javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
Marhaban Yaa Ramadhan...Selamat Menunaikan Puasa Ramadhan 1437 H

cari di blog ini

Memuat...

Senin, 30 Mei 2016

Tol Solo-Sragen Dibuka, Bawen-Salatiga Belum Pasti

Jalur Mudik Lebaran 2016

GARDU SEMENTARA : Pekerja menyelesaikan pekerjaan perkuatan 
dinding tebing dan menyiapkan titik gardu tol sementara di bawah 
persimpangan tol Bawen-Salatiga, kemarin. (88)SM/Ranin Agung

SEMARANG – Meski belum seratus persen jadi, jalan tol Solo- Sragen sudah pasti akan dibuka untuk jalur mudik dan balik Lebaran 2016. Pembukaan ini untuk mengurangi kepadatan arus kendaraan yang melintas di jalur tengah.

Kepala Dishubkominfo Jateng, Satriyo Hidayat, menjelaskan kondisi fisik jalan tol Solo-Sragen nantinya mirip jalan tol Pejagan-Pemalang saat digunakan untuk arus mudik Lebaran tahun 2015. Perkerasan jalan dan penerangan belum maksimal. Penggunaannya juga searah, yakni dua jalur akan digunakan ke arah Sragen saat arus mudik, sedangkan semua jalur digunakan ke arah Solo saat arus balik.

”Sudah pasti dibuka, tapi kondisinya hampir sama dengan tol Pejagan-Pemalang tahun lalu,” kata Satriyo seusai rapat koordinasi angkutan Lebaran di kantor Dishubkominfo Jateng, pekan lalu. Sementara jalan tol Bawen- Salatiga, lanjut dia, belum bisa dipastikan.

Satu-satunya kendala adalah belum selesainya pekerjaan jembatan Kali Tuntang di Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Jika sampai tenggat waktu yang ditentukan jembatan belum jadi dan tol tidak bisa dibuka, disiapkan jalur alternatif. Dari tol Bawen, pemudik diarahkan menuju jalan nasional Bawen- Salatiga. Selanjutnya mereka masuk tol lagi melalui jalan Tlogo, Tuntang, untuk menghindari jembatan. ”Tapi jalan di Tuntang itu nanti searah,” jelasnya.

Dibuka atau tidaknya tol Bawen-Salatiga saat mudik Lebaran akan menjadi salah satu pembahasan dalam rapat koordinasi kesiapan Jateng, Senin (30/5), di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang.

Selain itu, Dishubkominfo juga telah memetakan titik rawan kemacetan saat arus mudik dan balik. Di wilayah pantura, titik rawan pertama dan paling berpotensi menimbulkan kemacetan adalah pintu tol Pejagan-Pemalang di Brebes timur.

Pemasangan Rambu

Saat liburan 5-8 Mei lalu, kepadatan arus di jalan tol tersebut meningkat dan terjadi kemacetan di pintu keluar hingga 11 jam. Kapasitas jalan di pantura 7.000 satuan mobil penumpang (SMP)/ jam. Jika angka itu tercapai artinya sudah terjadi kemacetan.

Sementara kapasitas kendaraan di jalan tol lebih dari 10.000 SMP/jam. Kedua, adanya perlintasan kereta api di Pejagan. Ketiga, jalur Pejagan-Prupuk-Bumiayu yang sempit. Keempat, jalan lingkar (ring road) Bumiayu yang masih sering digunakan untuk beraktivitas warga sekitar. ”Jalur Pejagan-Slawi, jika terjadi kepadatan akan dibelokkan melalui Pangkah.

Atau bisa diteruskan ke jalan provinsi. Tapi itu lihat kondisi nanti. Saat ini sejumlah alternatif sudah disiapkan. Berkoordinasi dengan kepolisian untuk rekayasa lalu lintas,” ujarnya.

Potensi kemacetan di jalur selatan tidak begitu parah jika dibandingkan di pantura. Namun potensi itu tetap ada, salah satunya di Congot. Saat sampai di sana, kebanyakan pengendara akan meneruskan perjalanan ke Purworejo sehingga kepadatan akan meningkat.

Ia juga mengingatkan pada pemudik yang melalui Karang Bolong untuk berhati-hati, lantaran jalan tersebut berkelok. Saat ini, Dishubkominfo sudah memasang sejumlah rambu di titik-titik yang rawan macet dan pemberitahuan jalur alternatifnya. Sejumlah penerangan jalan juga sudah ditambah, namun belum maksimal.

Keterbatasan dana APBD dan APBN menyebabkan sejumlah jalan masih gelap. Salah satunya di Aji Barang-Bumiayu, Randudongkal, dan Purbalingga.

Kepala Bidang Bina Teknik Dinas Bina Marga Jateng, Hanung Triyanto, mengatakan kondisi jalan di jalur pantura sudah lebih siap jika dibandingkan dengan Lebaran tahun lalu. Hampir semua jalan yang dibangun berupa cor beton. Sementara jalur Semarang-Gubug (Grobogan) sudah siap dilewati pemudik. ”Saat ini memang masih ada pembangunan. Namun akan dihentikan H-10 Lebaran,” kata Hanung. (H81,J8-94)

sumber :