javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
happy chinese New Year 2021

cari di blog ini

Rabu, 30 April 2014

Tol Ungaran-Bawen “Membahayakan” - Abutment Jembatan Lemah Ireng 1 Ambles

UNGARAN –Infrastruktur tol Ungaran-Bawen kembali bermasalah. Kali ini terjadi di sekitar KM 34+600, tepatnya di abutment atau pangkal jembatan Lemah Ireng 1. Bangunan bawah jembatan yang berfungsi sebagai pemikul beban jembatan tersebut ambles lantaran diduga ada pergerakan tanah berikut talud peno pangnya. 

Imbasnya, badan jalan tol sisi timur di sekitar pangkal jembatan ikut ambles hingga membentuk patahan. “Amblesnya diketahui sekitar tiga hari lalu,” tutur petugas pengelola jalan tol, Hartono saat ditemui di lokasi amblesnya badan jalan tol kemarin. Pantauan KORAN SINDO di lapangan, badan jalan yang ambles membentuk patahan tersebut melintang ke tengah jalan sejauh 3,2 meter. Sementara di bagian pinggir atau bahu jalan, amblesannya memanjang hampir 15 meter, dengan titik terdalam mencapai hampir satu meter. Adanya pergerakan tanah juga mengakibatkan retakan memanjang pada tanah urugan di sekitar amblesnya badan jalan. Selain itu, memicu ambrolnya talud pangkal jembatan dan membentuk patahan sepanjang hampir 10 meter. 

Adanya persoalan in frastruktur tersebut, terjadi penyempitan di lajur tol dari arah Ungaran menuju Bawen, khususnya jelang ujung selatan jembatan sepanjang 879 meter tersebut. PT Trans Marga Jateng (TMJ), selaku pengelola tol Semarang-Solo, telah memasang rambu-rambu peringatan kepada pengguna jalan tol sejak KM 34+200. Termasuk pemasangan pengaman berupa barrier serta traffic cone di sekitar lokasi badan jalan yang ambles. “Saat ini, baru penanganan darurat sebelum nanti dilakukan perbaikan permanen. 

Badan jalan yang ambles juga kami tutup (terpal) untuk menghindari dampak yang lebih parah akibat air hujan,” jelas Hartono. General Manajer Teknik dan Operasi PT TMJ Ari Irianto menambahkan, untuk meng amankan konstruksi tol, maka akan dipasang beton di rongga rongga yang kosong di bawah jalan yang ambles tersebut. Untuk jangka panjang, pihaknya akan memasang bore pile guna menguatkan konstruksi di daerah tersebut. “Pembangunan ini akan segera kami kerjakan. Kami sudah menyiapkan desainnya,” ujarnya. 

Pengamat konstruksi bangunan Robert Kodoatie menyatakan, cekungan air tanah yang ada di daerah Lemah Ireng itu mengakibatkan keretakan tanah, sehingga menyebabkan tanah ambles. “Salah satu solusinya adalah air yang berada di bawah fondasi harus segera dibuang, karena sangat membahayakan apabila sewaktu-waktu terjadi pengendapan air,” papar dosen Teknik Sipil Universitas Diponegoro (Undip) Semarang tersebut. Menurut Robert, jika cekungan air tanah itu dibiarkan terus menerus, maka keretakan keratakan jalan tol di berbagai titik akan terus terjadi. “Sehingga begitu ada air mengendap, langsung dibuang saja, tan - pa harus menunggu lama,” tandasnya. 

Namun, pembuangan cekungan air tanah itu akan mengakibatkan berkurangnya volume air sumur warga Ungaran. “Memang jalan tol di ruas itu lebih aman, tapi memunculkan persoalan baru, sumur-sumur warga akan berkurang. Untuk mengatasipasi itu perlu adanya koordinasi antara Pemkab Se - marang dengan PT TMJ,” kata dia. Ketua Komisi C DPRD Ka bu - paten Semarang Mas’ud Ridwan mendesak kontraktor dan PT TMJ segera mengevaluasi kon s - truksi jalan tol ruas Ungaran-Ba - wen, khususnya konstruksi yang dibuat di atas tanah urug - an. “Karena kasus amblesnya badan jalan ini berada di atas ta - nah urugan. 

