kata Budi, sudah terlebih dahulu dilakukan pendataan dan inventarisasi pemilik maupun luas lahan. Adapun pengumuman kepada warga disampaikan lewat perangkat desa atau kelurahan, serta melalui internet.

Pengumuman ini, imbuh Budi, juga memberikan kesempatan kepada para pemilik lahan untuk memberikan sanggahan bila ternyata data yang diumumkan tak sesuai dengan data saat inventarisasi. 

Budi berjanji mengakomodasi setiap keberatan yang diajukan para pemilik lahan, untuk mempercepat proses penggantian kepemilikan lahan tersebut. Sesii III dan IV tol ini ditargetkan rampung pada 31 Desember 2014. 

Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan jalan tol Semarang-Solo ini dibagi dalam lima tahap. Dari lima tahap tersebut, tahap I Semarang-ungaran dan tahap II Ungaran-Bawen telah dioperasikan. 

Sementara itu, tahap III dan IV, Bawen-Boyolali sepanjang 24,15 kilometer masih dalam tahap proses pembebasan lahan. Untuk tahap ini, akan ada 7 kecamatan dan 22 desa di Kabupaten Semarang yang terkena proyek tersebut.

sumber :

Rabu, 04 Juni 2014

PROYEK JALAN TOL : Target Tuntas Akhir Tahun, Pembebasan Lahan Dikebut


Ilustrasi jalan (Dok/JIBI/Solopos)

Solopos.com, BOYOLALI–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali mengintensifkan pendekatan dan negosiasi dengan para pemilik lahan yang terkena proyek jalan tol Solo-Semarang di wilayah Kota Susu. Hal itu untuk menuntaskan pembebasan lahan yang ditargetkan rampung akhir Desember tahun ini.

“Pemkab yang berperan sebagai fasilitator, ditarget bisa menyelesaikan persoalan pembebasan lahan untuk proyek jalan tol tersebut hingga akhir tahun ini,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali, Sri Ardiningsih, yang juga ketua Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Boyolali, saat ditemui wartawan di Kantor Bupati Boyolali, Selasa (3/6/2014).

Target selesainya pembebasan lahan akhir tahun ini, jelas Sekda, karena mulai awal 2015 mendatang, proyek jalan tol tersebut sudah mulai pembangunan fisik.

Sebagai informasi, untuk wilayah Boyolali, proyek tol menerjang 1.979 bidang tanah dengan luas total mencapai 151,45 hektare. Proyek tersebut melintas di 17 desa di lima kecamatan, yaitu, Ampel, Boyolali, Mojosongo, Teras, dan Banyudono. Hingga kini, tanah yang sudah dibebaskan sebanyak 139 bidang.

“Yang sudah terselesaikan sebesaar 9,81 persen dengan total luas 10,9 hektare,” terangnya.

Sekda mengakui seputar pembebasan lahan untuk proyek jalan tol tersebut, tidak adanya kesepakatan tentang nilai ganti rugi kerap menjadi kendala. Persoalan lainnya di antaranya ahli waris yang tinggal di tempat yang jauh, hingga persetujuan pelepasan fasilitas umum (fasum). Namun demikian, Sekda menyatakan pihaknya terus melakukan pendekatan secara intensif kepada masyarakat, khususnya pemilik lahan. Sementara seputar proses pelepasan fasum, juga dilakukan dengan menjalin komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jateng.

“Setiap pekan, kami intens laporan kepada Pemprov Jateng. Tentu saja, tentang nilai ganti rugi, perlu dimusyawarahkan lebih intensif,” imbuhnya.

Terpisah, koordinator warga yang terkena proyek jalan tol di Desa Mudal, Kecamatan Boyolali, Agus Hariyadi, 35, mengakui ada sekitar 30 bidang tanah di desa tersebut yang bakal dibebaskan. Seluruh tanah berada di Dukuh Bukuning. Pihaknya berharap pembahasan ganti rugi segera dilakukan. Namun demikian, pihaknya belum bisa menyampaikan nilai ganti rugi yang akan disampaikan kepada P2T. Alasannya, belum ada pertemuan guna membahas ganti rugi.

sumber :

Desember, Ganti Rugi Tol Solo-Semarang Ditarget Kelar


dok.timlo.net/byl

Proyek jalan tol Solo-Semarang yang 
menggusur tanah kas desa di wilayah
 Banyudono, Boyolali5

Boyolali – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali menargetkan proses ganti rugi jalan tol Solo-Semarang bisa kelar pada Desember 2014. Saat ini, panitia pengadaan tanah (P2T) tengah berupaya melakukan negosiasi dengan pemilik lahan yang terkena proyek jalan tol.

Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali, Sri Ardiningsih, mengatakan saat ini proses negosiasi terus dilakukan. Di wilayah Boyolali, proyek tol menerjang 1979 bidang tanah dengan luas total mencapai 151,45 hektar.

Proyek itu melintasi 17 desa di lima wilayah kecamatan, yakni Ampel, Boyolali kota, Mojosongo, Teras dan Banyudono. Sementara hingga kini, tanah yang telah dibebaskan sebanyak 139 bidang.

