javascript:void(0)

your direction from here


View tol semarang ungaran in a larger map
INFO : REUNI AKBAR SMP N 2 SIMO BOYOLALI 2017 BULAN DESEMBER 2017....AYOO BERGABUNG (Info&Pendaftaran : 085727059929)

cari di blog ini

Rabu, 22 Februari 2017

TOL SOLO-KERTOSONO : Empat Bulan Mangkrak, Begini Kondisi Proyek Underpass Tol Soker


ilustrasi


"Tol Solo-Kertosono, proyek tol Soker sudah empat bulan mangkrak."

Solopos.com, BOYOLALI — Semak belukar tumbuh liar di sekeliling underpass tol Solo-Kertosono (Soker) di Desa Dohohudan, Ngemplak, Boyolali. Di bawahnya, air menggenang berwarna cokelat kemerah-merahan.

Bak kolam pemancingan tak terawat, ikan-ikan kecil dan kecebong berkejaran di permukaan kolam sedalam dua meteran itu. Para petani penjemur gabah berteduh di bawah seng di sekitar proyek.


“Sudah beberapa bulan ini proyek tak dilanjutkan. Enggak tahu kenapa. Eman-eman [sayang] sekali,” ujar salah satu dari petani tersebut, Santoso, saat berbincang dengan Solopos.com, Senin (21/2/2017).

Sudah empat bulan ini, proyek underpass tol Soker mangkrak. Tak terlihat pekerja proyek di sana, pun alat-alat beratnya. Yang ada hanya rangkaian besi-besi ulir berkarat karena terpapar terik mentari dan hujan saban hari.


Sebagian besi itu sudah tertuang semen cor. Namun, sebagian besar rangka belum dituangi semen. “Saya dengar ditolak sekelompok warga. Tapi, persisnya juga enggak tahu,” lanjutnya.

Berdasarkan catatan Solopos.com, proyek itu terhenti sejak Rabu (19/10/2016) malam atau empat bulan lalu. Saat itu, pekerja proyek yang tengah mengecor rangkaian besi mendadak didatangi sekelompok warga. Mereka langsung meminta pekerja menghentikan aktivitas.

Mereka berdalih ukuran underpass tak sesuai rencana awal. Mereka menuding ada indikasi korupsi dalam proyek itu dan melaporkan pelaksana proyek ke polisi.

Tuduhan itu sempat terbantahkan setelah tim teknis dari Pemkab Boyolali menjelaskan tahapan teknis proyek. Namun, warga enggan menanggapi keterangan tim dari Pemkab dan tetap berniat membawa kasus itu ke meja hijau.

“Kami tak mau berdebat soal ini [tahapan teknis pelaksaan proyek]. Biarlah penyidik kepolisian yang mengusut,” ujar salah satu perwakilan warga saat beraudiensi dengan pejabat pembuat komitmen (PPK) tol Soker dan jajaran Muspika saat itu.

Sejak itulah, proyek terhenti. Pekerja proyek mengalihkan pekerjaan ke lokasi lain yang tak bermasalah. Proyek underpass itu akhirnya dibiarkan terbengkalai.

Menanggapi hal ini, Kapolsek Ngemplak, AKP Joko Widodo, menegaskan polisi akan mengawal proyek nasional itu sampai tuntas. Kepolisian tak segan menerjunkan petugas guna mengamankan proyek jika sudah ada perintah.

“Kami siap mengamankan proyek nasional tol Soker. Jika proyek sudah dilanjutkan, kami akan terjunkan aparat ke lokasi untuk pengamanan,” paparnya.

Meski demikian, Joko berharap masalah itu bisa diselesaikan secara mediasi. Harapannya, warga dan satker bisa menemukan jalan tengah. Namun, jika mediasi tak membuahkan hasil dan warga bersikeras menghalang-halangi proyek, polisi tak segan menindak sesuai hukum. “Jika ada indikasi perbuatan pidana, ya akan kami proses hukum,” tegasnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Soker, Bedru Cahyono, memastikan proyek akan dilanjutkan secepatnya. PPK ditenggat sebelum Lebaran, tol harus sudah jadi untuk jalur arus mudik dan arus balik Lebaran 2017.

“Secepatnya akan kami lanjutkan. Kami akan meminta back up polisi untuk mengamankan pelaksanaan proyek,” ujarnya.

sumber :