Dan ini baru te - muan awal adanya persoalan konstruksi di atas tanah urug - an,” ujarnya. Bagi politisi PKB ini, dengan adanya evaluasi tersebut kasus yang sama diharapkan tidak lagi muncul di titik lain. “Ingat ini jalan bebas hambatan dan ke - mampuan konstruksi akan men jamin keselamatan dan ke - amanan para penggunanya,” tegas Mas’ud. Sedangkan anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah Sri Prap - tono meminta, aspek ke se la - matan, kenyamanan, maupun keindahan di jalur tol Ungaran- Bawen mendapat perhatian yang serius. “Harus jadi skala prioritas,” tegasnya. Atas dari itu, semua langkah yang diambil tidak boleh sekadar didasarkan pada azas yang penting bisa se gera selesai. 

“Karena jika sekadar cepat selesai, belum tentu skala-skala prioritas itu terpenuhi,” tandas politisi PKS ini. Diketahui, permasalahan infrastruktur tol ruas Ungaran- Bawen sudah terjadi dua kali seusai diresmikan oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto pada Jumat (4/4). Sebelumnya, terjadi longsor tanah berikut beton pe nu tup - nya di tebing pinggir tol di KM 36+400 atau tebing di wilayah Desa Kandangan, Kecamatan Bawen. Saat peresmian, Djoko Kirmanto mengingatkan, jalur tol Semarang-Solo ruas Ungar - an-Bawen perlu mendapat per - ha tian khusus. Sebab, kondisi geologi jalur sepanjang 11, 95 km itu dinyatakan tidak ber sa - habat.agus joko/amin fauzi

sumber :

Pendapatan Naik, Jasa Marga Reguk Untung


(Foto: Liputan6.com)
Liputan6.com, Jakarta - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) membukukan laba bersih naik 16,71% menjadi Rp 376 miliar sepanjang tiga bulan pertama 2014. Hal ini didukung dari kenaikan pendapatan tol dan pendapatan usaha lainnya.

Berdasarkan keterangan yang diterbitkan, Rabu (30/4/2014), kenaikan laba bersih ini didukung dari peningkatan pendapatan tol dan pendapatan usaha lain non tol. Perusahaan pelat merah ini juga mampu menurunkan beban usaha.

Perseroan mengalami kenaikan pendapatan sebesar 11,02% menjadi Rp 1,52 triliun pada kuartal I 2014 dibandingkan periode sama pada 2013 sebesar Rp 1,37 triliun. Peningkatan itu disebabkan oleh kenaikan volume lalu lintas kendaraan yang mencapai 296 juta kendaraan pada kuartal I 2104.

Selain itu, kenaikan tarif pada 11 ruas tol yang dikelola perseroan pada Oktober 2013 juga mendorong kinerja PT Jasa Marga Tbk.
Pendapatan usaha lain Perseroan juga naik signifikan 63,25% menjadi Rp 93 miliar pada kuartal I 2014 dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 57 miliar. Sedangkan pendapatan konstruksi Perseroan mengalami penurunan sebesar 52% menjadi Rp 462 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya yaitu Rp 964 miliar.

Sekretaris Perusahaan PT Jasa Marga Tbk, David Wijayatno menuturkan, pendapatan konstruksi turun itu akibat berkurangnya aktivitas pembangunan proyek jalan tol baru karena sudah mendekati penyelesaian seperti pada Ruas Ungaran-Bawen, Bogor Outer Ring Road, dan JORR W2 Utara. Sedangkan Ruas Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa sudah selesai, dan dioperasikan sejak 2013.

Pada perdagangan saham Rabu (30/4/2014), saham JSMR naik tipis 0,85% ke level Rp 5.900 per saham. Total frekuensi perdagangan saham sektiar 2.022 kali dengan nilai transaksi saham sekitar Rp 48,5 miliar.

Penyelesaian Proyek Jalan Tol Baru

Perseroan telah menambah jalan tol pada 4 April 2014. Melalui anak usahanya PT Trans Marga Jateng kembali meresmikan bagian dari proyek Jalan Tol Semarang-Solo yaitu seksi II Ruas Ungaran-Bawen sepanjang 12 KM.

Dengan dioperasikannya ruas tol Ungaran-Bawen diyakini akan menghemat waktu tempuh antara Bawen sampai dengan Semarang atau sebaliknya. Melalui jalan tol maka waktu tempuh diperlukan tidak sampai 30 menit.

Selain itu, Jasa Marga akan kembali meresmikan proyek jalan tol baru yang terletak di kawasan Jabotabek yaitu Proyek Jalan Tol Bogor Outer Ring Road Ruas Kedung Halang-Kedung Badak (2,1KM), dan jalan tol JORR W2 Utara sesksi Ciledug-Ulujami.