“Kami terus melakukan pendekatan agar target di akhir tahun ini bisa diselesaikan dan tidak ada masalah di kemudian hari,” ujar Sri Ardiningsih, ketika ditemui di Pemkab Boyolali, Selasa (3/6).

Ada sejumlah kendala yang saat ini tengah dihadapi panitia dalam proses ganti rugi. Di antaranya belum ada kesepakatan nilai ganti rugi dengan pemilik lahan, ahli waris yang tinggal di tempat jauh maupun persetujuan pelepasan fasilitas umum (fasum). Pasalnya, khusus untuk pelepasan fasum harus seizin gubernur.

“Tapi kami yakin target dapat terpenuhi,” tandasnya.

Sumber :

Senin, 02 Juni 2014

Tahun 2015, Tol Semarang-Solo Akan Dioperasikan


Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan
Mobil melintasi ruas jalan tol Semarang-Solo Sesi II Ungaran-Bawen, di Kalurahan Lemah Ireng, 
Kecamatan Bawem Kabupaten Semarang, Jateng, Jumat (4/4/2014). Jalan tol Ungaran-Bawen 
dengan panjang 12 kilometer resmi dibuka untuk umum dengan biasa masuk gratis hinga sepekan 
mendatang. Dengan difungsinya jalan tol ini jarang tempuh antara Semarang-Bawen hanya 
berkisar 30 menit dari yang sebelumnya bisa mencapai dua jam melintasi jalur umum. 
(Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan)

TRIBUNNEWS.COM,SEMARANG - Pembangunan Tol Semarang- Solo terus dikebut pengerjaannya.

Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah, Bambang Nugroho K mengatakan, target penyelesaian jalan bebas hambatan Semarang-Solo pada akhir tahun 2015. 

Sementara ini, paket pengerjaan masih terkendala pembebasan lahan sehingga belum bisa melakukan paket pengerjaan fisik.

"Target jalan Tol selesai tahun 2015, setelah itu langsung dioperasikan," kata Bambang di Semarang, Senin (2/6/2014).

Bambang menuturkan, berdasarkan rapat dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, terdapat kendala yang cukup mengganjal.

Yakni, ada satu kabupaten yang terlintas lahan Tol belum tintas pada upaya pembebasan lahan. 

Untuk itu, pihaknya terus mendorong agar daerah yang bersangkutan bisa bekerja lebih keras menyelesaikan persoalan lahan.

Di daerah itu, lanjutnya, perlu dukungan dari Pemerintah Provinsi.

"Masalahnya ada pada lahan. Kalau pengerjaan fisik, kita bisa diselesaikan satu tahun lebih dikit. Itu sudah selesai, tapi sekarang ini arahnya untuk pembebasan lahan. Kami juga rutin tiap minggu laporan ke gubernur," lanjutnya.

Paket pengerjaan Tol Semarang-Solo masih belum tuntas. Jalur terakhir yang sudah dioperasikan yakni Semarang-Ungaran dan terbaru jalur Ungaran-Bawen.

sumber :

Tuntut Pembangunan Lapangan, Warga Kalirejo Ancam Gelar Demo

ilustrasi
UNGARAN, suaramerdeka.com - Seluruh warga di Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Ungaran Timur menuntut realisasi pembangunan lapangan olah raga yang tergusur karena pembangunan Jalan Tol Semarang-Solo. Mereka menunggu janji pihak pengelola jalan tol sejak 2008, mengingat pascatergusurnya fasilitas umum tersebut kini masyarakat tidak memiliki tempat terutama untuk olah raga.

Dikatakan Ketua Lembaga Ketahanan Masyarakat (LKMK) Kelurahan Kalirejo, Bambang Muntaha, akibat tidak adanya lapangan yang representatif klub sepak bola kebanggaan warga Kalirejo, yakni Sport Cemara Club (SCC) akhirnya kesulitan untuk berkembang. "Lebih kurang sudah enam tahun masyarakat Kalirejo kesulitan beraktivitas, begitu pula SCC yang tidak bisa lagi latihan," katanya, Minggu (1/6). 

Warga menurut dia, telah mengirimkan surat ke Tim Pengadaan Tanah (TPT) Jateng termasuk kepada Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Kabupaten Semarang, hanya saja belum ada perkembangan yang signifikan. Pihaknya khawatir, jika janji pembangunan lapangan tidak kunjung ditepati ke depan warga akan menggelar aksi unjuk rasa.

"Kalau berlarut tidak segera dibangun kami khawatir akan terjadi unjuk rasa. Mengingat saya sempat mendengar kabar tersebut terlontar dari beberapa warga," tuturnya.

Terpisah, Ketua P2T Kabupaten Semarang, Budi Kristiono menyebutkan, hingga sekarang memang masih ada sejumlah fasilitas umum dan fasilitas sosial yang tergusur proyek jalan tol kondisinya belum selesai dibangun. Itu dikarenakan, salah satunya faktor perlunya penghitungan dari tim apresial.

"Penghitungan dari tim apresial masih berlangsung. Kami berharap masyarakat bisa bersabar menahan diri mengingat saat ini masih dalam proses," tandasnya.

sumber :