"Apabila kedua ruas itu nantinya dioperasikan maka akan sangat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di Bogor dan Jakarta," kata David.

Perseroan pun akan mengikuti tender proyek jalan tol ruas Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi untuk terus menambah panjang jalan tol Perseroan.

"Kami optimis dapat memenangkan tender itu karena sampai batas waktu pengembalian berkas penawaran tender yaitu 16 April 2014, hanya konsorsium Jasa Marga beberapa BUMN lain yang menjadi satu-satunya peserta yang mengembalikan berkas penawaran secara lengkap," tutur David.

sumber :

Selasa, 29 April 2014

Awas, Tol Solo-Semarang di Bawen Km 34 Ambles sejak 27 April 2014.


 Baru Sebulan Dibuk Tol Semarang-Solo di Bawen Ambles
tribunjateng/puthut dwi putranto
TRIBUNNEWS.COM, UNGARAN - Belum genap satu bulan dibuka dan dioperasionalkan, badan jalan tol Semarang-Solo (SS) ruas Ungaran-Bawen ambles.

Titik amblesnya badan jalan tol ini, berada di sekitar kilometer (KM) 34+600, tepatnya di bagian abutment (pangkal) jembatan Lemah Ireng 1. 

Badan jalan yang ambles membentuk patahan sepanjang hampir 15 meter serta lebar 3,2 meter dengan titik terdalam mencapai hampir satu meter. 

Akibatnya, terjadi penyempitan lajur tol dari arah Ungaran menuju Bawen, menjelang ujung (selatan) jembatan sepanjang 879 meter ini. 

Untuk penanganan PT Trans Marga Jateng (TMJ) telah memasang rambu- rambu peringatan kepada pengguna jalan tol sejak KM 34+200. 

Seorang petugas PT TMJ, Hartono, yang ditemui di lokasi, mengatakan, badan jalan tol lajur Ungaran - Bawen ini diketahui ambles sekitar tiga hari yang lalu. 

Saat ini, pihaknya telah melakukan langkah- langkah darurat sebelum dilakukan upaya perbaikan permanen terhadap badan jalan yang ambles ini. 

Selain itu juga memasang sejumlah rambu - rambu peringatan bagi para pengguna jalan tol ini. Termasuk pemasangan pengaman berupa barier serta traffic cone di lokasi badan jalan yang amblas. Pihaknya juga sudah menutup badan jalan yang amblas dengan terpal.

sumber :

Jumat, 25 April 2014

TOL SOLO-KERTOSONO : Merasa Terisolasi, Warga Tuntut Pembebasan Lahan


Ilustrasi (JIBI/SOLOPOS/Septhia Ryanthie)

Solopos.com, BOYOLALI–Pembangunan Jalan Tol Solo-Kertosono memaksa beberapa warga untuk angkat kaki dari tempat tinggalnya semula lantaran rumah dan tanah miliknya akan menjadi area jalan tol yang pengerjaannya saat ini memasuki tahap kedua.

Di RT 005/002 Dusun Lemah Abang, Desa Brajan, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, menyisakan tiga rumah yang tidak tersentuh pembangunan jalan tol soker. Keadaan ini membuat pemilik rumah meminta P2T Kabupaten Boyolali untuk membebaskan lahan yang mereka miliki.


Menurut Ketua RT setempat, Sugito, tiga keluarga yang tertinggal merasa terisolir lantaran 17 warga lainnya pindah dari dusun yang berada sekitar satu kilometer dari jalan raya. “Nantinya dusun di sini akan terbelah dua karena pembangunan tol, di sebelah selatan tol ada rumah yang tersisa sedangkan di sini dua rumah yang sama sekali tidak menjadi bagian dari pembangunan tol,” jelas dia saat disambangi Espos, Rabu (23/4/2014) di kediamannya.

Lokasi yang jauh dari perkotaan serta tidak adanya akses jalan jika tol soker mulai beroperasi Sugito yakin akan memperoleh hak yang sama dengan warga lainnya. “Masa satu RT hanya ada tiga kepala keluarga saja? Sekarang saja suasana di dusun ini sudah sepi, apalagi besok,” terang dia.

Berdasarkan pantauan solopos.com, Dusun Lemah Abang hanya memiliki satu akses jalan kampung selebar tiga meter saja. Jalan tersebut hanya mampu dilewati satu mobil, sedangkan di sisi barat dusun yang terlihat hanya persawahan warga. Menengok ke sisi timur terdapat tempat pemakaman umum desa Brajan. Tak jauh dari pemakaman, terdapat jurang dan sungai di sebelah utara dusun. Sehingga dusun Lemah Abang memang jauh dari hiruk pikuk kota.

sumber :

Kamis, 24 April 2014

Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol


Proyek pembangunan tol Semarang-Solo sesi 2 Ungaran-Bawen. 
TEMPO/Budi Purwanto
TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian.

Menteri Pertanian Suswono mengatakan proyek Jalan Tol Trans-Jawa membuat 5 ribu hektare lahan pertanian hilang. Lahan pertanian tersebut diubah menjadi jalan tol. “Itu baru lahan yang dilewati proyek tol. Pasti ada dampak lanjutannya,” katanya di Surakarta, Kamis, 24 April 2014.

Dia mengatakan setiap ruas jalan tol pasti memacu perekonomian daerah sekitarnya. Akibatnya, makin banyak lahan pertanian bersalin jirim menjadi permukiman ataupun kawasan industri. 

Dia memberi contoh jalan tol di Bandung. Di sekitar pintu keluar jalan tol di Cileunyi, kata dia, banyak berdiri kompleks perumahan. Dia memperkirakan di setiap gerbang jalan berbayar yang menghubungkan Jakarta dengan Surabaya itu juga akan ramai oleh perumahan. “Di tiap pintu keluar tol, sawah akan habis,” ucapnya.

Dia mengatakan, setiap tahun, laju konversi lahan pertanian mencapai 100 ribu hektare. Adapun pemerintah hanya bisa mencetak 40 ribu hektare sawah per tahun. “Masih defisit 60 ribu hektare sawah,” katanya.

Terbatasnya lahan membuat produksi beras Indonesia hanya 40 juta ton per tahun dengan tingkat konsumsi 34,5 juta ton per tahun. Menurut Suswono, stok beras memang masih surplus, tapi pas-pasan, “Sehingga kadang Bulog masih impor beras untuk menjaga ketahanan stok.”

Suswono meminta masyarakat yang punya lahan di pekarangannya ikut membantu ketahanan pangan. Misalnya, dengan menanam cabai, terung, tomat, atau pare. “Bisa juga ternak ikan atau kelinci,” katanya.

Dia memperkirakan, dengan adanya pemanfaatan lahan pekarangan tersebut, pengeluaran tiap rumah tangga berkurang Rp 150-750 ribu per bulan.

sumber :

Rabu, 23 April 2014

Baru 3 Minggu Beroperasi, Dinding Tebing Tol Ungaran-Bawen Longsor


kompas.com/ syahrul munirTalut tebing jalan tol Ungaran-Bawen longsor 
di km 36 400, desa Kandangan, Bawen.

BAWEN, KOMPAS.com — Dinding tebing jalan tol di jalur Ungaran-Bawen Km 36+400, tepatnya sisi kiri jalan menjelang gerbang pintu Tol Bawen, longsor. Tidak jelas sejak kapan longsor terjadi. Namun, berdasarkan pantauan Kompas.com, Rabu (23/4/2014) siang, sejumlah pekerja dan sebuah ekskavator tengah mengeruk material tanah yang sudah longsor dari dinding jalan tol yang baru beroperasi akhir Maret lalu itu. 

Untuk menandai pekerjaan di lokasi tersebut, petugas memasang sejumlah rubber cone sehingga arus lalu lintas relatif tetap lancar, meski seperempat lajur termakan aktivitas perbaikan tersebut. 

“Dari Ungaran lancar, tetapi saat mendekati gerbang Tol Bawen sedikit tersendat karena ada perbaikan tebing yang longsor. Harus pelan-pelan saat lewat di sana, karena hanya satu lajur yang digunakan. Setiap kali melintas di perbukitan itu yang sering saya khawatirkan ada kerikil atau batu yang jatuh mengenai mobil,” kata Hendro (40), warga Ambarawa yang mengaku setiap hari melintas di Tol Ungaran-Bawen. 

Menurut Sugiharto (45), warga Desa Kandangan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, tanah di lokasi longsor tersebut memang tanah lempung sehingga tanahnya mudah longsor ketika terkena air. 

“Kalau tidak segera diperbaiki, nanti masuk kemarau tanah jadi kering dan ketika masuk musim hujan tanahnya terkena air hujan longsornya akan parah. Karena tanahnya jadi gembur,” kata Sugiharto yang ditemui tidak jauh dari lokasi tersebut. 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak dari PT Trans Marga Jateng (TMJ) sebagai pengelola Tol Ungaran-Bawen yang bisa dikonfirmasi soal masalah ini.

sumber :

Jumat, 11 April 2014

TOL SOLO-SEMARANG : Gubernur Ganjar Pengin 2015 Tol Bawen-Solo Rampung


Jalan Tol Semarang-Solo ruas Ungaran-Bawen

Solopos.com, SEMARANG–Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mantergetkan pembangunan jalan tol ruas Bawen-Solo bisa rampung pada 2015.

Untuk itu, dia berharap proses pembebasan lahan Bawen-Solo yang merupakan tahap terakhir pembangunan jalan tol Semarang-Solo bisa selesai 2014.

”Kalau tahun ini [2014] pembebasan lahan bisa tuntas, maka tahun depan [2015] pembangunan Bawen-Solo rampung,” katanya di Semarang, Kamis (10/4/2014).

Seperti diketahui saat ini pembangunan jalan tol Semarang-Solo telah menyelesai seksi I Semarang-Ungaran sepanjang 11,3 km dan seksi II Ungaran-Bawen sepanjang 11,9 km. Jalan tol Ungaran-Bawen telah diresmikan operasionalnya oleh Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, Jumat (4/4).

Masih menyisakan seksi III Bawen-Salatiga sekitar 18,2 km, seksi IV Salatiga-Boyolali sekitar 22,8 km, dan seksi V Boyolali-Karanganyar sekitar 11,6 km.

Gubernur lebih lanjut menyatakan, pembebasan lahan merupakan salah satu kendala dalam pembangunan jalan bebas hambatan tersebut. Sebab, selain adanya penolakan warga terkiat ganti rugi, juga harga tanah dipermainkan para makelar dengan menaikkan harga penjualan sampai berlipat-lipat.

”Saya sudah berbicara dengan kepala daerah yang dilalui jalan tol Bawen-Solo untuk bisa segera menyelesaikan pembebasan lahan,” ungkap Ganjar.

Untuk pembebasan lahan jalan tol Bawen-Solo, gubernur menyerahkan sepenuhnya kepada tim pembebasan tanah (TPT). ”Biar TPT yang menangani masalah pembebasan lahan untuk jalan tol,” tandasnya.

Dalam pembebasan lahan, imbuh Ganjar prinsipnya sebenarnya mudah, yakni masyarakat tidak dirugikan serta dibuatkan fasilitas umum pengganti. Ganjar menambahkan bila pembebasan lahan bisa rampung 2014, maka pekerjaan konstruksi jalan tol Bawen-Solo tidak memakan waktu lama.

Pelaksanaan pekerjaan konstruksi jalan tol, nantinya dilakukan secara bersamaan dengan melibatkan sejumlah kontraktor. ”Pekerjaan konstruksi dibagi dalam beberapa paket yang dikerjakan masing-masing kontraktor secara bersamaan sehingga cepat selesai,” ungkapnya.

sumber :

Kamis, 10 April 2014

Ganjar: Makelar jangan ikut campur pembebasan lahan tol


SBY tinjau Tol Semarang-Solo. ©Rumgapres/Abror Rizki
Merdeka.com - Pasca diresmikannya tol seksi II Semarang-Solo, Ungaran-Bawen, Kementerian PU dan Pemprov Jateng siap melanjutkan jalur Bawen-Solo. Namun, hingga kini konstruksi tol seksi III tersebut belum bisa dilakukan karena terganjal pembebasan lahan.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengatakan pembebasan lahan Bawen-Solo yang saat ini masih berjalan agar cepat diselesaikan. Bahkan, Ganjar mengimbau kepada sejumlah pihak untuk mengawasi maraknya makelar tanah yang masuk ketika pembebasan lahan berlangsung.

"Saya sudah bicara dengan Bupati/Wali kota, makelar-makelar jangan sampai masuk, dan media bisa ikut mantau semua, tentang kelayakan harganya. Masak harganya bisa naik 300-400 persen," tegas Ganjar Pranowo di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (10/4).

Praktik makelar itu, lanjut Ganjar, sudah menjadi rahasia umum dan satu-satunya masalah utama pembebasan lahan tiap kali ada proyek yang dibangun oleh pemerintah.

"Wah pokoknya kalau mau dilewati ya otomatis naik, seperti hukum pasar saja. Makanya kalau bisa dikerjakan bersama kan bagus," katanya.

Meski masih terkendala lahan, namun Politisi PDIP itu optimis bahwa pembebasan lahan tol Bawen-Solo dapat selesai di tahun 2014.

"Kita sepakat dengan Bupati/Walikota tahun ini pembebasan selesai. Dan tahun depan bisa cepat konstruksinya, " imbuhnya.

Namun, daerah mana saja yang tanahnya belum terbebaskan, Ganjar belum mengetahui detail seluruhnya. Berdasarkan pengamatannya, Kabupaten Boyolali merupakan daerah yang masih punya banyak kendala pembebasan lahan.

"Saya tidak tahu persis ya, tapi kayaknya Boyolali, "timpalnya.

Pihaknya menyerahkan semuanya kepada tim pembebasan tanah (TPT) untuk menentukan metode yang tepat dalam rangka percepatan pembebasan lahan.

"Kita serahkan kepada tim (TPT). Prinsipnya simpel, masyarakat tidak rugi dan menerima. Yang kedua Fasum (fasilitas umum-red) dan Fasos (fasilitas sosial-red) nya terpenuhi, " bebernya.

Dengan kendala lahan tersebut, maka dimungkinkan pembangunan kontruksi tol bisa saja dibangun dua arah. Hal itu tergantung lahan mana saja yang sudah dibebaskan.

"Rencananya pembangunan di bagi beberapa ruas, nyambut gawene bareng, kontraktornya banyak, " katanya.

Diketahui, tol seksi II Ungaran-Bawen yang sudah mulai beroperasi sejak tanggal 5 April lalu, dalam masa sosialisasi masih digratiskan kepada masyarakat selama satu minggu.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) sendiri telah menentukan tarif tol Ungaran-Bawen sebesar Rp 7000-7500 rupiah. Tarif tersebut akan mulai berlaku pasca satu minggu digratiskan

sumber :

Senin, 07 April 2014

Tol Trans Jawa Kunci Pertumbuhan Ekonomi


Ilustrasi. (Foto: Okezone)
JAKARTA - Peresmian jalan tol Semarang–Solo seksi II (Ungaran–Bawen) pada akhir pekan lalu diharapkan semakin memicu pemerintah untuk mempercepat pelaksanaan proyek-proyek serupa. Dibanding Negara lain, Malaysia, misalnya, pertumbuhan jalan di Indonesia sangat jauh tertinggal.

Padahal, jalan tol memberikan efek sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi. Di era mobilitas dan barang dan jasa sangat tinggi saat ini, jalan bebas hambatan jadi keniscayaan. Jaringan Tol Trans Jawa jangan dibiarkan berjalan lamban.

Tol Trans Jawa

Rute: Cikampek-Surabaya
Panjang: Sekitar 1.000 kilometer
Sisa pekerjaan: 642 km
Target operasi: 2014, kemudian direvisi akhir 2015

Pejagan-Pemalang

PT Pejagan Pemalang Toll Road (saat ini proses beralih ke investor lain)
Panjang: 57,5 kilometer
Biaya investasi: Rp5,51 triliun
Biaya Tanah: Rp371 miliar
Volume lalu lintas (kendaraan/hari): 15.773
Waktu pelaksanaan: 2011-2014
Mulai Operasi: 2014
Progres: Pembebasan lahan

Batang-Semarang

PT Marga Setia Puritama (saat ini proses beralih ke investor lain).
Panjang: 75 km
Biaya Investasi: Rp7,21 triliun
Biaya tanah: Rp 836 miliar
Volume Lalu lintas (kendaraan/hari): 14.827
Waktu pelaksanaan: 2011-2014
Mulai operasi: 2014
Progres: Pembebasan lahan

Solo-Ngawi

PT Solo Ngawi Jaya ( Anak usaha PT. Thies Contractors Indonesia, dari Australia)
Panjang: 90 km
Biaya Investasi: Rp5,14 triliun
Biaya tanah: Rp995 miliar
Volume lalu lintas: 9.842
Waktu Pelaksanaan: 2009-2014
Mulai operasi: 2014
Progres: Pekerjaan Konstruksi

Ngawi-Kertosono

PT Ngawi Kertosono Jaya (anak usaha PT Thies Contractors Indonesia, dari Australia)
Panjang: 87 km
Biaya Investasi: Rp3,48 triliun
Biaya tanah: Rp298 miliar
Volume lalu lintas: 5.325
Waktu Pelaksanaan: 2011-2014
Mulai operasi: 2014
Progres: Pembebasan lahan

Kertasono-Mojokerto

PT Marga Hanurata Intrinsic (sebagian besar sahamnya dimiliki anak usaha PT Astra Internasional Tbk, PT Astratel Nusantara, setelah menandatangani dokumen pengalihan atas 95 persen saham di MHI dan PT Natpac Graha Arthamas)
Panjang: 41 km
Biaya Investasi: Rp3,48 triliun
Biaya tanah: Rp298 miliar
Volume lalu lintas (kendaaran/hari): 18.570
Waktu Pelaksanaan: 2009-2014
Mulai operasi: 2014
Progres: Pembebasan lahan

Mojokerto-Surabaya

PT Marga Nujyasmo Agung (Konsorsium PT Jasa Marga Tbk, PT Wijaya Karya Tbk, dan pengusaha Moeladi).
Panjang: 36 km
Biaya Investasi: Rp3,12 triliun
Biaya Tanah: Rp913 miliar
Volume Lalu lintas (kendaraan/hari): 22.002
Waktu Pelaksanaan: 2008-2014
Mulai Operasi: 2014
Progres: Pekerjaan Konstruksi

Cikampek-Palimanan

PT Lintas Marga Sedaya (konsorsium patungan Indonesia-Malaysia, antara PT Utama Sedaya dan Plus Expresswa).
Panjang: 39 km
Biaya investasi: Rp3,82 triliun
Biaya Tanah: Rp244 miliar
Volume lalu lintas (Kendaraan/hari): 15.566
Waktu Pelaksanaan: 2011-2014
Mulai Operasi: 2014
Progres: Pekerjaan Konstruksi

Pemalang-Batang

PT Pemalang Batang Toll Road (konsorsium PT Sumber Mitra Jaya, PT Langkah Hutama Perkasa, dan Countryside Investment corporation)
Panjang: 39 km
Biaya Investasi: Rp3,82 triliun
Biaya Tanah: Rp244 miliar
Volume Lalu Lintas: 15.566
Waktu Pelaksanaan: 2011-2014
Mulai beroperasi: 2014
Progres: Dua seksi beroperasi, tiga seksi pembebasan lahan

Semarang-Solo

PT Trans Marga Jateng (konsorsium PT Jasa Marga Tbk dengan PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah dengan komposisi saham 60:40
Panjang: 73 km
Biaya investasi: Rp6,21 triliun
Biaya Tanah: Rp1,69 miliar
Volume lalu Lintas (kendaraan/hari): 27.190
Waktu pelaksanaan: 2010-2014
Mulai progres: 2014
Progres: Dua seksi beroperasi, tiga seksi pembebasan lahan

Perbandingan dengan Tetangga (pertumbuhan jalan)

Indonesia 70 km/tahun
Malaysia 700 km/tahun
China 7.000 km/tahun

Panjang Jalan di Indonesia (km)

2003: 357.959
2004: 372.928
2005: 391.008
2006: 406.569
2007: 421.535
2008: 437.759
2009: 476.337
2010: 487.314
2011: 492.398
2012: 501.969

Jumlah Kendaraan Bermotor

2003: 26.613.987
2004: 37.623.432
2005: 37.623.432
2006: 43.313.052
2007: 54.802.680
2008: 61.802.063
2009: 67.336.644
2010: 76.907.127
2011: 85.601.351
2012: 94.373.324

Pendanaan Tol Semarang-Solo

Total investasi: Rp6,2 triliun
Equity PT Trans Marga Jateng: Rp1,5 triliun

Sindikasi Perbankan:

Mandiri : Rp1,8 triliun 39,15%
BNI: Rp1,5 triliun 34,25%
BRI: Rp1,1 triliun 24,47 %
Jateng: Rp100 miliar 2,13 %

Megaproyek Tol Semarang-Solo

Seksi 1 (Tembalang- Ungaran) 16,3 km Beroperasi
Seksi 2 ( Ungaran-Bawen) 11,3 km Beroperasi
Seksi 3 (Bawen – Salatiga) 18,2 km Persiapan Konstruksi
Seksi4 ( Salatiga- Boyolali) 22,4 km Pembebasan Lahan
Seksi 5 ( Boyolali- Karanganyar) 11,1 km Pembebasan Lahan. (Koran SINDO//wdi) 
 
sumber :

Tol Ungaran-Bawen Belum Bisa Dilewati Mobil Berat


ilustrasi tol
SEMARANG — Tol Ungaran-Bawen sudah resmi dibuka sejak Jumat (4/4) lalu. Namun hingga kemarin belum juga dilewati mobil-mobil berat (truk dan tronton). Dari data jumlah kendaraan yang masuk, ruas tersebut masih didominasi kendaraan pribadi.

Hal itu terjadi karena portal di simpang susun Jatingaleh yang membatasi ketinggian kendaraan belum dilepas. Sehingga mobil berat belum bisa lewat. Data PT Trans Marga Jateng (TMJ) selaku pengelola jalan tol menyebut, sejak dibuka Jumat (4/4) lalu, antusiasme pemilik kendaraan roda empat untuk mencoba tol baru cukup tinggi.

Pada Sabtu (5/4), tercatat ada 27.058 kendaraan yang melintas di gerbang tol Banyumanik. Jumlah tersebut belum termasuk 231 kendaraan yang membayar memakai E Toll. Kendaraan yan masuk masih didominasi mobil pribadi.

Rinciannya, golongan I sebanyak 26.286 kendaraan, golongan II 659 kendaraan, golongan III 82 kendaraan, golongan IV 21 kendaraan, dan golongan V hanya 10 kendaraan. Di hari yang sama, kendaraan yan melintas di Gerbang tol Bawen mencapai 23.722 kendaraan.

Terdiri dari golonganI 22.986 kendaraan, golongan II 634 kendaraan, golongan III 73 kendaraan, golongan IV 17 kendaraan, dan golongan V 12 kendaraan. Direktur Teknik dan Operasional PT TMJ Ari Nugroho mengatakan pihaknya sudah mempersilahkan petugas kepolisian memasukkan kendaraan berat seperti bus dan truk masuk tol.

Terutama dari arah Bawen. Namun dari arah Semarang, masuknya kendaraan berat masih terkendala portal di simpang susun tol banyumanik yang belum dilepas. "Silahkan saja truk dan bus masuk tol. Portal di Banyumanik rencananya malam ini (tadi malam.red) dilepas," katanya.

Sebelumnya kendaraan berat dilarang masuk tol Semarang-Ungaran karena interchange di Ungaran yang masih sempit. Sebaliknya, portal pembatas ketinggian akan dipasang di interchange Ungaran karena akses di Jalan Letjen Suprapto cukup sempit.

Ari mengklaim tol cukup kuat dan interchange di Bawen cukup lebar sehingga bisa dilewati kendaraan berat. "Interchange di Bawen sangat memungkinkan dilewati kendaraan berat karena lebar jalan sama-sama 3,5 meter, hanya bahu jalannya lebih sempit. Kecepatan kendaraan disitu juga dibatasi 80 kilometer per jam," paparnya.

Guna mengatasi antrean panjang di gerbang tol Banyumanik, PT TMJ berencana memperlebar gerbang dari 9 lane menjadi 12 lane. Penambahan gardu di gerbang tol tersebut diharapkan selesai sebelum arus mudik lebaran nanti. Pemerintah sendiri sudah menetapkan besaran tarif tol Ungaran-Bawen.

Yaitu Rp 7.000 (golongan I), Rp 10.000 (golongan II), Rp 13.500 (golongan III), Rp 17.000(golongan IV), dan Rp 20.500 (golongan V). Menurut Ari, besaran tarif tersebut berdasarkan SK Menteri Pekerjaan Umum tertanggal 3 April 2014. Tarif tol Ungaran-Bawen akan mulai diberlakukan pada Kamis (10/4) pukul 00.00.

Terpisah Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Sasmito mendesak pengelola jalan tol melengkapi sarana-prasarana pendukung seperti lampu jalan, mobil patroli, ambulans, serta mempersiapkan rumah sakit rujukan bila terjadi kecelakaan. "Semua syarat tersebut harusnya sudah terpenuhi sejak tol dibuka," katanya. (ric/jpnn)

Tarif Tol Ungaran – Bawen

- Rp 7.000 (golongan I)

- Rp 10.000 (golongan II)

- Rp 13.500 (golongan III)

- Rp 17.000(golongan IV)

- Rp 20.500 (golongan V)
 
sumber :